Rampa rampa diterjemahkan secara harafiah dari bahasa Manado sebagai kata rempah rempah, tetapi sebenarnya yang dimaksudkan adalah bumbu. Begitulah cara orang Manado bertutur. Jadi jika seseorang bertanya tentang bumbu suatu masakan, yang bersangkutan pasti akan bertanya dengan kalimat kurang lebih seperti ini "rampa rampanya apa ya?" padahal maksud kalimat tanya itu adalah "Bumbunya apa?". Jadi, yang dimaksud dengan rampa rampa campur ini adalah bumbu bumbu yang sudah dicampurkan, tetapi untuk konteks ini berarti bumbu bumbu daun yang dicampur. Rampa rampa campur yang lazim dikenal dengan sebutan RRC (singkatan dari Rampa Rampa Campur), sangat mudah sekali ditemukan di pasaran, baik itu di pasar tradisional ataupun di supermarket. Mungkin bagi orang luar Manado akan kebingungan jika membaca tulisan "RRC" yang terpampang di daftar harga di area sayuran dalam supermarket. Karena sebegitu populernya istilah ini, jadi dianggap semua orang sudah tahu bahwa RRC itu adalah Rampa Rampa...
Apabila masyarakat sudah bosan dengan sambal rica-rica, maka Manado menyediakan alternatif lain yang tak kalah sedap dengan sambal rica-rica. Apa itu? Rica roa. Rica roa juga termasuk sambal khas Manado yang dibuat dari bahan utama berupa ikan. Sesuai namanya, ikan yang dipilih adalah ikan roa. Ikan roa sendiri merpakan ikan berbentuk pipih yang warnanya perak keabu-abuan. Ikan roa sebelum dijadikan sambal harus diasap terlebih dahulu sebelum diubah ke dalam bentuk sambal. Ikan roa yang sudah diasap juga tak bisa langsung dibuat sambal karena kondisinya harus kering, keras, dan garing terlebih dahulu. Setelah memenuhi kondisi tersebut, ikan roa asap bisa langsung diolah bersama bumbu yang biasa dipakai untuk membuat sambal khas Manado. Bahan-bahan 20 ekor Ikan Roa yang sudah diasap 15 biji Cabe Rawit (atau sesuai selera) Jahe ukuran 1x1 cm 6 siung Bawang Merah 3 siung Bawang Putih secukupnya Garam Kaldu bub...
Corak dengan motif lilin merupakan simbol dari kota Manado serta rumah ibadah yang jadi simbol dari kerukunan kehidupan masyarakat di dalam perbedaan. Sumber: http://makananoleholeh.com/oleh-oleh-khas-manado/
Sinandoi merupakan makanan khas Mongondow yang terbuat dari daging sapi atau bolog (sidat) dalam Bahasa asli suku Mongondow yang dimasukkan ke dalam patung (bambu) kemudian dimasak dengan api dengan ukuran yang normal, untuk itu dalam hal pembakaran makanan ini harus diawasi agar api tidak mati atau membesar. Makanan ini sangat digemari oleh masyarakat kotamobagu karena rasanya yang enak dan lezat. Makanan ini disajikan pada setiap acara-acara adat maupun pernikahan, dan sudah bisa dipastikan makanan ini menjadi makanan yang favorit dan sudah ditunggu-tunggu penyajiannya oleh masyarakat asli Kotamobagu maupun pendatang.
Makanan khas Mongondow yang terbuat dari sagu ini adalah merupakan makanan yang menjadi warisan turun temurun, dahulu kala dinangoi juga menjadi makanan para elit kerajaan Mongondow. Dinangoi in Mongondow Pada masa kemerdekaan makanan ini dijadikan sebagai makanan pengganti nasi, karena adanya musim kemarau yang cukup panjang. Sekarang makanan ini menjadi salah satu kuliner khas suku Mongondow yang juga merupakan penduduk asli Kotamobagu. Sehingga dinangoi adalah salah satu makanan khas yang menempati tempat di hati masyarakat asli suku Mongondow maupun pendatang.
Nah ini lagi Pisang Goroho, pisang ini juga jarang di temukan di jawa, jadi jika mau membuat makanan ini kita harus mencari bibit/pisang ini di Restoran manado atau ke manadonya deh. hehe Pisang ini di sajikan dengan Sambal Bakasang Bahan : 6 buah pisang Goroho muda ½ sdt garam (bisa di skip, bagi yang suka asin garamnya bisa ditambah) Minyak untuk menggoreng Cara membuat : Kupas pisang goroho dan potong memanjang 3-4 bagian atau dipotong sesuai selera, masukkan garam campur rata. Goreng dalam minyak panas dengan api sedang sampai berwarna kuning keemasan, angkat. Sajikan panas. SAMBAL BAKASANG: Sambal yanh satu ini sangat unik karena trbuat dari campuran telur ikan. Sambal bakasang sangat popular di masyarakat Manado. Rasanya sangat pedas. Jika ingin lebih enak sebaiknya bakar semua bahan-bahannya di alas arang. Sambal Bakasang ini sangat...
Cakalang garo rica adalah salah satu makanan khas Manado, Sulawesi Utara yang menggunakan ikan cakalang sebagai bahan utamanya. Makanan dengan rasa unik dan nikmat ini menjadi kuliner paling digemari oleh masyarakat sekitar. Awalnya ikan cakalang dipotong-potong lalu diolah bersama bumbu yang telah dipersiapkan Bahan: 500 gram ikan cakalang, potong-potong menjadi beberapa bagian 3 tangkai kemangi, petiki daunnya 1 butir jeruk nipis, peras airnya 1 sendok teh garam Minyak goreng secukupnya Bumbu Halus: ¼ sendok teh kaldu instan 1 sendok teh garam 1 sendok makan gula pasir 1 ruas jari jahe, diiris tipis 1 batang serai, diiris tipis 1 buah tomat, potong kotak-kotak 2 lembar daun jeruk 3 siung bawang putih, diiris tipis 5 butir bawang merah, diiris tipis 15 buah cabai merah, diiris tipis menyerong Cara Membuat: Pertama, cuci ikan cakalang yan...
Sangihe adalah pulau terluar Indonesia. Letaknya di barat laut Sulawesi, tak jauh dari Pulau Mindanao, Filipina. Tahuna, ibu kotanya punya kuliner khas yang menyegarkan, namanya Mi Che. Makanan ini tidak halal karena mengandung babi. Maklum, mayoritas masyarakat di Sangihe dan Manado adalah umat Kristiani. Dari namanya, tebakan Anda benar, masakan ini pertama kali diperkenalkan oleh pria keturunan Tiongkok yang bernama Che. Che yang menjajakan Mie Che di Tahuna kemudian meninggal. Usahanya diwariskan pada anak dan kerabatnya. Warungnya pun beranak-pinak hingga kini. Ada dua ukuran porsi Mi Che, kecil atau besar. Dilihat dari wujudnya , Mi Che adalah mi berkuah dengan taburan daging babi yang dipotong dadu kecil, dan telur mata sapi. Di dalamnya juga ada potongan sayur sawi seperti mi pada umumnya. Beberapa potong cabai merah dan jeruk kunci jadi penambah cita rasa yang tersaji bersama. Kini lokasi warung Mie Che ada di berbagai lokasi...
Apa itu sagu rumbia? Sagu rumbia dikenal dengan nama latin sebagai Metrxylon sagu. Rumbia (pohon sagu) adalah sejenis palma penghasil tepung sagu. Rumbia sangan suka tumbuh di rawa-rawa air tawar, aliran sungai, dan tana bencah lainnya. Biasanya dilingkungan hutan-hutan daratan rendah hingga ketinggian 700 m diatas permukaan laut. Pada wilayah-wilayah yang sesuai rumbia akan dapat membentuk hutan sagu yang luas. Bagi masyarakat wilayah malu dan papua yang berada di pesisir pantai, menjadikan sagu sebagai makanan pokok mereka. Masyarakat sekitar membuat berbagai macam olahan makanan berbahan sagu untuk dikonsumsi sehari-hari, hingga mereka jual ke pasar. Sagu sama dengan nasi memiliki kadar karbohidrat yang tinggi, jadi sebenarnya kita juga mengikuti masyarakat Maluku untuk menjadikan sagu sebagai makanan pokok. Kandungan gizi yang terdapat dalam sagu rumbia Sagu yang sudah diolah menjadi tepung sangat kaya dengan karbohidrat, tapi sayangnya sangat miskin dengan gizi la...