Pembangunan tugu makam untuk para anggota keluarga yang telah meninggal telah menjadi kebiasaan yang terkenal di antara orang-orang Batak. Sebenarnya tradisi ini tidak dimulai dari awal sejarah kehidupan orang Batak. Kegiatan pembangunan tugu baru dimulai pada pertengahan abad ke-20, pada saat masyarakat Batak mulai mengalami kemajuan di berbagai bidang. Kemajuan ini bisa dilihat dari meningkatnya pendidikan yang diperoleh oleh orang-orang Batak dan kesuksesan para perantau. Kesuksesan para perantau ini menimbulkan kemajuan di dalam bidang ekonomi, hal ini ditandakan dengan munculnya orang batak yang kaya dan berhasil. Tugu-tugu makam ini berfungsi sebagai penghormatan kepada leluhur atau anggota keluarga dan pengenangan kehidupan mereka. Hal ini merupakan kewajiban orang Batak untuk menghormati ayah dan ibu. Bagi orang Batak, tugu-tugu ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, namu juga merupakan hal yang sakral. Bila tugu makam suatu keluarga diganggu atau dirusak, maka aka...
Setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda dalam memperingati hari-hari besar. Seperti daerah Gegesik, Kabupaten Cirebon. Gegesik mempunyai tradisi mengarak Buyut Gruda setiap pertengahan bulan Maulud penanggalan Jawa atau Rabiul Awal dalam penanggalan Islam. Lalu apa sih Buyut Gruda itu? Buyut Gruda adalah alat panggulan dengan bentuk perpaduan antara kepala garuda dengan tanduk dan lidah seperti naga. Selain itu Buyut Gruda juga memilki sayap dan diletakkan dalam suatu tempat yang bagian atasnya tertutup. Konon, Buyut Gruda berasal dari bongkahan kayu yang menancap di sungai Ciwaringin. Tapi kayu tersebut sulit dilepaskan, sampai pada akhirnya dapat dilepaskan oleh seseorang yang sakti bernama Ki Salam dengan mudah. Lalu, kayu itu langsung diukir dan dijadikan benda berbentuk Garuda dan Naga yang bisa dipanggul. Buyut Gruda diletakkan di balai desa Gegesik Lor dan dikeluarkan setiap akan diarak. Buyut Gruda dipercaya dapat terbang ke keraton Kasepuhan Cirebon dan konon ai...
Dalam adat minangkabau seorang suami atau sumando sangat dihargai dan dihormati di keluarga istri atau pasumandan.Hal ini dikarenakan saat seorang laki laki menikah dalam adat minangkabau maka dia akan tinggal di rumah istrinya.Tidak seperti kebanyakan suku di indonesia yang patrelinial,minang menganut paham Matrilineal atau garis keturunan berdasarkan ibu.Oleh karena itu seorang laki laki yang telah menikah maka ia akan tinggal di rumah istrinya. Selama tinggal di rumah istri ia akan di jamu seperti raja,karna seorang laki laki biasanya akan dilayani sepenuhnya dalam adat minang Maka tidak heran,saat penyambutannya pun akan sangat meriah,salah satu ritual atau tradisinya adalah manyirak bareh kunyik.Manyirak bareh kunyik adalah suatu ritual dimana seorang pengantin pria atau marapulai yang akan masuk ke rumah istri akan dilemparkan/di taburi bareh kunyik sebagai tanda penyambutan dan penghormatan pada marapulai tersebut.Acara tersebut berlangsung cukup lama karena sebelumnya di...
Dalam adat minangkabau seorang suami atau sumando sangat dihargai dan dihormati di keluarga istri atau pasumandan.Hal ini dikarenakan saat seorang laki laki menikah dalam adat minangkabau maka dia akan tinggal di rumah istrinya.Tidak seperti kebanyakan suku di indonesia yang patrelinial,minang menganut paham Matrilineal atau garis keturunan berdasarkan ibu.Oleh karena itu seorang laki laki yang telah menikah maka ia akan tinggal di rumah istrinya. Selama tinggal di rumah istri ia akan di jamu seperti raja,karna seorang laki laki biasanya akan dilayani sepenuhnya dalam adat minang Maka tidak heran,saat penyambutannya pun akan sangat meriah,salah satu ritual atau tradisinya adalah manyirak bareh kunyik.Manyirak bareh kunyik adalah suatu ritual dimana seorang pengantin pria atau marapulai yang akan masuk ke rumah istri akan dilemparkan/di taburi bareh kunyik sebagai tanda penyambutan dan penghormatan pada marapulai tersebut.Acara tersebut berlangsung cukup lama karena sebelumnya di...
Bekasi merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Jakarta. Bekasi sendiri baik kabupaten maupun kota merupakan tempat tinggal bagi sub suku betawi yang banyak dikenal dengan betawi pinggir ataupun betawi ora. Suku Betawi tidak hanya hidup di Jakarta melainkan sudah ada sejak dahulu di Jabodetabek dan masing-masing daerah memiliki sub suku masing-masing dan memiliki tradisi yang unik. Tidak heran jika budaya betawi banyak mempengaruhi nilai-nilai dalam masyarakat di Kota Bekasi, termasuk salah satunya acara Abang Mpok Kabupaten Bekasi. Abang Mpok Kabupaten Bekasi sendiri merupakan acara tahunan yang digelar oleh Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Bekasi yang diharapkan dapat menjadi duta budaya dan duta pariwisata bagi Jawa Barat, khususnya Kota Bekasi, serta dapat memperkenalkan heterogenitas Kota Bekasi. Target pemilihan Abang Mpok sendiri yakni anak-anak muda yang berusia 17-24 tahun. Tidak hanya itu, calon peserta Abang Mpok juga harus me...
Dalam kehidupan masyarakat Sunda, cobek dan ulekan tidak hanya digunakan untuk melumatkan bahan-bahan masakan, namun juga sebagai bentuk dari pengharapan seorang Ibu mengenai jenis kelamin anaknya, baik menginginkan anak laki-laki atau perempuan. Pada saat seorang Ibu mengharapakan anaknya yang selanjutnya memiliki jenis kelamin tertentu, maka Ibu tersebut akan menukar cobek ataupun ulekan dengan keluarga lain. Mereka menukarnya dengan cara demikian: 1. Bila sang Ibu mengharapkan seorang anak laki-laki, maka Ibu tersebut akan menyimpan ulekannya lalu menukar cobeknya dengan ulekan dari keluarga lain sehingga ia memiliki dua ulekan. 2. Bila sang Ibu mengharapkan seorang anak perempuan, maka Ibu tersebut akan menyimpan cobeknya lalu menukar ulekannya dengan cobek dari keluarga lain sehingga ia memiliki dua cobek. Ulekan diumpamakan sebagai laki-laki dan cobek sebagai perempuan. Bila sang Ibu memiliki dua ulekan, ini berarti sang Ibu mengharapkan...
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang sangat banyak. Hal ini disebabkan oleh banyaknya suku bangsa yang ada di Indonesia. Menurut sensus BPS pada tahun 2010, suku bangsa di Indonesia mencapai 1.340 suku. Setiap suku memiliki adat istiadat yang beraneka ragam sesuai dengan kondisi dan kebiasaan masing-masing. Begitu pula dengan adat pernikahan. Banyak ritual dan prosesi yang dilakukan mempelai baik sebelum acara pernikahan, saat hari acara, maupun setelah acara pernikahan. Ritual sebelum acara pernikahan di Desa Gunung Batu dapat dikategorikan cukup unik. Bertempat di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, Ritual ini disebut sebagai "pumpungan". Pumpungan merupakan suatu acara yang dilaksanakan oleh pihak mempelai laki-laki dengan mengumpulan keluarga, kerabat, dan tetangga sekitar untuk melakukan urun rembuk (memberi masukan) untuk meminta bantuan perihal persiapan acara pernikahan. Pumpungan tidak hanya sebagai wadah untuk menyumbangkan pikira...
Tak hanya kekayaan alam yang berlimpah, namun Indonesia juga dihiasi oleh keberagaman budaya yang unik. Begitu juga dengan budaya 'sungkeman'. Meminta maaf dengan cara bersalaman mungkin sudah terlihat biasa dilakukan oleh siapapun. Namun, sungkeman sudah menjadi tradisi turun temurun khususnya oleh masyarakat suku Jawa. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sungkem memiliki arti sujud (tanda bakti dan hormat). Seperti pengertiannya, sungkeman yaitu salah satu bentuk permintaan maaf yang mendalam dengan cara bersujud atau bersimpuh terhadap orang yang lebih tua atau dihormati. Banyak nilai-nilai luhur dalam tradisi yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu ini. Apa sajakah itu? Dilansir dari keluarga.com yang dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi sungkeman. a. Ritual penyadaran diri Lewat sungkeman, setiap orang diwajibkan untuk memperlakukan orangtuanya deng...
Salah satu budaya yang tidak diketahui oleh sebagian besar masyarakat Indonesia mengenai budaya di propinsi NTT adalah ritual bersih desa khususnya yang dilakukan di desa Biau kabupaten Malaka. Ritual bersih desa bukanlah sebuah kegiatan gotong royong membersihkan desa seperti pada umumnya. Ritual ini merupakan salah satu ritual untuk menolak dan mengobati masyarakat desa yang terkena wabah penyakit seperti kolera. Ritual ini diadakan oleh seluruh masyarakat desa di salah satu rumah adat yang dibangun khusus sebagai pusat dari suku-suku yang ada dalam desa. Rumah adat ini disebut "Uim Naneof" yang artinya rumah tempat berteduh suku-suku yang ada. Seluruh masyarakat akan berkumpul untuk melakukan ritual ini pada hari yang telah ditetapkan oleh tetua adat dengan membawa serta seluruh barang-barang bekas dalam rumah yang tidak digunakan. Ritual dimulai ketika tetua adat mengucapkan beberapa kalimat menggunakan bahasa adat sebagai bentuk doa mohon kesembuhan bagi penderita wabah dan pen...