Cerita rakyat melayu ini sejak aku kecil dah pernah kudengar. Dahulu setahuku judulnya "Batu Belah Batu Betangkup" yang berarti batu yang bisa terbuka dan tertutup (terbelah dan kemudian bersatu kembali) seperti kerang. Pada buku Cerita Rakyat Melayu keluaran Adicita diberi judul Batu Batangkup dengan pencerita Farouq Alwi serta disunting oleh Mahyudin Al Mudra dan Daryatun. Buku ini terbitan Oktober 2006 merupakan kerjasama antara Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu dengan Adicita Karya Nusa. Berikut saduran/gubahan dari buku tersebut : Zaman dahulu di dusun Indragiri Hilir, tinggal seorang janda bernama Mak Minah di gubuknya yang reyot bersama satu orang anak perempuannya bernama Diang dan dua orang anak laki-lakinya bernama Utuh dan Ucin. Mak Minah rajin bekerja dan setiap hari menyiapkan kebutuhan ketiga anaknya. Mak Minah juga mencari kayu bakar untuk dijual ke pasar sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka. Ketiga anaknya sangat nakal dan pemalas yang senang be...
Walaupun wanita Johor terkenal dengan baju kurung, tetapi dalam acara majlis, mereka muncul juga dengan memakai kebaya, sebagai warisan daripada Kerajaan Johor-Riau. Pola baju belah panjang ini masih bersifat ‘mengurungkan’ anggota badan. Secara tradisi potongannya labuh sehingga buku lali. Cuma bezanya ia berbelah dan berpesak di hadapan baju ini, umumnya dipakai sebagai pakaian di luar rumah atau upacara rasmi. Baju belah panjang ini terkenal di Melaka, Perak, Selangor dan Kedah-Perlis. Baju kurung belah ini kemudiannya dikenali sebagai ‘baju panjang’ dan ‘kebaya panjang’. Tradisi ini berkembang menjadi kebaya dan bertangan panjang berpesak lurus di hadapan, berkekek dan berbelah dada yang ditutup dengan kancing atau kerongsang tiga.
Ikan Patin dalam bahasa latin disebut pangasius hypopthalmus . Ia merupakan ikan sungai yang dahulu banyak ditemukan di Sungai Indragiri, sekitar dua ratus kilometer dari Pekanbaru, Riau. Namun seiring perkembangan waktu, ikan ini sudah banyak dibudidayakan, baik di sungai (karamba air deras) atau di kolam-kolam biasa. Sebagai makanan khas, ada perbedaan citarasa antara ikan patin yang dihasilkan di sungai dengan ikan patin hasil budidaya kolam. Ikan Patin sungai memiliki rasa daging yang terasa sedikit kenyal dan padat. Saat daging kepala ikan ditarik dari celah-celah tulang, rasanya pun akan terasa "mengikat". Selain lebih gurih dan manis, aroma yang ditimbulkan juga lebih harum. Sementara daging ikan patin yang dibudidayakan di sungai terasa agak lembek. Daging kepala ikan pun akan rontok tanpa perlu menariknya dari celah tulang. Perbedaan juga terasa di penciuman, di mana ikan patin kolam kadang memiliki aroma lumpur. Kekhasan ikan patin terletak pada rasa asam pedasnya. Da...
Sop Tunjang atau yang biasa disebut sop tulang kaki sapi, mulai diperkenalkan penjualnya pada 1990. Ia bermula dari daerah Japura, Indragiri Hulu, sekitar dua ratus kilometer dari Ibu kota Riau, Pekanbaru. Adalah Ibu Situ, 70 tahun yang memperkenalkan makanan ini pada masyarakat. Pada awalnya, sop tunjang bukanlah sesuatu yang menjadi menu utama. Sejatinya, Siti hanya penjual miso biasa. Sebagai penjual miso, idenya menambahkan potongan tulang kaki sapi ke mangkok miso pelanggannya hanyalah sebagai bonus. Namun, lama kelamaan, justru banyak pelanggan yang minta tulang ini tanpa miso. Alhasil, porsinya pun berubah. Ia menjadi semangkok sop tulang kaki sapi yang akhirnya dikenal dengan sop tunjang. Dan tunjang itu sendiri adalah nama lain dari makanan yang diolah dari lutut kaki sapi ke bawah. Untuk mengolahnya, bulu kaki sapi ini terlebih dahulu dibuang dengan cara dibakar. Kemudian kaki sapi tersebut disayat-sayat hingga mendapatkan daging khas sapi. Bersama tulang yang ma...
ASAM PEDAS IKAN Asal: Riau Sumber: Buku Kumpulan Resep Indonesia Ini dia masakan khas dari propinsi Riau daratan : Asam Pedas Ikan. Ikan yang dipakai umumnya 2 macam. Dengan bahan Ikan Baung, dinamakan: Asam Pedas Baung. Memakai ikan patin, disebut Asam Pedas Patin. Cara Membuat: Haluskan semua bahan bumbu halus dengan cobek atau blender. Tumis bumbu halus bersama lengkuas, daun kunyit, serai dan daun jeruk purut hingga matang dan berbau harum. Tambahkan 600 ml air panas, masak sampai kuah mendidih. Kecilkan api ke posisi sedang, masukkan ikan, tutup dan masak sampai ikan berubah warna dan matang. Tambahkan belimbing wuluh, masak sampai layu. Tambahkan larutan asam jawa. Terakhir beri garam & gula sesuai selera. Aduk rata & angkat. Sajikan panas. Alamat & Kontak Penjual: Pondok Asam Pedas Baung Jl. Jend Sudirman, Tengkerang Teng...
MASAKAN olahan khas Riau tidak melulu harus dimasak dengan banyak bumbu dan rempah serta menggunakan teknik yang merepotkan. Banyak olahan simpel khas Riau yang tak kalah nikmatnya. Sebut saja teri lado mudo yang merupakan olahan khas masyarakat Riau yang simpel, mudah dibuat dan dijamin menggoda selera. Dikutip dari buku 505 Masakan Nusantara Favorit karya Marta Pranata, Jumat (9/6/2017) berikut resep lengkap teri lado mudo yang siap jadi hidangan yang menggoda selera di rumah Anda. Bahan-Bahan 250 gr teri tanjung, goreng kering 1 papan petai, potong-potong 50 gr cabai hijau 6 butir bawang merah 2 siung bawang putih 2 buah asam kandis 1 sdt garam 3 sdm minyak untuk menumis Cara membuat 1. Tumbuk kasar cabai hijau, bawang merah, bawang putih dan garam; 2. Tumis bumbu hingga harum. Masukkan asam kandis, petai dan ikan teri; 3. Aduk sampai bumbu merata, angkat lalu hidangkan. sum...
Bahan-bahan: Susu sapi segar 2 liter Air 1 liter Tangkai daun pepaya (tanpa daun) 1 tangkai Cara membuatnya: 1. Tangkai daun pepaya diiris-iris, diberi air 1/2 cangkir, diremas-remas, diambil sarinya. 2. Susu dicampur air 1 1/2 liter, dijerangkan sambil diaduk terus sampai mendidih. Dimasukkan air tangkai daun pepaya, diaduk terus kira-kira 10 menit susu jadi kental. 3. Susu kental dimasukkan ke alat pemeras lalu diperas sampai airnya keluar semua. 4. Dimakan dengan nasi. Keterangan: Dangke bila diberi garam dapat disimpan lama. Sebelum dimakan, digoreng terlebih dahulu. Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman 647
SELEMBAYUNG PENGERTIAN Selembayung disebut juga “ selo bayung “ dan “tanduk buang” adalah hiasan yang terletak bersilangan pada kedua ujung perabung bangunan.pada bangunan balai adat melayu ini setiap pertemuan sudut atap di beri selembayung yang terbuat dari ukiran kayu. Biasanya terdapat di perkantoran, gedung pemerintahan, dan juga rumah adat. Selembayung berasal dari kebudayan suku Melayu Riau yang kehidupannya sangat akrab dengan sungai dan air. Hiasan bersilang itu sendiri berasal dari kayu bersilang yang terdapat diperabung sampan guna menahan atap sebagai tempat bernaung. Diujung lentik atap itulah yang disebut selembayung. Kultur yang digunakan adalah kultur air. Dewasanya, selembayung kini digunakan di rumah-rumah adat sebagai suatu ciri budaya Riau. Dimana bumi di pijak, di situ langit di junjung. Pada saat ini, banyak terdapat modifikasi selembayung yang diubah karena di tuntut oleh disain arsitektur bangunan. Namun ternyat...
Baju tradisional Melayu merujuk kepada baju tradisional orang melayu, terutamanya Melayu dan baju kurung. Selain itu, ia juga termasuk baju kebaya, celana, kain sarung, samping dan selendang. Pakaian orang Melayu kini lahir daripada pertumbuhan dan perkembangan pakaian orang dahulukala melalui proses ubah ansur. Proses ini bukan sahaja berlaku akibat peradaban awal masyarakat ditempat itu sendiri, malahan yang lebih penting akibat daripada pengaruh daripada pedagang India, Cina, Arab dan Eropah. Unsur-unsur tamadun dari timur dan barat ini diolah dan digabungkan menjadi satu budaya yang beraneka rupa serta indah dan unik Pakaian kaum lelaki yang masih popular hingga kini ialah Baju Melayu manakala pakaian wanita yang masih popular termasuklah Baju Kurung,Baju Kebaya Panjang, Baju Kebaya Pendek, Baju Kurung Kedah dan Baju Pahang. Selain itu terdapat juga pakaian yang dianggap klasik seperti pakaian Puteri Perak, Cik Siti Wan Kembang, Baju Menora dan Baj...