2.282 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Dor Tap
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
DKI Jakarta

Dor Tap merupakan permainan yang mirip dengan Petak umpet, hanya saja pada Dor Tap biasa dimainkan oleh 2 kelompok. Kelompok yang lebih dulu menyebut nama anggota dari kelompok lain dapat diartikan bahwa lawan tersebut terkena tembakan. Permainan berakhir jika seluruh anggota dari salah satu kelompok sudah habis tertembak. Pada umumnya permainan ini lebih menarik dan lebih menegangkan dibandingkan Petak Umpet. Bahkan permainan ini biasa dimainkan pada malam hari. Biasanya permainan ini dimainkan pada malam minggu. Cara bermain Dor Tap: Bentuk menjadi dua kelompok. Suit untuk menentukan siapa yang bersembunyi dan siapa yang mencari. Kelompok bersembunyi dalam kurun waktu yang ditentukan. Cari kelompok yang bersembunyi. Cari semua lawan yang bersembunyi. Apabila bertemu dengan lawan, katakan "DOR!" Bagi yang tertembak, ikut dengan sang pencari mencari teman yang lainnya.   Sumber https://www.kaskus.co.id/threa...

avatar
OSKM_16318155_Mochammad Asyraf
Gambar Entri
Musik Indah dari Jakarta
Alat Musik Alat Musik
DKI Jakarta

Seperti yang kita tahu, pulau Jawa terdiri dari beragam daerah yang memiliki suku dan  budaya yang berbeda. Salah satunya adalah daerah khusus ibukota Jakarta atau yang biasa dikenali dengan nama DKI Jakarta. Penduduk asli dari DKI Jakarta adalah suku betawi, yang sudah menempati Jakarta sejak abad ke-17. Pada waktu itu DKI Jakarta masih bernama Batavia. Mengenai asal usul penduduk asli Jakarta. Sejumlah pihak berpendapat bahwa Suku Betawi berasal dari hasil perkawinan antar etnis dan bangsa pada masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh  Belanda  ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang  Sunda ,  Melayu ,  Jawa ,  Arab ,  Bali ,  Bugi...

avatar
OSKM_16118056_Yosua Natanael
Gambar Entri
GPIB Immanuel Jakarta, Gereja Yang Dahulu Kala Hanya Untuk Petinggi Hindia Belanda
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

GPIB Immanuel, atau yang dikenal dengan nama Gereja Immanuel, merupakan sebuah Gereja bersejarah yang terletak di daerah Gambir, Jakarta Pusat. Peletakan batu pertama Gereja yang dirancang oleh J.H. Horst ini dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 1935 dan selesai pada 24 Agustus 1939. Gereja ini dulunya bernama Willemskerk untuk menghormati raja Willem I, raja Belanda yang berkuasa dari tahun 1813 sampai tahun 1840.  Pilar-pilar putih bergaya Eropa klasik menopang teras Gereja ini. Tangga masuk Gereja ini berbahan kayu jati yang tingginya lebih dari 5 meter. Pohon-pohon rindang yang ada di halaman Gereja ini juga menambah kesan hijau pada Gereja ini. Masuk lebih dalam, bangku-bangku gereja terbentang. Ada dua bagian bangku yakni di sisi tengah dan di sisi tembok. Bangku di tengah dalam terbujur dalam beberapa baris, sementara deretan bangku sisi tembok melengkung. Hal paling menarik ketika sampai di ruang utama Gereja Immanuel Jakarta adalah pipa-pipa orgel cantik ya...

avatar
OSKM_16018098_Stefanus
Gambar Entri
Cagar Alam Rumah si Pitung
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Rumah si Pitung sebenarnya adalah rumah saudagar kaya yang bernama Haji Naipin. Beliau menghibahkan rumahnya kepada si Pitung. Si Pitung dikejar-kejar Kompeni Belanda karena dia penentang garis keras kompeni Belanda. Si Pitung menjadikan rumah tersebut untuk padepokan silat. Ia berniat membantu Rakyat Betawi supaya berani melawan Kompeni Belanda dan jangan mau dijajah terus. Rumah si Pitung letaknya dekat Pantai Marunda, dekat masjid Al-Alam juga. Bentuk rumahnya seperti rumah panggung dengan kamar tidur 1, ruang tamu, ruang makan, dapur, dan pintu belakang. Rumah si Pitung adalah saksi perjuangan si Pitung untuk menentang kebengisan Kompeni Belanda. Oleh karena itu, pemerintah DKI Jakarta menjadikan rumah si Pitung sebagai Cagar Budaya Betawi di Pesisir Pantai Utara Jakarta. Rumah si Pitung telah mengalami beberapa kali perbaikan sampai saat ini. Dari awal masih tanah hingga sudah diperbaiki jalanan akses menuju rumah Pitung. Dan menjadi salah satu tempat destinasi wisata jakar...

avatar
OSKM_16718362_Griselda Melania Yahya
Gambar Entri
Cagar Alam Rumah si Pitung
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Rumah si Pitung sebenarnya adalah rumah saudagar kaya yang bernama Haji Naipin. Beliau menghibahkan rumahnya kepada si Pitung. Si Pitung dikejar-kejar Kompeni Belanda karena dia penentang garis keras kompeni Belanda. Si Pitung menjadikan rumah tersebut untuk padepokan silat. Ia berniat membantu Rakyat Betawi supaya berani melawan Kompeni Belanda dan jangan mau dijajah terus. Rumah si Pitung letaknya dekat Pantai Marunda, dekat masjid Al-Alam juga. Bentuk rumahnya seperti rumah panggung dengan kamar tidur 1, ruang tamu, ruang makan, dapur, dan pintu belakang. Rumah si Pitung adalah saksi perjuangan si Pitung untuk menentang kebengisan Kompeni Belanda. Oleh karena itu, pemerintah DKI Jakarta menjadikan rumah si Pitung sebagai Cagar Budaya Betawi di Pesisir Pantai Utara Jakarta. Rumah si Pitung telah mengalami beberapa kali perbaikan sampai saat ini. Dari awal masih tanah hingga sudah diperbaiki jalanan akses menuju rumah Pitung. Dan menjadi salah satu tempat destinasi wisata jakar...

avatar
OSKM_16718362_Griselda Melania Yahya
Gambar Entri
Lagu Cente Manis yang Terlupakan
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
DKI Jakarta

              Provinsi DKI Jakarta sebagai ibukota dari negara Indonesia telah menyimpan berbagai macam adat istiadat dan budaya yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Sebagai kota yang telah berdiri dan hidup sejak berabad-abad lalu, yang kita kenal sebagai Batavia, Jakarta sudah tumbuh dan berkembang dengan segala keanekaragaman dan pluralisme yang tercipta dari aneka golongan penduduk dari segala agama, ras, dan suku bangsa, baik dari daerah Nusantara itu sendiri maupun pengaruh dari budaya luar negeri, seperti Arab, Portugis, Tionghoa, dan Belanda.             Dari sekian banyak budaya tersebut, musik merupakan salah satu yang paling mudah dan praktis untuk disebarluaskan dan diturunkan karena kehidupan manusia itu sendiri tidak dapat lepas dari musik. Lagu dan musik khas Betawi biasanya memiliki beberapa karakteristik, seperti berisi nilai-nilai luhur, nasihat,...

avatar
OSKM18_16718011_Raedi Muhammad Noor
Gambar Entri
Topeng Monyet
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

DKI Jakarta memiliki banyak adat istiadat dan budaya yang beragam. Banyaknya adat istiadat dan budaya inilah yang membuat kita harus sadar bahwa kita harus menjaga budaya ini supaya tetap lestari dan harum di mata dunia. Salah satu budaya DKI Jakarta yang sudah punah dari masa milenial kini adalah Topeng Monyet. Topeng Monyet merupakan salah satu kesenian tradisional sejak Jakarta bernama Batavia. Seperti namanya, topeng monyet ini menggunakan monyet sebagai media atraksi dan gendang kecil sebagai alat pengiringnya. Topeng Monyet ini dimainkan dengan cara satu tangan memukul gendang kecil sedangkan tangan lainnya memegang tali pengikat monyet. Monyet yang digunakan untuk pertunjukan ini adalah monyet yang sudah dilatih untuk melakukan beberapa gerakan seperti. Tujuan dari kesenian ini untuk mencari uang maupun hiburan. Pertunjukan topeng monyet ini sudah hadir di Jakarta pada akhir abad ke-19 dimana pada saat itu hewan anjing dan monyet digunakan sebagai media hiburan. Pertunjuk...

avatar
OSKM18_16718165_Jonathan
Gambar Entri
Museum Bahari
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

         Museum Bahari adalah satu dari banyak gedung bersejarah di Indonesia. Museum ini terletak di dekat pelabuhan Sunda Kelapa di Jakarta utara dan tidak jarang menjadi tujuan wisata para turis dan masyarakat lokal. Museum Bahari menyimpan banyak benda-benda bersejarah yang berhubungan dengan maritim dan masa kolonial belanda seperti teropong, kompas, peta-peta, dan lain-lain. Bahkan kapal-kapal tradisional nelayan dan kapal bekas VOC ikut meramaikan koleksi museum Bahari.       Gedung museum ini sendiri tak kalah bersejarah dengan isi koleksinya. Gedung museum Bahari merupakan satu dari sedikit peninggalan masa VOC yang masih belum berubah dari masanya. Gedung ini dibangun pada masa penjajahan Belanda secara bertahap-tahap dan pada masa itu digunakan oleh VOC untuk menyimpan rempah-rempah, kopi, teh, dan komoditi-komoditi hasil tanah Indonesia lainnya. lokasi dibangunnya gedung ini juga sudah diperhitungkan oleh Belanda kar...

avatar
Oskm18_16918056_filbert
Gambar Entri
Museum sumpah pemuda
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Bangunan yang kini bernama Museum Sumpah Pemuda, memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Gedung didirikan pada permulaan abad ke-20. Berawal dari tumbuhnya sekolah-sekolah pada awal abd ke-20, di Jakarta tumbuh pula pondok pelajar untuk menampung mereka yang tidak tertampung di asrama sekolah atau bagi mereka yang ingin hidup lebih bebas di luas asrama yang ketat. Selain satu diantara pondokan pelajar di Jakarta adalah gedung Kramat 106. Gedung Kramat 106 didirikan oleh Sie Kong Liong pada awal tahun 1900an. Pada tahun 1925 bangunan ini disewakan kepada salah satu organisasi kepemudaan yaitu JongJava dimana bangunan ini memiliki beberapa fungsi yang digunakan pada saat itu, yaitu sebagai berikut: sebagai tempat tinggal, sebagai tempat latihan kesenian "Langen Siswo" dan juga sebagai tempat diskusi politik. Pada September 1926, Gedung Kramat 106 ini dijadikan kantor PPPI dan kantor redaksi majalah PPPI, Indonesia Raja. Tahun 1927 gedung ini berubah nama menjadi Indone...

avatar
OSKM18_16918090_frederick