Buku
268 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Hompimpa
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

kalimat yang berasal dari bahasa Sansekerta, 'Hompimpa Alaium Gambreng' dikatakan menyimpan makna yang cukup religius. Dikutip dari buku "Kawih/Tembang Anak-Anak di Kalangan Kebudayaan Sunda dan Jawa" kalimat 'Hompimpa Alaium Gambreng' memiliki arti 'Dari Tuhan Kembali ke Tuhan, Mari kita Bermain'. https://radarkepahiang.disway.id/read/660131/tahukah-kamu-ternyata-ini-arti-dibalik-kata-hompimpa-alaium-gambreng/15#:~:text=Dikutip%20dari%20buku%20%22Kawih%2FTembang,Tuhan%2C%20Mari%20kita%20Bermain '.

avatar
mariska apriani
Gambar Entri
Wayang Orang
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Wayang Orang adalah seni drama tari yang mengambil cerita Ramayana dan Maha­barata sebagai induk ceritanya. Dari segi cerita, Wayang Orang adalah perwujudan drama tari dari Wayang Kulit Purwa. Pada mulanya, yakni pertengahan abad ke-18, semua penari Wayang Orang adalah penari pria, tidak ada penari wanita. Jadi agak mirip dengan pertunjukan  ludruk  di Jawa Timur dewasa ini.  Dalam berbagai buku mengenai budaya wayang disebutkan, Wayang Orang diciptakan oleh Kangjeng Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I (1757 - 1795). Para pemainnya waktu itu terdiri atas abdi dalem istana. Sejarah Wayang Orang Menilik dari sejarah seni pertunjukan budaya Jawa, mayoritas dipengaruhi oleh kisah Mahabharata dan Ramayana dari India yang telah berbaur dengan budaya lokal. Tetapi dari kedua sumber budaya ini, Mahabharatalah yang menjadi runutan hampir mayoritas seni pertunjukan Jawa seperti wayang purwa, wayang orang dan lain sebaginya. Mahabhrata memiliki inti cerit...

avatar
Alif Ihsanuddin Perdana
Gambar Entri
Tedak Siten, awal bayi menginjakkan kaki di tanah
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tedak Siten atau yang lebih dikenal sebagai upacara turun tanah merupakan suatu ritual khusus untuk bayi yang berumur tujuh sampai delapan bulan. Nama Tedhak Siten sendiri memilikki arti yakni ‘Tedak’ berarti turun dan ‘siten’ berasal dari kata siti yang berarti tanah. Tradisi ini dilakukan pada saat umur bayi berusia hitungan ketujuh bulan dari hari kelahirannya dalam hitungan pasaran Jawa. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada bumi tempat si kecil belajar menginjakkan kakinya untuk pertama kali. Dalam pelaksanannya, bayi akan melalui prosesi menginjak bubur yang terbuat dari beras merah yang dicampur dengan santan. Hal tersebut diyakini akan membuat sang bayi kuat dan sehat dalam menjalani kehidupannya. Adapun prosesi selanjutnya yaitu bayi dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang sudah dihiasi dengan berbagai macam kertas berwarna. Prosesi tersebut menyimbolkan bahwa kelak sang bayi akan dihadapkan dengan berbagai macam jenis...

avatar
Bayu_prasetyo
Gambar Entri
Macapat
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

  Ada beberapa pendapat mengenai pengartian macapat. Pendapat pertama menyebutkan bahwa macapat merupakan maca-pat-lagu . Pendapat kedua mnebutkan bahwa istilah macapat berasal dari kata manca-pat yakni sebuah konsep pemikiran pengklasifikasian dalam budaya Jawa seperti keblat papat lima pancer ‘empat arah mata angin dengan titik tengah sebagai pusat’. Sedangkan pendapat ketiga menyebutkan bahwa macapat merupakan kependekan dari maca-papat-papat ‘membaca empat demi empat (suku kata)’. Berdasarkan adanya unsur notasi, sekar macapat berkaitan dengan gamelan sebagai pegiring gendhing. Dalam kedudukannya sebagai pengiring gendhing, macapat dapat ditembangkan secara tunggal oleh swarawati atau swaraswirawa dan dapat ditembangkan bersama-sama (gerong). Macapat dapat ditemukan di teater tradisional Jawa, kehidupan sehari-hari orang Jawa, dan juga mantra atau kidung tolak bala. Jenis pola persajakan atau metrum macapat dapat dikelompokkan ke d...

avatar
Sulistiani
Gambar Entri
candi sukuh
Ornamen Ornamen
Jawa Tengah

CANDI SUKUH   Sebuah candi yang dibangun pada sekitar abad XV terletak di lereng gunung Lawu di Wilayah Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah . Dari permukaan air laut, ketinggiannya sekitar 910 M. Berhawa sejuk dengan panorama yang indah. Kompleks Situs purbakala Candi Sukuh mudah dicapai dengan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, dengan jarak 27 Km dari kota Karanganyar. Situs purbakala Candhi Sukuh ini ditemukan oleh Residen Surakarta “Yohson” ketika masa penjajahan Inggris.   Mulai saat itu banyak kalangan sarjana mengadakan penelitian Candhi Sukuh antara lain Dr. Van der Vlis tahun 1842, Hoepermen diteruskan Verbeek tahun 1889, Knebel tahun 1910, dan sarjana Belanda Dr. WF. Stutterheim. Untuk mencegah kerusakan yang semakin memprihatinkan, Dinas Purbakala setempat pernah merehabilitasi Candi Sukuh pada tahun 1917, sehingga keberadaan Candi Sukuh seperti kondisi yang kita lihat sekarang. Candi Sukuh terdiri tiga tiga trap. Setiap...

avatar
Rangga Sinatra
Gambar Entri
Serat Weddhasangkala
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Serat Weddhasangkala merupakan sebuah serat atau buku yang berisi ilmu atau pengetahuan tentang sengkalan, ditulis dalam aksara Jawa cetak, dalam bahasa Jawa Macapat (tembang), untuk lebih detil bisa diundhuh file pdf serat Weddhasangkala di www.sasayota.jimdo.com  

avatar
Dwijasetyaprasaja
Gambar Entri
Legenda Ratu Kidul
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Kanjeng Ratu Kidul [Ratna Suwinda] Tersebut dalam Babad Tanah Jawi (abad ke-19), seorang pangeran dari Kerajaan Pajajaran, Joko Suruh, bertemu dengan seorang pertapa yang memerintahkan agar dia menemukan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Karena sang pertapa adalah seorang wanita muda yang cantik, Joko Suruh pun jatuh cinta kepadanya. Tapi sang pertapa yang ternyata merupakan bibi dari Joko Suruh, bernama Ratna Suwida, menolak cintanya. Ketika muda, Ratna Suwida mengasingkan diri untuk bertapa di sebuah bukit. Kemudian ia pergi ke pantai selatan Jawa dan menjadi penguasa spiritual di sana. Ia berkata kepada pangeran, jika keturunan pangeran menjadi penguasa di kerajaan yang terletak di dekat Gunung Merapi, ia akan menikahi seluruh penguasa secara bergantian. Generasi selanjutnya, Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Ke-2, mengasingkan diri ke Pantai Selatan, untuk mengumpulkan seluruh energinya, dalam upaya mempersiapkan kampanye militer melawan kerajaa...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Asal Muasal Nama Klaten dan Sejarah Berdirinya Kabupaten Klaten
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Klaten merupakan kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Pusat pemerintahan berada di Kota Klaten. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Boyolali di utara, Kabupaten Sukoharjo di timur, serta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di selatan dan barat. Secara geografis Kabupaten Klaten terletak di antara 110°30'-110°45' Bujur Timur dan 7°30'-7°45' Lintang Selatan. Kabupaten Klaten terdiri atas 26 kecamatan, yang dibagi lagi atas 53 desa dan 103 kelurahan. Ibukota kabupaten ini berada di Kota Klaten, yang terdiri atas tiga kecamatan yaitu Klaten Utara, Klaten Tengah, dan Klaten Selatan. Asal mula nama Klaten Ada dua versi yang menyebut tentang asal muasal nama Klaten. Versi pertama  mengatakan bahwa Klaten berasal dari kata kelati atau buah bibir. Kata kelatiini kemudian mengalami disimilasi menjadi Klaten. Klaten sejak dulu...

avatar
Ressti_ayu
Gambar Entri
Kur'an Kajawekaken
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Kur'an Kajawekaken atau juga disebut Kur'an Jawi merupakan kitab yang berisi terjemahan Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Tulisan yang digunakan tentu saja adalah tulisan Jawa. Proses penerjemahan ini dilakukan oleh Bagus Ngarpah, seorang ulama abdi dalem Kraton Kasunanan Surakarta. Karya Bagus Ngarpah ini kemudian diedit untuk merampingkan kalimat-kalimatnya oleh Ngabèi Wirapustaka, seorang abdi dalêm mantri Radyapustaka di Surakarta pada tahun 1835 hingga 1905. Penulisannya menggunakan aksara Jawa dimulai pada 30 Juni 1905 oleh Suwonda. Penulisan juga dilakukan oleh Ki Ranasubaya, abdi dalêm jajar nirbaya kaparak têngên, yang bekerja di kantor Radyapustaka. Terjemahan Al Quran ke dalam Bahasa Jawa ini telah diselesaikan sebanyak 30 Juz. Perlu dipahami, karya monumental ini hanya berupa penerjemahan saja. Sementara teks Al Quran-nya tidak dicantumkan. Babad Wedyadiningratan, sebuah karya sastra yang menceritakan perja...

avatar
Farrihnabhan