Bolu Kemojo adalah panganan khas Melayu dari Riau. Kue ini sering disajikan pada hajatan, buka puasa, atau perayaan-perayaan hari besar seperti lebaran. Pada umumnya kue ini berwarna hijau coklat dengan rasa pandan. Namun, kini juga dikembangkan berbagai macam rasa seperti durian dan kacang.
Bolu Kemojo adalah panganan khas Melayu dari Riau . Kue ini sering disajikan pada hajatan, buka puasa, atau perayaan-perayaan hari besar seperti lebaran. Pada umumnya kue ini berwarna hijau kecoklatan. Kue ini memiliki berbagai variant rasa, mulai dari keju, coklat, kacang merah, pandan dan yang paling populer adalah rasa durian.
Kue Semprit adalah salah satu kue yang berasal dari Riau. Dinamakan kue semprit karena pada proses pembuatannya kue ini dicetak menggunakan plastik atau spuit yang biasa disebut masyarakat dengan semprit. Kue ini memiliki bentuk seperti bunga dengan selai di tengahnya sehingga sering dijadikan buruan saat Lebaran tiba. Bahan-bahan: 1 ½ ons tepung maizenna 1 ½ ons coklat bubuk 4 ons mentega 4 ons gula pasir 5 ons tepung terigu 5 butir telur ayam, ambil bagian kuningnya 3 butir telur ayam, ambil bagian putihnya 2 sendok teh vanila bubuk 1 sendok teh garam Selai strawberry secukupnya Margarin secukupnya Cara Membuat: 1. Siapkan bahan-bahan dan alat yang diperlukan. Ambil wadah untuk mengocok mentega bersama sebagian gula sampai mengembang. 2. Masukkan kuning telur lalu kocok sampai merata semuanya. Tambahkan tepung terigu, tepung maizenna, garam serta vanilla 3. Aduk-aduk kembali, tapi jangan terlalu keras agar mudah dicetak. Sementara itu, siapkan sisa...
Perahu baganduang (perahu bergandung) adalah perahu kebesaran (semacam kereta kencana) yang digunakan di dalam tradisi manjopuik limau. Perahu ini dibuat dari perahu kecil (jalur mini) yang digandung (dirangkai) dengan dua perahu kecil lainnya dan ditegakkan dengan gulang-gulang ( tunggul adat ), simbol-simbol, serta dihiasi janur, dan kain panjang. Perahu baganduong merupakan lambang dari kemegahan, perjuangan, batobo , jalinan kasih, dan bentuk sanjungan seorang bujang kepada seorang gadis. Perahu baganduang memiliki tiga bagian utama dan beberapa bagian pendukung. Ketiga bagian utama tersebut adalah beranda, tonggak, dan lantai berpagar janur. Beranda merupakan simbol balai adat yang di dalamnya terdapat bangku panjang dan gapura yang terbuat dari janur. Beranda berfungsi sebagai ruang berdiam si bujang saat manjopuik limau . Tonggak adalah layar perahu baganduang sekaligus penyatu ketiga perahu, berfungsi sebagai rumah dari penempatan simbol-simbol. Simb...
Pagi hari ke 4 lebaran ratusan pemuda pemudi daerah Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi beramai-ramai berkumpul di tepian Sungai Kuantan. Tidak hanya berkumpul, para muda mudi ini juga berpasang-pasangan menaiki perahu yang terbuat dari buluh ditepian sungai tersebut. Sebanyak 20 perahu yang dibuat bersama-sama oleh masyarakat sekitar untuk dinaiki para pemuda pemudi yang berjumlah 30 orang. Perahu yang oleh masyarakat setempat disebut Perahu Baganduang tersebut dibuat dalam rangka melaksanakan tradisi adat yang telah dilakukan masyarakat terus menerus selama kurang lebih satu abad lamanya. Tradisi yang disebut masyarakat Festival Perahu Baganduang tersebut dijalankan oleh para muda-mudi mulai dari malam terakhir Bulan Ramadhan. Tokoh Masyarakat Daerah Lubuk Jambi, Raja Mahadi bercerita pada malam takbiran tersebut para pemuda yang masih lajang membawa mangkok berisikan beberapa buah jeruk untuk diberikan kepada pemudi yang diinginkannya un...
NASI goreng adalah hidangan yang cukup praktis dibuat, juga ideal untuk masa-masa minim bantuan setelah Lebaran. Selain itu, nasi goreng merupakan hidangan yang sangat populer. Nah, saat ini ada banyak cara untuk membuatnya. Nasi goreng umumnya dimasak dengan menggunakan nasi sisa. Biasanya, hidangan ini dapat dicampur dengan hampir semua jenis daging, telur, dan sayuran. Mungkin ada baiknya Anda langsung mencoba menu ini. Bahan Pembuatan: 480 gram nasi putih, biarkan dingin 4 sdm Minyak sayur 4 butir Telur, kocok lepas 10 gram Daun ketumbar, iris 10 gram Daun Bawang, iris Garam secukupnya Bumbu Halus: 100 gram Udang kering (ebi), rendam selama 10 menit, 50 gram Teri kering 4 buah Cabe hijau 1 buah Cabe merah 5 buah Cabe keriting 2 siung Bawang bombai, kupas dan cincang 6 siung Bawang putih, kupas Hiasan dan Pelengkap: Bawang merah goreng renyah sesuai selera Ikan asin go...
Hidangan acar hampir bisa ditemukan di banyak daerah, satu yang khas adalah acar tulang bawang dari Riau. Acar ini terbuat dari campuran ikan tenggiri dengan mangga muda dan beberapa bahan lain yang membuat rasanya asam segar. Bahan-Bahan: 300 gr daging ikan tenggiri, bakar dan suwir-suwir 150 gr mangga mengkal, cincang kasar 2 buah tomat, potong-potong 1 buah paprika hijau, potong korek api Garam secukupnya Minyak goreng secukupnya, untuk menumis Bumbu Halus: 4 buah cabai merah 4 butir bawang merah 50 gr kacang tanah goreng ½ sdt terasi 1 sdt gula pasir Cara Membuat: Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan air dan garam, lalu aduk rata; Masukkan mangga, tomat, paprika dan daging ikan tenggiri, aduk rata. Masak hingga bumbu meresap. Setelah itu angkat dan sajikan selagi hangat. (sumber: Google) Alamat dan Kontak...
Mengenal Bubur Khas Riau “Kuih Qasidah” Kuih Qasidah merupakan masakan khas melayu yang sering ditemui saat ke Provinsi Riau. Kuih ini seringkali dihidangkan saat lebaran atau bulan puasa. Ciri utama yang melekat dari kuih ini adalah rasanya yang manis dan sedikit berminyak serta bertekstur kenyal. Dalam penyajiannya kuih ini diberi taburan bawang goreng di atasnya. Dalam pembuatan Kuih Qasidah ini dibutuhkan tenaga yang ekstra dan waktu yang relative lama. Hal ini dikarenakan dalam pengadukannya, kuih ini akan sangat kenyal dan lengket sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memadukan adonannya. Kita tidak boleh terlalu lama membiarkan kuih ini di atas api tanpa mengaduknya karena kuih ini akan gosong dan teksturnya akan berubah. Butuh kesabaran yang ekstra dan kesungguhan untuk memb...
Hari Raya Enam atau biasa disebut Aghi Ghayo Onam adalah tradisi masyarakat Kabupaten Kampar di Provinsi Riau yang masih diturun-temurunkan sampai saat ini. Peringatan ini dirayakan sehari setelah Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal), dan dinamakan ‘enam’ karena dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut, yaitu dari tanggal 2 Syawal – 7 Syawal. Selama periode tersebut, masyarakat Kampar berpuasa sunnah kembali walaupun sudah melakukannya selama 1 bulan penuh di bulan Ramadhan. Namun esensi dari tradisi ini bukan sekadar berpuasa, tetapi mereka juga berziarah secara berkelompok ke setiap desa atau dusun terdekat, dimana jumlahnya bisa mencapai ratusan orang. Aghi Ghayo Onam atau juga dapat disebut Aghi Ghayo Zorah (Hari Raya Ziarah) menganggap tradisi beramai-ramai ke kuburan ini tidak hanya untuk mendoakan sanak saudara yang telah di alam kubur, namun ini juga sebuah ajang silaturahmi bagi warga Kampar setempat. Masyarakat yang merantau dan jarang bertemu seti...