maulid
9 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Panjang Mulud
Ritual Ritual
Banten

Panjang mulud merupakan upacara selamatan yang dilakukan masyarakat Islam di Serang Banten dalam rangka memperingati hari lahir nabi Muhaammad SAW atau maulid nabi. Pelaksanaannya berupa perayaan dengan mengusung berbagai jenis makanan, mulai dari makanan matang siap santap seperti nasi kuning lengkap dengan lauk pauk, telur, semur daging dan sayur-sayuran, hingga bahan makanan dalam semisal beras yang semuanya disusun dalam sebuah tempat yang disebut dengan panjang. Panjang adalah tempat menaruh makanan dalam bentuk replika berbagai macam bentuk mulai dari kendaraan, masjid, perahu dan lainnya. Biasanya replika ini disesuaikan dengan basis mata pencaharian masyarakatnya (misalnya untuk masyarakat pesisir berupa perahu), meski demikian tergantung juga dengan kreatifitas masyarakat yang membuatnya. Makanan yang ditempatkan dalam replika ini dihiasi dengan berbagai ornamen, seperti kertas warna warni, uang, dan lain sebagainya. Panjang ini kemudian diarak kelililing kampung/kota diiringi...

avatar
idi dimyati
Gambar Entri
Golok Ciomas
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Banten

Bumi Nusantara ini kaya akan budaya, juga kaya akan benda pusaka yang legendaris dan tak tergerus zaman, salah satunya adalah Golok Ciomas. Golok Ciomas adalah salah satu benda pusaka legendaris, khususnya di kalangan masyarakat Banten karena merupakan salah satu senjata andalan para pendekar Banten. Berbeda dengan golok pada umumnya, Golok Ciomas masuk dalam kategori benda pusaka karena bukan sekedar senjata tajam tetapi juga memiliki daya magis yang melekat di balik keindahan dan ketajamannya.   Salah satu keunikan Golok Ciomas adalah waktu pembuatannya. Golok Ciomas hanya dibuat pada bulan mulud menurut kalender Jawa atau bulan Rabi’ul Awal dalam kalender Hijriyah. Melihat sejarahnya, tradisi pembuatan yang diturunkan secara turun-temurun ini demi menjaga kelestarian kearifan lokal warga Pondokkaharu Banten sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi yang telah membawa ajaran islam yang lahir pada tanggal 12 bulan Rabi’ul Awwal. Golok Ciomas memang sangat ind...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
panjang mulud
Ritual Ritual
Banten

Panjang mulud merupakan upacara selamatan yang dilakukan masyarakat Islam di Serang Banten dalam rangka memperingati hari lahir nabi Muhaammad SAW atau maulid nabi. Pelaksanaannya berupa perayaan dengan mengusung berbagai jenis makanan, mulai dari makanan matang siap santap seperti nasi kuning lengkap dengan lauk pauk, telur, semur daging dan sayur-sayuran, hingga bahan makanan dalam semisal beras yang semuanya disusun dalam sebuah tempat yang disebut dengan panjang. Panjang adalah tempat menaruh makanan dalam bentuk replika berbagai macam bentuk mulai dari kendaraan, masjid, perahu dan lainnya. Biasanya replika ini disesuaikan dengan basis mata pencaharian masyarakatnya (misalnya untuk masyarakat pesisir berupa perahu), meski demikian tergantung juga dengan kreatifitas masyarakat yang membuatnya. Makanan yang ditempatkan dalam replika ini dihiasi dengan berbagai ornamen, seperti kertas warna warni, uang, dan lain sebagainya. Panjang ini kemudian diarak kelililing kampung/kota diir...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
ngatir
Ritual Ritual
Banten

Ritual yang biasa dilaksanakan pada saat maulid nabi atau isra Mi'raj dengan membawa makanan berupa nasi dan ayam dalam bakul ke mesjid

avatar
Rifaatul
Gambar Entri
muludan
Ritual Ritual
Banten

Acara maulid nabi di kota serang bisa dikenal dengan nama muludan. Yang jadi ciri khas dari muludan di serang yaitu adanya arak-arakan keliling kampung yg dinamakan geropokan, disana masyarakat antusias untuk mengambil barang-barang berupa: telur yg dihias Bunga kertas/burung-burungan.

avatar
Nendenpuputri
Gambar Entri
Panjang mulud ngeropok
Ritual Ritual
Banten

Maulid adalah perayaan maulid nabi muhamad SAW ketika sudah wafat, umat muslim memperingatinya atau mengekspresikannya dalam bentuk perayaan seperti pepujian dan lain lain yang berkaitan. Sekarang di peringati di seluruh dunia, namun untuk yang dibahas spesifik disini adalah di serang banten yang tentu nya juga memiliki keunikan nya sendiri. Perayaan ini bisa disebut sebagai bentuk pengekspresian umat akan hal keimanannya dan kebangkitan keberagaman umat umat setelah nabi muhamad wafat. Panjang mulud ini dirayakan oleh hampir segenap warga serang itu sendiri, mulai dari birokrasi hingga tingkat kecamatan atau kelurahan. Event besar nya juga dihadiri wali kota serang yang mengawali pawang yang berangkat dari ciseri sampai hingga islamic centre. Selain rombongan dihiasi kreasi dan perhiasan warga juga ada seni tradisional yang ditampilkan seperti rudat, terbang gede. Inti acaranya berakhir pada panggung utama dimana mobil hiasan yang membawa sembako, pakaian, dan barang kebutuhan lain...

avatar
OSKM18_16518059_mohamad Falah Sutawindaya
Gambar Entri
LKK_BANTEN2013_TERSABA02
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Banten

Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_BANTEN2013_TERSABA02 [ KUMPULAN KITAB TENTANG ISRA’ MIRAJ, MAULID NABI, DAN FIQH ] LKK_BANTEN2013_TERSABA2 Nama Pemilik Bhs. Arab Aksara Arab Prosa SJ & FQ 265 hal,15 baris/hal Ukuran 16 x 10,5 cm Kertas Eropa Naskah ini berisi teks berupa [ Kumpulan Kitab tentang Isra’ Miraj, Maulid Nabi, dan Fiqh], dalam salah satu teks disebutkan judul Fi Mi’rajihi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Penulisnya tidak disebutkan.Naskah ini adalah naskah asli yang berasal dari Tersaba, Tanara, Kabupaten Serang. Naskah ini memiliki ukuran 16 x 10,5 cm, dengan tebal naskah 2 cm. Ukuran teks naskah 13 x 7 cm, dengan ukuran huruf 0,5 cm.Margin Recto: kiri 1cm, atas 1,7 cm, kanan 2,4 cm, dan bawah 1,2 cm; sedangkan Margin Verso: kiri 2 cm, atas 1,5 cm, kanan 1cm, dan bawah 1,5cm. Isi naskah berbahasa Arab, ditulis dengan aksara Arab menggunakan khat Nasakh.Tulisan berwarna hitam danmerah, di atas bahan kertas Eropa be...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Sumur Keramat Jati Herang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

SUMUR KERAMAT JATI HERANG Suasana sore ini begitu cerah, anak-anak di Kampung Tampeuyan yang sudah beberapa hari tidak dapat keluar rumah karena hujan terus-menerus mengguyur kampung yang subur itu, kini tampak bersenang-senang. Cuaca cerah seperti ini makin membuat anak-anak bersemangat dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bermain di luar rumah sore ini. Kosim berlari sekuat tenaga mengejar temanteman sebayanya agar bisa menangkap salah satu dari mereka. Bermain kejar-kejaran pada sore hari sudah menjadi kebiasaan bagi anak-anak kampung itu, sambil menunggu beduk Magrib. Sesekali terdengar jeritan mereka yang polos karena hampir saja tertangkap oleh Kosim yang larinya begitu cepat. Jika mereka tertangkap oleh Kosim, jadilah mereka. Artinya, yang tertangkap akan berganti mengejar yang lainnya. Mereka tidak akan lelah bermain sampai waktu Magrib tiba atau dipanggil oleh orang tuanya untuk berangkat mengaji ke sebuah langgar di Kampung Tampeuyan. ”Nyai..., kopinya sudah belum...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tari Saman
Tarian Tarian
Banten

Tari Saman adalah tarian tradisional Aceh yang telah menjadi bagian dari budaya dan warisan seni Indonesia. Tarian ini memiliki gerakan yang dinamis dan energik, serta menggunakan irama musik yang khas dengan menggunakan alat musik berupa rebana, seruling, dan gendang. Tari Saman dilakukan oleh sekelompok penari yang terdiri dari pria dan wanita yang biasanya dipimpin oleh seorang kepala tari yang disebut Syekh. Sejarah Tari Saman Dikutip dari bogornews Tari Saman berasal dari daerah Gayo, Aceh Tengah, dan sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Awalnya, tarian ini ditarikan oleh sekelompok pemuda yang sedang mengikuti sebuah upacara adat. Tarian ini dimaksudkan sebagai bentuk perayaan dan ungkapan syukur kepada Tuhan atas panen yang melimpah. Tarian Saman juga digunakan sebagai sarana untuk mempererat hubungan antaranggota masyarakat, karena tarian ini membutuhkan kerja sama dan sinergi yang kuat antara penari. Selain itu, Tari Saman juga memiliki nilai-nilai keagamaan dan...

avatar
Dandiarie