Budaya Indonesia
184 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Legenda Nini Randa dan Kembang Barenteng, Bunga Khas Kalimantan Selatan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Selatan

Kembang Barenteng adalah rangkaian bunga khas Kalimantan Selatan.   Biasanya dipakai untuk keperluan ritual keagamaan, kematian, pernikahan hingga menyambut pejabat penting.   Ada juga segelintir kalangan yang menjadikannya oleh-oleh.   Namun di balik itu, ada legenda tentang sejarah atau asal usul keberadaan Kembang Barenteng ini hingga menjadi bagian dari kebudayaan Banjar sejak ratusan tahun lalu.   Kembang Barenteng adalah rangkaian bunga-bunga segar terdiri dari mawar, cempaka, melati, kenanga, kembang kuning dan bunga kertas.   Konon, legenda asal usulnya hidup di kalangan para perajinnya atau dalam bahasa Banjar disebut parentengan di kawasan Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Pangambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.   Para parentengan yang sudah senior di sana sangat hafal dengan kisah legenda ini.   Seperti dituturkan Sabariyah, salah satu p...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Balai Amas dan Batu Beranak
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Selatan

Cerita ini oleh-oleh dari pulang kampung tempat mertua di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Asal mula cerita Balai Amas (Balai Emas) dan Batu Beranak ini merupakan sebuah tempat berdirinya pohon Ulin yang sangat besar. Dahulu kala, disebuah pohon Ulin yang sangat besar ini hidup seekor burung Garuda yang setiap waktu kerjaannya memakan anak bayi yang masih di dalam ayunan. Karena semakin lama semakin meresahkan, para penduduk kampung bersepakat untuk memikirkan cara bagaimana menyingkirkan burung Garuda tersebut. Pohon Ulin itu mempunyai diameter kira-kira sama besarnya dengan rumah tipe 36. (Gambar bangunan di atas mencerminkan besarnya ukuran pohon kayu ulin tersebut.) Berbagai macam peralatan dicobakan untuk menebang pohon ulin tersebut tetapi tidak satupun yang mampu menggores batang kayunya. Akhirnya ada seorang tetuha kampung setempat mencoba menumbangkan pohon tersebut dengan sebilah pisau. Dikorek perlahan-lahan akar pohon ulin tersebut dengan hanya me...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Budaya Tato Suku Dayak
Ritual Ritual
Kalimantan Selatan

Tato atau rajah tubuh yang dulu asosiasinya selalu dikaitkan dengan dunia preman kini mulai digemari oleh berbagai kalangan baik itu laki-laki maupun perempuan. Tengok saja misalnya artis Tora Sudiro yang menato hampir sekujur badannya. Maka asosiasi tato yang semula begitu kental dengan dunia premanisme pun sekarang berubah menjadi sebuah karya seni tubuh yang indah.   Tetapi tahukah anda bahwa di kalangan suku Dayak, tato memiliki makna tersendiri yang sangat jauh dari kesan jok jagoan, atau sekedar gaya-gayaan apalagi sekedar untuk hiasan tubuh? Tato yang dibuat secara tradisional menggunakan duri dari pohon jeruk (seiring perkembangan zaman, sekarang menggunakan beberapa buah jarum sekaligus yang dikaitkan pada sebilah kayu) dengan tinta berupa jelaga yang di campur garam ini bagi masyarakat suku Dayak merupakan bagian dari tradisi, religi, bahkan untuk mencirikan tinggi rendahnya status sosial seseorang dan bisa pula sebagai bentuk penghormatan suku terhadap kemamp...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Adat Mendirikan Rumah Pada Suku Banjar
Ritual Ritual
Kalimantan Selatan

Urang Banjar memang tidak mengenal sistem rumah panjang atau rumah betang seperti pada kebanyakan suku Dayak. Namun demikian tidak semua Dayak juga mengenal sistem rumah panjang atau rumah betang. Dayak Maanyan dan Dayak Meratus memiliki sistem bentuk rumah adat yang sama dengan rumah adat Banjar. Hal ini mungkin disebabkan kedua suku ini masih adalah satu rumpun nenek moyang. Namun kali ini kita akan fokus pada proses pembangunan rumah adat Banjar. Rumah adat Banjar disebut dengan rumah bubungan tinggi yang memiliki beberapa variasi bentuk, namun utamanya selalu membentuk pola cacak burung atau dalam bahasa dayaknya disebut lampak lampinak – pola seperti salib. Namun kali ini kita hanya akan membahas proses pembuatan rumah adat banjar. Seperti kebudayaan orang pada jaman dahulu, budaya gotong royong dalam membangun rumah adalah juga adat yang dilakukan oleh Urang Banjar baik untuk membuat atap dari daun rumbia, memasang tongkat, tiang sampai memasang lantai...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
UPAYA PASUKAN MAJAPAHIT MASUK KE DAS KAHAYAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Selatan

Tidak banyak yang tahu bagaimana ekspedisi pasuka Majapahit untuk menaklukan Nusantara terutama di Kalimantan. Semua kisah yang ada diceritakan didalam bentuk budaya tutur karena orang Dayak tidak mengenal sistem tulisan. Namun yang kita ketahui pasti sekitar  tahun 1355 M terjadi serangan ke Kalimantan Bagian Selatan untuk menaklukan Kerajaan Dayak Maanyan yaitu kerajaan Nansarunai dimana Raja Majapahit, Hayam Wuruk, memerintahkan Empu Jatmika memimpin armada perang untuk menyerbu Kerajaan Nan Sarunai. Pada tahun 1355 itu, pasukan Empu Jatmika berhasil menaklukan Kerajaan Nan Sarunai dan menjadikannya sebagai bagian dari Majapahit dan diubah nama menjadi Kerajaan Dipa. Peristiwa ini diabadikan oleh orang Dayak Maanyan dalam tutur wadian berupa pusi ratapan yang dilisankan dalam bahasa Maanyan, disebut USAK JAWA atau “Penyerangan oleh Kerajaan Jawa” (Ganie, 2009). Tentang runtuhnya Kerajaan Nan Sarunai, Fridolin Ukur menyebutnya sebagai sebuah kerajaan orang Daya...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Jumbia/Jambia
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Kalimantan Selatan

Jumbia atau Jambia adalah senjata yang asalnya dari Timur Tengah – kemungkinan Yamen, ketika bagian pesisir Kalimantan menjadi kesultanan maka pengaruh budaya arab sangat kuat, salah satunya ialah penggunaan Jumbia ini. Jambia adalah belati kecil melengkung – biasanya dikenakan disabuk.   Sumber:  https://folksofdayak.wordpress.com/2013/09/12/senjata-khas-dayak-part-3/

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Soto Banjar
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kalimantan Selatan

Soto ini adalah makanan khas Banjarmasin di Kalimantan Selatan. Makanan ini tentunya menjadi tujuan kuliner bagi pendatang yang sedang berkunjung ke Banjarmasin. Bahan utama dari soto ini tentunya adalah daging ayam yang biasanya disajikan dengan disuwir-suwir. Selain itu, bahan pelengkapnya juga bervariasi seperti telur ayam yang sudah dipotong-potong, perkedel kentang, bihun (atau biasanya juga disebut dengan so-un), sampai pelengkap kecil seperti seledri, daun bawang, dan bawang goreng. Untuk menambah kesedapan rasa, biasanya dapat menambahkan limau atau jeruk nipis, dan beberapa orang juga suka menambahkan kecap untuk meningkatkan cita rasa dari soto banjar ini sendiri. Kuahnya yang berwarna bening kehijau-kuningan juga tidak bisa asal dibuat dengan sembarangan. Tentunya untuk membuat kuahnya sendiri dibutuhkan banyak rempah yang dapat meningkatkan keharuman dan cita rasa seperti cengkeh, lengkuas, kemiri, daun salam, dan masih banyak rempah lain. Sekilas mungkin soto banjar in...

avatar
Monicavivianlb
Gambar Entri
Putaran
Tarian Tarian
Kalimantan Selatan

Budaya Putaran merupakan budaya berupa tarian yang menceritakan tentang siklus bertani mulai dari mengolah lahan,menanam benih,hingga memetik bulir padi dan menjadikan bulir beras."Putaran" merupakan nama yang berasal dari alan pertanian jaman kuno kalimantan yang sekarang sudah tak dipakai lagi,namun dijadikan sebagai alat kebudayaan.Benda tabung ini digunakan sejumlah orang untuk mengubah bulir-bulir padi menjadi beras.Proses ini dimulai dengandigunakannya sebuah alat bernama kurung kurung,yang menimbulkan suara saat dihentakan ketanah,para petani mulai melakukan kegiatan ini sambil menari yang menarik perhatian para koreografer tari gamelan.Ditambah lagi dengan gerakan bairik (menggelar dan menginjak padi agar bulir keluar,sambil disertai dengan nyanyian ahui) yang memperlengkap prosesi tarian ini.Lalu diselesaikan dengan gerakan putaran dengan alat yang luar biasa unik dan langka,bahkan di tanah Kalimantan sendiri #OSKM18

avatar
OSKM2018_16618146_WilbertHardiono Wilbert Hardiono
Gambar Entri
Telingaan Aru
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Kalimantan Selatan

Telingaan Aru adalah budaya dalam beberapa suku Dayak yang ada di Kalimantan Selatan. Sebenarnya apa sih Telingaan Aru itu? Telingaan Aru yakni tradisi memanjangkan telinga yang dilakukan beberapa suku Dayak. Tidak semua suku Dayak memiliki tradisi ini. Biasanya yang melakukan tradisi ini adalah suku yang lebih jauh di pedalaman. Tradisi ini dilakukan oleh wanita maupun pria suku Dayak. Beberapa suku memiliki peraturan tradisi yang berbeda. Dalam sub suku Dayak asal nenek saya berada, bayi yang baru lahir ditindik, lalu dalam tindikan itu diberi pemberat berupa lingkaran gelang dari kayu. Semakin tua orang tersebut, semakin bertambah gelang kayu di tindikannya, sehingga daun telinga akan terus memanjang. Seberapa panjangnya daun telinga bisa dilihat sebagai aspek kecantikan. Selain itu, jumlah gelang kayu di tindikan juga mengindikasikan umur orang tersebut. Dalam beberapa subsuku Dayak lain, Telingaan Aru juga bisa digunakan sebagai penanda status bangsawan. Biasanya yang mem...

avatar
Oskm18_16818127_zahwa