Tari Lenggang Nyai adalah salah satu kesenian tari masyarakat Betawi di Jakarta. Nama Lenggang Nyai sendiri berasal dari kata "lenggang" yang berarti melengak-lengok, sedangkan "nyai" diambil dari nama tokoh yang menginspirasi tarian ini. Tarian ini terinspirasi dari kisah hidup Nyai Dasimah. Konon, Nyai Dasimah merupakan wanita cantik dari Betawi yang berada dalam kebingungan dalam memilih pasangan hidupnya. Pada saat itu, ia dihadapkan pada dua laki-laki yang berbeda kebangsaan. Salah satunya merupakan pria Belanda, sedangkan yang lainnya merupakan pria Indonesia. Setelah pemikiran panjang, akhirnya Dasimah memilih untuk menikah bersama pria Belanda. Setelah menikah, kehidupan Dasimah pun berubah. Adanya aturan-aturan yang dibuat suaminya membuat Nyai Dasimah merasa terkekang. Karena merasa hak-haknya sebagai wanita telah dirampas, Dasimah memutuskan untuk memberontak dan memperjuangkan kebebasannya. Gerakan tari Lenggang Nyai menggambarkan karakter seorang Nyai Dasi...
roti buaya merupakan makanan khas betawi yang disimbolkan dengan simbol kesetiaan, mengapa disimbolkan seperti itu? karna buaya adalah hewan yang setia,buaya hanya kawin dengan satu pasangan saja. Roti buaya dihadirkan di acara acara pernikahan betawi karna simbol kesetiaan yang dipercayai adat betawi, kehadiran roti betawi di indonesia dipengaruhi dengan bangsa eropa yang menyatakan cinta dengan memberikan bunga ke pasangannya tetapi orang orang betawi memberi roti buaya sebagai simbol cinta ke pasangannya. #OSKMITB2018
https://www.hipwee.com/wedding/intip-uniknya-tradisi-pernikahan-adat-betawi-siapa-tahu-jodohmu-orang-jakarta-asli/ Sebagaimana daerah lain, suku Betawi memiliki tradisi unik dalam upacara pernikahan. Umumnya, masyarakat Betawi ini bertempat tinggal di Jakarta. Percampuran budaya dari beragam negara yang pernah singgah ke kota Jakarta seperti India, Tionghoa, Arab, Eropa dan Melayu sedikit banyak memengaruhi tradisi yang berkembang, termasuk upacara pernikahan. Dialog yang spontan, rileks dan terkesan ceplas-ceplos menjadi salah satu ciri khas yang bukan hanya menarik tapi juga penuh makna. Tahapan dalam pernikahan adat Betawi: 1. Ngedelengin 2. Ngelamar 3. Bawa tande putus 4. Masa dipiare 5. Siraman, tangas atau kum, ngerik dan potong centung, serta malam pacar 6. Malem mangkat 7. Ngerudat 8. Buka palang pintu 9. Di puade 10. Malem negor 11. Pulang tige ari
Pesta resepsi pernikahan di Indonesia sangat beragam macamnya. Secara tidak langsung, ini menjadi salahsatu ajang untuk terus mempertahankan budaya Indonesia yang begitu kaya. Sayangnya, adat pesta pernikahan ini mulai luntur karena pengaruh asing. Pada artikel kali ini, penulis akan membahas tentang berbagai budaya pesta pernikahan dari Betawi dengan harapan dapat membantu melestarikan budaya Betawi. Pertama, ada Seni Sandiwara Lenong, sebuah seni pertunjukkan yang sangat terkenal. Dulu, seni sandiwara ini biasanya disampaikan dalam bahasa Melayu dengan dialek betawi, namun, sekarang banyak disampaikan dalam bahasa Indonesia. Skenario yang disampaikan mengandung pesan moral, yaitu menolong yang lemah, membenci kerakusan dan perbuatan tercela. Nah, seni sandiwara ini dipentaskan sebagai hiburan hajatan malam resepsi pernikahan. Namun, sekarang, jarang sekali ditampilkan. Salahsatu faktornya adalah karena biayanya yang mahal dan perlu panggung yang cukup besar. Untuk t...
Roti Buaya…. Apa itu roti buaya? Dimana keberadaan roti buaya dapat kita lihat? Roti Buaya ialah salah satu bukti kebudayaan masyarakat betawi ,dimana roti yang dibentuk menyerupai sebuah buaya. Keberadaan roti buaya sendiri biasanya dapat dilihat saat kita menghadiri acara pernikahan adat betawi. Dalam acara pernikahan adat betawi ini banyak seserahan yang dibawa oleh mempelai pria, namun seserahan yang khas dan mungkin banyak dikenal oleh para masyarakat umum ialah roti buaya. Mengapa buaya yang dipilih? Roti buaya yang merupakan roti dengan bentuk menyerupai buaya, buaya sendiri dipilih dikarenakan keistimewaan hewan ini yang dianggap memiliki kesetiaan terhadap pasangannya. Setelah mempelai pria menyerahkan seserahkan roti buaya, biasanya roti buaya dimakan dan disantap bersama sanak keluarga dari mempelai wanita setelah proses seserahan walaupun roti ini agak keras untuk bagian luarnya namun tetap saja enak untuk disantap. #OSKM
Soto Betawi merupakan salah satu kuliner tradisional Betawi yang terkenal di ibukota Jakarta. Soto betawi memiliki kuah santan dengan tambahan susu yang membuatnya semakin gurih. Aromanya pun kaya akan aroma pala, cengkeh, dan kapulaga. Pelengkap untuk makan soto ini ada irisan daging, paru, emping, dan acar mentimun. Walau soto betawi ini memiliki kuah cukup berat dan kental, kenikmatannya tetap luar biasa. Kekentalan kuah soto betawi ini disebabkan penggunaan santan dan susu sehingga menimbulkan cita rasa yang sangat gurih. Soto yang populer di daerah ibu kota Jakarta ini semakin gurih dengan penggunaan jeroan sebagai salah satu bahan utama. Tidak jarang, organ-organ lainnya seperti hati juga dijadikan isi dari soto tersebut. Cita rasa soto nusantara yang satu ini pun bertambah dengan adanya taburan keripik emping dan acar timun sebagai pelengkap. Walau ada campuran susu dan santan, tapi aroma pala, cengkeh, dan kapulaga cukup seme...
Untuk Sobat Budaya yang berdomisili di daerah Jakarta Selatan dan Depok Utara pasti kenal dengan situs yang bernama “Setu Babakan”. Berlokasi di kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Setu Babakan sangat mudah diakses oleh warga Jakarta Selatan dan Depok yang ingin menikmati waktu luang di pinggir danau di Kota Jakarta. Selain sering dijadikan tempat nongkrong dan bersantai di sore hari oleh kawula muda, Setu Babakan memiliki arti sendiri bagi pelestarian budaya Betawi. Situs ini didirikan pada tanggal 18 Agustus 2000 melalui Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 92 Tahun 2000 yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso, dan ditetapkan Pemerintah Jakarta sebagai tempat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi. Sejak tahun penetapan ini, pemerintah dan masyarakat mulai berusaha merintis dan mengembangkan perkampungan tersebut sebagai kawasan...
Ondel-ondel, kesenian yang tidak asing bagi warga nusantara ini. Beberapa dari kita mengenal seni khas ini sebagai budaya khas Betawi yang berasal dari Jakarta. Selain dikenal sebagai budaya khas Betawi, ondel-ondel juga dikenal sebagai simbol Ibu Kota DKI Jakarta. Boneka setinggi dua meter ini akrab terlihat di berbagai perayaan besar, seperti acara pernikahan , hajatan, sunatan, hingga acara peresmian. atau pembukaan. Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, melihat ondel-ondel yang diarak warga di pinggir jalan mungkin sudah lumrah. Namun bagi para wisatawan melihat boneka setinggi dua meter yang diiringi dengan rombongan dan musik Betawi mungkin akan terkesima ataui bahkan kaget saat melihat ondel-ondel berkeliling di pinggir jalan. Meskipun sudah umum melihat ondel-ondel, sayangnya masioh banyak warga Jakarta yanag belum mengerti sejarah dan fakata dibalik dua boneka raksasa ini. akrena itu, kita akan mengupas fakta-fakta menarik tentang ondel-ondel yang mungkin banyak belu...
Bencok Bencok adalah salahsatu makanan khas adat suku betawi yang saat ini kehadirannya sudah tidak se-eksis dulu lagi. Bencok ini sebenarnya makanan daerah khas betawi yang sangat oriental dengan lidah - lidah orang betawi. Bahan dasar makanan ini adalah kentang. Bencok ini adalah makanan yang berbentuk keripik kentang dengan bumbu balado khas orang betawi. Biasanya orang betawi menikmati bencok ini dengan nasi. Bisa disebut juga kehadiran bencok ini adalah sebagai "kerupuk" orang betawi untuk menemani waktu makan. Bahan: 1. Kentang 2. Cabe Merah 3. Garam 4. Minyak 5. Gula Putih 6. Daun Jeruk 7. Bawang Putih 8. Air Cara Pembuatan: 1. Siapkan seluruh bahan - bahan yang dibutuhkan. 2. Lalu bersihkan kentang dari kulitnya dan rendam dengan air. 3. Setelah itu, iris tipis kentang yang sudah bersih tadi dan rendam dengan air kembali. 4. Setelah itu, siapkan bumbu balado kering dengan...