Parade pasukan a’jaga tubarani di masa lalu dilakukan pada saat pasukan akan melaksanakan perang. Parade pasukan ini digelar dimaksudkan untuk melihat kesiapan pasukan, untuk mengetahui kekuatan, untuk melihat keberanian, serta sumpah para pasukan untuk berjuang sampai titik darah penghabisan. Parade pasukan ini dilaksanakan di depan Raja sekaligus pengucapan sumpah setia yang lazim dikenal dengan Ang’ngaru . Selain itu, Pasukan Tubarani pada masa lalu digunakan sebagai pasukan pengawal raja, baik raja berada di istananya maupun di luar istana. Pasukan yang akan direkrut dalam Pasukan Tubarani tidak sembarangan, mereka harus memiliki kelebihan ilmu kesaktian yang tinggi ,memiliki keberanian yang besar, dan memiliki tingkat kesetiaan yang besar kepada raja. Parade pasukan Tubarani pada saat pertunjukan menggunakan pakaianadat berwarna merah, yang melambangkan keberanian pasukan dalam menjaga; lengkap dengan senjata khasnya dan diiringi dengan taluhan gendang. Beberap...
Mattompang arajang adalah upacara adat yang sakral dengan mensucikan benda-benda pusaka kerajaan Bone. Prosesi tersebut biasa juga disebut dengan Mappepaccing arajang atau dikenal pula dengan istilah Pangadereng dilangiri. Pada zaman dahulu, mappepaccing arajang atau mattompang dilaksanakan oleh para Bissu atas restu Raja Bone atau Mangkau di dalam ruangan tempat penyimpanan arajang tersebut. Para Bissu dianggap mengetahui serta mampu berhubungan dengan kegaiban yang menyertai arajang atau benda pusaka tersebut. Oleh karena itu, secara religius, hanya para Bissulah yang dianggap mampu dan kapabel untuk menggerakkan dan memindahkan arajang (benda pusaka) dari tempatnya semula. Tahapan pelaksanaan mattompang arajang antara lain: mappaota, di mana seorang pemangku adat mempersembahkan daun sirih yang diletakkan dalam cawan kepada Raja atau Pemimpin Bone, sebagai tanda penghormatan sekaligus laporan bahwa upacara adat mattompang akan segera dimulai. Selanjutnya, dengan diiringi beberapa...
Secara harfiah annyorong lopi terdiri atas dua kata, yaitu annyorong (mendorong) dan lopi (perahu). Jadi, annyorong lopi berarti mendorong perahu atau biasa pula disebut peluncuran perahu. Annyorong lopi adalah suatu aktivitas ritual yang dilakukan oleh masyarakat Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba, sebagai suatu tanda syukur atas selesainya suatu kegiatan pembuatan perahu, dan perahu tersebut akan dioperasionalkan di laut. Hal ini didasarkan oleh sistem kepercayaan yang dianut pada masyarakat Bugis, yang menyatakan bahwa segala sesuatunya yang dilakukan oleh manusia di dunia adalah kehendak oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, setiap aktivitas yang relative berskala besar dan berhasil diwujudkan, senantiasa dilakukan upacara syukuran, sebagai pertanda terima kasih kepada Tuhan atas berkah yang diberikan kepadanya. Prosesi upacara annyorong lopi sendiri terdiri dari atas empat tahapan. Tahap pertama, sore hari dilakukan acara penyembelihan hewan kurban (sehari...
Mappogau Sihanua adalah suatu upacara adat terbesar yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Oktober atau November oleh masyarakat pendukung kebudayaan Karampuang. Upacaranya berlangsung dengan sangat meriah, diikuti oleh ribuan orang dan dipusatkan di dalam kawasan adat Karampuang. Upacara Mappogau Sihanua ini berlangsung dalam beberapa tahapan sebagai berikut : 1) Mabbahang, adalah musyawarah adat yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Inti acara dalam mabbahang adalah Mattanra esso atau menentukan hari pelaksanaan upacara. 2) Mappaota, adalah sebuah ritual permohonan izin atau restu untuk melaksanakan upacara besar ini. Dalam pelaksanaannya, seluruh penghulu adat dibantu oleh masyarakat mengunjungi tempat-tempat suci dengan membawa lempeng-lempeng , sejenis bakul mini yang berisi bahan-bahan sirih. Seluruh bahan-bahan ini dibawa oleh dua orang gadis kecil dalam pakaian adat khas Karampuang. 3) Mabbaja-baja, adalah kewajiban seluruh wa...
Sejak berabad-abad lalu, suku Bugis mengenal 2 metode dalam melestarikan kebudayaannya, yakni: tradisi tulis, catatan yang dikenal dengan lontara , dan tradisi lisan Massureq , yaitu membacakan lontara dengan cara melagu dan tidak menggunakan musik. Massureq adalah salah satu mahakarya yang sangat vital dalam penyebaran ajaran-ajaran orang Bugis dulu yang tercatat dalam naskah lontara. Mulanya pertunjukan tradisi lisan massureq dijadikan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat daerah Wajo. Pelaksanaan kegiatan massureq sebenarnya tidak memerlukan usaha yang besar, karena untuk membacanya hanya memerlukan sureq itu sendiri, penyangga untuk alat bantu membaca, serta pakaian tradisional untuk mendukung nuansa tradisionalnya. Manakala ada acara massureq , orang beramai-ramai mengunjungi karena tertarik mendengar lagoq (nada, irama). Dalam kondisi seperti itu tradisi massureq berperan sebagai sarana jumpa sehingga momentum itu dapat digunakan untuk menggalang massa. L...
Tari Manimbong Tarian Manimbong ialah tari daerah Sulawesi Selatan yang cuma ditampilkan secara spesial pada upacara adat Rambu Tuka’ oleh penari-penari pria. Tarian Manimbong ini diselenggarakan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Para penarinya memakai pakaian adat khusus yaitu Baju Pokko’ dan Seppa Tallu Buku yang berselempang kain antik. Mereka juga dilengkapi dengan parang kuno (la’bo’ penai) dan sejenis temeng bundar kecil yang bermotif ukiran Toraja. https://www.silontong.com/2018/10/11/tarian-tradisional-daerah-sulawesi-selatan/
Baju Seppa Tallung Buku Pakaian Seppa Tallung adalah baju adat Sulawesi Selatan yaitu dari suku Toraja. Pakaian khas Toraja ini merupakan pakaian yang panjangnya sampai lutut dan digunakan oleh laki-laki. Beberapa aksesoris lain yang melengkapi seperti kandaure, gayang, lipa’, dan lain-lain. Pakaian ini pernah menjadi pemberitaan dimedia karena ikut dalam ajang Manhunt International 2011 yang diadakan di Korea Selatan (Korsel). Busana yang digunakan merupakan modifikasi dari pakaian Seppa Tallung Buku dilengkapi sayap dan tanduk yang menggambarkan kebesaran dan keagungan dari salah satu kebudayaan Indonesia tersebut. https://www.silontong.com/2018/10/14/pakaian-adat-tradisional-sulawesi-selatan/
Selain buah sukun, daun dari tanaman sukun juga dapat kita konsumsi sebagai minuman. Namun tidak hanya sekedar sebagai minuman saja, seduhan daun sukun ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Sebelumnya, beberapa masyarakat telah terlebih dahulu menggunakan air rebusan dari daun sukun sebagai ramuan untuk membantu mengobati berbagai macam penyakit seperti yang terdapat dalam buku Inventaris Tanaman Obat Indonesia (II) dari Departemen Kesehatan bahwa tanaman sukun berkhasiat sebagai obat demam dan kulit buahnya untuk melancarkan air susu ibu. Untuk obat demam dipakai ± 20 gram daun segar, dicuci, dirajang kecil-kecil, direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum 2x sama banyak pagi dan sore. Tanaman sukun ini dalam masyarakat Toraja disebut Bakara. Ada pula khasiat lainnya yaitu untuk pencegah kanker, liver, dan penurunan tekanan darah. Daun sukun dapat dikonsumsi dalam bentuk seduhan seperti pa...
Lokasi Makam ini tepat berada di sisi jalan menuju dusun Wajo-Wajo atau 800 meter dari jalan poros Tosora-Paria. Nisan makam berbentuk menhir (batu tegak), dengan tinggi 205 cm, lebar dasar 67 cm, dan tebal 23 cm. bagian atas nisan utara kelihatan sudah patah, sehingga berbentuk tangga. Lebar bagian yang patah 38 cm dan tinggi 78 cm. Sumber: Buku Situs Tosora Sebagai Kawasan Cagar Budaya di Kabupaten Wajo