3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Compo Sampari (Tradisi Sunat dari Bima)
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Compo Sampari adalah tradisi masyarakat Bima yang sampai saat ini masih dilakukan apabila ada seorang anak yang akan disunat/khitan. Compo berarti menaruh / memasang di pinggang dan Sampari adalah nama dari keris yang digunakan dalam prosesi Compo Sampari ini. Jadi, Compo Sampari adalah menyarungkan keris kepada anak-anak yang akan disunat. Pakaian adat yang digunakan dalam prosesi ini adalah pakaian tradisional Nusa Tenggara Barat yang biasa disebut Sembolo. Esensi dari tradisi ini adalah agar anak diberikan hak untuk memakai keris dalam rangka menanamkan harga diri, keperkasaan, keuleta dan keberanian sebagai seorang pria kstaria yang harus berani menantang segala cobaan.   Salah satu syarat anak diperbolehkan disunat dan melakukan ritual Compo Sampari adalah sudah mengkhatamkan Alquran. Compo Sampari biasanya dilakukan oleh tokoh terhormat dan berpangkat, kemudian digilir pada kesempatan berikutnya oleh orang-orang yang dianggap dihormati dan disegani di wilayah...

avatar
OSKM18_16518261_Rayhan Aby Imtiyaz
Gambar Entri
Selikur
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Budaya Selikur adalah budaya yang hanya muncul pada bulan Ramadhan. Biasanya, budaya ini berlangsung selama satu minggu; dimulai dari malam puasa ramadhan yang ke-21 hingga malam takbiran. Budaya Selikur, pada awalnya, ditandai oleh lampu sulur, atau lampu minyak tanah tradisional, yang dipasang di halaman depan rumah warga. Biasanya, pada hari pertama, dipasang satu lampu. Kemudian, pada hari kedua, dipasang dua lampu, dan seterusnya hingga malam takbiran. Kebiasaan ini memeriahkan datangnya Hari Raya Idul Fitri dengan lampu-lampu yang meriah dan indah. Lampu-lampu tradisional tersebut dibuat menggunakan bahan yang bervariasi seperti bambu dan botol bekas.   Budaya Selikur ditemani dengan permainan Bedil, yaitu meriam bambu yang dibuat sendiri. Permainan ini dimulai ketika waktu maghrib tiba. Selain itu, mulainya Selikur menandakan permulaan acara jual beli kue tanah. Kue tanah ini merupakan kue mainan yang dibentuk dari tanah liat, kemudian dibakar seperti kue y...

avatar
Oskm18_16118110_cherolyn
Gambar Entri
Selikur
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Budaya Selikur adalah budaya yang hanya muncul pada bulan Ramadhan. Biasanya, budaya ini berlangsung selama satu minggu; dimulai dari malam puasa ramadhan yang ke-21 hingga malam takbiran. Budaya Selikur, pada awalnya, ditandai oleh lampu sulur, atau lampu minyak tanah tradisional, yang dipasang di halaman depan rumah warga. Biasanya, pada hari pertama, dipasang satu lampu. Kemudian, pada hari kedua, dipasang dua lampu, dan seterusnya hingga malam takbiran. Kebiasaan ini memeriahkan datangnya Hari Raya Idul Fitri dengan lampu-lampu yang meriah dan indah. Lampu-lampu tradisional tersebut dibuat menggunakan bahan yang bervariasi seperti bambu dan botol bekas.   Budaya Selikur ditemani dengan permainan Bedil, yaitu meriam bambu yang dibuat sendiri. Permainan ini dimulai ketika waktu maghrib tiba. Selain itu, mulainya Selikur menandakan permulaan acara jual beli kue tanah. Kue tanah ini merupakan kue mainan yang dibentuk dari tanah liat, kemudian dibakar seperti kue y...

avatar
Oskm18_16118110_cherolyn
Gambar Entri
Mapacci (Meletakkan Inai di Telapak Tangan Calon Mempelai)
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Mapacci merupakan salah satu upacara adat yang berasal dari Sulawesi Selatan yang termasuk prosesi pernikahan adat Bugis Palopo. Mapacci berasal dari kata pacci , yaitu daun pacar yang dihaluskan sebagai penghias kuku dan tangan. Namun, menurut orang Bugis, mapacci berasal dari kata pacing , yang berarti bersih dan suci. Mapacci bertujuan untuk membersihkan diri, malam suci atau malam terakhir bagi seorang gadis atau jejaka yang esok harinya akan memasuki bahtera rumah tangganya. Mapacci biasanya dilakukan sehari sebelum pernikahan yaitu pada malam hari. Mapacci dilakukan oleh calon pengantin pria dan calon pengantin wanita di kediamannya masing - masing. Bahan mapacci terdiri dari daun pacar, minyak kelapa, beras yang dicampur kunyit bubuk, daun nangka atau daun panasah, dan daun pisang muda. Sedangkan, untuk perlengkapannya terdapat sarung, bantal, dan lilin. Semua bahan tersebut masing - masing mempunyai makna. Dibawah telapak tangan calon mempelai terdapat daun...

avatar
OSKM18_16518232_husnul Azizah N.
Gambar Entri
Upacara Kelah
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

Upacara Kelah Mungkin ini pertama kali anda mendengar upacara ini, namun asal anda tahu ini merupakan puncak upacara adat dalam kehidupan manusia. Upacara Kelah ini berasal dari  wilayah Manggarai, baik Manggarai Barat, Timur, dan Raya. Upacara ini merupakan ritual pelepasan resmi arwah ke dunia lain. Dalam keyakinan adat orang Manggarai, kehidupan orang hidup dan mati diibaratkan dipisahkan oleh air, dimana Kelah ini merupakan upacara pengantaran arwah tersebut melewati sisi lain dari air. Upacara Kelah ini merupakan upacara penutup dari kehidupan manusia. Piar Sumpeng salah satu upacara khas Manggarai juga menjadi upacara pengawalan kehidupan manusia. Upacara ini dilaksanakan saat bayi pertama lahir ke dunia. Ada hal yang menjadi alasan penting kenapa Kelah dilaksanakan : supaya arwah tersebut tidak bergentayangan lagi. Kelah dapat berlangung kapan saja. Setelah seseorang meninggal pihak keluarga menentukan bulan kapan kelah dilaksanakan biasanya dilakukan setelah...

avatar
OSKM18_16918369_Serena Dagun
Gambar Entri
Pemujaan SIluman Naga di Gunung Slamet
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tidak semua lokasi di Gunung Slamet berbahaya bagi pendakinya. Gunung Slamet juga memiliki lokasi yang indah sebagai tempat wisata. Namanya Guci . Di sini terdapat air terjun yang sangat indah. Bukan hanya itu, Airnya juga berkhasiat menyembuhkan berbagai macam sakit kulit. Bahkan amat dipercaya bisa meningkatkan daya tarik seksual wanita. Cukup dengan berendam, maka organ sex wanita bisa kembali muda. Maka jangan heran bila Iebih banyak pengunjung wanita ketimbang pria. Guci juga menjadi tempat mencari pesugihan. Di balik gemuruhnya air terjun Guci, dipercaya sebagai sarang siluman naga bernama Naga Cerek. Meski royal memberi pesugihan, tapi berat permintaan Naga Cerek . Sebab yang diminta nyawa salah satu anggota keluarga. Boleh nyawa orang lain, tapi kalau meleset tetap harus diganti keluarga sendiri. Biasanya para pencari pesugihan ini membawa sesajen lengkap, seperti wewangian, kembang, dan tumpeng, untuk memancing siluman naga ini keluar. Tapi, ada ritual hitam yang di...

avatar
OSKM18_16818037_David Christopher
Gambar Entri
Kubur Batu
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

sumber gambar: nawraizza.blogspot.com  Ritual kubur batu merupakan salah satu ritual sakral yang dilakukan oleh masyarakat Pulau Sumba pada saat seseorang meninggal. Ketika seseorang meninggal, jasadnya akan dibawa dalam suatu rangkaian upacara keagamaan, diawetkan, kemudian diletakkan dalam posisi duduk ke dalam kuburan batu. Sebuah kuburan batu terdiri atas satu batu besar yang dilubangi di bagian tengah (pada jaman modern, kuburan dibuat dengan semen dan disisakan sebuah ruang kosong untuk meletakkan jasad di bagian tengahnya) dan satu batu besar pipih lainnya yang berfungsi sebagai tutup bagian atas kuburan. Dahulu, masyarakat Pulau Sumba menggunakan batu seadanya untuk mendirikan kuburan ini. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, masyarakat mulai menggunakan semen serta keramik untuk menghiasi kuburan batu. Ada juga yang berusaha untuk mempertahankan tradisi lama sekaligus menambah nilai estetika dengan menggunakan ba...

avatar
OSKM18_16718237_Vabila
Gambar Entri
Midang, Adat Masyarakat OKI
Ritual Ritual
Sumatera Selatan

MIDANG Midang merupakan sebuah adat istiadat dari Kayuagung, OKI dimana putra-putri daerah melakukan arak-arakan menggunakan 14 macam pakaian adat OKI dan berjalan kaki sekitar 5-6 km. Kemudian, barisan pengantin remaja ini menyeberangi Sungai Komering menggunakan perahu ketek. Hal ini memberikan gambaran betapa mulianya ritual perkawinan yang merupakan pertanda berakhirnya masa bujang ( muanai ) dan gadis ( mouli ). Dalam ritual itu digambarkan bagaimana perkawinan itu dimulai dari perkenalan antara bujang dan gadis, lalu ada acara melamar atau bahkan kawin lari dan diakhiri dengan perkawinan yang diwarnai arak-arakan sepasang pengantin keliling kota untuk memberi tahu warga bahwa sepasang remaja itu kini sudah berubah status. Ritual ini juga biasanya diadakan dengan adanya festival bidar (lomba perahu dayung) dan berbagai acara lain yang menarik untuk disaksikan. Secara umum ada dua jenis midang, yakni midang pernikahan dan midang morge siwe. Midang pernika...

avatar
OSKM_16418180_Muhammad Al-Ghifari Taufan
Gambar Entri
Tradisi Ingkung di Masjid Banyumudal
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tradisi Ingkung di Masjid Banyumudal Kebumen merupakan salah satu kota kecil di Jawa Tengah. Sekalipun kecil, kota tempat saya tinggal ini mempunyai beberapa keunikan tradisi yang beragam di setiap desanya. Salah satunya yaitu tradisi ingkung di Masjid Banyumudal Kuwarisan, Desa Panjer, Kecamatan Kebumen. Tradisi ini diadakan setahun sekali saat tahun baru hijriyah bulan Muharram/Syura. Tradisi ini diadakan untuk memperingati dan mendoakan sesepuh dan ulama yang membawa masuk agama Islam ke daerah Kebumen, khususnya di daerah Kuwarisan. Acara ini di dilaksanaka hari Jum'at Kliwon bulan Muharam. Apabila pada bulan tersebut tidak ada hari Jum'at Kliwon, maka acara ini diadakan di hari Jum'at Pon. Peserta acara ini adalah warga Muslim daerah Kuwarisan asli dan warga daerah lain yang sudah mempunyai hubungan keluarga dengan warga kuwarisan (misal melalui pernikahan). Setiap keluarga membuat ingkung (ayam yang dimasak utuh) dan tumpeng untuk dikumpulkan. Jumlah ingk...

avatar
OSKM2018_16518150_Kurniati