Upacara tiba pisah sesungguhnya juga merupakan suatu ritual yang menghendaki agar seseorang atau kelompok masyarakat dapat tenteram maupun selamat baik dalam pekerjaan maupun dalam bentuk aktivitas yang lainnya.Upacara ini juga sangat terkait dengan aktivitas masyarakat nelayan yang kental dengan upacara selamatan laut. Upacara tibah pisah mampir sama dengan upacaar ancak namun yang membedakan adalah prosesi maupun perlengkapannya lebih besar daripada upacara ancak. Upacara ini terlaksana bila anggota keluarga atau masyarakat nelayan akan melakukan aktivitas menangkap ikan kelaut yang tentunya sampai malam maka menurut kepercayaan masyarakat setempat perlu kiranya melakukan ritual keselamatan yang dalam bahasa local sering disebut upacara tiba pisah. Perlengkapan-perlengkapan ritual yang digunakan dalam upacara tiba pisah seperti : menggunakan buah pisang, telor,beras yang berwarna, lilin, sirih, tebu, minyak bauq dan lain sebagainya. Semua bahan tersebut disatukan dalam sebuah...
Baritan atau sedekah laut adalah prosesi melarung Jolen ke tengah laut yang dilaksanakan para nelayan sebagai upacara rasa syukur atas hasil usaha menangkap ikan di laut. Sedekah laut diselenggarakan tiap tahun sekali pada Maulud, setiap Selasa atau Jumat Kliwon. Sebelum upacara pelarungan, diadakan tirakatan bersama yang dihadiri para nelayan, tokoh masyarakat setempat dan para pejabat terkait dengan mengambil lokasi di Tempat Pelelangan Ikan. Pembacaan doa dan tahlil menyertai upacara ini dengan maksud agar pelaksanaan upacara ini dapat berjalan lancar, selamat dan tidak menyimpang dari aturan agama. https://bppdpemalangjateng.wordpress.com/2011/08/12/kesenian-di-kabupaten-pemalang/
Upacara Tiba Raki, merupakan bentuk upacara komunal. Upacara ini bersifat magis karena menyertakan roh alam gaib atau roh leluhur. Upacara ini memiliki dua tingkatan yakni upacara dalam tingkatan yang lebih sederhana yakni sebatas pada tahapan-tahapan tertentu dan ini tergantung dari biaya maupun tingkat urgensinya. Tingkatan upacara bagi seseorang ditentukan oleh seorang sandro. Sandro sangat berperan dalam ritual ini, dan sekaligus berfungsi sebagai pemimpin yang akan menjalankan semua ritual tersebut, dan dibantu oleh masyarakat khususnya dalam ingkungan kekerabatan. Sedangkan pada upacara tingkatan yang utama biasanya menggunakan tahapan-tahapan ritual yang lebih panjang dan kompleks. Upacara ini selalu dipimpin oleh seorang Sandro tiba raki. Sandro biasanya memberikan petunjuk kepada kelompok kekerabatan agar mereka tahu pada tahap upacara yang mana harus dilakukan. Biasanya, bila terjadi sesuatu dalam keluarga besar maka sandroakan menyarankan melakukan upacara tiba ra...
Upacara Ho’in Hoka’ Wekin Wolo atau upacara penyembuhan orang sakit dilakukan oleh tetua kampung atau pemangku adat yang biasa disebut ata kelake . Pihak-pihak yang terlibat dalam upacara ini adalah tetua adat/ ata kelake sebagai pemimpin upacara, keluarga besar sebagai simbol persatuan lahir batin, dan tuan tanah sebagai kunci utama dalam upacara adat. Jika si penderita sakit yakin penyakitnya disebabkan perseteruan, maka orang yang terlibat perseteruan itu turut hadir pada saat upacara dilangsungkan. Upacara Ho’in Hoka’ Wekin Wolo dilangsungkan di rumah orang yang menderita sakit. Upacara ini dilaksanakan dalam dua tahap. Pertama, acara Depa Dua (rentangan tangan- tombak) yang bertujuan untuk melihat penyebab orang tersebut menderita sakit. Penduduk wilayah Lewotala yakin bahwa bencana atau musibah yang dialami seperti penyakit yang tak kunjung sembuh, gangguan hama tanaman dan kekeringan ya...
Tong tong prek, merupakan salah satu tradisi dibulan ramadhan yang hingga kini masih terus di pertahankan oleh remaja masjid di Desa Pasir. Tong tong prek merupakan sebuah istilah membangunkan orang sahur dengan cara menabuh alat-alat sederhana seperti bambu, ember, kaleng cat, kaleng roti atau benda lain yang bisa menghasilkan suara. Benda-benda tersebut dipukul menggunakan alat pukul sederhana seperti ranting pohon yang dipotong kecil-kecil menyerupai stik drum. Bentuk bambu yang digunakan mirip seperti kentongan pos ronda, yaitu diberi lubang sehingga akan menimbulkan suara yang cukup keras. Panjangnya bambu bervariasi, mulai dari 30 sampai 60 cm. Masing-masing personil membawa satu buah bambu dan dibunyikan secara bergantian sehingga akan menghasilkan suara yang berirama. Sebagai variasi, beberapa personil ada yang membawa ember atau pun benda lain. Murni tanpa alat musik modern seperti gitar, kendang ataupun yang lain. Selain menabuh alat-alat tradisional te...
Kembang kelape (kembang kelapa) merupakan hiasan yang sering digunakan untuk pesta. Kembang kelape juga dapat dilihat pada ondel-ondel agar terlihat menairk. Kembang kelape dibuat dari kertas minyak berwarna warni. Pada perkembangannya, bentuk dekoratif kembang kelape memiliki beberapa varian terhadap fungsi dan perletakannya. Maksudnya, bentuk kembang kelape tidak statis. Ada yang berbentuk tiang, dapat diletakkan pada tiap ruang atau sudut yang memungkinkan; atau digantung di plafon menjuntai ke bawah; bahkan dikombinasikan dengan memanfaatkan daya listrik membentuk kembang kelape yang indah terutama jika dihidupkan malam hari. Kembang kelape sebenarnya mempunyai makna filosofis amat mulia, bahwa semestinya manusia itu berguna sebagaimana pohon kelapa. Tidak ada yang tidak berguna dari sebatang pohon kelapa, mulai akar, batang, buah, sampai daun. Kemudian makna itu diperluas bahwa kehidupan manusia itu harus dirawat dan diekspresikan dengan meriah, terbuka, saling bentumembant...
Di Manggarai Timur (Matim), Flores NTT juga terdapat ritual adat yang juga digelar sekali dalam lima tahun. Masyarakat setempat menyebutnya, Kebhu . Ritual ini tidak dilakukan oleh semua suku di Matim, hanya di suku Lowa, Desa Bamo, Kecamatan Kota Komba. Masyarakat etnik Rongga menyebutnya Limbu. Limbu itu pun bernama Tiwu Lea. Khebu tidak sama dengan unan-unan dan nundang padi . Khebu adalah prosesi penangkapan ikan di kolam atau muara. Namun, sbelum Khebu (menangkap ikan), terdapat beberapa ritual adat yang dilakukan. Minggu (29/10/2018) kemarin masyarakat dari suku Rongga kembali menggelar Khebu . Ratusan warga memadati Tiwu Lea, yang terletak di kampung Nangarawa, Desa Bamo, Kabupaten Manggarai Timur. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti rangkaian acara Khebu , mulai dari prosesi adat hingga proses penangkapan ikan dan biota lainnya. Namun, tak semua yang hadir berasal dari keluarga suku Lowa, dari daerah lain turut hadir...
Di Kalimantan Tengah terdapat tradisi khusus yang dilakukan untuk orang yang sudah lama meninggal. Upacara Tiwah ini biasa dilakukan oleh suku Dayak untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke sebuah rumah yang disebut Sandung. Ritual ini bertujuan untuk meluruskan perjalanan arwah menuju Lewu Tatau atau surga. Selain itu ritual unik ini juga bertujuan untuk melepaskan kesialan bagi keluarga yang sudah ditinggalkan. https://www.shopback.co.id/blog/12-tradisi-unik-yang-hanya-bisa-ditemukan-di-indonesia
Bagi suku Mentawai wanita yang cantik harus memenuhi tiga kriteria. Pertama, telinganya yang panjang. Kedua, tubuhnya dihiasi titi atau tato. Ketiga, giginya yang runcing. Tradisi untuk meruncingkan gigi ini diyakini akan menambah kecantikan sang wanita.