Budaya Indonesia
1.693 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Budaya Pamali-Gunting Kuku di Malam Hari
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Barat

Kita sebagai masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah "pamali". Pamali sendiri biasanya diceritakan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Seringkali pamali mempunyai akibat yang menyeramkan dan biasanya digunakan untuk menakuti anak-anak dengan tujuan agar anak-anaknya tidak melanggar perintah/nasihat orangtuanya. Meskipun pamali terkadang terkesan tidak berdasar, namun pamali sebenarnya didasari oleh kenyataan kehidupan sehari-hari, termasuk pamali menggunting kuku di malam hari . Menggunting kuku di malam hari dikatakan dapat memperpendek umur. Jika ditelaah secara logika, maka hal ini cukup masuk akal dengan catatan kita melihat keadaan di masa lampau. Dahulu tentunya mendapatkan penerangan di malam hari tidak semudah masa kini. Dulu masyarakat masih menggunakan obor atau api unggun untuk penerangan di malam hari, karena listrik dan lampu belum diciptakan. Ditambah lagi, alat menggunting kuku pada masa lampau belum secanggih atau sepraktis sekarang...

avatar
OSKM_(16518266)_(Patrick) Segara
Gambar Entri
Ucing Kabeh
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Ucing kabeh adalah permainan anak yang berasal dari daerah Jawa Barat. Dalam bahasa Indonesia, ucing kabeh memiliki arti kucing semua. Dinamakan begitu karena dalam permainan ini, semua pemain pada akhirnya akan menjadi ucing. Pemain paling sedikit terdiri dari 3 orang anak. Diawali dengan lagu cang kacang panjang dengan menarik ulur lengan ke depan untuk memilih orang yang akan menjadi ucing untuk pertama kali. Setelah si ucing terpilih, semua anak akan berlarian dari kejaran ucing. Ucing bertugas untuk mengejar dan menyentuh temannya yang kemudian menjadi ucing kedua. Ucing pertama dan kedua kemudian bekerja sama untuk mengejar teman yang lainnya dan menjadikan mereka sebagai ucing juga. Prosesi kejar-kejaran berlangsung sampai semua pemain menjadi ucing. Setelah semuanya menjadi ucing, permainan ronde pertama berakhir. Pemain yang pertama kali disentuh dan menjadi ucing, akan menggantikan ucing sebelumnya dan kejar-kejaran kembali dimulai. Dalam permainan ini, pemain dita...

avatar
OSKM_16118004_Elly Kusumawati
Gambar Entri
Tari Digenjring Bonyok
Tarian Tarian
Jawa Barat

                Tari Digenjring Bonyok berasal dari kata genjring yang artinya sebuah alat musik berkulit dan bonyok yaitu nama suatu daerah di desa Pangsor, Subang. Tari ini, dimainkan secara ramai-ramai (berkumpul) dan pada mulanya genjring yang dipakai hanya 3 buah.                 Tari ini dimainkan bukan hanya untuk materi atau lagu lawas saja, tapi bisa juga dimainkan dengan musik dangdut dan jaipongan yang disajikan dalam bentuk karawitan, vokalia dan karawitan instrumentalia. Biasanya, tari ini disajikan untuk acara khinatan, hajatan atau acara-acara khusus lainnya. Namun sekitar tahun 2000an, tarian ini sudah dikembangkan menjadi tari Tarbug. Di dalam tari tarbug, instrumennya hamper sama yang membedakan ialah jika di tari Tarbug ditambahnakn instrument gitar. Berikut yang merupakan unsur penting dalam Tarian genjing bonyok ialah Waditra (al...

avatar
Kikiirizqie
Gambar Entri
Harapan, Sebuah Rumah Sakit Belanda-Depok
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Rumah Sakit Harapan ialah sebuah rumah sakit yang berada di Jalan Pemuda No.10. Banyak orang telah mengetahui akan keberadaan rumah sakit pertama di Depok ini, tetapi tidak sedikit juga yang masih belum mengetahui sejarah awal mula berdirinya rumah sakit ini.   Asal Mula Pemerintahan Cornelis Chastelein. Sebuah sosok perintis kota etalase ibukota negara ini. Setelah ia berhenti menjabat di VOC, ia diberikan sebuah tanah oleh pemerintah Belanda yang sekarang kita kenal sebagai kota Depok. Ia membawa budak-budaknya ke tanah ini, dan mengolahya bersama. Seiring dengan berjalannya waktu, budak-budaknya pun memiliki keturunan dan merekalah yang disebut sebagai warga asli kota Depok. Mereka memiliki 12 marga; Bacas, Isakh, Jonathans, Jacob, Joseph, Loen, Laurens, Leander, Tholonse, Soedira, Samuel, dan Zadokh. Bersama, mereka membangun sebuah pemerintahan. Walaupun ia merupakan seorang bangsawan Belanda, tetapi ia memperlakukan budak-budaknya serta pribumi...

avatar
OSKM18_16518307_Ichsan Sholeh Abdurrahim
Gambar Entri
1001 Kuda di Kota Kuda
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kuningan adalah kota yang terletak di provinsi Jawa Barat. Kuningan terletak di antara Kabupaten Majalengka, Cirebon dan di bagian Barat terdapat pegunungan dengan tinggi 3.076 m, gunung tersebut adalah Gunung Ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat. Siapa sangka Kuningan adalah kota 1001 kuda, kuda merupakan transportasi umum di Kuningan. Kuda digunakan untuk menarik delman yang dijadikan sebagai alat transportasi umum di Kuningan, kuda yang menarik delam tersebut adalah maskot dan jati diri masyarakat Kuningan. Banyak masyarakat yang menggantung nasib menjadi kusir delman. Konon pada zaman dahulu di Kuningan, ada seekor kuda bernama "Winduhaji", kuda ini dipelihara dan dipakai dipati Ewangga untuk mobilitas perang melawan Raja Galuh Cirebon, Indramayu dan Sunda Kalapa untuk mengalahkan Portugis.Kuda Windu adalah kuda yang gagah dan gesit, sehingga dalam pertempuran ia selalu mampu mengalahkan musuhnya. Karena kuda nya yang bagus, kuda tersebut sering disebut kecil kecil kuda K...

avatar
OSKM18_16218030_Annisa Nadya Alifia
Gambar Entri
Ngunjung perpaduan islam dan budaya daerah
Ritual Ritual
Jawa Barat

Ngunjung/Munjung Ngunjung/Munjung merupakan ritual leluhur masyarakat indramyu, dimana Ngunjung bersal dari kata berkunjung atau bisa dimaknai berziarah. Kesamaan antara ngunjung dan berziarah adalah sama-sama mengunjungi makam. Bedanya, berziarah dilakukan kapan saja dan ke orang terdekat, Sementara ngunjung memilki waktu khusus dan berkunjung ke makam leluhur yang dianggap penting dan berjasa dalam daerah. Alasan melakukan Munjung atau Ngunjung pada situs leluhur adalah pertama untuk mendoakan arwah-arwah pendahulu yang telah tiada, agar leluhur mendapatkan kebahagiaan di alam kelanggengan. Kedua agar anak cucu tetap terjalin hubungan kekeluargaan yang erat, ketiga agar anak cucu tetap mengenang jasa-jasa para leluhur yang telah membabad desa atau pedukuhan, sehingga mereka menaruh rasa hormat dan tidak melupakan sejarah, keempat untuk memberitahukan kepada warga akan datangya musim rendengan (garapan sawah/ladang), sehingga perlu kekompakan dalam pengolahan dan b...

avatar
OSKM_16318029_IFAN DANDI NURSHAFARA
Gambar Entri
Pamali
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Sejak zaman dahulu, orang Sunda memiliki kebiasaan untuk menghindari beberapa hal yang dianggap tabu. Hal-hal yang tabu ini, dalam bahasa Sunda, disebut  pamali.  Walaupun sebagian besar orang sudah meninggalkan istilah  pamali  karena dianggap mitos, namun tentunya masih ada orang yang melakukan serta memercayai hal-hal tabu tersebut. Mungkin, hal ini berkaitan dengan fakta bahwa mayoritas hal yang  pamali  ditujukan untuk kebaikan juga. Ada orang yang menganggap  pamali  sebagai hal yang digunakan untuk menakut-nakuti anak agar menurut kepada orangtuanya dan juga kepada aturan-aturan moral yang ada. Hal itu tidak salah, karena memang hal yang disebut pamali  oleh orang Sunda adalah hal yang tidak sebaiknya dilakukan. Contohnya, berpindah-pindah tempat saat sedang makan, yang katanya bisa membuat kita memiliki ibu tiri. Walaupun terdengar aneh karena keduanya tidak berhubungan sama sekali, namun bukankah akan lebih etis apabila sese...

avatar
OSKM18_16618060_Leika Kamila
Gambar Entri
Sayur Asem Sunda Asli
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Kota Bandung memang terkenal akan wisata kulinernya. Hampir semua makanan dari seluruh Indonesia bisa kamu temukan di kota ini. Tempat makan bernuansa Sunda tentunya ada di sepanjang Kota Bandung. Ayam goreng, ikan bakar, kangkung, dan yang selalu menjadi pendamping untuk makanan Sunda tentunya adalah "Sayur Asem". Kalian pasti tau kan sayur asem? Nah, sebelumnya, ternyata sayur asem itu ada beberapa jenis. Ada Sayur Asem Sunda, Jakarta, juga Jawa. Kali ini akan dibahas sayur asem yang berasal dari Kota Kembang, alias Kota Bandung. Apa sih perbedaan masing-masing sayur asem? Berikut beberapa perbedaannya, Kuahnya (ada yang bening, juga ada yang lebih keruh). Kalau sayur asem Sunda, kuahnya lebih keruh, karena lebih banyak menggunakan rempah-rempah. Isinya. Sayur asem Sunda punya isi kacang tanah, labu siam, jagung manis, melinjo, kacang panjang, cabe hijau, lengkuas, daun salam dan air asam. Walaupun kedengarannya rumit, namun sebenarnya membuat sayur ase...

avatar
OSKM_19718251_SBM ITB_2018
Gambar Entri
Lotek Bandung
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Kalau orang Malang punya pecel, orang Bandung juga punya loh makanan sejenis yaitu Lotek. Makanan tradisional yang satu ini cukup digemari oleh masyarakat Jawa Barat, khususnya Bandung. Eksistensi makanan daerah yang satu ini masih cukup tinggi, hal ini dapat dibuktikan dengan mudahnya menemukan Lotek di daerah Bandung. Masih banyak penjual lotek yang dapat kita jumpai di pinggir jalan, pasar, maupun beberapa kawasan perbelanjaan yang mempunyai pujasera. Harga Lotek yang cukup bersahabat pun membuat makanan ini cukup digemari di seluruh kalangan masyarakat. Tak jarang orang juga menyamakan lotek dengan ketoprak dan  gado-gado , karena secara kasat mata kedua makanan tersebut menunjukkan banyak kemiripan. Namun jika kita telaah lebih jauh, ternyata masing-masing makanan tersebut mempunyai keunikannya masing-masing. Seperti karedok misalnya, meskipun sama-sama berasal dari wilayah Jawa Barat, karedok dan Lotek mempunyai perbedaan yang terletak pada sayurannya. Karedok menggun...

avatar
OSKM18_16618424_Maria