Sumber : Dok.Makanan khas Semarang Para pecinta kambing wajib mampir ke rumah makan olahan kambing yang sudah berdiri sejak tahun 1945 Sate dan Gule Kambing 29 . Banyak menu variatif yang ditawarkan oleh rumah makan spesialis kambing ini, seperti sate buntel dan pepes olor. Sate buntel merupakan sajian daging kambing cacah berbumbu yang dibalut dengan gajih tipis lalu dibakar layaknya sate. Kalau dibayangkan saja sudah bikin ngiler ya. Sedangkan pepes olor terbuat dari sumsum tulang belakang (olor) yang dimasak layaknya pepes. Lezat dan tentunya lebih sehat. Lokasi: Jl Letnan Jend. Suprapto no.29,Purwodinatan, Semarang Harga: Gule mulai dari 30,000 IDR per porsi, Sate mulai 50,000 IDR per porsi Sumber :https://www.tripzilla.id/makanan-khas-semarang/7629
Sumber : Dok.Makanan Khas Semarang Kuliner ini merupakan kuliner khas Semarang yang relatif baru. Sate Kalak berbahan dasar ayam meski tentunya bukan seperti sate ayam biasa. Sate Kalak memiliki rasa rempah yang unik dan bisa menjadi variasi kuliner tersendiri untuk kamu yang sering berkunjung ke Semarang. Hanya ada satu rumah makan yang menyajikan sate kalak, yaitu Grill On Semarang . Grill On sekaligus meracik bumbu khusus sate kalak yang hanya ada satu di Indonesia. Lokasi: Jl Sisingamangaraja no.27, Semarang Harga: Mulai dari 24,000 IDR (per porsi) Sumber : https://www.tripzilla.id/makanan-khas-semarang/7629
Untuk membuat makanan kecil sebaiknya kita memahami petunjuk-petunjuk berikut ini: Ukuran Ukuran adalah hal dasar yang harus kita ketahui. Jika tidak memahami ukuran dengan benar, maka kita akan kesulitan saat membuat makanan. Dalam pembuatan makanan terutama porsi kecil, penggunaan ukuran akan sangat memudahkan kita. Untuk resep-resep makanan yang mutakhir biasanya menggunakan metode ukuran antara lain gelas ukur, timbangan, sendok makan, serta sendok teh yang ukurannya standar sesuai dengan resep yang dicontoh. Macam-macam ukuran dasar yang biasa kita gunakan antara lain: 1 liter &nb...
Jambu biji merupakan tanaman tropis yang berasal dari Brazil dan disebarkan melalui Thailand ke Indonesia. Daun Jambu Biji yang bermanfaat untuk berbagai penyakit dapat juga digunakan sebagai pembungkus makanan. Terutama dalam pembuatan Tape Garut yang dapat memberikan warna hijau alami dan untuk membungkus Nasi Jamblang. Pilih daun jambu biji yang sudah tua, sebaiknya gunakan daun yang baru dipetik agar hasil makanan yang dibungkus dapat memberikan warna yang bagus pada makanan.
Talas merupakan tumbuhan penghasil umbi-umbian yang tumbuh sepanjang tahun. Daun Talas berbentuk seperti perisai besar, sangat cocok digunakan sebagai pembungkus makanan. Misalnya untuk membungkus Tape di daerah Sumatera Utara dan Nasi Bungkus di daerah Sumatera Utara. Sebaiknya pilih daun talas yang sudah tua, dan memiliki diameter yang panjang sekitar 15-20 cm, agar makanan yang dibungkus tidak tumpah. https://www.jitunews.com/read/7241/mengenal-jenis-jenis-daun-pembungkus-makanan
Wangi kemenyan menguar dengan tajam, berpadu dengan aroma sesaji yang diletakkan di tengah Alas Krendhowahono. Usai mendaraskan doa, para abdi dalem lantas mengubur kepala kerbau lengkap dengan kaki dan jeroannya. Upacara Wilujengan Nagari Mahesa Lawung pun ditutup dengan kenduri bersama. Siang itu, di Alas Krendhowahono yang terletak di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sedang dilangsungkan upacara adat Mahesa Lawung. Menurut ceritanya, tradisi yang bertujuan untuk menyelaraskan alam dan nasib manusia ini telah ada sejak Wangsa Syailendra dan Sanjaya. Hal ini berdasarkan pada keberadaan arca Durga Mahesa Suramandini. Lantas prosesi ini terus dijalani secara turun – temurun tanpa henti hingga kini. Upacara Mahesa Lawung dilaksanakan setiap tahun pada hari ke – 40 setelah acara Grebeg Maulud. Ritual yang menjadi puncak dari upacara Mahesa Lawung adalah mengubur potongan kepala dan kaki kerbau, lengkap dengan jeroa...
Prosesi Tawur Agung Kesanga merupakan upacara yang digelar oleh umat Hindu sehari jelang perayaan Nyepi. Upacara ini berdasarkan pada konsep ajaran Tri Hita Karana, yakni menyelaraskan hubungan dengan tiga elemen, manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam semesta. Tawur Agung Kesanga sendiri bertujuan untuk membersihkan dan mewisuda bumi sebelum Nyepi, yakni dimana umat akan melaksanakan tapa brata penyepian. Tawur Agung Kesanga diawali dengan ritual pengambilan air suci dari situs Istana Ratu Boko yang terletak di pinggang Pegunungan Batur Agung, tak jauh dari Candi Prambanan. Sekitar pukul 09.00 WIB, para umat memulai perayaan dengan prosesi Mendak Tirta alias menjemput air suci. Dalam ritual Mendak Tirta ini, para umat beriringan mengarak umbul-umbul, berbagai persembahan, gamelan dan ogoh-ogoh menuju ke Candi Dewa Siwa. Setelah tiba di depan candi, hanya yang membawa umbul-umbul dan persembahan saja yang masuk ke dalam candi. Di dalam Candi Dewa S...
Tari kethek ogleng merupakan tari tradisional dari Jawa Tengah atau tepatnya berasal dari desa Tokawi,kecamatan Nawangan,Kabupaten Pacitan. Tari Kethek Ogleng tersebut sudah ada sejak tahun 1962, yang merupakan hasil karya dari seorang petani berumur 18 tahun yang bernama Sutiman. Sutiman yang kini memiliki sanggar seni krido wanoro terus mengembangkan tarian kethek ogleng ini. Menurut Sutiman kata “ Kethek Ogleng ’’ diambil dari nama binatang yaitu kera dalam bahasa jawa “ KETHEK ”, Sedangkan Ogleng diambil dari gamelan yang berbunyi “gleng-gleng” Tari Kethek Ogleng pertama kali dimainkan di tempat orang punya hajat perkawinan tepatnya akhir tahun 1963. Pentas tersebut terlaksana atas permintaan Kepala Desa Tokawi pada Waktu itu D.Harjo Prawiro. Penari Kethek ogleng mengenakan kostum serba putih yang menyerupai Hanoman dalam cerita pewayangan. Adapun gerakan tari menyerupai hewan kethek / monyet hanoman....
Manten kaji dimulai tahun 1930-an yang diselenggarakan oleh salah satu keluarga orang terkaya di Semarang yang memiliki berbagai usaha. Manten kaji berfungsi sebagai perekat sosial dan budaya dalam masyarakat. Manten kaji terbentuk sebagai akulturasi kebudayaan Arab, Jawa, Cina, Melayu dan Eropa, sesuai dengan latar belakang terbentuknya Kota Semarang. Manten kaji adalah tata cara pernikahan sepasang mempelai khas Semarangan. Dinamakan manten kaji karena busana yang dikenakan mempelai pria menyerupai gamis atau jubah yang sering dipakai oleh mereka yang baru pulang menunaikan ibadah Haji. Pengaruh Arab terlihat jelas pada sorban yang dinamakan, begitu pula dengan kopiah alfiah yang dikenakan oleh mempelai pria seperti orang yang pulang haji. Baju mempelai pria model gamis beludru berlengan panjang. Tata rias Pengantin Semarangan model cengge (pengaruh budaya China) dengan bedak yang sangat tebal. Selop kedua mempelai serta sanggul Jawa mendapat pengaruh dari Kasunanan Surakarta...