Jika anda ditanya oleh seseorang entah teman, guru atau siapa pun tentang kegunaan dari kotoran kerbau atau sapi maka mungkin kebanyakan dari anda akan menjawab untuk pupuk dan sebagainya, tapi saya bisa pastikan hampir dari yang ditanya itu tak akan ada yang menjawab untuk mengepel lantai dan dinding rumah. Tapi itulah yang terjadi di dusun Sade, Suku Sasak yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di dusun ini kotoran kerbau atau sapi yang lazimnya untuk pupuk itu dijadikan sebagai bahan untuk mengepel lantai dan dinding rumah. Tradisi unik yang tak lekang oleh waktu dan masih tetap digunakan oleh suku Sasak hingga kini ini karena mereka meyakini bahwa kotoran sapi atau kerbau yang dicampur dengan air jika dipakai untuk mengepel lantai dan dinding rumah dapat membuat lantai jadi kesat, mengkilap dan terhindar dari lalat dan nyamuk. Lebih jauh, rumah adat suku sasak yang disebut dengan Bale Ratih dan atapnya terbuat dari alang-alang dengan berdindingkan anyama...
Makam Muhammad Ra’is Sekarbela di kenal sebagai daerah yang telah banyak melahirkan banyak tuan guru atau lebih dikenal sebagai ulama.Ada banyak orang alim yang pernah terlahir di tanah Sekarbela hingga kini, diantaranya TGH. Muhammad Ra’is. TGH. Muhammad Ra`is adalah ulama besar Sekarbela yang menjadi intan permata bagi masyarakat Sekarbela yang terus bersinar hingga sekarang. TGH. Ra`is menikah sebanyak dua kali. Istri pertamanya bernama Kibtiyyah (Pesinggahan) dan Miwasih (Sekarbela). Perjalanan TGH. Ra`is menuntut ilmu agama telah menempuh jalan yang tidak mudah. Ia telah menuntut ilmu agama hingga di negeri para nabi, Makkah Al-Mukarromah. Awal perjalanan mulianya di fokuskan untuk memperdalam ilmu kebahasaan (nahwu). Hampir ke seluruh desa pelosok di tanah suci ia telusuri demi memperoleh perbendaharan bahasa yang bagus. Pengembaraan intelektualnya di negeri para rasul itu berlangsung selama jangka waktu 7 tahun. Demi menuntut ilmu, ia pun ha...
Ufi adalah salah satu metode pengobatan tradisional dengan cara meniup sambil memegang bagian tiubuh yang sakit atau pun cedera. Biasanya metode ufi dilakukan pada bagian tubuh yang keseleo,patah, ketelan tulang ikan, atau bisul dan cacar. Banyak dikenal metode ufi terutama di desa desa yang masih dilakukan hingga saat ini. Sambil melakukan ufi biasanya Sando atau dukun membacakan mantra mantra. Ada yang membacakan mantra yang sama sekali tidak dimengerti, ada juga yang melakukan ufi dengan membacakan ayat ayat suci Alquran. Beberapa mantra yang pernah saya catat untuk ufi anak anak yang demam adalah "Wadi Madi Manikam " entah apa artinya. Mantra mantra ufi biasanya tidak diberikan sembarangan karena berkaitan prosesi yang sakral. Biasanya untuk mendapatkan mantra mantra itu dilakukan dengan prosesi " Donggo Ilmu " atau serah terima ilmu sesuai kesepakatan dengan sando sebagai guru. Tetapi ada juga sando yang memberikan mantra mantra itu untuk kepentingan penelitian seperti yang...
Pada suatu hari, ada seseorang yang amat sakti bernama Tuan Guru. Ia adalah seorang pengembara dan sekaligus sebagai penyebar agama. Dalam pengembaraannya itu, suatu saat ia tiba di sebuah Gili* yang bernama Gili Terawangan. Di Gili Terawangan itu ia berjumpa dengan seorang manusia. Tuan Guru pun kemudian bertanya. “Apakah saudara pernah mempelajari agama?” “Belum,” demikianlah jawab orang yang ditanya. “Kalau demikian, maukah saudara mempelajarinya? Saya sanggup menjadi guru saudara.” “Ya, saya mau. Memang sejak lama saya berniat mempelajari agama, tetapi saya belum menemukan seorang guru. Bila tuan berkenan mengajar saya, saya pun sangat mengharapkannya.” “Baiklah saudara akan saya berikan pelajaran tentang agama.” Mulai saat itu Tuan Guru memberikan pelajaran agama. Ia memberikan berbagai macam ilmu. Di antara ilmu-ilmu yang diajarkan, ada yang bernama Ilmu Bunga Laut. Sedang ilmu yang lain melipu...
Di jaman yang telah lampau tersebutlah didalam kisah seorang putera raja yang konon berasal dari Gowa Sulawesi Selatan. Ia datang ke tempat ini bukan untuk memerintah tetapi untuk menyebarkan Agama Islam. Tempat ini dinamakan Bekat Loka , suatu tempat yang dijadikan tempat tinggal dan lama kelamaan menjadi sebuah dusun. Bekat asal katanya adalah berkat . Dusun yang diberkati Allah tempat bermukim seorang alim dari Putera Raja Gowa. Di Dusun Bekat Loka inilah akhirnya Putera Raja Gowa wafat. Kini lokasi itu dapat dilihat lebih kurang seratus depa sebelah tenggara sebuah bukit kecil yang dikenal dengan Ponan . Bukit Ponan sendiri terletak diantara tiga buah dusun yaitu Dusun Poto, Dusun Malili, dan Dusun Lengas . Di Dusun Bekat Loka inilah lahir seorang putera yang dikenal oleh penduduk setempat dengan nama Haji Batu yang makamnya sekarang dapat dilihat dipuncak Bukit Ponan. Bekat Loka merupakan asal muasal munculnya ketiga dusun yang disebutkan diatas yaitu Dusun...
Upacara ini dilakukan ketika akan membuat rumah bagi mereka yang telah berkeluarga. Dalam membuat rumah mereka melakukan dengan cara bergotong-royong dan bentuk rumah yang mereka buattampak persegi empat dilihat dari depan sampai kebelakang. Rumah umumnya bertiang antara 16 sampai 20 buah ini tergantung dari besar tidaknya bangunan yang dibuat. Dari sekian banyaknya tiang yang ada di dalam kerangka rumah maka ada satu tiang yang dijadikan sebagai dasar atau tiang utama. Istilah local menyebut tiang guru. Tiang guru ini akan dapat diidentifikasi dengan melihat posisi kayu bakau dalam kerangka bangunan rumah tersebut. Tiang guru ini biasanya diletakan pada posisi nomer dua dilihat dari kiri pada jajaran tiang kedua dari depan. Dalam hal ini tiang guru merupakan kayu yang memiliki kualitas baik dan merupakan kayu pilihan sebagai penyangga utama dari bangunan rumah tersebut. Dalam pemasangan tiang guru ini dilakukan oleh orang tertentu saja, yakni orang yang memiliki pendalaman spir...
Alkisah ada sebuah cerita tentang orang-orang berani dan kuat di Sumbawa zaman dulu. Orang yang pertama bernama Ne Cantal Beta sedang orang yang kedua bernama Ne Bua' Lentuk. Ne Bua' Lentuk kalau tidak khilap berasal dari bagian timur, sedang Ne Cantal Beta berasal dari bagian barat. Konon Ne Cantal Beta ini setiap harinya tidak ada kerjanya selain berkelana ke sana kemari, sambil membawa peralatan/ perkakas untuk berkelahi, seperti parang, tombak, keris, sampai kepahatdan apa yang disebut di dalam bahasa Sumbawa "perku." Dia ke sana kemari mencari lawan, keluar desa masuk desa, mendaki gunung dan menuruni lembah dan ngarai, pergi mencari lawan untuk berkelahi. Di beberapa tempat memang ia bertemu dengan orang-orang yang berani mencoba melawan dia, tapi semua orang itu kalah. Karena beraninya, dia dijuluki dengan kata-kata "kebal gancang" artinya "kebal dan cekatan." Kalau ia bertemu dengan orang yang berani melawannya, ia malah menyuruh lawannya itu memilih se...
Di jaman yang telah lampau tersebutlah didalam kisah seorang putera raja yang konon berasal dari Gowa Sulawesi Selatan. Ia datang ke tempat ini bukan untuk memerintah tetapi untuk menyebarkan Agama Islam. Tempat ini dinamakan Bekat Loka, suatu tempat yang dijadikan tempat tinggal dan lama kelamaan menjadi sebuah dusun. Bekat asal katanya adalah berkat. Dusun yang diberkati Allah tempat bermukim seorang alim dari Putera Raja Gowa. Di Dusun Bekat Loka inilah akhirnya Putera Raja Gowa wafat. Kini lokasi itu dapat dilihat lebih kurang seratus depa sebelah tenggara sebuah bukit kecil yang dikenal dengan Ponan. Bukit Ponan sendiri terletak diantara tiga buah dusun yaitu Dusun Poto, Dusun Malili, dan Dusun Lengas. Di Dusun Bekat Loka inilah lahir seorang putera yang dikenal oleh penduduk setempat dengan nama Haji Batu yang makamnya sekarang dapat dilihat dipuncak Bukit Ponan. Bekat Loka merupakan asal muasal munculnya ketiga dusun yang disebutkan diatas yaitu Dusun Poto, Dusun Malili, dan Du...
Pengantar Cerita rakyat merupakan dokumen kebudayaan yang dapat memberikan gambaran atau merefleksikan adat-istiadat dan tata kehidupan masyarakat. Sebuah cerita rakyat dapat mengandung berbagai macam nilai yang dapat menjadi panduan hidup masyarakat dalam berperilaku, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang akan mengarah pada pendidikan budi pekerti, sikap hidup, dan tata perilaku yang susila sehingga mampu membangun watak manusia yang luhur dan mulia (Santosa, 2010:141--142). Setiap tempat di Indonesia memiliki kebudayaan sendiri dan umumnya juga memiliki cerita rakyatnya sendiri. Hal itu disebut legenda setempat, yaitu cerita yang berhubungan dengan suatu tempat, nama tempat dan bentuk topografi, yakni bentuk permukaan suatu daerah, apakah berbukit-bukit, berjurang, dan sebagainya (Danandjaja, 1984:75). Legenda setempat memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam rangka membangun karakter masyarakat. Jika mengingat masa kini, hadirnya gerakan globalisasi yang mengesa...