Assalammualaikum, jamee baro trok Tameung, tameung jak pioh u ateuh tika Karena, karena saleum Nabi k heun Sunnah Jaro, Jaro ta mumat syarat mulia.. Penari-penari wanita mendendangkan lagu sembari menari; menepuk-nepukan dada, menjentik-jentikan jari, menggeleng-gelengkan kepala dan melakukan berbagai gerakan dalam posisi duduk berlutut sambil sesekali bangun dari duduk dan berdiri diatas lutut mereka, lalu kemudian sesekali pula membungkukan badan hingga kepala-kepala mereka nyaris menyentuh lantai. Kemudian penari-penari tersebut bergerak dalam posisi duduk sambil menirukan gelombang air laut dan berdendang: Hai laot sa I e lam ombak meu alon kapai jih Ek tron meulumba-lumba Hai bacut tek… ds t Begitulah para penari wanita menarikan tarian Ratoh Duek (duduk berbincang-bincang atau seperti yang disebut Keith Howard sebagai women chattering ). Jika ditilik dari unsur...
Ketika mendengar “Bungong Jeumpa” setiap orang akan mengingat Aceh. Kemegahan Lagu Bungong Jeumpa seolah telah tersebar hingga ke pelosok negeri, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di mancanegara. Berikut sepenggal lirik lagu yang sangat populer itu, namun kadang keliru dilafalkan: Bungong Jeumpa Bungong Jeumpa Meugah di Aceh Bungong teuleubeh teuleubeh Indah lagoina Puteh kuneng meujampu mirah Bungong si-ula si-ula Lam sinar buleun lam sinar buleun angen peu ayon Luroh meususon meususon yang mala mala mangat that meubee meunyo tatem com Leupah that harom si bungong Jeumpa Bungong Jeumpa adalah bunga kebanggaan masyarakat Aceh. Di luar Aceh, bunga ini dikenal dengan sebutan Bunga Kantil. Dahulu Jeumpa tumbuh liar di Bumi Serambi Mekkah karena Jeumpa memang tumbuhan endemik yang tumbuh subu...
Dijuluki Serambi Mekah, Provinsi Aceh punya tradisi unik sarat makna saat Hari Idul Fitri. Namanya Meugang, tradisi membeli daging kemudian memasak dan menikmatinya bersama keluarga dan anak yatim-piatu. Penyebaran Islam di Aceh berabad lalu menyisakan budaya dan tradisi yang masih dijalankan sampai sekarang. Meugang adalah salah satunya, tradisi yang dijalankan masyarakat Aceh saat Idul Fitri tiba. Meugang, Makmeugang atau Makmuegang adalah tradisi menyembelih kurban berupa kambing atau sapi. Meugang dilakukan 3 kali setahun yakni di bulan Ramadan, Idul Adha, dan pastinya Idul Fitri. "Meugang dilakukan 1 hari sebelum Lebaran. Masyarakat Aceh memotong kambing, sapi, kemudian dibagikan untuk orang-orang yang kurang mampu. Tujuan utamanya untuk menjalin silaturahmi," tutur M Antonio Gayo, Ketua Marketing and Creative Development komunitas I Love Aceh saat dihubungi detikTravel, Kamis (1/8/2013). Sehari sebelum Lebaran, mulai pagi hari warga sudah mengerubungi masji...
Meuseukat adalah Penganan khas Aceh sejenis dodol dikarenakan tekstur yang lembut dan rasanya manis.Rasa manis ini didapat dari buah nanas yang digunakan dalam pembuatannya sehingga kue ini disebut juga dodol nanas.Warna kue ini adalaha putih karena hanya menggunakan tepung terigu tanpa pewarna makanan.Adapun warnanya yang kuning dikarenakan buah nanas yang digunakan sebagai campuran. FILOSOFI Seperti halnya makanan dari daerah lain, Meuseukat ini juga memiliki filosofi tersendiri yang kemudian menempatkannya dalam kasta tertinggi kue tradisional khas Aceh.Dalam memperlakukan tamu masyarakat Aceh dikenal dengan kesopanannya yang tinggi.Tidak hanya dari perilakunya tetapi juga dari penyajian makanannya.[1]Warna putih kue inilah yang kemudian diartikan sebagai kejernihan hati masyarakat Aceh saat menyambut tamu. PENYAJIAN Berdasarkan makna filosofi diatas maka penyajian kue ini hanya dihadirkan pada saat-saat tertentu.Yang paling utama adala...
Bahan Membuat Sate Matang: 300 gram daging kambing (untuk 3 porsi) Bumbu Bakar Sate 1 sdt ketumbar 1 butir bawang putih 1 butir bawang merah 1 batang serai 1 ruas jari jahe 1 ruas lengkuas 2 cm kunyit 2 butir kemiri Garam secukupnya Gula merah secukupnya Bumbu Kacang 2 ons kacang tanah, goreng lalu haluskan 1 butir bawang putih untuk menumis 2 lembar daun salam 1 lembar daun jeruk purut 2 lembar daun pandan 1 batang kecil serai 1 batang kayu manis 2 ons cabe kering 500 ml santan 1 sdm gula putih Gula merah sedikit saja Cara memasak sate matang Haluskan bumbu Tumis bawang putih, masukkan haluskan bumbu dan daging sebentar aja sampai bumbu meresap Angkat, susun daging ditusuk sate, lalu bakar Angkat dan tuang dengan bumbu kacang yang telah dihaluskan Cara...
Kue Timphan adalah kue khas aceh yang biasanya disediakan waktu hari-hari raya idul fitri, idul adha, maupun hari-hari besar lainnya.Makanan ini biasanya disediakan dengan dua rasa, srikaya dan kelapa, namun srikaya lebih disukai oleh orang-orang aceh. Kue timphan ini dibuat dari tepung ketan, labu siam, santan, gula, garam. Namun biasanya setiap orang aceh mempunyai resep tersendiri untuk menambah kenikmatan dan cita rasa dari timphan ini. cara memasaknya sangat mudah yaitu dengan dibungkus daun kelapa muda dan di kukus selama kurang lebih 1-2 jam. Sekarang ini timphan sudah banyak di jual di warung-warung makan aceh di jakarta dan sekitarnya. Jadi jangan lupa mampir untuk mencoba ya :) http://www.aktualpost.com/wp-content/uploads/2014/08/Kue-Timpan-Aceh.jpg
Makanan khas dari daerah NAD lainnya adalah pulot makanan khas Aceh yang berasal dari beras ketan yang sudah di masak terlebih dahulu, lalu dibungkus menggunakan daun pisang dan dibakar, rasanya sangat lezat. Tidak hanya timphan, pulot juga sering disajikan pada acara-acara keagamaan, idul adha, idul fitri, maupun acara-acara lainnya. Pulot sangat mudah di buat karna hanya berasal dari campuran beras ketan, santan, dan gula. Karna rasanya yang tidak begitu manis pulot biasanya dimakan menggunakan sop durian, kuah nangka, atau makanan berkuah lainnya, atau dapat juga dimakan langsung. Sekarang ini pulot banyak dijual di rumah makan aceh di jakarta dan sekitarnya. Timphan yang di panggang ini bernama pulot, dan banyak yang menyebutnya timphan pulot. Timphan pulot adalah kue khas tradisional Aceh yang bisa di jumpai di warung-warung kopi. Selain di warung kopi, di hari-hari besar keagamaan, dan di acara adat tertentu juga ada. Kue yang terbuat da...
Kue Timpan adalah salah satu kue khas dari Aceh. Kue yang satu ini dulu biasanya disajikan saat Lebaran Idul Fitri atau Lebaran Haji. Sekarang kue Timpan bisa dinikmati kapan saja. Ada beberapa macam isi dari Timpan ini, tapi yang paling terkenal adalah Timpan isi srikaya. Bahan Membuat Kulit: Daun pisang muda yang masih menggulung. 50ml Santan dicampur 2 sdm minyak untuk mengoles daun. 4 buah pisang barangan, dimasak terlebih dahulu dengan 50ml santan kental. 500 gr labu kuning, kukus dan haluskan terlebih dahulu. 500 gr tepung ketan. 500 ml santan kental 1 butir kelapa. Garam secukupnya. Cara Membuat Kulit: 1. Siapakan semua bahan diatas kemudian campurkan menjadi satu, kecuali santan. 2. Masukkan santan sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan menjadi kalis. Kemudian sisihkan terlebih dahulu. Olesi daun pisang dengan campuran santan dan minyak. Setelah itu ambil adonan kira-kira satu sendok makan dan pipihkan, bentuk persegi panjang. 3. Letakkan isi srikaya atau in...
Setiap meugang (menyambut bulan ramadhan,idul fitri,idul adha) masyarakat aceh besar selalu masak daging sapi 'siee reuboeh' tahan sampai seminggu. Bahan-bahan 1 kg daging no 2 (minta tambahkan lemak) bahan : 1 buah kuali tanah 2 centong sedang cuka aceh(tuak yg sdh difermentasi) 2 ruas lengkuas 2 sdm cabe kering (yg sudah halus) bumbu halus: 1 ons cabe merah 1 ons cabe kecil(sesuai selera) 1 ruas jahe 4 buah kunyit hidup sedikit lada 3 siung bawang putih secukupnya garam Langkah Daging dipotong sesuai selera Cuci bersih daging nya Lengkuas ditumbuk / di belender kasar, buang airnya ambil ampasnya saja sisihkan Masukan daging kedalam kuali tanah, campur daging dengan bumbu halus, ampas lengkuas, cuka, garam, cabe kering yg dihaluskan,aduk rata Masak di api sedang, jangan ditambahkan air dulu. Set...