Nikahan? Khitanan? Syukuran? Mendoakan orang meninggal? Peringatan hari besar? Apapun acaranya, ngariung pasti ada dalam rangkaian acara tersebut, atau bahkan, ngariung menjadi agenda utama dari acara tersebut. Ngariung memang tidak dapat dipisahkan dari acara yang dilakukan di Pandeglang, apalagi jika acara tersebut memiliki maksud untuk mendoakan sesuatu atau seseorang. Ngariung adalah kegiatan berkumpulnya orang - orang, khususnya laki - laki, baik dewasa maupun muda, untuk mendoakan sesuatu atau seseorang, dan setelah proses mendoakan selesai, mereka mendapatkan makanan dan minuman (yang sudah dibungkus dalam suatu wadah) dari orang yang mengundang mereka untuk berdoa. Isi dari paket makanan tersebut biasanya terdiri dari nasi, ikan, ayam, bihun, kue, mie instan, dan air mineral kemasan gelas, namun isi paket tersebut tidak terbatas pada makanan - makanan ini saja, bisa lebih sedikit atau bisa juga lebih banyak, bergantung pada kemampuan pe...
Kuda lumping merupakan suatu atraksi yang dimiliki beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Provinsi Banten. Pementasan kuda lumping di Banten umumnya digelar dalam rangka memeriahkan Hari Raya Idul Fitri. Dapat juga diadakan untuk perayaan acara lainnya. Di awal atraksi ini, semua orang yang terlibat dengan pementasan akan dikumpulkan di suatu tempat. Kemudian, juru kunci akan memasukkan ruh ke dalam tubuh manusia yang menjadi kuda lumping, biasanya berjumlah 2-4 orang. Setelah itu, kuda lumping tersebut akan pawai keliling desa sambil diiringi musik dari terompet, kendang, sulling, dan lain-lain. Di perjalanan itu, para kuda lumping juga sembari melakukan atraksi seperti memakan beling atau ditusuk pedang. Setelah sampai di tempat yang luas seperti lapangan, kuda lumping akan diadu satu lawan satu. Mereka akan bertarung layaknya seekor kuda. Ketika sudah ada yang menang, acara akan selesai dan juru kunci mengeluarkan ruh dari dalam tubuh kuda lumping tersebut. Kuda lumping...
Kesakralan pernikahan bukanlah hanya milik kedua mempelai yang akan mengikrarkan janji sehidup semati, melainkan juga milik kedua belah pihak keluarga yang turut serta berbahagia. Pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan yang ditakdirkan Tuhan untuk saling melengkapi, tetapi juga menyatukan adat dan budaya dari pihak yang bersuka cita. Dalam sebuah pernikahan, kedua belah pihak tentunya ingin mempersembahkan identitas terbaik mereka, baik melalui pakaian, tarian, lagu, maupun hidangan yang tersaji. Melalui berbagai macam persembahan yang diberikan oleh Sang Pemilik Hajat, tentunya kita akan menyadari betapa banyaknya keragaman yang harus dihargai di negeri ini. Teman, pernahkah kamu mendengar sebuah hidangan bernama Kue Bacot? Ya, namanya Kue Bacot. Mungkin sebagian dari kalian merasa aneh membaca namanya, tapi hidangan itu memang benar-benar ada. Kue Bacot adalah sebuah hidangan tradisional dari daerahku yang terletak di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten. Pada dasarn...
Gipang, kuliner khas Banten yang berasal dari beras ketan putih atau ketan merah yang berbentuk kotak persegi panjang. Gipang, juga dicampur dengan air gula dan asam sehingga saat Ada mengigit gipang akan terasa tekstur yang lengket dan renyah. Gipang juga termasuk dalam Kudapan wajib warga Banten. Biasanya gipang hadir dalam acara besar atau hari besar seperti Idul Fitri dan Adha. Kini gipang bisa dibilang merupakan penganan yang cukup langka, tak banyak lagi penjual penganan ini di luar kota Serang. Bahkan di Banten sendiri gipang hanya dibuat di industri-industri rumahan di kampung-kampung. Padahal makanan ringan ini memiliki potensi yang sangat besar, sebab selain rasanya enak harga gipang pun sangat terjangkau. Untuk sebungkus Gipang dibandrol Rp15.000 sampai Rp30.000 saja. Harga itu terbilang murah untuk jenis cemilan tradisonal khas dari banten. OSKMITB2018
Indonesia dengan wilayah yang luas memiliki budaya yang sangat beragam berdasarkan agama, ras maupun kelas sosial. Begitu pula di Reni Jaya, Tangerang Selatan. Tepatnya di RT 01 RW 14. Di tempat ini terdapat beberapa kebiasaan yang dijalani oleh masyarakat sekitar. Beberapa contohnya adalah seperti yang terurai di bawah ini: Pernikahan Bagi kami pernikahan bukan sekedar acara pribadi sebuah keluarga, namun acara bersama satu rukun tetangga. Agenda pertama sebuah pernikahan diawali dengan bapak - bapak dan pemuda yang berkumpul di rumah calon pengantin, lalu membentuk panitia acara pernikahan. Rapat ini akan terus berlanjut setidaknya 3 kali hingga hari-H pernikahan dilaksanakan. Setiap pertemuan rapat akan dipimpin oleh bapak ketua RT. Rapat-rapat tersebut membahas konsep pernikahan, penanggung jawab tiap bagian seperti hidangan yg akan tersaji, orang-orang penting yang akan hadir, pengisi acara, alokasi parkir dan segala hal terkait acara pernikahan. Mendekati hari-H ak...
Soto yang berjualan di depan Taman Makam Pahlawan Tangerang ini sangatlah legendaris dan sudah terkenal dari generasi ke generasi. Soto ini telah diturunkan lebih dari 2 generasi oleh penjualnya. Makanan ini pun sering dijadikan salah satu makanan yang wajib dicoba oleh para pendatang. Soto yang berbahan dasar kikil ini masih terjaga dengan baik resep rahasianya. Soto Marjuk mulai ada berawal dari seorang kepala keluarga yang harus menghidupi keluarganya, tetapi tidak dapat menjauhkan diri dari kecintaannya memasak. Dirinya yang berasal dari betawi, menyukai soto betawi hingga pada akhirnya ia menciptakan resep soto yang berbahan kikil sapi ini. Namun pada saat berjualan, dirinya tidak bisa menjelaskan masakan apa yang ia ciptakan. Kuahnya tidak menggunakan santan sehingga tidak dapat disebut soto, tetapi kuahnya juga tidak bening seperti sop. Soto ini berisi kikil, kacang tanah, bihun, dan ketupat. Mungkin untuk lidah pertama kali, soto marjuk akan terasa sedikit ane...
Taman Gajah Tunggal atau biasa disebut taman gajah merupakan taman kota yang dibangun oleh PT Gajah Tunggal Tbk,pabrikan ban terintegrasi kebanggaan indonesia terbesar di Asia Tenggara. Taman ini merupakan dukungan kepada upaya Pemerintah Kota Tangerang untuk membangun taman kota yang akan menjadikan Kota Tangerang menjadi kota yang lebih hidup,asri,ramah anak dan membahagiakan rakyatnya. Taman ini diresmikan hari minggu tanggal 20 agustus 2017 dengan visi yg dimiliki Gajah Tunggal yaitu untuk menjadi "Good Corporate Citizen". Taman ini meliputi ruang terbuka hijau seluas 6.066 m2,mushola seluas 307m2 dan akses jalan beton seluas 1.678m2.Hal unik dari taman ini yaitu adanya seribu ban yang menghiasi taman Gajah Tunggal ,yang terdiri dari semua jenis ban yang dihasilkan oleh PT Gajah Tunggal Tbk. Taman Gajah Tunggal dibangun untuk mendukung peningkatan kulaitas hidup masyarakat Kota Tangerang melalui interaksi sosial antar komunitas dan penggunaan waktu senggang masyarakat ya...
Rangkasbitung merupakan ibu kota Kabupaten Lebak, Banten. Namanya terdiri dari kata “Rangkas”, yang berarti Patah, dan “Bitung”, yang merupakan nama satu rumpun bambu. Berikut adalah legenda mengenai asal usulnya. Dahulu kala, tumbuhlah suatu rumpun bambu yang sangat besar. Para penduduk menyebutnya Awi Bitung (Bambu Bitung). Awi Bitung ini dijadikan sumber mata pencaharian penduduk, seperti bahan anyaman, peralatan rumah tangga, dan lain sebagainya. Para penduduk setempat pun mulai mengeramatkan awi/bambu tersebut. Mereka mulai menyembah dan memberi sesajen kepada Awi Bitung tersebut. Hingga suatu hari, datanglah seorang Ulama ke daerah Awi Bitung. Ia yang kaget melihat para penduduk menyembah serumpun bambu menasihati mereka agar tidak melakukan hal tersebut karena merupakan tindakan musyrik. Ia lalu mengajarkan bahwa hanya Allah yang layak dan wajib disembah. Namun demikian, para penduduk serta merta mengusir Ulama secara kasar. Sang Ulama pun...
Tugu Perjuangan Rakyat Serpong merupakan simbol perjuangan 1000 rakyat Serpong melawan Belanda. Perjuangan bermula ketika rakyat Serpong berusaha mengusir para tentara Belanda yang masih mendiami kawasan Serpong usai diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia. Perlawanan itu menyebabkan para pejuang gugur hingga tak kurang dari 1000 orang. Saat itu seluruh korban tewas dimakamkan persis di lokasi pertempuran tersebut namun kemudian dipindahkan oleh pemerintah kota guna pembangunan jalan raya. Untuk mengenang kejadian itu, maka rakyat Serpong sendiri membangun tugu peringatan peristiwa berdarah tersebut. Tugu peringatan perjuangan ini bertuliskan: Tugu Peringatan Proklamasi 17 Agustus 1945 Didirikan: Pada Hari Selasa Djam 6 Petang Tgl 27 Desember 1949 (5 Maulud 1936) Rakjat Serpong Kondisi tugu tersebut bertahun-tahun amat memprihatinkan. Ketika saya masih menginjak sekolah menengah pertama pada tahun 2012 - 2015, tugu tersebut hampir tidak...