1.686 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Pelafalan Fonem f dan v pada Masyarakat Sunda
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Aksara dan Bahasa Sunda Kuno sudah hidup ribuan tahun lamanya jika dihitung dari pertama kali berdirinya kerajaan Sunda. Huruf Sunda muncul pada tahun 500-an seperti yang digunakan dalam penulisan kebanyakan prasasti di Bogor. Aksara Sunda Kuno dikenal dengan istilah Kaganga. Pada huruf Kaganga, tidak terdapat huruf v dan f, hanya terdapat p. Sehingga kebanyakan orang Sunda tidak mengenal fonem f dan v dalam struktur fonologinya. Beratus-ratus tahun tradisi ini diterapkan dari generasi ke generasi sehingga melekat pada diri orang Sunda. Pendidikan modern sudah diterapkan didalam masyarakat, namun bagi sebagian masyarakat, pelafalan sunda kuno tetap digunakan dalam keseharian. Mereka masih merasa kaku dan asing dalam menggunakan fonem f dan v, sehingga mereka memilih untuk bercakap-cakap dengan fonem yang sudah mereka kuasai sejak lama. OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16618071_Erika Gunawan
Gambar Entri
Asal Usul Nama Bangka
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Kepulauan Bangka Belitung

Peneliti sejarah banyak menemukan kemungkinan asal-usul penamaan Bangka, diantaranya adalah : Berasal dari legenda dan bahasa sansakerta "VANCA", VANCA=WANGKA=TIMAH Sejauh ini para pengamat dan peneliti cenderung mempercayai bahwa penamaan Pulau Bangka berasal dari kata Wangka ( Vanca ), bahasa sansakerta yang berarti timah ( timah hitam maupun timah putih -unsur kimia yang berumus kimia Pb ataupun Sn). Nama Wangka untuk pertamakali muncul bersama dengan nama Swarnabhumi dalam buku sastera India _Milindrapantha, _dan dalam Kitab Suci Budha dalam bahasa Pali (Niddesa) yang ditulis pada abad ke 1 SM; penyebutan ini terulang lagi dalam Mahaniddessa yang ditulis pada abad 3 M. Teori ini dikuatkan dengan pendapat George Coedes bahwa sejak dini Pulau Bangka sudah dikunjungi pelayar-pelayar India yang datang karena tertarik pada keterdapatan timah, yang disebutnya Vanca . Dan hingga saat ini penghasilan terbesar Pulau Bangka adalah pertambangan timahnya. B...

avatar
OSKM18_16618257_Shafira Ahmad
Gambar Entri
Naskah Kisah Nabi Yusuf
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Naskah ini ditulis di daun lontar dengan menggunakan aksara cacarakan berbahasa Jawa kuno. Teks digubah dalam bentuk prosa, isinya menguraikan tentang riwayat Nabi Yusuf sejak kelahirannya hingga menjadi nabi.

avatar
Oskm18_16518403_arief
Gambar Entri
Penggunaan dan Ciri Bahasa Babelan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Kurang lebih 3 jam dari pusat kota Bekasi, berjarak 47 kilometer dari Pusat Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, disitulah terdapat daerah yang bernama Babelan. Salah satu kecamatan di Kabupaten Bekasi, yang terdiri dari 9 kelurahan dan dengan luas daerah berdasarkan Wikipedia ( https://id.wikipedia.org/wiki/Babelan,_Bekasi ) adalah 63,36 km 2 . Daerah yang bila sesama orang Bekasi mendengarnya akan langsung terpikirkan istilah  terpencil. Letak kecamatan Babelan berdasarkan Google Maps: https://goo.gl/maps/nzgzKbsoohM2 Oke, sebelum lanjut membahas tentang Babelan, biarkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu. Halo semua! Saya Shafina Gamma mahasiswi baru Institut Teknologi Bandung (ITB) Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, atau yang biasa disingkat FITB angkatan 2018. Saya berasal dari Bekasi dan merupakan penduduk kecamatan Babelan. Meski secara administratif Babelan termasuk dalam wilayah Jawa Barat, tetapi bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-...

avatar
OSKM18_1638072_ShafinaGamma Shafina Gamma
Gambar Entri
Prasasti Yupa, Peninggalan Kerajaan Kutai Yang Tertua
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Kalimantan Timur

Prasasti Yupa adalah salah satu peninggalan sejarah kerajaan kutai yang paling tua. benda bersejarah satu ini merupakan bukti terkuat adanya kerajaan hindu yang bercokol di atas tanah Kalimantan. Pengertian Yupa sendiri adalah sebuah tugu atau monomen batu yang difungsikan sebagai peringatan atau untuk mengenang kemuliaan hati raja Mulawarman.  Isi dari Prasasti Yupa adalah sumber utama yang mengungkapkan sejarah Kerajaan Kutai. Keberadaan Kerajaan Hindu tertua di Indonesia itu diketahui karena adanya peninggalan prasasti Yupa yang semuanya berjumlah 7. Yupa sendiri adalah sebuah tiang batu yang digunakan untuk mengikat korban berupa hewan atau manusia yang akan dipersembahkan kepada dewa-dewa. Dalam tiang batu tersebut terdapat rangkaian tulisan yang dipahatkan di permukaannya. Tulisan yang terdapat dalam prasasti yupa tersebut semuanya menggunakan bahasa Sansekerta dan aksara / huruf Pallawa.  Tulisan-tulisan yang terdapat dalam ketu...

avatar
oskm18_19718173_Alisha Azzahra
Gambar Entri
Prasasti Huludayeuh
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Prasasti Huludayeuh  adalah salah satu prasasti peninggalan  Kerajaan Sunda . Lokasi Prasasti Huludayeuh ada di tengah persawahan di kampung Huludayeuh, Desa Cikalahang, Kecamatan Sumber dan setelah pemekaran wilayang menjadi Kecamatan Dukupuntang – Cirebon. Penemuan Prasasti Huludayeuh telah lama diketahui oleh penduduk setempat namun di kalangan para ahli sejarah dan arkeologi baru diketahui pada bulan September 1991. Prasasti ini diumumkan dalam media cetak Harian Pikiran Rakyat pada 11 September 1991 dan Harian Kompas pada 12 September 1991. Jenis Bahan Prasasti Huludayeuh dipahatkan pada batu alam. Batu prasasti yang ada sekarang berukuran tinggi 75 cm x lebar 36 cm x tebal 20 cm. Isi Prasasti Huludayeuh berisi 11 baris tulisan beraksa dan berbahasa Sunda Kuno, tetapi sayang batu prasasti ketika ditemukan sudah tidak utuh lagi karena beberapa batunya pecah sehingga aksaranya turut hilang. Begitupun permukaan batu juga tel...

avatar
Oskm18_16718081_michael
Gambar Entri
Prasasti Mula Malurung
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Mula Malurung     Jump to navigation Jump to search Prasasti Mula Malurung  adalah piagam pengesahan penganugrahan desa Mula dan desa Malurung untuk tokoh bernama Pranaraja. Prasasti ini berupa lempengan-lempengan tembaga yang diterbitkan  Kertanagara  pada tahun 1255 sebagai raja muda di  Kadiri , atas perintah ayahnya  Wisnuwardhana  raja  Singhasari . Kumpulan lempengan Prasasti Mula Malurung ditemukan pada dua waktu yang berbeda. Sebanyak sepuluh lempeng ditemukan pada tahun 1975 di dekat kota  Kediri ,  Jawa Timur . Sedangkan pada bulan Mei 2001, kembali ditemukan tiga lempeng di lapak penjual barang loak, tak jauh dari lokasi penemuan sebelumnya. Keseluruhan lempeng prasasti saat ini disimpan di  Museum Nasional Indonesia ,  Jakarta . [1]   Naskah prasasti pada 10 lempeng pertama telah diterjemahkan dan dianalis oleh  Slamet...

avatar
Oskm18_16718081_michael
Gambar Entri
Kalender Jawa
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Jawa merupakan salah satu suku yang memiliki kalendernya sendiri, yang sampai sekarang masih cukup banyak yang menggunakannya sebagai penanggalan sehari-hari dalam kebudayaan Jawa.   Kalender Jawa mengandung keistimewaan karena merupakan akulturasi dari sistem penanggalan Islam, Hindu, dan Julian. Kalender ini pertama kali digunakan di Kerajaan Mataram Islam. Ketika itu, dekrit dari Sultan Agung Hanyokrokusumo (Raja Mataram Islam) penanggalan Jawa menjadi kelanjutan dari penanggalan Saka yang sebelumnya digunakan. Penanggalan Jawa menggunakan sistem seperti penanggalan Hijriah, dimana perhitungannya dengan mengamati perputaran bulan/lunar. Tujuan Sultan Agung sendiri dalam mengubah penanggalan ini karena dia ingin menyebarkan agama Islam kepada rakyatnya. Sistem ini berlaku di seluruh daerah Jawa dan Madura yang merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Mataram. Penggunaan kalender Saka yang awalnya berdasarkan perputaran matahari digantikan dengan kalender Jawa yan...

avatar
OSKM_16518101_Hollyana Haryono
Gambar Entri
Sejarah Monumen Batu Tugu Sawangan Simbol Perjuangan Terhadap Belanda
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Kecamatan Sawangan menjadi salah satu titik perlawanan masyarakat pribumi Sawangan melawan terhadap tentara Nica maupun Belanda. Hal itu terbukti dengan berdirinya prasasti Tugu Batu Sawangan sebagai simbol perjuangan masyarakat Kecamatan Sawangan yang memiliki rasa nasionalisme tinggi. Salah seorang tokoh masyarakat Sawangan, Jamhurrobi mengatakan, prasasti Batu Tugu Sawangan yang berdiri tepat dipersimpangan jalan, yang menghubungkan Jalan Raya Muchtar dengan akses jalan lingkungan menuju wilayah Kelurahan Pasir Putih dan Bedahan, merupakan bukti perlawanan masyarakat Sawangan terhadap penjajah. Batu Tugu Sawangan dibuat pada 29 Desember 1979 saat Kota Depok tergabung dalam pemerintahan Bogor. Dahulunya wilayah Kecamatan Sawangan berada dibawah VOC Belanda. Kekuasaan VOC Belanda mencakup wilayah Sawangan, Limo, Cinere, Pengasinan, dan Duren Seribu. VOC Belanda menjadikan Sawangan sebagai perkebunan-perkebunan karet disewakan VOC Belanda kepada pengusaha Belgia atau biasa d...

avatar
OSKM_(16318183)_(Mutiara) Adiyasari