maulid
9 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Nasi Blawu
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

Nasi Blawu ini merupakan salah satu makanan khas dari kota gresik. Nasi blawu ini tak kalah enaknya dengan nasi Krawu yang sudah sangat terkenal, nasi ini berbau ala-ala timur tengah karena bahan utamanya adalah daging kambing. Nasinya sendiri yang berwarna coklat merupakan campuran dari rempah-rempah dan daging kambing. debagai pelengkapnya, nasi blawu ini biasanya disajikan dengan acar, timun, daging kaming dan petis. Nasi blawu ini sangat enak sekali, danbiasanya hanya sijumpai ketika ada acara-acara besar seperti maulid Nabi, Haul, Kawinan, dll.

avatar
Muhammad Khusnul Khuluk
Gambar Entri
Ritual Siraman Gong Kiyai Pradah
Ritual Ritual
Jawa Timur

Blitar merupakan daerah yang kaya akan peninggalan nusantara serta kaya akan peninggalan budaya serta adat istiadat,salah satunya yaitu Ritual siraman pusaka GONG KIYAI PRADAH. Ritual ini di laksanakan dua kali dalam satu tahun yaitu pada 1(satu) syawal dan 12(dua belas) robiulawal bertepatan dengan Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW,yang bertempat di kelurahan kalipang atau sering di sebut dengan lodoyo terletak di belahan selatan wilayah kabupaten Blitar.  Peringatan ini merupakan sesuatu kebiasaan yang unik,dan selalu dipadati masyarakat. Sebab, pada saat peringatan maulid Nabi Muhammad S.A.W ini ber akulturasi dengan kebudayaan tradisi setempat yang rutin digelar tiap Maulud penanggalan Jawa. Ribuan orang yang memadati alon alon Kelurahan Lodoyo,tidak hanya warga sekitar, tetapi juga warga dari daerah-daerah lain. Sekitar pukul 09.00 WIB, pusaka Gong Kiyai Pradah dikeluarkan dari tempat penyimpanannya. Setelah dibawa dan diarak, pusaka berupa alat musik tradisional sebua...

avatar
Santoso i
Gambar Entri
Gredoan, Tradisi Mencari Jodoh Asli Banyuwangi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Timur

Selama ini kita hanya mengenal Omed-omedan sebagai salah satu tradisi mencari jodoh di Indonesia yang berlangsung di Bali. Ternyata, di salah satu kawasan ujung timur Pulau Jawa, tradisi ini juga muncul sejak puluhan tahun yang lalu. Penduduk dari suku Osing yang ada di Banyuwangi secara berkelanjutan melaksanakan tradisi ini sebagai wujud syukur dan juga mempererat tali silaturahmi. Berbeda dengan dengan Omed-omedan yang dilakukan secara terbuka dan disaksikan banyak orang. Gredoan yang ada di Banyuwangi dilakukan secara terpisah antara pria dan gadis yang dia suka. Kalau gadis menerima rayuannya dari bali anyaman bambu, maka dia bisa segera melamar dan melaksanakan pernikahnnya. Berikut uraian lengkap tentang Gredoan yang sangat unik itu.   Sejarah Tradisi Gredoan Tidak ada yang tahu kapan asal mula dari tradisi Gredoan ini. Namun, sejak puluhan tahun yang lalu, masyarakat Osing di Banyuwangi sudah mengadakannya secara turun temurun. Jika awalnya penduduk...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Masjid Kuno Taman
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Beralamat di Jalan Asahan, Kelurahan Taman, Kota Madiun, masjid kuno taman dikenal sebagai salah satu tempat ibadah sekaligus bangunan bersejarah di Kota Madiun. Masjid Kuno Taman juga dikenal sebagai Masjid Donopuro yang diambil dari nama penemunya, yaitu Kiai Donopuro. Masjid ini selesai dibangun sekitar tahun 1750 dan masih berdiri hingga sekarang. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat syiar dan pusat penyebaran agama islam di daerah Madiun dan sekitarnya. Masjid Kuno Taman merupakan bangunan bersejarah yang juga menjadi salah satu wisata religi di Kota Madiun. Disamping masjid kuno taman terdapat makam, dan didekat masjid juga terdapat balai pengobatan dan sekolah. Arsitektur Masjid Taman didominasi oleh kayu jati, bangunan utamanya didominasi oleh kayu dan masih cukup terawat hingga sekarang, terdapat banyak tiang kayu didalam masjid dan dari bangunan menuju selasar dibatasi oleh pembatas berupa pagar kecil berbahan dasar kayu. Renovasi pada Masjid Kuno Taman dib...

avatar
OSKM18_16518385_Aulia Ramadhana Alifianda
Gambar Entri
Festival Bandeng Kawak #OSKMITB2018
Ritual Ritual
Jawa Timur

Festival Bandeng Kawak Sidoarjo adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur. Kota ini terkenal dengan budi daya ikan bandeng. Ikan bandeng ini juga merupakan komoditi perikanan utama di Sidoarjo. Salah satu budaya yang dilakukan oleh masyarakat Sidoarjo untuk melestarikan ikan bandeng ini adalah Festival Bandeng Kawak.       Festival Bandeng Kawak adalah budaya baru dalam kehidupan beragama masyarakat Sidoarjo. Festival ini diadakan setahun sekali. Kegiatan dari festival ini berupa lelang bandeng tradisional yang dilakukan untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Lelang ini dapat menghasilkan dana mencapai ratusan juta. Lelang ini dilakukan dengan cara menimbang berat tubuh bandeng, makin berat tubuh bandeng maka makin banyak dana yang akan ditawarkan. Bandeng yang paling berat adalah pemenang dari festival bandeng kawak tersebut. Tujuan dari festival ini adalah untuk meningkatkan rasa semangat para budidaya tambak agar komoditas ikan bandeng t...

avatar
OSKM18_19718015_Arina Sabila Rahma
Gambar Entri
Upacara Kebo Ketan
Ritual Ritual
Jawa Timur

Upacara Kebo Ketan adalah salah satu tradisi yang biasanya diadakan setahun sekali. Biasanya diadakan di Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Menurut nasihat Habib Lutfi Yahya, upacara ini adalah bagian dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini diekspresikan di dalam budaya Jawa kontemporer, dan diselenggarakan oleh warga desa Sekaralas dan Sekarputih didampingi LSM Kraton Ngiyom. Narasi yang dikembangkan dimulai dengan kisah Kodok Ibnu Sukodok kawin dengan Peri Setyowati, seorang dhanyang yang menjaga kawasan hutan dan mata-air di hutan Begal, yakni Sendang Marga dan Sendang Ngiyom. Sebagai roh tanpa badan, Setyowati meminta Kodok membantunya menanami kembali hutan yang dahulu berisi pohon-pohon tua namun ludes disaat penjarahan hutan di tahun ’98. Misi dan pamrih perkawinan Kodok dan Setyowati bukan sex, bukan harta, bukan pula mendukung kemusyrikan, sebaliknya dan melainkan, narasi mitos yang diciptakan, berpamrih penyelamatan b...

avatar
OSKM18_16018201_Farida Fikrianisa
Gambar Entri
Selawat Zamzani
Ritual Ritual
Jawa Timur

Kota Ponorogo merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang secara geografis diapit dua gunung, yaitu pada sisi barat ada Gunung Lawu dan sisi timur Gunung Wilis. Pada masa kerajaan Majapahit masih eksis, kota Ponorogo masuk dalam wilayah Wengker. Wengker berasal dari kata wewengkon kang anggker (tempat yang angker). Sesuai namanya, tempat ini dulu diyakini sebagai tempat yang sangat anggker, pada masa Wengker ini tari fenomenal Reog diciptakan dan menjadi ikon kota Ponorogo sampai sekarang ini. Selain menjadi ikon sebagai Kota Reog, Ponorogo juga merupakan “Kota Santri”. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana tradisi masyarakatnya mencintai junjunganya, yaitu kanjeng Nabi Muhammad Saw. Tiap kultur mempunyai cara yang berbeda demi memulikan Nabi. Alquran memberikan pernyataan yang terang ihwal perintah bagi umat Islam untuk berselawat. Ulama pun hampir sepakat bahwa mengakui dan mengagungkan kanjeng Nabi adalah wajib. Masyarakat Ponorogo mengimplementasikan hal...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Malam Selikuran
Ritual Ritual
Jawa Timur

Tradisi Malam Selikuran merupakan salah satu wajah Islam Nusantara yang mewarisi semangat akulturasi Islam-Jawa versi Wali Songo dalam berdakwah. Selepas salat tarawih, ratusan prajurit Kasunan Surakarta berbaris membawa pedang, tombak, dan panah di depan Kori Kamandungan memimpin Kirab Malam Selikuran. Mereka berjalan menuju Masjid Agung Kauman, diikuti para punggawa keraton dan abdi dalem yang memikul 1.000 nasi tumpeng dan membawa 1.000 lampu ting (lentera). Sebagian abdi dalem berbaris sambil menabuh gamelan, sementara lainnya menyanyikan tembang Macapat Dandhangula , yang diambil dari Serat Wulangreh karya Sunan Pakubuwono IV yang bertutur tentang Al-Qur’an sebagai sumber ajaran sejati serta rahasia malam seribu bulan. Tidak seperti tahun sebelumnya, kirab tumpeng sewu dan lampu ting tidak berakhir di Masjid Agung, melainkan berlanjut menuju Kebonraja Taman Sriwedari yang berjarak sekitar tiga kilometer. Tahun ini, kirab dikembalikan mengikuti kebiasaan Sun...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Ojung
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Timur

Situbondo –  Ojhung  atau  Ojung  adalah suatu kebudayaan dari Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, dimana kebudayaan ojhung itu sendiri telah dianut dan dilakukan oleh para leluhur dan nenek moyang (pembabat) Desa Bugeman terdahulu. Kebudayaan ini telah dilakukan secara turun temurun. Tradisi ini sebelumnya dilaksanakan atas dasar masyarakat Desa Bugeman memiliki hajat atau tujuan yaitu untuk meminta hujan kepada sang kuasa  dan juga untuk menghindari bencana atau penolak bala Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo. Selain simbol rasa syukur kebudayaan Ojhung kepada sang kuasa, kebudayaan ini juga digunakan oleh masyarakat Desa Bugeman sebagai pertandingan atau hiburan desa setempat yang diikuti oleh masyarakat Desa Bugeman, meliputi anak-anak, para pemuda desa, orang tua dan lain-lain, namun masyarakat luar daerah juga sangat antusias mengikuti kesenian ini, salah satunya dari kabupaten Bondowoso. Salah satu...

avatar
Daniprasetyo25