Kota Martapura terletak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan tepatnya di Kabupaten Banjar. Kota ini biasa disebut kota kilau. Mengapa? Karena Kota Martapura dikenal sebagai kota penghasil batu mulia yang terbesar. Selain itu, Kota Martapura sendiri memiliki kualitas batu mulia yang terbaik di dunia. Oleh sebab itu, kebanyakan masyarakat disana bekerja sebagai pengrajin batu mulia. Nah, batu-batu tersebut dapat berupa berlian, mutiara, dan intan. Saat ini, Kota Martapura dijadikan sebagai tempat wisata membeli souvenir para wisatawan yang berupa gelang batu, kalung mutiara, dan batu mulia lainnya. Selain batu mulia, Kota Martapura ini menghasilkan emas dan perak. OSKMITB2018
saya akan membuat artikel tentang tari tradisional asal kalimantan selatan, tarian ini disebut " Tari Baksa Kembang". Tari Baksa Kembang adalah tarian klasik dari Kalimantan Selatan , tarian ini digunakan untuk menyambut tamu, tarian ini dimainkan oleh wamita tunggal maupun kelompok, tarian ini mulai populer di masyarakat ketika kerajaan banjar mulai membuka akses untuk masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan ini, pertunjukan ini diciptakan oleh para bangsawan, seiring dengan perkembangan, banyak kreasi yang ditambahkan dalam setiap pertunjukan tari inicontohnya dalam kreasi busana dan gerakan, hal ini dilakukan agar pertunjukan terlhat lebih menarik. #OSKMITB2018
HAUL GURU SEKUMPUL Tradisi Martapura, Kalimantan Selatan Keyword : Haul, Guru Sekumpul, Martapura Haul dan asal-usulnya Haul berasal dari bahasa arab haala-yahuulu-haulan yang bermakna upaya, perpindahan, daya, mengembalikan, tahun. Kemudian kata haul tersebut berkembang dan terserap menjadi istilah Bahasa Indonesia, yang lazim dan masyhur di pakai komunitas masyarakat muslim di Indonesia, dan dari istilah Indonesia inilah, kata haul memiliki dua pengertian besar, yaitu: Haul berati upacara peringatan ulang tahun wafatnya seseorang dengan berbagai acara, yang puncaknya menziarahi kubur almarhum atau almarhumah. Selayaknya merayakan ulang tahun di hari kelahiran, haul dilaksanakan setiap tahun Haul yang di artikan putaran waktu dua belas bulan (satu tahun) kalender Hijriyyah terhadap harta yang wajib dizakati di tangan pemilik ( Muzzaki ) dan arti ini berkaitan erat dengan masalah zakat. &...
Benteng Madang merupakan salah satu situs bersejarah yang berada di Desa Madang, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Benteng ini dibangun seiring dengan pecahnya Perang Banjar pada tahun 1859. Benteng ini dibangun atas permintaan Pangeran Antasari dan Demang Lehman kepada Tumenggung Antaludin. Dulunya pada zaman Belanda, Benteng Madang merupakan salah satu benteng pertahanan pribumi. Benteng ini dibangun dengan kayu dari pohon Madang dan dari bambu yang tumbuh disekitarnya. Pada zamannya, benteng ini tidak pernah tertembus oleh pasukan Belanda. Pihak Belanda sudah mengeluarkan banyak biaya, amunisi, dan pasukan untuk membobol benteng ini, tapi tidak pernah berhasil. Konon katanya pernah ada pasukan Belanda yang mencoba untuk melihat benteng ini pada malam hari dari dekat namun, mereka tidak melihat apa-apa selain semak belukar. Benteng ini diperkirakan mempunyai ukuran seluas 400 meter persegi dengan dua tingkat agar lebih mudah memantau musuh,...
Saat Anda berada di Kalimantan Selatan, besar kemungkinan Anda ingin berwisata ke Pasar Intan Martapura, salah satu pusat perbelanjaan batu-batu mulia terbesar di Indonesia. Dalam perjalanan ke sana, salah satu hal yang pasti Anda lihat adalah pedagang menjajakan makanan yang ada dalam kotak, dibungkus plastik putih. Ketika Anda membeli dan membuka isi kotak, isinya ternyata adalah batu zamrud nan lunak berbalut butir-butir kelapa parut. Zamrud metaforik yang saya maksud di sini adalah Klepon Buntut . Klepon Buntut adalah makanan ringan khas Martapura, Kabupaten Banjar yang tidak hanya enak dan cukup memuaskan untuk mengganjal perut yang lapar, tetapi juga fun-to-eat . Sensasi gula merah yang muncrat dan meleleh di dalam mulut berkontribusi terhadap kelezatan makanan ini, apalagi jika disantap dalam keadaan hangat. Tenang saja, para pedagang di jalan biasanya menjajakan klepon yang masih hangat. Klepon hijau berbalut kelapa ini mungkin cukup umum di tempat-...
Pasar Terapung adalah salah satu tempat yang paling unik di Indonesia, tempat ini berlokasi di Kalimantan Selatan tepatnya di Banjarmasin. Tempat ini merupakan tempat terjadinya proses jual beli seperti pada umumnya sesuai dengan namanya. Namun, uniknya proses jual beli ini seluruhnya terjadi di atas air tepatnya di muara sungai sehingga setiap pembeli dan penjual harus menggunakan kapal kecil. Pada umumnya barang yang diperjual belikan adalah komoditi perkebunan dan pertanian seperti Sayur, Buah, tanaman, dan lain-lain. Namun, Tidak jarang juka pedagang yang membuka semacam restoran di kapalnya tersebut sehingga para pembeli harus berpindah kapal untuk menikmati makanan di restoran tersebut. Barang-barang perabotan seperti kursi dan lemari pun bidsa dijupai di paar terapung tersebut. Untuk para turis yang ingin berkunjung kesana, saat ini hotel-hotel di banjarmasin khususnya yang terletakdi pinggir sungai sudah menyediakan jasa untuk pergi ke pasar terapung dengan harga yan...
Konon, pada zaman dahulu kala, di sebuah desa di daerah Kalimantan Selatan, hiduplah seorang nenek tua yang bernama Ning Randa. Ia dipanggil Ning karena umurnya yang sudah tua dan bungkuk. Pekerajaannya sehari-hari lebih banyak duduk ketika masih muda. Saat beranjak remaja, ia mulai dipingit oleh orang tuanya. Selama masa pingitan, ia dibekali oleh orang tuanya dengan berbagai keterampilan untuk mempersiapkan diri sebagaimana halnya perawan yang akan menikah. Ia diajarkan cara menenun dalam berbagai motif dan warna di dalam lingkungan keluarganya. Selain itu, ia juga diajarkan berbagai resep masakan dan cara menanam obat-obatan. Rangda adalah seorang gadis yang berbakat. Hasil tenunannya sangat berkualitas. Motif dan warnanya indah dan menarik. Maka tidaklah mengherankan jika hasil tenunannya yang dijual oleh pembantunya di pasar menjadi rebutan para pembeli. Banyak peminat yang penasaran ingin mengetahui siapa sebenarnya yang menghasilkan barang tenunan yang sebagus itu. Mer...
Martapura awal nya namanya adalah Kayuntangi, nama Martapura di berikan oleh Sultan Banjar ke 4, Sultan Mustainbillah pada abad-16 akibat keraton di Kuwin dihancurkan Belanda dan menjadi nama resmi hingga sekarang. Kota ini juga disebut kota santri di Kalimantan, karena terdapat pesantren Darussalam dan di kota ini banyak sekali santri-santri yang berpakaian putih-putih yang hilir mudik untuk menuntut ilmu agama dan selain itu juga kota ini terkenal sebagai kota yang agamis. Salah satu ulama yang terkenal adalah Kyai Haji Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Syaikhuna al-Alim al-Allamah Muhammad Zaini bin al-Arif billah Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman bin Muhammad Sa’ad bin Abdullah bin al-Mufti Muhammad Khalid bin al-Alim al-Allamah al-Khalifah Hasanuddin bin Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari yang bergelar Al Alimul Allamah Al Arif Billaah Albahrul Ulum Al Waliy Qutb As Syeekh Al Mukarram Maulana (biasa dipanggil Abah Guru Sekumpul atau Tuan Guru Ijai )...
Raja Pakurindang di Kerajaan Pulau Halimun memiliki dua putra mahkota yang gagah perkasa dan tampan rupawan. Sang kakak bernama Sambu Batung, adiknya Sambu Ranjana. Kakak-beradik itu memiliki sifat yang amat bertolak belakang, seperti bumi dengan langit. Sambu Batung lincah dan mudah bergaul, bersifat terbuka dan senang dengan hal-hal baru. Sambu Ranjana berperangai sebaliknya: pendiam, tertutup, tidak suka bergaul, tidak suka keramaian dan apa adanya. Di bawah kepemimpinan Raja Pakurindang, rakyat Kerajaan Pulau Halimun hidup rukun, makmur, aman dan sentosa. Mereka suka bergotong royong dan selalu berbagi dalam kebersamaan. Kebutuhan sandang pangan mereka hasilkan sendiri. Karena tinggal di satu pulau, mereka saling mengenal. Tidak ada rahasia di antara mereka. Semuanya seperti satu keluarga. &nbs...