Kaharingan. Kata ini mungkin masih asing bagi kebanyakan orang. Tapi kalau menyebut kata Daya (Dayak), kemungkian besar semua orang akan tahu. Keterkaitan antara Kaharingan dan Daya ada pada sisi kepercayaan. Bahwa Kaharingan adalah kepercayaan Suku Dayak. Kaharingan berasal dari bahasa Sangen (Dayak kuno) yang akar katanya adalah ’’Haring’’ Haring berarti ada dan tumbuh atau hidup yang dilambangkan dengan Batang Garing atau Pohon Kehidupan. Seperti halnya dengan agama lokal lainnya di Nusantara, keberadaan mereka nyaris terabaikan, dan terpinggirkan. Bagi sebagian orang, Kaharingan dianggap sebagai Agama Helo alias agama lama, Agama Huran alias agama kuno, atau Agama Tato-hiang alias agama nenek-moyang. Kaharingan yang sudah dianut sebagai kepercayaan sejak zaman leluhur itu terbagi dalam dua jenis. Kaharingan murni yang sangat spesifik mempraktikkan ritualnya, dan Kaharingan campuran, yang sudah ber...
Satu bentuk budaya yang menonjol di Kabupaten Barito Selatan adalah Seni Tari. Dan tari yang paling populer adalah Tari Wadian. Tarian ini hanya ada di DAS Barito, dengan ciri khas pemakaian gelang besar pada tangan para penarinya. Dengan demikian selama tarian dilakukan, gelang-gelang itu senantiasa beradu mengeluarkan bunyi-bunyian yang sangat meriah. Wadian Bawo 2. APA ITU WADIAN? Wadian secara ringkas berarti basir, pemimpin ritual keagamaan, dukun dan tabib. Wadian juga berarti proses pekerjaan ritual Wadian. Dan wadian juga berarti tarian magis untuk tujuan pengobatan atau kematian. Dalam masyarakat Dayak DAS Barito, terutama pada Suku Dayak Ma’anyan, Dusun dan Lawangan, wadian terdiri dari beberapa jenis: 1. Wadian Amunrahu, yaitu pekerjaan wadian yang khusus dilakukan untuk tujuan pengobatan orang sakit. 2. Wadian Dadas, yaitu pekerjaan wadian yang khusus dilakukan untuk pengobatan orang sakit....
Suku Dayak Maanyan (olon Maanjan/meanjan) atau Suku Dayak Barito Timur merupakan salah satu dari bagian sub suku Dayak dan juga merupakan salah satu dari suku-suku Dusun (Kelompok Barito bagian Timur) sehingga disebut juga Dusun Maanyan. Suku-suku Dusun termasuk golongan rumpun Ot Danum (Menurut J.Mallinckrodt 1927) walaupun dikemudian hari teori tersebut dipatahkan oleh A.B Hudson 1967 yang berpendapat bahwa orang Maanyan adalah cabang dari "Barito Family". Mereka disebut rumpun suku Dayak sehingga disebut juga Dayak Maanyan. Suku Dayak Maanyan mendiami bagian timur provinsi Kalimantan Tengah, terutama di Kabupaten Barito Timur dan sebagian Kabupaten Barito Selatan yang disebut Maanyan I. Suku Dayak Maanyan juga mendiami bagian utara provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Tabalong yang disebut Dayak Warukin. Dayak Balangan (Dusun Balangan) yang terdapat di Kabupaten Balangan dan Dayak Samihim yang terdapat di Kabupaten Kotabaru juga digolongkan ke dalam suku Dayak...
Bagi kebanyakkan orang, nama Umbut Kelapa sangat asing di telinga. Namun, bagi suku Dayak, juhu (sayur) umbut kelapa, atau yang juga dikenal dengan sayur singkah, merupakan masakan favorit. Ia wajib dihidangkan di setiap acara-acara, seperti pesta perkawinan, upacara kematian, ataupun acara syukuran. Jika orang mengenal sayur rebung, sayuran yang terbuat dari inti (bongkol) pohon bambu, maka sayur singkah ini juga berasal dari bongkol. Hanya saja, ia bukan dari bambu, melainkan pohon kelapa. Bentuk dan warnanya pun tidak jauh berbeda dengan rebung, yakni berwarna putih. Hal yang membedakan sayuran ini dengan rebung adalah rasanya yang jauh lebih manis. Ia dimungkinkan mengingat sayur singkah yang berasal dari kelapa. Orang-orang dari suku Dayak juga menyukai sayuran ini dalam kondisi mentah (belum dimasak). Dahulu kala, masyarakat Dayak selalu menanam dua atau tiga pohon kelapa di halaman rumahnya. Selain bisa diambil buahnya, pohon kelapa juga berguna untuk upacara-upacara adat...
Kupue adalah salah satu cara pengawetan ubi kayu. Daya tahan pengawetan dapat mencapai setahun. Kejadian penting yang sulit dilupakan oleh orang Dayak ialah mereka pernah diselamatkan oleh kupue. Saat itu tahun 1918, panen gagal. Kemudian beras sebagai makanan pokok digantikan oleh kupue. Cara pembuatannya terlebih dahulu ubi kayu dikupas, dan direndam dalam air, boleh direndam dalam tempayan besar yang telah diberi air, boleh juga dimasukkan dalam keranjang besar yang terbuat dari bambu atau rotan dan direndam dalam air sungai. Perendaman memakan waktu sekitar satu minggu hingga ubi kayu menjadi lembek dan baunya asam. Setelah air ditiriskan, dijemur hingga kering benar, ditumbuk halus hingga menjadi tepung dan disimpan dalam tempayan dan ditutup rapat. Tepung kupue dapat dimanfaatkan untuk membuat makanan, bubur atau campuran nasi. sumber: Buku "MANESER PANATAU TATU HIANG"
Waktu Memasak Persiapan : 40 menit Memasak : 15 menit Total : 55 menit Jumlah Porsi 3 Orang Bahan dan Bumbu Untuk Membuat Tumis Kecipir Tauco yang Enak dan Praktis Bahan Utama Tumis Kecipir Tauco Pedas 250 gram buah kecipir 2 sendok makan tauco Minyak goreng secukupnya 100 ml air Bumbu Tumis Kecipir Tauco Pedas Garam secukupnya 3 butir bawang merah 1 sendok makan kecap manis Gula pasir secukupnya 3 buah cabai merah keriting 10 buah cabai rawit 2 siung bawang putih Cara Membuat Tumis Kecipir Tauco Pedas yang Enak dan Praktis Cara Menyiapkan Kecipir Sebelum Diolah Pedas Pertama-tama, anda harus mencuci terlebih dahulu kecipir yang sudah disiapkan. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan segala kotoran yang menempel pada kecipir. Jika kecipir sudah benar-b...
Bahan-bahan: 2 ekor ikan behau atau ikan gabus, bersihkan dan gurat-gurat badannya, lumuri dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan 1/2 sendok teh garam, diamkan 10 menit 250g kelapa, parut memanjang, sanggraihingga berwarna kecoklatan 200g daun singkong, rebus 200g daun kenikir, rebus Daun pisang secukupnya, untuk membungkus Bumbu halus: 6 butir bawang merah 6 buah cabai merah 3cm jahe 2cm lengkuas 1 sendok teh garam 1 sendok teh gula pasir Cara membuat: Campur kelapa sangrai dengan bumbu halus, lumuri setiap ikan behau dengan kelapa sangrai berbumbu. Ambil daun pisang, susun daun singkong, daun kenikir, dan ikan behau di tengahnya, bungkus dan rapikan daun pisang, lipat kedua ujungnya. Kukus sekitar 1 jam hingga matang dan mengeluarkan wangi harum. sumber: buku ide masak menu lengkap cita rasa dapur borneo
Bahan-bahan: 2 ekor ikan gabuts atau papuyu atau patin ukuran sedang, bersihkan 5 sendok teh tempuyak Bumbu halus: 6 butir bawang merah 4 siung bawang putih 5 buah cabai merah 3cm lengkuas 2cm kunyit 1 sendok teh terasi bakar 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan 1 sendok teh garam 1 sendok teh gula pasir Cara membuat: Rebus air secukupnya, masukkan bumbu halus, aduk-aduk. Masukkan ikan dan tempuyak, aduk perlahan, biarkan mendidih dan ikan matang. Angkat dan sajikan. sumber: buku ide masak menu lengkap cita rasa dapur borneo Lokasi penjual: Rumah Tjilik Riwut, Resto & Gallery Jl. sudirman no.1, Palangkaraya, Indonesia Telepon: +62 536 3225430
Perkataan Manyipet dalam bahasa Dayak Ngaju jika diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia berarti menyumpit. Dari nama tersebut dapat diketahui bahwa kegiatan utama permainan ini adalah menyumpit, yakni suatu kepandaian membidikkan anak sumpitan (damek) ke suatu sasaran dengan menggunakan sebuah sumpitan. Permainan menyumpit sebagai suatu permainan guna melatih keterampilan biasanya dilakukan pada waktu siang hari. Latar Belakang sosial budaya Sumpitan adalah alat berburu dan alat perang yang dipunyai oleh orang dayak dari masa ke masa. Dalam lambang daerah kalimantan tengah juga disisipkan gambar sebuah sumpitan. Karna kedudukan yang penting dari sumpitan dalam kehidupan orang-orang dayak zaman dulu. Mandau, tameng, dan sumpitan merupakan seperangkat peralatan perang yang selalu dibawa para pendekar dayak kemanapun mereka pergi. Sumpitan merupakan senjata yang paling ditakuti lawan karna mempunyai kemampuan serang jarak jauh, yaitu bebrapa puluh meter dan d...