×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Kerajinan

Asal Daerah

Desa Celuk

Kerajinan Perak Bali

Tanggal 04 Aug 2014 oleh Eviakbarwati .

Seni kerajinan emas dan perak di Desa Celuk sudah ada sejak lama sekitar tahun 1930-an yang dipelopori oleh keluarga Nang Gati (klan Pande). Pada masa lalu seni kerajinan ini diperuntukkan sebagai alat-alat perlengkapan upacara agama Hindu dan peralatan untuk kebutuhan istana kerajaan. Bentuknya menekankan pada fungsi kegunaan dengan motif hias yang mengandung nilai simbolis, dan juga nilai estetis. Beberapa jenis produk kerajinan perak pada masa tersebut yang diperuntukan sebagai perlengkapan upacara agama Hindu adalah sejenis kendi, guci, penastaan, genta, sibuh, canting, saab, dulang, bokor dan sebagainya. Sementara itu, berbagai jenis produk kerajinan sejenis giwang, badong, cucuk konde, cincin, anting-anting, danganan keris dan sebagainya merupakan benda-benda yang bernilai sosial tinggi, karena diperuntukkan terhadap raja-raja atau kaum bangsawan. Dengan demikian keberadaan benda-benda kerajinan perak di masa lalu dibuat sebagai pengabdian, baik untuk kepentingan spiritual maupun sosial. Kerajinan perak Desa Celuk terinspirasi dari motif hias Bali seperti motif primitif, geometris, flora (tumbuh-tumbuhan), dan motif hias yang menggambarkan makhluk hidup.

Motif hias yang diterapkan pada kerajinan perak Desa Celuk antara lain sebagai berikut :

  1.  Motif Hias geometris

Penciptaan benda-benda masa lampau lebih banyak berorientasi pada hal-hal yang bersifat religius, dimana benda ciptaan tadi merupakan media yang menghubungkan manusia dengan roh. Bentuk motif hiasnya berupa garis, torehan, pilinan, dan sebagainya ditemukan pada benda-benda peninggalan diciptakan sebagai suatu karya yang berlatar belakang pada kebudayaan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat spiritual, merupakan penciptaan dari suatu kehidupan yang mencerminkan budaya primitif. Pada masa kehidupan primitif dapat kita jumpai pada karya-karya berupa torehan gambar atau lukisan pada dinding guagua. Garisgaris geometris tersebut berupa garis zigzag, relung, pilin, miander, dan garis silang, yang disusun menyerupai motif kadal, cecak, topeng, yang disesuaikan dengan disain produk tersebut

  1. Motif Hias Tumbuh-tumbuhan (flora)

Motif hias tumbuhan-tumbuhan bersumber dari alam tumbuh-tumbuhan atau flora, yang digambarkan dalam bentuk perwujudan daun-daun, bunga-bunga, tangkai, dan buah yang dipolakan secara berulang-ulang sehingga menjadi motif tumbuh-tumbuhan, di Bali lebih dikenal dengan istilah pepatran.

  1. Motif Hias Makhluk Hidup

Jenis motif hias yang mengambarkan makhluk hidup ini telah dikenal sejak zaman prasejarah yang mengadung nilai religius magis, memberikan pengaruh tertentu pada kehidupan manusia pada masa tersebut. Penggambaran motif hias yang diterapkan pada kerajinan perak Bali pada benda pakai atau terapan dengan menstililisasi objek dari bentuk mahkluk hidup seperti binatang

dan manusia.

Teknik yang dilakukan oleh perajin perak yang ada di Desa Celuk antara lain : (1)

teknik granulasi, adalah teknik pembuatan perhiasan dari perak yang mempergunakan butir-butiran (jawan) yang sangat kecil, dirancang sesuai dengan bentuk perhiasan yang diinginkan, seperti dalam pembuatan gelang, cincin, dan liontin. (2) teknik terap-terapan, adalah teknik pembuatan perhiasan dengan mengunakan bahan kawat yang terbuat dari perak sangat kecil, halus, dan lembut, menyerupai benang dengan berbagai ukuran, kemudian dijalin, disusun dengan rapi dan artistik, seperti dalam pembuatan, gelang, kalung, bross, dan cincin. (3) teknik pahat, adalah suatu cara pembuatan barang-barang kerajinan dari perak lempengan (plat) atau yang sudah dibentuk, selanjutnya ditempelkan disain, gambar motif. Dalam proses pengerjaannya menggunakan landasan jabung, selanjutnya dilakukan pemahatan dari permukaan positif dan negatif seperti dalam pebuatan dulang, bokor, cincin, liontin, sendok dan tempat tisu.

 

sumber : Penelitian Drs. I Nyoman  Ngidep Wiyasa

DISKUSI


TERBARU


Asal usul terbe...

Oleh Hanggarabawandi | 25 Jun 2024.
Cerita rakyat masyarakat Dayak Bakumpai

Dahulu kala hiduplah dua raksasa bersaudara yang mana kaka bernama Ujung Dan adik bernama silu. mereka hidup di pesisir sungai barito di bawah gunung...

Pehu Na Pitu

Oleh Batakologi | 24 Jun 2024.
Naskah Kuno dan Ramalan

Pehu Na Pitu merupakan nama Batak yang ditujukan untuk tujuh planet, yaitu Matahari, Bulan, Mars, Merkurius, Jupiter, Venus, dan Saturnus. Darisini...

Rambu Siporhas

Oleh Batakologi | 24 Jun 2024.
Naskah Kuno dan Ramalan

Naskah ini berisi petunjuk di dalam penggunaan rambu siporhas . Rambu Siporhas biasa digunakan untuk peramalan dalam konteks berperang, dan naskah...

Diniyohu dan Ma...

Oleh Ninaninu Cafe | 24 May 2024.
Makanan Tradisional Gorontalo

Diniyohu, Ilabulo, Binthe Biluhuta, Dabu-Dabu Sagela

Omu dan Kue Ker...

Oleh Ninaninu Cafe | 24 May 2024.
Minuman dan Kue Tradisional

Minuman Omu dan Kue Kering tradisional Gorontalo

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...