Indonesia dikenal sebagai negara dengan suku bangsa terbanyak di dunia, menurut sensus BPS tahun 2010 total ada 1.340 suku di Indonesia. Dari banyaknya dan beragamnya suku bangsa di Indonesia, tentu saja masing-masing dari mereka memiliki simbol atau ciri khas yang sangat melekat. Salah satu bentuk simbol atau lambang dari suatu budaya seringkali dituangkan dalam bentuk gaya arsitektur bangunan. Dalam artikel ini akan dibahas tentang Gaya Arsitektur Sunda yang memiliki ciri khas dan filosofi yang sangat 'Go Green'. Sejak zaman dulu, Orang Sunda dikenal sebagai suku yang berorientasi terhadap alam, segala sesuatu yang diambil, diolah, digunakan semuanya dari alam, dan harus dikembalikan ke alam. Filosofi ini tercermin dari Bentuk/Gaya Arsitektur Sunda yang seluruh bagian bangunannya berasal dari alam. Rumah Adat Sunda umumnya berbentuk rumah panggung dengan umpak(alas) batu, tiang-tiang kayu, dinding bilik bambu, lantai papan, dan atap yang terbagi dua yaitu : suhunan pa...
Serabi, yang biasa disebut juga surabi atau srabi, adalah kudapan khas Indonesia yang terbuat dari bahan dasar berupa adonan tepung beras, santan, dan ragi. Serabi biasanya berbentuk bundar, memiliki pori-pori di permukaan atasnya, dan dimakan dengan kuah gula jawa dan santan. Hingga saat ini, serabi di Indonesia bermacam-macam jenisnya. Salah satu jenis serabi yang populer saat ini adalah serabi oncom. Serabi oncom, sesuai namanya, merupakan jenis serabi yang di bagian atasnya ditaburi oncom. Oncom merupakan makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari hasil fermentasi kacang-kacangan dengan kapang. Serabi oncom sudah populer sejak tahun 1900-an. Serabi oncom lebih populer di kalangan remaja dan dewasa, berbeda dengan serabi manis yang lebih disukai anak-anak. Dahulu, serabi oncom biasa dibuat menggunakan tungku dari tanah liat di atas arang. Cara pembuatan tersebut menyebabkan bagian bawah serabi terasa lebih renyah dan wangi, sementara bagian atas dan dalamnya terasa l...
Astana Gede Kawali merupakan pusat pemerintahan kerajaan Sunda-Galuh. Astana Gede terletak di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Indonesia. Sebagai situs kebudayaan, Astana Gede memiliki nilai-nilai kebudayaan dengan ciri khas tersendiri sebagai kerajaan di Tatar Sunda. Pada zaman dahulu Astana Gede bernama Kabuyutan Sanghyang Lingga Hiyang. Didalam Astana Gede terdapat prasasti-prasasti yang berasal dari masa lalu. Prasasti-prasasti tersebut ditulis dengan aksara Sunda diatas batu. Banyak orang Sunda sendiri sudah tidak terlalu mengenal budaya dan kearifan lokal didaerah sendiri. Maka dari itu, kita perlu melestarikannya.
Dugkol adalah singkatan dari bedug dan kohkol. Dua waditra yang digunakan pada seni dugkol. Kesenian ini semula hidup di lingkungan pesantren. Pada mulanya, bedug dan kohkol hanya digunakan sebagai penanda waktu sholat. Biasanya ditabuh sebelum mengumandangkan adzan. Dulu, sebelum ada pengeras suara, keberadaan bedug dan kohkol disetiap mesjid itu menjadi sangat penting, karena suara kumandang adzan itu jangkauannya terbatas. Pada perkembangan selanjutnya, bedug dan kohkol tidak hanya sebatas penanda waktu sholat, tetapi ditabuh juga untuk mengiringi alunan takbir pada malam lebaran. Irama tabuhannya pun pada awalnya seragam, sehingga terkesan monoton. Entah siapa yang memulainya, kemudian warga mencoba membuat bentuk-bentuk komposisi tabuhan yang bervariasi, semakin harmonis dan enak didengar. Lama kelamaan, seni bedug dan kohkol tidak hanya dimainkan pada malam takbiran saja, melainkan juga pada peringatan atau perayaan hari besar lainnya, seperti muludan, muharaman, rajaban,...
Pentatonis, 5 nada dasar yang menjadi dasar di musik-musik tradisional di Bandung. Gamelan namanya, bila anda sudah pernah mendengar tentangnya. Gamelan menurut saya adalah alat musik yang unik. Mengapa unik? Karena, menurut pengalaman saya, menciptakan suatu rangkayan nada dari 7 nada adalah hal yang mudah, tapi dari 5 nada, adalah suatu hal yang cukup sulit. Tapi, karena keterbatasan nada tersebut, orang-orang tradisional dapat menciptakan susunan-susunan nada yang berbeda dan unik satu sama lain. Hal ini seharusnya diapresiasikan lebih, karena hal ini sangat unik di kancah permusikan. Bayangkanlah seperti ini. Anda memiliki 7 warna untuk saling dikombinasikan menjadi warna-warna baru, sementara orang-orang tradisional hanya memiliki 5 warna, yang berarti mereka harus berfikir lebih kreatif lagi, agar mendapatkan warna baru yang belum pernah dilihat sebelumnya. Ini adalah hal yang luar biasa, dimana ini mengartikan bahwa masyarakat Indonesia di zamannya adalah masyarakat yang krea...
Pentatonis, 5 nada dasar yang menjadi dasar di musik-musik tradisional di Bandung. Gamelan namanya, bila anda sudah pernah mendengar tentangnya. Gamelan menurut saya adalah alat musik yang unik. Mengapa unik? Karena, menurut pengalaman saya, menciptakan suatu rangkayan nada dari 7 nada adalah hal yang mudah, tapi dari 5 nada, adalah suatu hal yang cukup sulit. Tapi, karena keterbatasan nada tersebut, orang-orang tradisional dapat menciptakan susunan-susunan nada yang berbeda dan unik satu sama lain. Hal ini seharusnya diapresiasikan lebih, karena hal ini sangat unik di kancah permusikan. Bayangkanlah seperti ini. Anda memiliki 7 warna untuk saling dikombinasikan menjadi warna-warna baru, sementara orang-orang tradisional hanya memiliki 5 warna, yang berarti mereka harus berfikir lebih kreatif lagi, agar mendapatkan warna baru yang belum pernah dilihat sebelumnya. Ini adalah hal yang luar biasa, dimana ini mengartikan bahwa masyarakat Indonesia di zamannya adalah masyarakat yang krea...
Indonesia sejak dulu terkenal sebagai negara agraris, sehingga sejak dahulu kala bangsa-bangsa eropa datang ke negeri Indonesia, karena negeri ini sangat subur apabila digunakan sebagai kegiatan bercocok tanam. Jaman dulu pemerintah hindia Belanda awalnya akan mencari rempah-rempah ke negeri Indonesia ini, tetapi setelah mereka merasa nikmat tinggal di Indonesia yang akhir melakukan penindasan untuk menguasa segala kekayaan di negeri Indonesia. Bercocok tanam di Inonesia, hampir semua jenis tanaman dapat tumbuh subur, oleh karena itu masyarakat Indonesia lebih berperilaku bercocok tanam secara turun temurun terus dilakukan. Di kawasan Jawa Barat atau Sunda, terdapat Upacara Adat yang dinamakan Sereh Taun yang dilakukan ketika panen. Seren Taun adalah upacara adat panen padi masyarakat Sunda yang dilakukan setiap tahun. Upacara ini berlangsung sangat ramai dan dihadiri ribuan masyarakat sekitar di berbagai desa di daerah Sunda. Upacara ini konon sudah ada sejak jaman pajajara...
Klenteng Tiao Kak Sie atau biasa dikenal dengan sebutan Klenteng Dewi Welas Asih terletak di Jl. Kantor No.2, Kampung Kamiran, Cirebon. Klenteng Dewi Welas Asih merupakan salah satu kelenteng tertua di Cirebon, selain Klenteng Talang dan Vihara Pemancar Keselamatan. Klenteng ini dibangun di atas tanah seluas 1.857 m2 dengan luas bangunan sekitar 1.600 m2. Di depan pinggir jalan terdapat penanda Benda Cagar Budaya Kelenteng Dewi Welas Asih Cirebon dengan tahun berdiri 1595. Tahun itu tertulis pada dua buah papan kecil “paai” namanya yang berisi pepatah atau peribasa pendek-pendek akan jadi kehormatan bagi dewa dewa. Semula nama Kelenteng Dewi Welas Asih adalah Tiau Kak Sie. “Sie” artinya rumah orang beribadat (tempat bertapa). “Tio” berarti air pasang (air naik), dan “Kak” berarti bangun dari tidur atau membangunkan atau membawa kepada akal yang benar. Bangunan Kelenteng Dewi Welas Asih yang simetris dengan ornamen naga dalam posi...
Assalamualaikum teman-teman :) Nama saya Raka Maulida Azka,Saya lahir dari campuran Sunda dan Jakarta.Ayah saya sunda dan Ibu saya Jakarta.Keluarga kami tinggal di Jakarta ,Oleh karena itu tiap momen libur lebaran,tempat mudik kami ialah Jawa Barat,Lebih tepatnya di Kuningan. Saya memiliki Nenek yang hobi memasak,suatu hari saat kami mudik,Ia membuat tape ketan yang enak rasanya dan kebetulan itu ialah tape ketan pertama saya.Tak diragukan lagi,Nenek saya memang sudah terkenal di Desanya sebagai koki yang handal.Atas pengalaman tersebut saya ingin menulis sebuah artikel untuk teman-teman semua. Tape kuningan sudah ada sekitar tahun 1970-an,,Berdasarkan hasil wawancara terhadap Ayah Saya,tape ketan sudah ada saat ia masih sekolah dasar,yaitu sekitar tahun 1977 dan Desa yang paling mengembangkan usaha makanan ini adalah Desa Cibeureum.Kebetulan Desa tersebut tidak jauh dari rumah Ayah (sekitar 2-3 km). Tape ketan terbuat dari beras ketan yang difermentasi dengan ragi d...