Semarak #pesonalebaran tidak saja terlihat di sejumlah objek wisata, ada yang menarik berlangsung di Gampong Sibreh Keumudee, Aceh Besar, pada Selasa (27/6/2017). Tradisi reusam atau ziarah ke kuburan yang diisi dengan gotong royong bersama ini, menurut Keuchik Gampong Sibreh Keumudee Yasser sudah berlangsung sejak lama sekitar tahun 1920-an dan kini masih terus dilestarikan setiap tahunnya pada hari raya ketiga. “Reusam ini sudah jadi kebiasaan masyarakat Sibreh Keumudee untuk ziarah kubur, serta membawa bu (nasi) kulah yang dibagi bagi anak-anak yatim sebagai bentuk khanduri bersama,” sebut Yasser. Adanya tradisi dan budaya tersebut, menurut Yasser mampu memberikan pesan bagi anak-anak untuk mengingat menziarahi kubur orang tuanya kelak. Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan tausyiah dari Tengku dan juga menjadi momen silaturrahmi masyarakat disini yang baru pulang kampung serta mengisi dengan gotong royong bersama membersihkan kubur yang yang ada di k...
Di pinggiran sawah yang gelap, Ayi (15) terus memecahkan bongkahan karbit dengan batu. Serpihan yang jatuh di tanah dipungut rekannya Rajif Fandi (14), kemudian dimasukkan dalam sebuah drum yang bagian ujungnya sudah di lubangi. Dalam drum seukuran satu meter itu juga sudah diisi sedikit air, kemudian dibiarkan sejenak karbit mendidih. "Sudah bisa ini," ujar Fandi, memberi aba-aba. Sejurus kemudian Ayi menyulutkan api dari ujung kayu yang dipegangnya ke lubang kecil di belakang drum. Duaarr... ledakan keras menggelegar hingga ke bukit yang terbentang di ujung hamparan sawah, memecah kesunyian malam. Beberapa saat kemudian dari kejauhan juga terdengar suara dentuman serupa. Itu ledakan karbit yang dibakar anak-anak kampung lain. Ayi dan kawan-kawan menyiapkan lagi serangan balasan berupa suara yang lebih keras lagi agar tak bisa disaingi oleh "pasukan" desa lain. Begitulah suasana perang karbit yang dilakoni sekelompok remaja pada malam lebaran Idul Fitri di Gampo...
Di era milenia ini, tradisi bermain meriam bambu saat menyambut Idul Fitri hampir lenyap. Tapi di Gampong Cut dan Masjid Reubeue, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Aceh, tradisi itu masih terpelihara hingga kini. Pada malam Idul Fitri 1439-H, masyarakat di dua desa itu, mulai dari anak-anak hingga pria dewasa, merayakan hari kemenangan dengan peperangan meriam bambu dan drum karbet (karbida). Peperangan dengan meriam bambu dan drum karbet biasanya dilakukan antara dua kubu dari dua desa yang hanya dibatasi oleh sungai. Kedua kubu ini nantinya akan saling serang. Hasballah, warga desa yang ikut meramaikan acara itu, kepada KBA.ONE, Jumat, 15 Juni 2018, mengatakan peperangan meriam bambu merupakan tradisi masyarakat Aceh dalam menyambut lebaran. Tradisi ini masih dipertahankan di kalangan masyarakat Pidie secara turun-temurun. Meriam bambu, ungkap dia, menggunakan minyak tanah dan bensin (premium) sebagai bahan peledak. Sebelum melakukan aksi peperangan, bambu diasa...
Pisau tajam di tangan Zulkifli (43), pemuda Gampong Lampoh Daya, Jaya Baru Kota Banda Aceh, terus mengiris buah pepaya mengkal sampai halus. Zulkifli menatap beberapa pemuda lainnya yang sedang mengupas aneka buah-buahan. "Meurujak uroe raya` selalu digelar pada setiap hari kedua Lebaran Idul Fitri di kampung Lampoh Daya yang hingga kini masih mempertahankan tradisi turun temurun para nenek moyang itu. Konon khabarnya, meurujak Uroe raya itu digelar sejak masa kerajaan Sultan Iskandar Muda. Ketika itu meunasah memang telah menjadi tempat berkumpulnya rakyat di setiap gampong dengan beragam agenda kegiatan, termasuk pada hari raya. Karena ramainya orang berkumpul pada hari raya, maka lahirlah inisiatif membuat rujak sebagai sajian kepada masyarakat dalam kegiatan silaturahmi pada saat itu. Gampong Lampoh Daya, di pinggiran Kota Banda Aceh adalah salah satu desa yang saat tsunami kehilangan hampir 60 persen dari total penduduknya sekitar 800 jiwa. Meurujak uroe raya yang berarti m...
Meugang Meugang ialah tradisi masyarakat Aceh terkait penyambutan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Meugang merupakan tradisi paling menarik bagi kamu penyuka daging sapi atau kambing. Sebab, ketika Meugang, rumah-rumah penduduk akan dipenuhi aroma masakan yang menggugah selera. Dalam tradisi Meugang, daging yang telah dimasak akan dinikmati bersama keluarga dan kerabat serta dibagi-bagikan pada anak yatim/piatu dan kaum dhuafa. Tradisi ini dilangsungkan tiga kali dalam setahun, yaitu masing-masing dua hari sebelum Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha. https://www.silontong.com/2018/10/30/upacara-adat-aceh/
Cecah Reraye adalah makanan khas dari daerah Gayo Nangroe Aceh Darusalam. Cecah ini terbuat dari daging, kulit, hati, dan jantung kerbau/lembu yang dimasak dengan bumbu seperti daun sereh, lengkuas lalu ditambah salah satu bumbu khas aceh yang memiliki rasa kelat yaitu air perasan kayu uweng. Disebut cecah reraye karena hidangan ini biasa dibuat oleh masyarakat gayo saat bulan Ramadhan tiba sebagai teman makan sahur dan dihidangkan untuk tamu saat hari raya idul fitri atau idul adha. Ceceh Reraye Khas Aceh Berikut bahan dan cara pembuatannya. Bahan-bahan 100 gr daging kerbau/sapi 100 gr hati kerbau/sapi 100 gr jantung kerbau/sapi 100 gr kulit kerbau/sapi 1 sdm garam 2 lbr Daun salam 1 batang sereh 1 Ruas jahe (georek) Air secukupnya Kelapa perut yang sudah di sangrai secukupnya Kulit kayu wing/uweng secukupnya Bumbu Halus 5 bh Cabe merah 1 sdt Merica 1 ruas...
Sie reuboh merupakan khas Aceh Besar. Biasanya disiapkan ketika lebaran Idul Adha karena banyak stok daging. Sajian ini cocok untuk daging dengan teyelan banyak dan disimpan berbulan-bulan tanpa repot. Bahan-bahan 2 kg daging sapi (lengkap dengan tetelan) 1 ons cabe merah 1 siung bawang putih 1/2 ons lengkuas 1 ons kunyit 10 buah cabr rawit 1 buah jahe ukuran besar 1 buah jeruk nipis (bisa diganti dengan 1 sdm cuka) Langkah Bersihkan daging. Ambil yang banyak lemak (tetelan) Tumbuk cabe merah, kunyit, jahe, lengkuas, bawang putih, dan cabe rawit dengan lesung. Balur semua bumbu ke dalam daging. Tambahkan jeruk nipis. Biarkan sekitar 3 jam atau sampai bumbu meresap baik Masukkan wajan tanah. Masak dengan api kecil sampai kering. Jika gapah terlalu banyak, cukup masak hingga daging empuk saja. Panaskan dengan api kecil setiap akan dimakan. Sampai minyak mencair. Sumber : https://cookpad.com/id/resep/5699584-sie-reuboh-aceh-rayeuk-daging-r...
arian Meugroeb, tarian adat Aceh yang mengandalkan hendakan kaki, tarian ini berbeda sedikit dengan Seudati, yang manyoritas mengandalkan hendakan tangan ke tubuh. Tarian ini sudah ada sejak kerajaan Pedir, ada juga yang mengatakan tarian ini baru dikembangkan era islam masuk menguasai Kabupaten Pidie. Meugroeb juga memakai dua Syeikh (penyair) untuk mengiringi tarian, tarian ini dibagi dua kelompok yang masing–masing kelompok awalnya menceritakan sebuah perlawanan akhirnya menjadi keakraban. Dalam sejarahnya, diceritakan dulu saat masa kerajaan, tarian ini sering didendangkan sebelum berperang melawan penjajah atau masa invansi Belanda ke Aceh, 1873. Meugroeb juga sering ditampilkan pada acara-acara kerajaan yang dipertontonkan kepada masyarakat, belakangan seiring perkembangan jaman tarian ini semakin memudar dan hilang. Hingga tahun 2016, hanya satu Gampong (Desa) yang masih mempraktekkan Meugroeb kepada khalayak ramai, yaitu Gampong Pulo Lueng Tegha, Kecamatan Glumpang Baro, Kabu...
Tradisi Balamang sudah lama dilakukan oleh masyarakat Aneuk Jamee di Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh. Balamang berarti tradisi memasak lemang yang dilakukan kaum perempuan pada hari Mak Meugang yang pelaksanaannya bersamaan dengan tradisi Mambantai pada sehari menjelang Ramadhan atau sehari sebelum hari raya Idul Fitri maupun perayaan Idul Adha. Lemang pada acara Balamang tersebut dimasak bersama-sama oleh semua perempuan anggota keluarga yang biasanya diikuti oleh tiga generasi; nenek, ibu dan anak perempuan. Dalam balamang mereka mendapat porsi tugas masing-masing sesuai usianya. Mereka bekerja sampai lemang tersebut masak di atas bara api. Balamang ini digunakan sebagai panganan bersama gulai daging sebagai antaran ke rumah orangtua, tetangga yang miskin serta anak-anak yatim-piatu pada hari-hari besar tersebut. Dalam masyarakat Aneuk Jamee di Aceh Selatan Provinsi Aceh, dalam menyambut datangnya bulan ramadhan, selain diselengarakan tradisi Mambantai, pada hari yang sama d...