Pada suatu masa, hiduplah sepuluh orang putri raja yang sangat cantik-cantik. Ibu mereka sudah lama meninggal dan ayah mereka, sang raja, begitu sibuk dengan urusan kerajaannya sehingga mereka hampir tidak punya waktu untuk berkumpul bersama. Akibatnya putri-putri ini menjadi nakal dan manja, kecuali sang putri bungsu, putri Kuning. Ya, mereka memang diberi nama dengan nama warna. Ada putri Jambon, putri Hijau, putri merah merona, putri nila dan lain-lain. Barangkali dulu sang ibu berharap anak-anaknya akan memberi banyak warna di kehidupan ini. Sayang, sang ibu keburu meninggal sehingga tidak sempat mendidik mereka sengan baik. Kesepuluh putri ini selalu memakai pakaian dan perhiasan yang sewarna dengan nama mereka. Putri Merah selalu memakai warna merah, demikian juga putri-putri lainnya. Sementara kakak-kakaknyabermalas-malasan dan membuat keonaran, putri Kuning menghabiskan waktu dengan membantu inang-inangnya, atau membaca buku, dan atua merawat kebun bunga kesayanganny...
Konon, kesenian yang bernama Bangsawan ini pada masa lalu bernama Wayang Parsi. Menurut Ediruslan dan Hasan Junus (t.t), kedatangan rombongan seniman wayang parsi ke Pulau Penang (1870) bukanlah dari Persia (Iran), melainkan dari orang-orang Majusi yang melarikan diri ke India karena tidak mau di-Islam-kan. Keturunan orang-orang Majusi yang banyak bermukim di Mumbay inilah yang akhirnya membawa wayang parsi ke Pulau Penang. Dari Penang, wayang parsi kemudian menyebar ke seluruh semenanjung Malaysia, dan juga ke kesultanan-kesultanan Melayu di Sumatera Utara, Riau, dan Kalimantan Barat. Wayang parsi yang telah berubah menjadi Bangsawan diperkirakan masuk Penyengat tahun 1906. Dari Pulau Penyengat[1], akhirnya menyebar pula ke berbagai daerah di wilayah Kepulauan Riau. Walaupun demikian, kesenian ini tidak tumbuh subur di Penyengat, tetapi justeru di tempat lain, seperti Daik-Lingga dan Dabo-Singkep. Malahan, sekarang seolah-olah yang “memilikinya” a...
Lokan, sejenis kerang air tawar. Tersebutlah seorang raja yang berkuasa di negeri Bintan yang subur dan makmur. Namun kerajaan ini belum memiliki putra mahkota. Pada suatu hari, baginda raja mendapat khabar gembira bahwa istrinya sedang hamil. Singkat cerita, tibalah saatnya permaisuri untuk melahirkan. Namun, kegembiraan sirna berganti dengan kekecewaan. Ternyata permaisuri melahirkan seekor lokan. Dengan muka memerah menahan murka, baginda berkata, "Sungguh memalukan, permaisuri pembawa sial. Aku menginginkan putra yang gagah, ternyata ia memberiku seekor lokan". Baginda memerintahkan kepada pengawalnya agar permaisuri di buang ke hutan. Di hutan, permaisuri bertemu dengan seorang nenek. Si nenek sungguh terkejut melihat orang yang tak dikenalnya. "Jangan khawatir, Nek!", kata permaisuri. "Anak ini siapa?", tanya si nenek. "Hamba...
Cerita Rakyat dari Pulau Bintan, Riau Tersebutlah seorang raja yang berkuasa di negeri Bintan yang subur dan makmur. Namun kerajaan ini belum memiliki putra mahkota. Pada suatu hari, baginda raja mendapat khabar gembira bahwa istrinya sedang hamil. Singkat cerita, tibalah saatnya permaisuri untuk melahirkan. Namun, kegembiraan sirna berganti dengan kekecewaan. Ternyata permaisuri melahirkan seekor lokan. Dengan muka memerah menahan murka, baginda berkata, "Sungguh memalukan, permaisuri pembawa sial. Aku menginginkan putra yang gagah, ternyata ia memberiku seekor lokan". Baginda memerintahkan kepada pengawalnya agar permaisuri di buang ke hutan. Di hutan, permaisuri bertemu dengan seorang nenek. Si nenek sungguh terkejut melihat orang yang tak dikenalnya. "Jangan khawatir, Nek!", kata permaisuri. "Anak ini siapa?", tanya si nenek. "Hamba tersesat, sudilah kiranya hamba menumpang di rumah nenek," jawab permaisuri....
Kabupaten Bintan bukan sekadar kawasan wisata Lagoi dan Pantai Trikora belaka. Ada juga Kijang yang merupakan kota lama di sisi timur kabupaten ini. Kota yang akrab dengan industri tambang beberapa dekade lalu ini tidak hanya menyimpan banyak tempat menarik buat dikunjungi, tapi juga sejumlah kudapan yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Satu di antaranya yang begitu menantang untuk dicicipi adalah otak-otaknya. Yang paling menjadi rekomendasi untuk mencicipi otak-otak terbaik ada di Kelurahan Seinam, Kecamatan Bintan Timur. Di kelurahan ini terkenal sebagai sentra penjualan otak-otak di kawasan Kijang. Setiap akhir pekan selalu menjadi tujuan wisatawan baik dari seputaran Bintan maupun Tanjungpinang. Sehingga tak heran kalau dalam sehari di Sabtu atau Minggu bisa ludes lebih dari tiga ribu bungkus. Di Kelurahan Seinam, tidak hanya menjual otak-otak yang berbahandasarkan cincang ikan tenggiri maupun sotong. Tapi juga menyediakan otak-otak tulang. Jenis ini merupakan ola...
Kabupaten Bintan bukan sekadar kawasan wisata Lagoi dan Pantai Trikora belaka. Ada juga Kijang yang merupakan kota lama di sisi timur kabupaten ini. Kota yang akrab dengan industri tambang beberapa dekade lalu ini tidak hanya menyimpan banyak tempat menarik buat dikunjungi, tapi juga sejumlah kudapan yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Satu di antaranya yang begitu menantang untuk dicicipi adalah otak-otaknya. Yang paling menjadi rekomendasi untuk mencicipi otak-otak terbaik ada di Kelurahan Seinam, Kecamatan Bintan Timur. Di kelurahan ini terkenal sebagai sentra penjualan otak-otak di kawasan Kijang. Di Kelurahan Seinam, tidak hanya menjual otak-otak yang berbahan dasarkan cincang ikan tenggiri maupun sotong. Tapi juga menyediakan otak-otak tulang. Jenis ini merupakan olahan tulang ikan yang dagingnya sudah terlebih dahulu diambil untuk dijadikan otak-otak biasa. Kemudian sisa-sisa tulang ikan ini dihaluskan dan diberi bumbu semacam otak-otak biasa. Hanya saja rasanya jauh lebih...
Bahan-Bahan Kulit Prata (Instan) Sarden (Kalengan) Mentega Bawang Goreng Bawang Putih di iris (2 Siung) Bawang Merah di iris (1 Siung) Cabe Merah di iris (4 Buah) Cabe Rawit di iris (4 Buah) Minyak Goreng Saus asam manis Garam Gula Lada Putih Cara Membuat Tumis bawang putih, bawang merah, cabe merah, cabe rawit, hingga harum Sebelumnya, keluarkan sarden dari kaleng, saus khas sardennya kita pakai tetapi tiriskan terlebih dahulu sardennya, tujuannya, agar sarden tidak gampang hancur saat kita goreng Setelah itu, masukkan saus khas sarden dari kalengnya bersama bahan - bahan yang telah kita tumis, lalu campurkan saus asam manis (karna biar rasanya berbeda, dan untuk jadikan cocolan), lada putih, garam, dan gula secukupnya Aduk saus jangan sampai gosong dan matikan kompor Ambil teflon, goreng sarden memakai mentega, karna sarden sebenarnya sudah matang, j...
Pada suatu hari di pulau Batam, terdapat sebuah desa yang didiami oleh seorang gadis yatim piatu bernama Mah Bongsu. Ia menjadi pembantu rumah tangga dari seorang majikan yang bernama Mak Piah. Mak Piah mempunyai seorang putri bernama Siti Mayang. Pada suatu hari, Mah Bongsu pergi mencuci pakaian majikannya di sungai. “Ular…!” teriak Mah Bongsu ketakutan ketika melihat seekor ular besar mendekat. Ternyata ular tersebut tidaklah berbahaya, ia berenang ke sana ke mari sambil menunjukkan luka di punggungnya. Mah Bongsu memberanikan diri mengambil ular yang kesakitan itu dan membawanya pulang ke rumah. Mah Bongsu merawat ular tersebut hingga sembuh. Tubuh ular tersebut menjadi sehat dan bertambah besar. Kulit luarnya mengelupas sedikit demi sedikit. Mah Bongsu memunguti kulit ular yang terkelupas itu, kemudian dibakarnya. Ajaib… setiap kali Mah Bongsu membakar kulit ular tersebut, timbul asap yang sangat besar. Jika asap tersebut mengarah ke&nb...
“Indonesia, satu kata berjuta makna” Mungkin inilah kata yang paling tepat untuk menggambarkan negeri yang amat kaya akan perbedaan yang meciptakan keanekaragaman yang terjalin dengan indahnya. Tidak bisa kita pungkiri bahwa negara kita Indonesia, merupakan negara yang sangat kaya, mulai dari alamya termasuk flora dan fauna, tradisi dan budaya yang diturunkan leluhur yang masih terjaga keasliannya dengan harmonis, serta masih banyak lagi yang tidak dapat kita tuliskan satu persatu. Begitulah ungkapannya. Setiap wilayah di Indonesia pasti memiliki ciri khas yang melukiskan pesona alam daerahnya, Salah satunya ialah Kota Pangkalpinang. Mendengar tentang Kota Pangkalpinang yang merupakan ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pasti yang langsung terlintas di benak kita adalah tentang keindahan alamnya, terlebih lagi bagi para penggemar film Laskar Pelangi, dimana film tersebut menceritakan kehidupan anak pinggir pantai yang berjuang untuk mempertahankan kehidupan s...