3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Upacara Adat Puputan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Upacara Adat Puputan           Puputan adalah upacara tradisi yang berasal dari daerah Jawa. Hampir di seluruh daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur dan sekitarnya melakukan upacara ini. Upacara Puputan adalah upacara yang dilakukan pada saat bayi lepas tali pusarnya. Waktu Pelaksanaan Upacara Puputan ini biasanya berbeda-beda dan tidak bergantung pada umur bayi tetapi pada waktu terlepasnya tali pusar. Jadi tidak ada waktu yang pas dan waktunya berlainan setiap bayi.   Setelah terlepas, tali pusar disimpan dalam gulungan kapas dan dimasukkan ke dalam toples kecil. Ada sebagian yang menguburkan toples berisi tali pusar ke dalam tanah di sekitar rumah. Biasanya, tali pusar rata-rata terlpas dengan sendirinya selama 7 hari.   Acara ini bisa dirayakan dengan keluarga kecil atau inti saja (Bapak, Ibu, Anak)   atau bersama keluarga besar dan tetangga terdekat. Dalam acara disiapkan makan-makanan khas seperti Nasi Gud...

avatar
Oskm18_19718046_nadya amarani
Gambar Entri
Upacara Ngalaksa Baduy
Ritual Ritual
Banten

Ngalaksa adalah sebuah ritual lanjutan/pasca upacara Kawalu. Dalam upacara ini, masyarakat melakukan berbagai kegiatan dan ritual untuk membuat laksa, sebuah makanan adat yang berbentuk mie namun terbuat dari tepung beras. Ritual ini wajib diikuti oleh seluruh Masyarakat Baduy, sehingga keterlibatan masing-masing individu sangatlah dijunjung tinggi di dalam ritual sakral ini. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh pemimpin daerah untuk menjadi sarana sensus penduduk. Jumlah warga, termasuk bayi dan janin yang masih dalam kandungan dihitung satu per satu sehingga kepala desa atau pemimpin lokal dapat mengontrol laju pertumbuhan penduduk. Setelah upacara Kawalu dan Ngalaksa dilaksanakan, rangkaian ritual akan ditutup dengan upacara Seba.   #OSKMITB2018  

avatar
Oskm18_16818221_graciela
Gambar Entri
Makna Tingkeban dan Perlengkapannya
Ritual Ritual
Jawa Barat

Tingkeban atau yang sering disebut oleh orang-orang syukuran 7 bulanan ini adalah sebuah upacara yang dilaksanakan oleh perempuan atau seorang ibu yang sedang mengandung 7 bulan. Upacara ini disarankan dilaksanakan pada saat bulan Hijriyah khususnya pada tanggal 7, 17, dan 27. Tujuan atau maksud dari upacara Tingkeban ini adalah agar bayi yang sedang dikandung oleh sang ibu dan juga ibu yang sedang mengandung ibu itu sehat dan juga selamat saat nanti melahirkan. Intinya upacara ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kita kepada Tuhan. Mungkin jaman sekarang sudah sedikit yang melakukan tradisi ini. Ada yang memilih untuk memang tidak melakukan upacara ini atau juga mungkin menggantinya dengan acara lain. Sebenarnya acara ini hanya sebuah tradisi atau kebudayaan Jawa dan Sunda yang memang tidak diwajibkan untuk dilakukan. Tapi mungkin di beberapa keluarga yang sifat kebudayaannya masih sangat kental, mereka pasti akan melakukan upacara ini sebagai salah satu proses bud...

avatar
Oskm18_19718011_Gevani Putri
Gambar Entri
Sistem Waris Minangkabau
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Kebudayaan Minangkabau memiliki sistem matrilineal, atau adat masyarakat yang mengatur alur keturunan berasal dari pihak ibu, yang mengatur sebagian besar dari kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Namun, dengan masuknya agama Islam, dibuat adaptasi dan kompromi dari hukum syariah dan adat Minangkabau, salah satunya dalam sistem waris keluarga. Harta waris dalam adat Minangkabau dibagi menjadi dua jenis, yakni harta pusaka tinggi dan harta pusaka rendah. Harta pusaka dari kesukuan adalah harta yang merupakan warisan secara turun-temurun dalam suku yang bersangkutan yang diperoleh bukan dari hasil pencaharian perorangan, melainkan merupakan kepemilikan bersama suku tersebut, seperti rumah adat dan tanah garapan. Harta pusaka tinggi ini diwariskan dan dimiliki oleh anak perempuan, bukan anak laki-laki. Hal ini disebabkan budaya bahwa anak laki-laki merupakan pencari nafkah sedangkan anak perempuan merupakan penjaga harta pusaka. Jika harta pusaka tinggi akan dijual atau di...

avatar
OSKM_16718253_Bryan Hafidz_Abdulaziz
Gambar Entri
Ritual Menjaga Orok
Ritual Ritual
Jawa Barat

Menurut kepercayaan orang sunda dahulu, jika ada seorang bayi atau  orok  ​(dalam bahasa sunda) baru lahir, baunya akan harum sehingga memancing mahkluk halus untuk mendatangi bayi yang baru lahir tersebut. Sehingga untuk menjaga bayi agar terhindar dari gangguan makhluk halus tersebut, terdapat sebuah ritual untuk menjaga bayi tersebut. Ritual tersebut dilakukan dengan cara menancapkan semacam sate di setiap pintu-pintu rumah. Sate tersebut terdiri dari bawang putih, bawang merah dan cabai. Hal tersebut dipercaya dapat mencegah mahkluk halus masuk ke rumah yang ditempati bayi sehingga bayi tersebut terhindar dari gangguan mahkluk halus. Sate tersebut ditancapkan di pintu-pintu rumah sampai bayi tersebut tumbuh cukup besar. Namun terkadang karena cukup lama, orang-orang lupa mencabut sate tersebut sampai bawang putih, bawang merah, dan cabainya sangat mengkerut. Seiring perkembangan zaman dan perkembangan pemikiran orang-orang, ritual tersebut s...

avatar
OSKM_16918152_Fajar Pratama Wahab
Gambar Entri
Pernikahan Suku Batak
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Ketika seorang anak laki-laki akan menikah, ia harus menikahi putri dari pamannya. Paman disini berarti saudara laki-laki ibu anak tersebut. Syaratnya, putri yang dinikahi tidak boleh berasal dari marga yang sama. Saat laki-laki tersebut menikah dengan putri pamannya, maka pamannya dianggap sebagai raja. Hal ini terlihat dari tindakan anak seperti meminta nasihat serta jika tidak jadi menikahi anaknya maka anak laki-laki tersebut harus minta ijin kepada pamannya. Saat pernikahan, paman harus menghadirinya dan saling memberi ulos dan berkat satu sama lain dengan anak laki-laki. Pihak yang dihormati pihak paman, mereka tidak bekerja mempersiapkan pernikahan. Kepada paman diberikan kepala babi dan jika ada nenek atau kakek yang telah berumur 70 atau lebih yang meninggal maka wajib diadakan pesta 7 hari  7 malam.  #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16818037_David Christopher
Gambar Entri
RITUAL MA'NENE (RITUAL ANEH DARI SULAWESI UNTUK MENGHORMATI ORANG TERKASIH)
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

RITUAL MA’NENE (RITUAL ANEH DARI SULAWESI UNTUK MENGHORMATI ORANG TERKASIH) Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk menghormati leluhurnya. Terkadang, prosesi itu terbilang unik, seperti di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Setiap tiga tahun sekali masyarakat yang bermukim di sekitar pegunungan Sesean, menggelar prosesi adat mengganti pakaian jasad leluhurnya yang disemayamkan di dalam peti tempat pekuburan Patane. Prosesi adat ini disebut Ma'nene. Ritual Ma'nene atau mengganti pakaian mayat sebutan masyarakat Toraja, diawali dengan berkunjung ke lokasi pekuburan leluhur mereka yang dinamakan Patane di Desa atau Lembang Paton, Kecamatan Sariale. Di Patene, mayat moyang (leluhur) mereka yang telah berumur ratusan tahun tersimpan dalam keadaan utuh, karena sebelumnya diberi bahan pengawet. Prosesi Ma'nene dilakukan pihak keluarga dengan membersihkan mayat leluhur yang telah berusia ratusan tahun, dengan melepas pakaian lama yang digunakan....

avatar
Oskm18_16718478_farrel
Gambar Entri
Hari Raya Enam Kab. Kampar
Ritual Ritual
Riau

Hari Raya Enam atau biasa disebut Aghi Ghayo Onam adalah tradisi masyarakat Kabupaten Kampar di Provinsi Riau yang masih diturun-temurunkan sampai saat ini. Peringatan ini dirayakan sehari setelah Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal), dan dinamakan ‘enam’ karena dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut, yaitu dari tanggal 2 Syawal – 7 Syawal. Selama periode tersebut, masyarakat Kampar berpuasa sunnah kembali walaupun sudah melakukannya selama 1 bulan penuh di bulan Ramadhan. Namun esensi dari tradisi ini bukan sekadar berpuasa, tetapi mereka juga berziarah secara berkelompok ke setiap desa atau dusun terdekat, dimana jumlahnya bisa mencapai ratusan orang. Aghi Ghayo Onam atau juga dapat disebut Aghi Ghayo Zorah (Hari Raya Ziarah) menganggap tradisi beramai-ramai ke kuburan ini tidak hanya untuk mendoakan sanak saudara yang telah di alam kubur, namun ini juga sebuah ajang silaturahmi bagi warga Kampar setempat. Masyarakat yang merantau dan jarang bertemu seti...

avatar
OSKM18_19718117_Palita Rana Putinagari
Gambar Entri
Ma Isi Sasuduik
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Ma isi sasuduik (Mengisi sesudut) adalah suatu tradisi untuk mempelai pengantin yang berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat. adat ini diwajibkan untuk calon pengantin pria. Ketika hendak menikah, sang pria harus menyiapkan sejumlah uang untuk membeli perlengkapan yang ada di calon kamar pengantin. Contohnya seperti lemari, kasur, dan berbagai macam kelengkapan kamar lainnya. Umumnya, kedua belah pihak akan berunding terlebih dahulu untuk membahas berapa biaya yang harus disiapkan pihak pria. Dalam prosesi perundingan ini biasanya yang ikut adalah niniak mamak (perkumpulan penghulu) dari kedua belah pihak. Adapun konflik yang sering terjadi dalam pelaksanan tradisi ini adalah tidak tahunya pihak pria tentang adanya tradisi ini, dan ada sebagian juga yang berpikir bahwa tradisi ini menyusahkan dan menghambat proses pernikahan.  Sumber: https://www.pituluik.com/2018/08/tradisi-ma-isi-sasuduik-mengisi-sesudut.html #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16718230_Muhammad Ariqsyah Indra