303 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
3 - Lingga Yoni Keraton Kasepuhan Kota Cirebon
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Artefak berbentuk lumpang dan alu yang berada di Kompleks Siti Inggil Keraton Kasepuhan Kota Cirebon, Jawa Barat memiliki nama Lingga dan Yoni.    Nama Lingga melekat pada alu. Yoni merupakan nama dari lumpang, keduanya terbuat dari batu. Sejarawan Cirebon, Nurdin M Noer mengatakan Lingga dan Yoni yang berada di Kompleks Siti Inggil itu bekas alat penumbuk terasi petis pada era awal Islam masuk di Cirebon.    "Awal masuknya Islam, Lingga dan Yoni digunakan sebagai penumbuk terasi petis. Lingga dan Yoni ini sering dikisahkan di kisah pewayangan yang tak lepas dari kisah-kisah masa Hindu," tutur Nurdin saat ditemui detikcom di kediamannya di Kelurahan Larangan, Harjamukti, Kota Cirebon, Sabtu (11/11/2017).  Artefak Lingga juga bisa diartikan sebagai simbol kejantanan pria. Artefak Lingga juga bisa diartikan sebagai simbol kejantanan pria. Foto: Sudirman Wamad   Nurdin menjelaskan, Lingga merupakan gambaran dari laki-laki karena...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Rumah Adat Sunda
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Secara umum rumah tradisional Sunda merupakan sebuah rumah panggung sama seperti rumah - rumah tradisional lainnya yang ada di Indonesia. Bentuk rumah panggung ini bertujuan untuk menghindari masalah - masalah dari lingkungan yang bisa mengancam penghuninya. Dilihat berdasarkan bentuk atapnya, maka rumah tradisional atau adat Sunda terbagi atas beberapa ciri yang berbeda satu dengan yang lainnya: Keterangan: Jolopong (sebutan untuk rumah dengan atap pelana yang betuknya memanjang) Perahu Kumureb (sebutan untuk rumah dengan bentuk atap perisai "oleh masyarakat sunda, disebud perahu kumureb karena bentuk atap seperti perahu terbalik") Julang Ngapak (dikarenakan bentuk atapnya seperti sayap burung yang sedang terbang) Badak Heuay (dikarenakan bentuk atapnya seperti seekor badak yang sedang membuka mulutnya) Tagog Anjing (dikarenakan bentuk atapnya seperi seekor anjing yang sedang duduk) Capit Gunting (dikarenakan bagian atas atapnya yang saling menyilang berbentuk gunting) Pondasi...

avatar
Oase
Gambar Entri
Kraton Kasepuhan Cirebon
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Cirebon merupakan salah satu kota yang ada di wilayah Jawa Barat. Letaknya berada di pesisir pantai utara bagian ujung timur, dan lebih dekat ke wilayah Jawa Tengah  ketimbang  ke arah ibu kota Provinsi Jawa Barat, Bandung karena memang letaknya berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Sehingga, di Cirebon tidaklah mengherankan bila di daerah tersebut ditemui sejumlahnya masyarakatnya ada yang menggunakan bahasa Sunda maupun bahasa Jawa. Inilah salah satu yang membentuk kekhasan Cirebon sesuai dengan istilah Cirebon itu sendiri.   Istilah Cirebon, yang termaktub dalam naskah  Carita Purwaka Caruban   Nagari  yang disusun oleh Pangeran Arya Carbon pada tahun 1720, disebutkan berasal dari kata Caruban kemudian Carbon dan akhirnya menjadi Cirebon. Awalnya Cirebon hanya merupakan sebuah tempat pemukiman beberapa keluarga yang dikenal dengan nama Tegal Alang-alang, yang kini menjadi Lemahwungkuk. Karena letaknya yang tidak begitu jauh dari la...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Bandung Creative Hub
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Bandung Creative Hub (BCH) merupakan pusat rekreasi kreatif yang ada di Kota Bandung. BCH resmi dibuka untuk publik pada tanggal 28 Desember 2017 dengan anggaran sekitar Rp 40 miliar. Bangunan ini berada di bawah unit pelaksana teknis pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Bangunan ini memiliki ciri khas tembok luar nya yang didesain unik sebagai ciri khas BCH itu sendiri. BCH dilengkapi fasilitas seperti ruang-ruang kelas, perpustakaan, ruang rapat, cafe, galeri seni, dan tempat hotspot yang tentu sangat cocok bagi pemuda dan masyarakat yang ingin sekedar berfoto ria bahkan sampai menyelenggarakan rapat. Terdapat juga survei rutin berupa absensi pengunjung dari pihak BCH sebagai bentuk pengawasan dan upaya pengembangan fasilitas BCH itu sendiri. Kini, BCH pun sudah menjadi ikon khas Lota Bandung dalam bidang arsitektur kebudayaan.

avatar
Oskm18_19918035_muhammad
Gambar Entri
Tugu Lele Bekasi
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Patung Lele dan Kecapi, atau yang biasa disebut sebagai Tugu Lele, dicanangkan pada tahun 1995 saat Bupati Mochammad Djamhari, satu tahun sebelum Kabupaten Bekasi diresmikan menjadi Kota Bekasi. Tugu tersebut didirikan di Jalan Insinyur H. Juanda Blok A No.1, Marga Jaya, Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat; Atau sebutan tempat yang lebih populernya Simpang Bulan-Bulan. Patung Lele ini disematkan buah kecapi pada tengah tugu tersebut sehingga secara resmi, penamaan kurang populer, disebut sebagai Patung Lele dan Kecapi. Akan tetapi, Tugu Lele hanya berdiri selama 7 tahun. Pada tahun 2002, Tugu Bekasi dibakar habis oleh sejumlah orang.   Mengapa Tugu Lele Bekasi Dibakar Oleh Massa Organisasi Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKMB), dan beberapa orang Bekasi merasa bahwa patung tersebut tidak mencerminkan masyarakat Bekasi. Lele dipercaya sebagai hewan yang tamak. Ikan lele adalah pemakan segala yang rakus, bahkan memakan kotoran hewan lain, sehingga tak layak menjad...

avatar
OSKM18_16518103_HARDY
Gambar Entri
Tugu Perjuangan Rakyat Bekasi
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Tugu Perjuangan Rakyat Bekasi atau Tugu Resolusi Rakyat Bekasi adalah Tugu yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi (sekarang masuk area Stadion Bekasi). Terdapat dua peristiwa yang mendasari berdirinya tugu ini. Yang pertama adalah peristiwa pertempuran rakyat Bekasi melawan pasukan sekutu dan NICA pada tahun 1946, satu tahun setelah kemerdekaan. Tempat kejadian pertempuran itu berpusat di area alun-alun Bekasi. Penyebab pertempuran ini karena Belanda ingin kembali menguasai Indonesia dengan siasat menyelundupkan tentara sekutu. Akan tetapi siasat tersebut diketahui dan ditolak oleh front-front perjuangan rakyat Bekasi.    Yang kedua adalah peristiwa rapat umum oleh Panitia Amanat Rakyat Bekasi pada Februari 1950. Rapat umum tersebut menghasilkan sebuah kesimpulan yang dinamai Resolusi Rakyat Bekasi. Resolusi ini isinya adalah tuntutan kepada Pemerintah pada waktu itu untuk memberi otonomi yang lebih luas kepada rakyat Bekasi. Setelah disetujui p...

avatar
OSKM18_16718097_[Jason] Febrian
Gambar Entri
Teleefoon Kantoor te Buitenzorg
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Pernah mendengar tentang kantor telepon? Mungkin sebagian dari kita berpikir ke kantor telepo seperti telkom,dll.. Namun kantor telepon kali ini berbeda. Kantor Telepon. Bukan Kantor Telkom, tetapi "KANTOR TELEPON". Sampai saat inipun, masih banyak warga Bogor yang masih menyebut bangunan, yang sekarang menjadi bagian dari Kantor Telkom Indonesia ini, dengan sebutan itu. Penyebutan itu bukanlah tanpa alasan dan bukan karena warga Bogor tidak menyadari bahwa gedung tersebut sudah beralih pengelolaan. Tetapi, karena memang itulah namanya sejak satu abad yang lalu. Gedung ini di masa Belanda menjadi tuan di negeri ini disebut dengan Telefoon Kantoor te Buitenzorg, yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi KANTOR TELEPON BOGOR. Bangunan inilah yang disebut dengan Kantor Telepon. Lokasinya tidak jauh dari bangunan bersejarah lainnya, yaitu Pengadilan Negeri Bogor . Bangunan ini, entah kapan pastinya berdiri, sudah ada sejak tahun 1910 (berdasarkan situs Indische L...

avatar
Oskm18_16518415_ade Surya Handika
Gambar Entri
Lawang Salapan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

LAWANG SALAPAN Lawang Salapan merupakan ikon baru yang dimiliki oleh kota Bogor, yang menjadi simbol Kota Hujan. Lawang Salapan terletak di dekat Tugu Kujang tepatnya di pertigaan jalan Pajajaran dan Jalan Otto Iskandardinata (Otista).Nama ikon baru tersebut adalah Tepas Lawang Salapan DasakretA. Lawang Salapan itu sendiri memiliki beberapa bagian utama yang terdiri dari : 10 Pilar 9 Lawang (Pintu) 2 Rotunda 10 Pilar dan Maknanya Pilar-pilar yang dimiliki oleh Lawang Salapan ini terinspirasi dari pilar yang terdapat di Istana Bogor yang bisa dikata memegang peranan penting bagi kehidupan kota ini hingga sekarang. Ke-10 pilar ini melambangkan sebuah konsep yang diambil dari naskah kuno kerajaan yang pernah menjadikan Bogor sebagai ibukotanya, Kerajaan Pakuan Pajajaran, yaitu DASAKRETA (Dasa = 10) Dasakreta merupakan konsep dimana manusia harus bisa menjaga 10 bagian tubuh yang harus dijaga kebersihannya selama hidup sehingga diharapkan...

avatar
Oskm18_16518039_reihanaugeetiansyah
Gambar Entri
Tugu Perjuangan di Jalan KH. Agus Salim
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Monumen ini berbentuk persegi empat, di atasnya terdapat semacam kepala. Konon, ketika awal dibangun di sekeliling kepala tugu ditanam pecahan peluru meriam, mortir, granat tangan, dan selongsong peluru ukuran 12,7 mm yang diambil dari berbagai pertempuran di sekitar Bekasi dan Cakung. Keberadaan barang-barang tersebut memang tidak bisa dilihat secara jelas, karena sekitar tugu dipasang rantai pembatas yang akan menghalangi orang untuk mendekat. Penjelasan yang lebih ilmiah datang dari sahabat saya yang dikenal sebagai Sejarawan Bekasi yang bernama Ali Anwar. Ia menceritakan bahwa tugu di Jalan Agus Salim, menggambarkan berbagai pertempuran hebat yang pernah terjadi pada masa Agresi II. Berbagai peristiwa penting, seperti di daerah Kali Abang Bungur, Gardu Cabang dan Medan Satria, Kranji dan di berbagai tempat serta peristiwa pembakaran oleh tentara Sekutu diperingati oleh para pejuang dengan membangun tugu ini. Seandainya tidak ada Moch Toha, pahlawan dari bandung Selatan, mungkin...

avatar
Oskm18_16818271_agustin