Wanita
141 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Batu Gantung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Batu Gantung adalah sebuah cerita rakyat yang berkembang pada masyarakat sekitar Danau Toba. Batu Gantung adalah sebuah batu yang letaknya menjorok ke Danau Toba. Batu gantung dapat dicapai dengan menggunakan speedboat kira -kira 10 menit dari Hotel Danau Toba. Apa yg menarik dari batu gantung ini? Bila kita memandang dengan seksama,maka akan terlihat bentuk batu itu seperti wanita yg sedang terjun ke danau dan diiringi oleh seekor anjing disampingnya. Tempat ini dianggap keramat oleh masyarakat setempat,tidak boleh berbicara kotor,atau menghina keberadaan batu gantung tersebut. Akan timbul kecelakaan bagi yang melakukannya,seperti tidak dapat kembali dan tenggelam kedalam danau. Pada jaman dahulu kala adalah seorang gadis cantik dijodohkan ke anak namborunya. Calon suaminya ini seorang yg kuran cerdas, tetapi orangtuanya tergolong yg kaya raya. Pada jaman itu ada ketentuan bahwa si gadis harus nikah dengan anak namborunya. Sepertinya peraturan ini harus dilaksanakan, tidak boleh d...

avatar
Widra
Gambar Entri
Asal Mula Danau Si Losung Dan Si Pinggan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Danau Si Losung dan Danau Si Pinggan berada di Provinsi Sumatra Utara. Ada sebuah cerita rakyat mengenai asal mula danau Si Losung dan Si Pinggan yang konon diakibatkan oleh perkelahian dua kakak beradik, Datu Dalu dan adiknya Sangmaima. Begini ceritanya: Datu Dalu dan Sangmaima Adalah Datu Dalu dan Sangmaima, dua orang bersaudara yang gagah dan pandai mengobati berbagai macam penyakit. Kedua orang tua mereka bekerja mencari nafkah sebagai ahli pengobatan. Mereka pandai mencari tumbuhan obat di hutan dan meramunya menjadi obat-obatan. Meskipun hidup dalam kemiskinan, Sang Ayah sangat ingin kedua anaknya mewarisi keahlian yang dimilikinya yaitu bela diri silat dan meramu obat-obatan. Ia mengajari kedua anaknya sedari kecil cara meramu obat dan berlatih silat. Di suatu hari, seperti biasanya, kedua orang tua Datu Dalu dan Sangmaima pergi ke hutan untuk mencari tumbuhan obat-obatan. “Datu Dalu, Sangmaima! Ayah dan Ibu pergi ke hutan untuk mencari tumbuhan obat-obatan. Kalian bai...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Legenda Puteri Runduk, Sumatra Utara
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Alkisah, Raja Jayadana memerintah Kerajaan Barus Raya yang berpusat di Kota Guguk dan Kota Beriang dekat Kadai Gadang, Sumatera Utara sekarang. Kerajaan Barus Raya saat itu telah memeluk agama Islam dan tengah berada pada puncak kejayaannya. Pada masa jayanya, Kerajaan Barus Raya kaya dengan seni dan budaya. Masyarakat pesisir telah memiliki kebudayaan seperti Serampang 12, Bersanggu Gadang, Bakonde, Berinai, Turun Air, Berkambabodi, Berkelambu Kain Kuning, Berpayung kuning, mengasah gigi dan lain-lain. Raja Jayadana beristrikan seorang permaisuri yang kecantikanya tersiar hingga ke negeri-negeri lain. Puteri Runduk adalah nama sang permaisuri. Banyak para raja dan para saudagar yang tertarik dengan kecantikan Puteri Runduk. Mereka ingin meminang Puteri Runduk walaupun ia telah bersuami. Sebut saja Raja dari daratan Cina yang terang-terangan datang untuk melamar Puteri Runduk, yang tentu saja lamaran itu ditolak. Kedua kerajaan ini akan mengirimkan pasukannya ke...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Nai Manggale (Si Gale-Gale)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Jika kita pergi ke pulau Samosir di tengah Danau Toba, Sumatera Utara, maka kita akan mendapati Si Gale-Gale sebuah patung yang bisa bergerak. Si Gale-Gale adalah sebuah patung kematian yang dibuat apabila ada seseorang yang meninggal tanpa memiliki keturunan. Dimaksudkan agar orang yang meninggal tidak berduka di alam baka. Menurut kepercayaan orang Batak zaman dahulu, orang yang meninggal tanpa memiliki keturunan, roh-nya akan memasuki patung Si Gale-Gale. Patung tersebut kemudian akan dituntun oleh seorang dalang bersorban sementara para penonton akan menari mengelilingi patung sambil bersedekah pelipur lara kepada patung. Adapun bentuk Si Gale-Gale biasanya dibuat tanpa kepala. Kemudian di bagian kepala patung akan diletakkan tengkorak orang yang meninggal. Muka patung diwarnai dengan kuning telur, matanya dibuat dari oleh buah-buahan, rambutnya dari rambut kuda, dan tubuh patung diberi pakaian lengkap yang indah. Patung yang bisa bergerak Si Gale-Gale konon...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Asal Mula Pulau Si Kantan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Di tepi sebuah sungai di Labuhan Batu, Sumatra Utara , hiduplah seorang janda yang sangat miskin bersama seorang anaknya. Anaknya bernama Si Kantan. Si Kantan dan Ibunya tinggal di sebuah gubuk yang reot dan kumuh. Mereka hidup sengsara. Ayah Si Kantan telah lama meninggal dunia. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ibu Si Kantan mencari kayu bakar di hutan untuk dijual ke pasar. Si Kantan sering membantu ibunya untuk membawa kayu bakar dari hutan ke pasar. Si Kantan terkenal sebagai anak yang rajin dan patuh kepada ibunya. Bermimpi Bertemu Kakek Tua Ketika malam tiba, ibu Kantan bermimpi. Dia bertemu dengan seorang kakek tua yang menyuruh mereka untuk menggali tanah pada sebuah tempat di dalam hutan. Ketika pagi tiba, sang ibu menceritakan perihal mimpinya kepada Si kantan. Si Kantan menyarankan kepada ibunya untuk mematuhi apa yang disuruh oleh kakek tua itu. “Ibu, cobalah kita laksanakan perintah sang kakek tersebut, mana tau akan memba...

avatar
Bangindsoft
Gambar Entri
AEK SIPAULAK HOSA
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Aek Sipaulak Hosa merupakan salah satu tempat wisata yang akhir-akhir ini banyak dikunjungi oleh wisatawan. Dalam bahasa Batak, Aek Sipaulak Hosa memiliki arti yaitu air pengembali napas. Air pengembali napas yang dimaksud adalah bahwa setiap orang yang meminum air ini akan merasakan kelegaan dan kesejukan. Berdasarkan hasil penelitian UNESCO, kandungan mineral yang terdapat dalam Aek Sipaulak Hosa lebih tinggi dibandingkan dengan air minum kemasan yang dijual. Masyarakat setempat meyakini bahwa air ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang ada. Selain itu juga masyarakat yang memiliki permintaan tertentu diyakini akan terkabul, baik yang memiliki permintaan mengenai jodoh, rezeki, dan lainnya. Kisah Aek Sipaulak Hosa ini berawal dari Raja Silahisabungan dengan sang istri Pinggan Matio yang akan pergi ke tempat mertuanya, yaitu Raja Pakpak. Sang Raja berangkat dengan berjalan kaki bersama istrinya yang sedang mengandung. Di tengah perjalanan, istrinya merasa kehausan dan...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Ulos Ragi Hidup
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Utara

Secara umum Ulos Ragi Hidup dapat dipakai pada acara adat Batak baik upacara suka dan duka. Pada jaman dahulu dipakai juga untuk “mangupa tondi” (mengukuhkan semangat) seorang anak yang baru lahir. Ulos ini juga dipakai oleh suhut si habolonan (tuan rumah). Ini yang membedakannya dengan suhut yang lain, yang dalam versi “Dalihan Na Tolu” disebut dongan tubu (satu marga). Konon Ulos Ragi Hidup menunjukkan status sosial dan ekonomi seseorang, dulu hanya raja-raja dan masyarakat menengah keatas yang memakainya. Dalam system kekeluargaan orang Batak. Kelompok satu marga ( dongan tubu) adalah kelompok “sisada raga-raga sisada somba” terhadap kelompok marga lain. Ada pepatah yang mengatakan “martanda do suhul, marbona sakkalan, marnata do suhut, marnampuna do ugasan”, yang dapat diartikan walaupun pesta itu untuk kepentingan bersama, hak yang punya hajat (suhut sihabolonan) tetap diakui sebagai pengambil kata putus (putusan terakhir). Jadi dengan menggunakan Ulos Ragi Hidup menjadi satu p...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Patung Boraspato Ni Tano - Boru Saniang Naga
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Dalam kepercayaan Batak kuno, Boraspati ni Tano yang berwujud bengkarung (kadal tanah) adalah dewa penguasa tanah dan pemberi kesuburan, sedangkan Boru Saniang Naga adalah dewi penguasa air dan danau. Bagi masyarakat Batak yang agraris, tanah dan air merupakan dua unsur yang sangat penting untuk dijaga dan dihormati. Berbagai upacara dan ritual rutin diadakan untuk menghormati kedua dewa ini, khususnya menjelang masa tanam, panen, dan bahkan saat membuka huta (pemukiman) baru. Dalam konsep pembuatan patung, Boraspati Ni Tano dalam posisi sedang memandang Boru Saniang Naga hingga wajahnya tersipu. Rambut Boru Saniang Naga menjuntai menggambarkan gelombang air dan di dekatnya ada bentuk mirip seperti gelombang air yang dilambangkan sebagai Aek Natio (air yang jernih - gelombang air danau toba seperti rambut wanita). Base / Landasan Patung Boraspati Ni Tano - Boru Saniang Naga ini berupa plat motif-motif Batak yang berbentuk segitiga (analogi rumah tradisional Batak). Sejak dahul...

avatar
Batakologi
Gambar Entri
Pagar ni Huta (Pangulubalang) Desa Hutaraja
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Pagar ni Huta (Pangulubalang) di Desa Hutaraja, Kabupaten Samosir ini dibuat oleh keturunan dari Ompu Sipungka Batu yang bertujuan untuk menjaga kampung agar terhindar dari segala bentuk gangguan yang membahayakan warga kampung serta kejahatan yang dapat membuat kampung menjadi rusak dan tidak terkendali. Menurut sumber yang kami peroleh ketika Tim Survey Batakologi melakukan ekspedisi, Pangulubalang sendiri diartikan sebagai tumbal dari pengawal raja yang setia kepada raja dan memberikan hidupnya untuk menjaga kampung. Pada saat kunjungan Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Pagar ni Huta ini "dipercantik" dengan menambahkan oranamen patung yang berpasang-pasangan (ornamen patung di depan berjenis kelamin pria dan di belakang berjenis kelamin wanita) serta diberi pembatas agar Pagar ni Huta tetap terjaga dan tidak sembarang orang dapat menyentuh Pagar ni Huta.

avatar
Batakologi