1.686 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Prasasti Kawali V
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Prasasti V atau Batu Panyandaan berbentuk menhir, berada salam sebuah cungkup dan terletak 10 m di sebelah tenggara batu panyandungan. Pada permukaan prasasti batu Panyandaan ini digoreskan aksara dan bahasa Sunda kuna yang terdiri dari dua baris, dipahatkan dari kiri ke kanan. Tulisan pada prasasti: sanghiang lingga bingba   Arti dari prasasti: Sang maha suci lingga arca (perwujudan) #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16618053_Muhammad Andriansyah Hadiat
Gambar Entri
Astana Gede Kawali
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Astana Gede Kawali merupakan pusat pemerintahan kerajaan Sunda-Galuh. Astana Gede terletak di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Indonesia. Sebagai situs kebudayaan, Astana Gede memiliki nilai-nilai kebudayaan dengan ciri khas tersendiri sebagai kerajaan di Tatar Sunda. Pada zaman dahulu Astana Gede bernama Kabuyutan Sanghyang Lingga Hiyang. Didalam Astana Gede terdapat prasasti-prasasti yang berasal dari masa lalu. Prasasti-prasasti tersebut ditulis dengan aksara Sunda diatas batu. Banyak orang Sunda sendiri sudah tidak terlalu mengenal budaya dan kearifan lokal didaerah sendiri. Maka dari itu, kita perlu melestarikannya.

avatar
OSKM18_19718184_Chayati Hakim
Gambar Entri
Naskah Wawacan Ciungwanara
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Naskah berbahan kertas eropa, teks Wawacan Ciung Wanara terdiri atas 7 pupuh, tiap-tiap pupuh menraikan satu pokok bahasan yang sudah diuraikan pada pupuh sebelumnya, dihaluskan lagi pada pupuh berikutnya, eperti bahasan martabat tujuh terdapat pada pupuh 2, kemudian dibahas lagi pada pupuh 4 dan 5. Pupuh terakhir merupakan tanya-jawab delapan orang bersaudara yaitu Ki Ruhan, Ki Jasman, Ki Alim, Ki Muzid, Ki Kadir, Ki Saman, Ki Basir, dan Ki Kalim. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16618330_Faikar Razan Ediansjah
Gambar Entri
Asal usul marga Batak ( Marga Nababan)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

ASAL MULA MARGA BATAK (MARGA NABABAN)                  Orang batak dikenal dengan orang-orang yang terdiri dari marga-marga sebagai idendtitas. Marga diperoleh dari garis keturunan ayah, dan akan terus-menerus diturunkan kepada penerus selanjutnya.             Menurut kepercayaan bangsa Batak, induk marga Batak dimulai dari Si Raja Batak yang diyakini sebagai asal mula orang Batak.             Dari keturunan-keturunan marga batak, marga Nababan berasal dari keturunan Raja  Batak si Raja Sumba.               Keturunan SI RAJA SUMBA melahirkan marga dan marga cabang berikut : a. SIMAMORA, RAMBE, PURBA, MANALU, DEBATARAJA, GIRSANG, TAMBAK, SIBOR b. SIHOMBING, SILABAN, LUMBAN TORUAN, NABABAN, HUTASOIT, SITINDAON, BINJORI.          ...

avatar
OSKM_19818158_Hanna Mylenia
Gambar Entri
Sedulur Papat Limo Pancer
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

            Istilah Sedulur Papat Limo Pancer sampai sekarang diketahui bersumber dari suluk Kidung Kawedar atau disebut pula Kidung Sarira Ayu, bait ke 41-42. Suluk ini diyakini masyarakat sebagai karya Sunan Kalijaga.             Sedulur Papat Limo Pancer dipercaya menyimbolkan empat macam nafsu yang berada di dalam diri manusia; nafsu keindahan, nafsu amarah, nafsu serakah, dan nafsu keutamaan, serta dari keempatnya, terdapat diri sendiri atau hati nurani manusia di tengah-tengah semua itu.             Kepercayaan Sedulur Papat Limo Pancer berwujud kepercayaan bahwa saat dikandung, setiap manusia dibungkus kulit ari dan bisa tersambung dan mendapat nutrisi dari ibu melalui tali pusar. Sedulur Papat Limo Pancer menyatakan bahwa kulit ari dan tali pusar itu bukan sekadar organ melainkan memiliki kekuatan intrinsik, menjadi roh penjaga y...

avatar
OSKM18_16918237_Fito Ezekiel Halor Jatmiko
Gambar Entri
Silsilah Raja Lotung
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Anak sulung Raja Lontung bernama Situmorang(sebagian orang berpendapat Sinaga ialah anak sulung Raja Lontung) , mendiami daerah Sabulan(Samosir). Selain di Sabulan marga Situmorang juga ada di Samosir selatan. Marga Sinaga didapati juga di Samosir selatan dan selain itu di Dairi dan di tempat lain. Di Simalungun terdapat marga cabang Sinaga yaitu: Sidahapintu, Simaibang, Simandalahi dan Simanjorang. Di daerah Pagagan-Dairi didapati juga marga Simaibang dan Simanjorang, di Sagala-Samosir juga ada marga Simanjorang. Pandiangan pindah dari Sabulan ke Palipi-Samosir. Marga Pandiangan tinggal di Samosir selatan dan ada juga yang ke Dairi. Kemudian karena didaerahnya terjadi kemarau dan bahaya kelaparan, sebagian dari marga Gultom meninggalkan Samosir ke daerah Pangaribuan(Silindung). Dikemudian hari ada juga marga Harianja dan Pakpahan ke Pangaribuan. Nainggolan pindah dari Sabulan ke daerah yang disebutnya Nainggolan di Samosir. Keturunan Nainggolan ada juga di daerah Pahae...

avatar
Juliant
Gambar Entri
Punteun
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

‘Punteun’  yang berarti ‘maaf’ atau ‘permisi’ dalam bahasa Sunda mempunyai makna tersendiri. Tak hanya tersurat, tetapi juga makna yang tersirat ketika terucapkan. Biasanya ucapan itu di ucapkan oleh siapa saja oleh seseorang ketika ia lewat di hadapan orang lain, ketika menyuruh seseorang untuk mengambilkan sesuatu, atau ketika ia mengunjungi kediaman seseorang. PUNTEN-MANGGA, dalam Sunda sudah merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dipisahkan. PUNTEN itu merupakan sebuah kosakata yang memiliki arti luas dalam Bahasa Sunda. Bisa berarti meminta izin, menolak sebuah ajakan, pengantar untuk menanyakan sesuatu, dan melambangkan orang yang sopan. Mengucapkan kata  punteun  saat melewati kerumunan orang, memberikan kesan hormat dan santun. Juga sikap menyapa saudara maupun tetangga di sekitar, meski tak mengenalnya. Mungkin bagi orang pendatang atau orang baru yang berada di wilayah Sunda merupakan hal aneh, teta...

avatar
Oskm18_16418326_maulana snm
Gambar Entri
Cupu Panjalo
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Dalam adat istiadat Jawa banyak di ketahui beragam pusaka warisan leluhur, salah satunya yaitu Cupu, yang diberi nama Cupu Panjalo. Orang-orang Yogyakarta telah demikian familiar tentang pusaka ini lantaran tuahnya yang terkenal keramat. Dalam satu tahun sekali, kain pembungkus cupu di buka serta nampak sinyal tanda zaman sebagai peringatan untuk anak turun serta orang-orang yang meyakini. Ketenaran cupu tak lepas dari ketepatan perkiraan atau ramalan seperti ada dalam deskripsi yang tertoreh diatas lembaran kain mori pembungkusnya. Menurut kisah leluhur, Cupu Ponjolo berjumlah tiga buah, diketemukan di laut oleh Kyai Panjolo yang tengah menjala ikan di laut. Oleh orang-orang Desa Mendak, Girisekar, Panggang, Gunung Kidul diakui bisa memberikan perlambang (pertanda) serta ramalan perihal hari esok desa itu. Ketiga buah cupu ditempatkan didalam kotak serta dibungkus dengan beberapa ratus lapis kain mori, disimpan di ruang spesial. Waktu upacara Cupu Ponjolo, bungkus kai...

avatar
OSKM18_19818100_Muhammad Mufid Irfan Farras
Gambar Entri
Perjanjian Salatiga
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Perjanjian Salatiga   Perjanjian ini menghasilkan sebuah kesepakatan bahwa terjadi pembagian wilayah mataram menjadi 2 yakni Yogyakarta yang dipimpin oleh Hamengkubuwono I dan Surakarta yang dipimpin oleh Sunan Pakubuwono III yang merupakan akhir dari serangkaian konflik di kesultanan Mataram. Tetapi yang terjadi Pangerang Sambernyawa tetap melancarkan perlawanan dan menuntut wilayah Mataram dibagi menjadi 3, akhirnya muncul lah  Perjanjian Salatiga . Sub tema yang akan kita bahas meliputi latar belakang, isi perjanjian, setelah perjanjian, dan generasi baru pasca pembagian wilayah mataram. Latar Belakang Perjanjian Salatiga Setelah dilaksanakan perjanjian Giyanti, ternyata pihak Pangeran Sambernyawa tetap melakukan perlawanan di bekas wilayah Mataram. Raden Mas Said atau dikenal dengan julukan Pangeran Sambernyawa kemudian melawan 3 pihak yang bersekutu yakni Sunan Pakubuwono III, Pangeran Mangkubumi dan VOC (Beland...

avatar
OSKM18_16918097_Arsyi Hanif Budiman