Resep Panada Bahan Adonan roti: 250 gram tepung terigu 2 sdm gula pasir 1 sdt yeast butiran 1⁄2 sdt garam 1 butir telur ayam 25 ml air hangat 100 ml santan hangat Isi: 250 gram daging ikan tongkol,kukus, suwir halus 1 sdm minyak goreng 250 ml santan 20 helai daun kemangi 1 lembar daun pandan, iris halus Haluskan: 2 buah cabai merah 4 butir bawang merah 2 siung bawang putih 2 butir kemiri 1⁄2 sdt ketumbar 1 sdt gula pasir 50 gram tomat merah, cincang Cara Membuat: Campur yeast dan air hingga larut dan berbuih. Campur tepung terigu, telur, larutan yeast,gula dan garam. Aduk hingga rata. Uleni sambil tuangi santan hingga terbentuk adonan yang licin, tidak lengket di tangan. Bulatkan dan diamkan pada suhu ruangan selama 1 jam hingga mengembang dua kali semula...
Manre-Anre di Tanah Jatie Pangkajene dan Kepulauan atau dikenal dengan Pangkep, merupakan miniatur Negara Indonesia menurut kacamata Bapak Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. Mengapa demikian ? karena kondisi geografis wilayahnya yang terdiri atas wilayah pegunungan, daratan dan lautan (kepulauan). Pangkep juga adalah kabupaten yang berhasil merukunkan dua suku dari dua kerajaan besar, Bugis (Bone) dan Makassar (Gowa). Jika diperhatikan dari segi tradisi dan budaya, maka kondisinya sama dengan yang berlaku di dua suku itu. Baik itu pada tradisi perkawinan, hukum, adat istiadat dan lain sebagainya. Hingga kini, Pangkep mencatatkan diri masih menjalankan tradisi utama dalam menjalani kehidupan sosial budayanya. Salah satunya “Mappalili” atau acara turun sawah. Namun, di daerah ini terdapat dua versi yang berbeda dalam pelaksanaannya. Pertama, Labakkang. Di mana suku dan tradisi yang berlaku di sini adalah suku Makassar. Dalam pelaksanaan mappalili ini...
TARI SERE API DAN IRINGAN PADENDANG Sere Api atau Massere Api berasal dari bahasa bugis yang berarti bergerak/menari di dalam kobaran api. Keberadaan Sere Api diketahui sejak tahun 1920 tepatnya di Desa Gattareng, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru. Sere Api berkembang dan muncul pertama kali di Dusun Lempang, Desa Gattareng. Keberadaan Sere Api sampai sekarang belum diketahui siapa penciptanya karena menurut masyarakat diwilayah tersebut, Sere Api lahir secara spontanitas sejak nenek moyang hingga sekarang. Tari Sere Api ini adalah ritual tahunan masyarakat Desa Gattareng yang berfungsi sebagai alat atau sarana komunikasi kepada dewi padi “ Sang Hyang Sri ” dan sebagai perayaan rasa syukur atas hasil cocok tanam yang akan segera dipanen. Selain sebagai media hiburan, Sere Api juga mempunyai fungsi sosial, sebab Sere Api dapat mempererat hubungan silaturahmi dan hubungan emosional antar warga setempat. Lebih lanj...
Mantra dalam Koentjaraningrat ( 1981 : 177 ), menganggap bahwa mantra merupakan unsur penting dalam ilmu gaib. Mantra dapat berupa kata dan suara yang dianggap memiliki kesaktian. Penggunaan mantra pada zaman dahulu sangat terbatas. Hal ini biasanya dilakukan oleh orang-orang tertentu saja yang berhak mewarisi dan menggunakan mantra, biasanya dikategorikan sebagai orang tua (pawang/ orang tertentu) saja yaitu yang dianggap mampu membacakan mantra tersebut. Sebagian masyarakat khususnya masyarakat Makassar menganggap bahwa mantra sesuatu yang sakral dan mengandung kekuatan gaib sehingga mampu mempengaruhi alam dan isinya. Mantra pada masyarakat Makassar masih tetap di pakai oleh orang tertentu bergantung pada penggunaannya dalam masyarakat seperti mantra yang digunakan Anrong bunting pada proses Perkawinan. Anrong Bunting dalam bahasa Indonesia disebut perias pengantin, dan dipercayai akan keampuhan mantra-mantranya dalam merias pengantin. Anrong bunting tidak hanya...
Menurut pandangan orang Bugis, perkawinan bukan sekedar menyatukan dua mempelai dalam hubungan suami-istri, tetapi perkawinan merupakan suatu upacara yang bertujuan untuk menyatukan dua keluarga besar yang telah terjalin sebelumnya menjadi semakin erat atau dalam istilah orang Bugis mappasideppe mabelae atau mendekatkan yang sudah jauh (Pelras 2006:178). Upacara perkawinan dalam suku Bugis disebut Mappabotting sementara itu istilah perkawinan dalam suku bugis disebut siala yang mempunyai arti saling mengambil satu sama lain. Perkawinan adalah ikatan timbal balik antara dua manusia berlainan jenis kelamin untuk menjalin sebuah hubungan kekeluargaan. Istilah perkawinan dalam suku Bugis juga bisa disebut mabinne berarti menanam benih, maksudnya menanam benih dalam kehidupan rumah tangga. Nonci (2002:3) mengatakan bahwa tata cara pernikahan adat suku bugis diatur sesuai dengan adat agama, sehingga merupakan rangkaian upacara yang menarik, penuh tata karma dan sopan santun sert...
Sebuah dasar falsafah hidup yang menjiwai dan menjadi pegangan masyarakat Bugis-Makassar untuk senantiasa hidup baik di negeri sendiri atau negeri orang lain adalah menjadi manusia yang perkasa dalam menjalani kehidupan. Setiap manusia keturunan Bugis-Makassar dituntut harus memiliki keberanian, pantang menyerah menghadapi tantanganataupun ujian hidup. Itulah sebabnya maka setiap orang yang mengaku sebagai masyarakat Bugis-Makassar memiliki orientasi yang mampu menghadapi apapun (Moein, 1990: 12). Jika nilai ini kemudian dilihat dari sudut pandang filsafat sejarah, maka akan ditemukan bahwa hakekat prinsip tersebut bersumber pada leluhur masyarakat Bugis-Makassar yang tersimpul dengan “duai temmallaiseng, tellui temmasarang”(dua bagian yang tak terpisahkan dan tiga bagian yang tak terceraikan). Artinya bahwa nilai ini sejatinya telah dirumuskan di masa lalu oleh para tetua dan kaum adat masyarakat Bugis-Makassar. Suku Bugis dan Makassar mempunyai falsafah kehidupan a...
Ungkapan dalam bentuk lagu peranan Orang ara dalam pembuatan Pinisi di Bulukumba, Sulawesi-selatan, Indonesia. "Ricaddi caddiku iji // Nakujannang ribantilang // Anjama Lopi // Kasossoranna manggeku // Pasangngi pinangkakannu // Pauang anak riboko // Nakatutui // Sosorang kapanritanna". (Artinya : Sejak Aku kecil // Telah menetap di bantilang // Mengerjakan perahu // Sebagai warisan orang tuaku // Teman sebayamu // Kabarkan pada generasimu // Agar dipelihara // Warisan keahliannya.) Dahulu kala lagu tersebut didengdangkan dengan menggunakan iringan Tennong, dan pada pembuatan Film Pinisi oleh PUSTEKKOM DEPDIKBUD tahun 1992, juga dengan kecapi. (Tempat pembuatan perahu Pinisi di Pantai Mandala Ria, Desa Lembanna, Kab. Bulukumba) Apabila lirik lagu tersebut disimak maka dapat dipahami sebagai pesan yang diamanatkan kepada generasi muda bahwa warisan sebagai ahli perahu (Bira, Ara, dan Tanah beru) memang telah dimiliki sejak dahulu. Topada Salam...
Salah satu minuman khas Makassar (jamunya orang Makassar) biasanya orang menyebutnya Sarabba’ yang menjadi teman asyik disaat bersantai di malam hari. Sarabba hasil racikan asli warga Makassar bisa Anda temukan di kawasan sungai cerekang.Tidak hanya dikenal sebagai minuman hangat saja, namun konon katanya saraba dipercaya bisa membangkitkan stamina tubuh yang lesu dan menghilangkan masuk angin. Mungkin hal ini dikarenakan jahe dan telur yang dipakai saat meracik minuman hangat ini. Biasanya saraba dinikmati bersama dengan sajian pisang epe, atau pisang bakar yang dilelehi gula merah cair. Nah bagi Anda yang tidak sempat berkunjung ke kota makassar untuk bahan sarabba’ sendiri itu tidak terlalu banyak, seperti : Air putih 5 gelas belimbing Gula merah 375 gr Jahe 375 gr Santan 150 ml Susu kental manis secukupnya Garam 1 sdt Merica bubuk 2-3 sdt Biji pala 1 b...
Benda Pusaka Balla Lompoa Gowa (Benda Tajam) Badik Badik adalah sebuah pegangan hidup yang bertanda suatu kelahiran anak bagi suku Makassar, badik diberikan oleh orang tua atau dibuatkan oleh pandai besi. Ukuruan dan motif badik berbeda beda, tolak ukur panjang badik ialah ukuran telapak tangan sang pemegang badik agar pemilik dan badik dapat menyatu karena badik bagian dari diri sang pemilik. Badik dibedakan menjadi 3 macam : Tobok : Ukuran Tobok ini berukuran besar digunakan untuk menjaga diri dan mata pencarian Badik : Ukuran badik ini berukuran sedang kegunaanya murni untuk senjata (memela diri) Badik-Badik : Ukuran Badik-badik berukuran kecil kegunaanya untuk menjaga diri untuk kaum perempuan biasanya disisipkan di bagian kepala (konde’). Pada benda tajam Badik terdapat motif (urat besi), Urat besi pada badik bermacam-macam sesuai dengan kegunaanya, ada yang baik digunakan untuk peperangan, penjagaan diri, dll. Dan di dalam badik terd...