Kebaya adalah pakaian tradisional yang berasal dari Pulau Jawa. Pakaian tradisional ini dikenakan oleh kaum wanita sebagai pakaian atasan yang dapat dipadukan dengan sarung, batik atau pakaian rajutan tradisional lainnya seperti songket yang bermotif warna-warni. Pakaian tradisional ini terbuat dari bahan kain brokat, kain organdi atau kain koal halus. Namun, seiring dengan perkembangan mode serta kemampuan masyarakat Indonesia untuk berkarya menciptakan hal-hal baru, kini kebaya menjadi bervariasi, seperti terbuat dari bahan kain sifon, kain satin, kain talle atau kain taffeta. Hal itu membuat kebaya menjadi terlihat lebih unik dan menarik. Tidak hanya menjadi pakaian tradisional, kini kebaya merupakan pakaian modern. Tidak hanya dikenakan oleh orang-orang Jawa, kini kebaya banyak dikenakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, bahkan telah dinyatakan sebagai budaya Nasional. Masyarakat Indonesia biasa mengenakan kebaya pada saat perayaan-perayaan tertentu, seperti acara formal dengan...
Tahukah kamu mie kocok? Ya, itu adalah makanan yang berasal dari Bandung. Entah siapa yang pertama membuatnya, yang pasti makanan ini sudah ada sejak sebelum tahun 2000. Mie kocok merupakan makanan berkuah, yang kuahnya berasal dari kaldu sapi. Campuran di dalamnya bermacam-macam. Diantaranya mie gepeng, kikil dari kaki sapi, tauge, terkadang bisa juga ditambahkan bakso di dalamnya. Yang paling utama dari makanan ini adalah bau dari jeruk limau yang memberikan rasa segar. Sambal cabe merah menambah kenikmatan mie kocok yang masih hangat. Cara pembuatannya tidak begitu sulit. Mie gepeng direbus. kikil dicuci dan di rebus berulang sampai 3 kali. Agar bau amis nya hilang. Tauge dicuci dan di rebus. Mie gepeng, kikil, dan tauge dimasukkan ke dalam mangkuk, boleh tambahkan bakso. Setelah itu tambahkan kuah kaldu yang masih hangat. Kecap dan jeruk sebagai penambah rasa. Mie kocok siap dihidangkan!
Keraton Kacirebonan Keraton Kacirebonan merupakan salah satu keraton yang ada di Kota Cirebon. Salah satu bangunan bersejarah ini dibangun pada masa kolonial Belanda. Walau namanya tidak begitu besar seperti pendahulunya, Keraton Kacirebonan memiliki pesona keindahannya tersendiri. Keraton Kacirebonan berada di Jalan Pulasaren, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Gaya arsitektur Keraton Kacirebonan merupakan pencampuran arsitektur Tiongkok, zaman kolonial dan tradisional. Keraton Kacirebonan didirikan atas prakarsa Pangeran Muhamad Haerudhin (Putra Mahkota Sultan Kanoman keempat). Keraton Kacirebonan berdiri pada 13 Maret 1808. Pendiri Pangeran Surya Negara dengan gelar pangeran raja kanoman putra sultan kanoman IV, sultan Khaeruddin. Secara tidak langsung, kesultanan kacirebonan merupakan pemekaran (pecahan) dari kesultanan kanoman. Mengapa bisa terpecah (dimekarkan)? Karena pada saat kepemimpinan Muhammad Khaerudd...
Budaya ngabedahkeun merupakan salah satu budaya sunda yang sudah ada sejak dahulu. Menurut penuturan narasumber yang merupakan ayah kandung penulis, budaya ngabedahkeun balong khususnya di Kampung Kalapasewu, Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya telah ada sejak beliau kecil atau sekitar tahun 1960-an. Budaya ngabedahkeun merupakan tradisi 6 bulanan bagi pemilik-pemilik balong (kolam) di daerah sana yang mana fungsinya adalah untuk menangkap ikan-ikan yang memang biasanya dibudidayakan di balong tersebut. Budaya ngabedahkeun juga sering dilakukan warga menjelang perayaan hari-hari besar tertentu, seperti : Munggahan (Awal Bulan Ramadhan), Hari Raya Idul Fitri, dan saat Muludan (Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW). Menurut penuturan narasumber, ngabedahkeun merupakan salah satu proses menangkap ikan dengan cara mengurangi & membuat...
Sasapian, istilah dalam Bahasa Sunda yang berarti Sapi-sapian, adalah satu pertunjukkan kesenian tradisional yang kerap dimainkan oleh sejumlah warga di Kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Sesuai dengan penamaan pertunjukkan ini, materi yang ditampilkan adalah replika dari hewan berjenis sapi. Replika sapi ini rangkanya terbuat dari potongan kayu dan bodinya dilapisi kertas atau kardus bekas. Setelah rangka dan bodinya terbentuk, selanjutnya dicat sesuai dengan warna kulit sapi. Umumnya berwarna hitam. Di bagian bawah atau di bagian perut sapi, sengaja dilubangi agar orang bisa masuk sekaligus untuk bisa mengendalikan replika sapi tersebut. Selain replika sapi dan orang yang mengendalikannya, ketika ditampilkan kesenian tradisional ini juga dilengkapi tetabuhan yang dimainkan oleh sejumlah orang. Alat musik yang dimainkan antara lain, calung, pianika, kendang, dan gong. Jadi, sasapian ini sekurangnya biasa dimainkan oleh tujuh...
Silat Sera Buhun adalah salah satu aliran silat yang berada di Jawa Barat. Dari beberapa silat yang berkembang di Jawa Barat seperti silat Cimande, silat Cikalong, silat Syahbandar, dll., silat Sera Buhun adalah aliran silat yang paling sedikit praktisinya dan bahkan hampir punah. “Perguruan silat Sera di Indonesia bisa dihitung jari, itu juga termasuk yang sudah tidak aktif”, jelas Kang Asep Wahyu yang merupakan salah satu guru silat Sera di Bandung. Bahkan silat ini sempat dinyatakan punah dalam siaran televisi belanda tahun 2013 silam. Awal mulanya silat Sera ini dibuat oleh seorang panglima perang dari kerajaan Demak. Silat ini ditujukan sebagai silat untuk perang. Namun, silat ini hanya diajarkan turun temurun pada satu kalangan keluarga saja. “Namanya “Rukun wargi”, jadi hanya untuk keluarga dan saudara. Dulu itu kalau mau belajar silat Sera bakal ditanya ayahnya dan ibunya siapa, kalau tidak dikenal ya tidak boleh” tambah Kang Asep. Wal...
Permainan ini sudah tidak asing lagi karena sudah ada sejak nenek moyang kita dahulu. Namun saat ini permainan tersebut sudah jarang dimainkan, baik di desa atau di kota. Yang akan saya bahas kali ini yaitu permainan tradisional berupa egrang yang ada di Jawa Barat khususnya di daerah tempat tinggal saya Kabupaten sukabumi yang di kenal dengan nama egrang (jajangkungan). Permainan Egrang cukup terkenal di daerah tempat tinggal saya. Permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak usia 7 sampai 13 tahun(anak SD, SMP). Tetapi tidak jarang anak yang duduk di bangku TK pun sudah bisa memainkannya dan orang dewasa pun ikut memainkannya. Permainan egrang ini dipandang sebagai permainan yang menyenangkan, menantang, dan tidak memakan biaya yang mahal untuk membuat alat permainan tersebut. Cara bermain Egrang yaitu diawali dengan 2 anak atau lebih dari garis start, Jika sudah ada aba-aba mulai maka para pemain akan berlari dengan menggunakan Egrang tersebut jika terjatuh di tengah jalan mak...
Nasi timbel, merupakan makanan Sunda, Jawa Barat. Zaman dahulu nasi timbel merupakan bekal makanan yang biasa dibawakan untuk para petani makan di sawah . Bekal tersebut merupakan nasi yang masih hangat yang baru saja matang dan dibungkus oleh daun pisang. Daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus akan menambah rasa pada nasi hangatnya. Perbedaan nasi timbel dengan nasi - nasi lainnya adalah nasi timbel dibungkus oleh daun pisang dan nasinya pun 'pulen', tidak terlalu lembek, dan tidak terlalu keras. Nasi timbel biasanya dilengkapi dengan berbagai pilihan dari mulai, ayam goreng, ayam bakar, maupun hanya dengan sepotong asin jambal roti. Tentunya nasi timbel ini dilengkapi oleh sambal dan lalapan.
Salah satu kesenian yang sering dijumpai di kabupaten Sumedang adalah kuda renggong.Kuda renggong ini masih sangat dilestarikan oleh masyarakat sekitarnya.Berdasarkan sejarah lahirnya kesenian Kuda Renggong di Kabupaten Sumedang, kesenian itu mulai muncul sekitar tahun 1910. Awalnya, Pangeran Aria Suriaatmaja, yang memerintah Kabupaten Sumedang selama 37 tahun (1882-1919) berusaha untuk memajukan bidang peternakan. Pangeran Suriaatmaja sengaja mendatangkan bibit kuda unggul dari pulau Sumba dan Sumbawa. Selain digunakan sebagai alat transportasi bangsawan, pada masa tersebut kuda juga sering difungsikan sebagai pacuan kuda dan alat hiburan. Sekitar tahun 1880-an ada seorang anak laki-laki bernama Sipan yang merupakan anak dari Bidin, yang tinggal di Dusun Cikurubuk, Desa Cikurubuk Kec. Buahdua Sumedang kelahiran tahun 1870. Sipan mempunyai kebiasaan mengamati tingkah laku kuda-kuda miliknya yang bernama si Cengek dan si Dengkek. Dari pengamatannya , ia menyimpulkan bahwa kuda juga dap...