Wanita
12 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Misteri Minyak Kuyang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Utara

Di tanah Borneo, minyak Kuyang atau kawiyang sangat terkenal, sampai-sampai banyak orang yang mencari benda langka ini. Selain sebagai pesugihan, minyak kuyang ini juga ditengarai dapat membuat pemiliknya awet muda dan beberapa khasiat keguanaan lainnya. Minyak Kawiyang memiliki nama berbeda disetiap wilayah Kalimantan, ada yang menyebutnya minyak kuyang, ada juga yang menamainya sebagai minyak Sumbulik Ada cerita yang melatarbelakangi asal muasal minyak kuyang ini, ketika jaman dahulu pernah hidup seorang janda cantik dengan empat orang saudaranya, dengan nama Camariah, Dandaniah, Tambuniah dan Uraniah. Kecantikan paras wanita ini semakin lama semakin bertambah cantik, namun tidak ada satupun para lelaki yang langgeng membina rumahtangga dengan mereka. Karena setiap kali dinikahi, tak berapa lama pasti akan bercerai. Ketika hendak meninggal dunia, datanglah 99 lelaki yang pernah menjadi suami mereka. Para suami tersebut menangis dan merasa bersalah karena telah bercerai dan men...

avatar
Oase
Gambar Entri
Baju Ta'a - Kaltara - Kalimantan Utara - Pakaian Tradisional
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Kalimantan Utara

Pakaian Ta’a merupakan pakaian Adat Kalimantan Utara yang khusus dipakai oleh para perempuan Suku Dayak di Kalimantan. Pakaian ini terbuat dari kain beludru berwarna hitam dengan berbagai macam hiasan yang berupa manik-manik yang dijahit. Ta’a sendiri terdiri dari pakaian (atasan) dengan model yang menyerupai rompi (tanpa lengan), penutup kepala berhias bulu burung enggang, bawahan berupa rok dengan warna serta motif yang sama, dan aksesoris lainnya seperti kalung, gelang, dan manik-manik. Setiap Motif hiasan rompi dan rok Ta’a ini sangat kental pada perpaduan warna-warna yang mencolok seperti warna putih, hijau, merah, biru, dan warna-warna lainnya yang sangat kontras dengan warna kain rompi. Pada bagian dada dan lengannya akan dilengkapi rumbai-rumbai dengan warna motif yang sama. Perbedaan utama dari pakaian Sapei Sapaq dan Ta’a adalah pada motifnya. Untuk motif pakaian Adat Provinsi Kalimantan Utara, baik itu baju Ta’a maupun Sapei Sapaq...

avatar
Deckytri
Gambar Entri
ADAT PERNIKAHAN SUKU TIDUNG
Ritual Ritual
Kalimantan Utara

Suku Tidung Merupakan suku yang tanah asalnya berada di bagian utara kalimantan timur. Suku ini juga merupakan anak negeri di Sabah, jadi merupakan suku bangsa yang terdapat di indonesia maupun malaysia (negeri Sabah). Suku Tidung semula memiliki kerajaan yang disebut Kerajaan Tidung. Tetapi akhirnya punah karena adanya politik adu domba oleh pihak Belanda. Bahasa Tidung dialek Tarakan merupakan bahasa Tidung yang pertengahan karena dipahami oleh semua warga suku Tidung. Beberapa kata bahasa Tidung masih memiliki kesamaan dengan bahasa Kalimantan lainnya. Kemungkinan suku Tidung masih berkerabat dengan suku Dayak rumpun Murut (suku-suku Dayak yang ada di Sabah). Karena suku Tidung beragama Islam dan mengembangkan kerajaan Islam sehingga tidak dianggap sebagai suku Dayak, tetapi dikategorikan suku yang berbudaya Melayu (hukum adat Melayu) seperti suku Banja...

avatar
Miftah Faris
Gambar Entri
Larangan Menggunakan Kamar Mandi Pasca Menikah
Ritual Ritual
Kalimantan Utara

Pernikahan di suku Tidung, Kalimantan bagian utara, Indonesia dijalankan dengan tradisi unik. Pengantin pria tidak diizinkan melihat wajah pengantin wanita sampai dia menyanyikan beberapa lagu cintanya. Tirai yang memisahkan pasangan hanya boleh dinaikkan setelah permintaan menyanyi lagu cinta dipenuhi, kemudian mereka bisa saling memandang di atas sebuah mimbar kecil. Akan tetapi, yang paling aneh dari upacara pernikahan ini yaitu pengantin wanita dan laki-laki tidak diizinkan untuk menggunakan kamar mandi selama tiga hari tiga malam setelah menikah. Suku Tidung percaya apabla ritual tersebut tidak dilaksanakan, maka hal mengerikan akan mewarnai kehidupan rumah tangga pasangan tersebut: pernikahan, perselingkuhan, atau kematian anak-anak mereka di usia muda. Jadi, pasangan juga diawasi oleh beberapa orang. Keduanya hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan dan minuman dalam jumlah sedikit. Setelah tiga hari berlalu, mereka dimandikan dan diizinkan untuk kemb...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
LEGENDA RANG DUNGO – LELUHUR DAYAK LUN DAYEH
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Utara

Dayak Lun Dayeh adalah salah satu sub suku Dayak yang terdapat di 4 kawasan negara yaitu Indonesia (Kalimantan Utara), Malaysia di kawasan Negara bagian Sarawak dan Sabah dan juga di Brunei. Suku ini memiliki ciri fisik tinggi dan putih, bahkan kecantikan wanita dari kaum ini sangat terkenal. Menurut legenda Dayak Lundayeh, pada mulanya hanya  seorang manusia saja yang ada di dunia ini, ia diberi nama RANG DUNGO . Rang Dungo sangat kesepian sebab ia tidak memiliki teman yang sepadan, nampaklah raut wajah yang sedih dari Rang Dungo ini, sehingga Tuhan memiliki rencana untuk memberikan teman yang sepadan bagi dia. Kemudian Tuhan berbicara kepada Rang Dungo melalui mimpi dan menyuruhnya untuk mendaki suatu gunung tertinggi dikawasan itu, sebab disana Rang Dungo akan mendapatkan suatu  hadiah istimewa yang pasti menggembirakannya. Kemudian Rang Dungo mencoba mendaki gunung itu beberapa kali, tetapi apa bila hampir tiba di puncaknya keadaannya sangat panas karena...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Kepercayaan Dayak Lun Dayeh
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Utara

Orang Dayak Lun Dayeh di Indonesia banyak di sekitaran daerah Malinau, Kerayan, Sesayap dan Bahau, jika di Serawak mereka disebut dengan Lun Bawang dan di Sabah digolonkan dalam rumpun Murut. Menurut legenda asal muasal orang Lun Dayeh adalah dari daerah Kalimantan Timur. Konon dahulu ada seorang manusia yang perkasa dan memiliki kesaktian bernama  RANG DUNGO, entah bagaiman ia secara tidak sengaja menemukan sebutir telor  yang sangat besar di puncak gunung. Dari telor ini keluarlah seorang wanita yang cantik jelita dan ia menamakannya TERUR ECO (Telor matahari), yang kemudian dinikahi oleh RANG DUNGO  dan merupakan leluhur  Dayak Lun  Dayeh.Tidak  banyak literature yang membahas tentang budaya asli Dayak Lun Dayeh ini, bagaimana sistem kepercayaan mula-mulanya sebelum agama Kristen masuk. Sebelumnya orang Lun Dayeh menamakan dirinya sesuai aliran sungai atau nama pemimpinnya. Misal  LUN LABU (Orang Labu), LUN KEMALOH (Orang Kemaloh). Itulah sebabn...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Batu Tungu
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Kalimantan Utara

Ini adalah obat kesuburan Dayak Lun Dayeh disebut Batu Tungu, diipercaya jika kikisan batu ini diseduh air panas dan diminum oleh wanita akan menambah kesuburan untuk dapat memperoleh anak. Batu ini kemungkinan berasal dari getah pohon tertentu yang sampai sekarang penulis masih belum ketahui.   Sumber:  https://folksofdayak.wordpress.com/2014/02/12/obat-obatan-dayak/

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Daun Karekek
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Kalimantan Utara

Obat Dayak Tagel (Murut): Untuk wanita yang baru saja melahirkan agar cepat sembuh dan cepat rapet.   Sumber:  https://folksofdayak.wordpress.com/2014/02/12/obat-obatan-dayak/

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Monumen Telur Pecah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Utara

Monumen Telur Pecah – Cerita Rakyat Kalimantan Utara Lelaki Gagah itu bernama Ku Anyi. Ia pemimpin suku Dayak Kayan, dari Puak Ma- Afan. Ia sosok ternama yang sangat dihormati segenap anggota sukunya. Anggota suku yang dipimpinnya berdiam di tepi Sungai Payan. Mereka hidup damai dan tidak kekurangan. Daerah hunian mereka subur. Hutan di sekitar kediaman mereka banyak dihuni hewan-hewan buruan. Aneka ikan melimpah jumlahnya di Sungai Payan. Ku Anyi hidup berkecukupan. Tetapi, masih ada satu keinginannya yang sangat dirindukannya. Ia ingin memiliki anak. Meski telah tua usianya, tak putus-putusnya ia berdoa, memohon kepada Tuhan agar dikaruniai keturunan. Pada suatu hari Ku Anyi berburu. Seperti biasanya, anjing kesayangannya diajaknya turut serta. Ku Anyi ternama piawai berburu. Namun, hari itu ia tidak menjumpai seekor pun hewan buruan. Entah mengapa. Padahal, hutan yang dijelajahinya banyak dihuni hewan-hewan buruan. Hingga sore tiba, takjuga seekor hewan buruan...

avatar
Wakhidah Khoirunnisa