Di daerah Mandailing Natal, Sumatra Utara khususnya di sepanjang sungai batang gadis terdapat sebuah bagian yang disebut Lubuk Larangan panjangnya sekitar 1 km. Di tempat ini terdapat larangan untuk menangkap ikan. Masyarakat hanya diperbolehkan untuk menangkap ikan pada waktu-waktu tertentu saja, biasanya dua kali setahun namun dalam bentuk yang terorganisir. Masyarakat yang ingin menangkap ikan pada waktu-waktu tertentu harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Di Indonesia, konsep Lubuk Larangan ini tidak hanya ada di Mandailing natal. Konsep ini juga dapat ditemukan di sejumlah desa di Minangkabau dan Jambi. Masyarakat di desa itu juga menjadikan konsep Lubuk Larangan ini sebagai bagian dari kebudayaan mereka. Awalnya Lubuk Larangan adalah satu kepercayaan masyarakat Mandailing Natal terhadap beberapa kawasan sungai yang dianggap sebagai tempat penghuni mahluk halus atau naborgo-borgo. Pada akhirnya kawasan Lubuk Larangan menjadi kawasan yang angker. Namun hal tersebut...
Lokasi : Kabupaten Wonogiri, terutama daerah Kecamatan Sidoharjo, Jatisrono (Wonogiri timur dan selatan) Deskripsi: Ritual Dhanyangan adalah suatu kegiatan yg dilakukan oleh masyarakat sebagai respons terhadap lingkungan hidup mereka. Tentu saja hal ini berkaitan erat dengan latar belakang budaya, kepercayaan dan nalar tradisional yg telah diturunkan oleh leluhur mereka. Daerah kabupaten wonogiri, terutama bagian selatan dan timur merupakan daerah karst (kapur), dengan tebal tanah subur yg hanya sekitar 10-70 cm. Akibatnya secara umum tidak banyak sumber air yg dapat ditemui. Untungnya ada beberapa spesies pohon tertentu yg bisa hidup dengan baik di daerah ini seperti beringin, jati, kluwih, cendana dll. Pd beberapa spesies mampu berakar sangat baik, menembus lapisan kapur dan mampu menahan kelembaban tanah sedemikian rupa sehingga bisa memunculkan mata air. Oleh masyarakat sekitar dipercaya fenomena ini sebagai fenomena spiritual. Pohon yg mampu memunculkan mata air dianggap ad...
Ritual mandi safar ini adalah sebuah ritual yang telah dilakukan turun-temurun oleh warga atinggola di Gorontalo Utara sejak puluhan tahun lalu. Tradisi ini dilakukan pada awal bulan Safar dalam penanggalan bulan HIjriyah.Tujuan dilakukannya ritual ini adalah untuk menarik perhatian turis semata Ritual ini biasa dibanjiri ribuan masyarakat Atinggola. Acara biasa dimulai dengan doa syukur bersama di bantaran Sungai Andagile,dilanjutkan dengan mandi bersama lewat percikan air sungai tersebut Ritual ini dipercaya dapat menolak bala dan mendatangkan rejeki bagi yang melakukannya Kata Bupati Daerah Atinggola Saat ini pemerintah telah mengemas ritual ini menjadi wisata budaya dengan harapan bisa mempopulerkan daerah tersebut lebih lagi Acara tersebut diakhiri oleh makan bersama sebagai tanda ucapan syukur kepada Tuhan YME #OSKMITB2018
Di kota Pontianak, sebagian dari masyarakatnya adalah suku Tionghua, atau sering juga disebut suku Chinese.Masyarakat Tionghua, terutama yang menganut agama Konghuchu di Pontianak, memiliki tradisi tahunan sembahyang kubur atau ziarah ke makam pendahulu mereka, terutama yang merupakan satu keturunan atau keluarga besar. Tradisi tahunan ini dilaksanakan 2 kali setahun, yaitu setiap bulan ketiga dan ketujuh dalam penanggalanimlek dari tanggal 1 sampai 15 pada bulan itu. Biasanya ziarah makam dan sembahyang dimulai dari jam 4 subuh sampai kurang lebih jam 9 pagi selama hari-hari sembahyang kubur. Biasanya masing-masing keluarga membawaapam beras, bakpao, kue ku berwarna merah, atau biasa disebut ang khak tho, kuanchiang (olahan bengkuang),terkadang ada keluarga yang membawa makanan favorit almarhum selama dia hidup. Tradisinya, mereka harus membawa semangkuk nasi, dengan tahu di atas nasi dan ditancap sepasang sumpit, sayuran ku chai di potongkecil dan diremdam air, ayam jantan reb...
MELASPAS KENDARAAN Umat Hindu di Bali sangat lekat dengan upacara-upacara dan ritual-ritual adat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ada upacara khusus untuk peristiwa-peritiwa tertentu, salah satu contohnya adalah Melaspas. Seperti halnya ketika akan menempati bangunan atau rumah baru, kendaraan juga harus melalui Ritual Melaspas atau Pemelaspasan. Melaspas sendiri terdiri dari dua kata yaitu “Mala” yang berarti elemen jahat/buruk dan “Pas” yang berarti menyucikan atau membersihkan. Bila disatukan, Melaspas berarti menyucikan dari elemen-elemen buruk. Upacara adat Melaspas kendaraan ini intinya adalah untuk memuja Dewa Pasupati. Oleh karena itu banten yang digunakan untuk upacara ini disebut banten sesayut Pasupati. Upacara adat ini tidak hanya dilakukan pada saat membeli kendaraan baru,tetapi juga untuk kendaraan second atau bekas. Pada dasarnya kendaraan yang diuacari tersebut adalah kendaraan yang baru menjadi milik kita. Ritual...
Apa sih Upacara Potong Gigi dalam Budaya Bali? Potong gigi adalah salah satu upacara keagamaan Hindu, khususnua di Bali. Upacara tersebut diartikan sebagai pembayaran hutang oleh orang tua ke anaknya karena telah dapat menghilangkan ke-6 sifat buruk dari diri manusia (Sad Ripu). Sad Ripu adalah enam jenis musuh yang timbul dari sifat-sifat asubha / karma / perbuatan yang tidak baik dalam diri manusia sendiri. Ke-6 jenis itu ialah : 1. Kama = Sifat nafsu indrita 2. Lobha = Sifat loba & serakah 3. Krodha = Sifat kejam & pemarah 4. Mada = Sifat mabuk & kegila-gilaan 5. Moha = Sifat bingung & angkuh 6. Matsarya = Sifat dengki & iri hati Potong gigi atau yang lebih dikenal dengan mesangih ini dapat dilakukan pada anak-anak yang telah mengalami pubertas. Tujuan dari mesangih ini adalah menghilangkan kotoran / Sad Ripu yang ada di dalam diri kita sehingga dapat menemukan hakekat manusia yang sejati. Dengan kata lai...
Batagak Panghulu di Minangkabau Batagak panghulu berarti meresmikan seorang datuk menjadi Panghulu. Dalam adat Minang peresmian atau pengangkatan seorang panghulu tidak dapat dilak ukan oleh keluarga yang bersangkutan saja. Malahan keseluruhan suku dilingkupi dalam satu kesatuan adat berupa (KAN) Kerapatan Adat Nagari inilah yang akan terlibat pula didalam nya nanti. Peresmian haruslah berpedoman dalam petitih adat Minang yakni " Maangkek Rajo sakato Alam - Ma'angkek Panghulu sakato Kaum ". Sebelum itu syarat-syarat pribadi seorang panghulu juga harus dilihat, dimana jabatan panghulu di minangkabau di turunkan secara turun-temurun. Dari niniak turun ka mamak, dari mamak turun ka kemenakannya. Dimana yang berhak mendapat atau memakai gelar panghulu adalah kemenakan dekat, kemenakan di bawah dagu kata orang minang, artinya kemenakan yang setali darah menurut garis matrilineal. Panghulu adalah pemimpin kaum, pembimbing anak-kemenakan, dan men...
Malewakan Gala merupakan salah satu tradisi di Minang yang berarti pemberian gelar kepada seorang pria yang baru saja melangsungkan akad nikah. Pemberian gelar ini biasanya dilakukan tepat setelah prosesi akad nikah dilangsungkan. Ada pepatah di masyarakat Minangkabau yang berbunyi, "Kicik banamo, gadang bagala" yang artinya seseorang (laki-laki) ketika kecil dipanggil dengan nama lahirnya, sementara ketika ia besar dipanggil dengan gelarnya. Misalnya, jika seseorang yang bernama Ahmad menikah, kemudian ketika menikah ia mendapat gelar Sutan Mantari, maka sejak itu ia akan biasa dipanggil dengan "Sutan Mantari" atau "Mantari", bukan nama ketika ia dilahirkan. Pemberian gelar ini biasanya dilakukan oleh keluarga dari pihak ibu dari mempelai lelaki, yang biasa disebut juga dengan sebutan "Mamak". Gelar yang diambil pun merupakan gelar keturunan dari pihak ibu, yang mana biasanya diambil dari anggota keluarga yang sudah wafat.