Tari Lenggang Payung Tarian lenggang payung merupakan tarian yang berasal dari Betawi. Tarian ini merupakan hasil garapan dari tari cokek dan topeng. Tari lenggang payung menceritakan kehidupan anak muda. Suatu hari ada seorang gadis yang sedang berjalan. Tibalah seorang laki-laki, kemudian mengikuti gadis tersebut dari belakang dengan mengintip-intip. Dengan lakon yang lucu, laki-laki tersebut mencoba menggodai gadis tersebut. Laki-laki tersebut jatuh hati pada gadis itu. Dalam tarian ini juga ditampilkan gerakan silat khas betawi yang diperagakan oleh laki-laki tersebut. Melihat ketangguhan laki-laki itu dalam memperagakan jurus silat, si gadis pun jatuh hati pada laki-laki itu. Akhirnya, mereka berdua menjadi pasangan yang bahagia.
Golok adalah salah satu senjata tradisional masyarakat Betawi, yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan sudah menyatu dalam kehidupan mereka. setiap keluarga Betawi pasti memilikinya, bahkan setiap lelaki pada zaman dahulu selalu membawanya kemanapun mereka pergi, bahkan ada beberapa pantun yang diciptakan berkaitan dengan Golok
Sebuah nama tidak lahir dengan sendirinya. Nama biasa digunakan untuk mengidentifikasikan suatu benda atau menjadi sebuah konsep yang melambangkan suatu makna. Demikian pula nama yang diberikan oleh penduduk pada sebuah pulau di Kepulauan Seribu, yaitu Lancang. Nama yang unik bagi pulau yang sekarang termasuk ke dalam Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan ini ternyata memiliki cerita tersendiri. Ceritanya adalah sebagai berikut. Pada zaman dahulu di pulau ini hidup sepasang suami-isteri bernama Uwak dan Nini Arus. Mereka hidup dari hasil berkebun buah-buahan dan mengumpulkan kayu bakar yang banyak terdapat disekitar pulau. Hasil dari berkebun dan mengumpulkan kayu bakar tersebut mereka jual ke Pulau Jawa, sekarang tepatnya di daerah Tangerang, Banten. Suatu hari, Uwak dan Nini Arus bermaksud hendak menjual kayu bakar ke Jawa dengan menggunakan sebuah perahu kecil. Namun ketika baru beberapa puluh meter berlayar, secara tiba-tiba banyak sekali ikan yang berloncatan ke dalam p...
Di sungai Ciliwung itu, yang sekarang sering meluap airnya di musim hujan dan bikin banjir dimana-mana, dulu waktu saya kecil banyak buayanya sebenarnya. Ada buaya biasa, ada juga buaya putih alias albino (buaya darat gak ada alhamdulillah di dalam sungai Ciliwung meski sebenarnya akan lebih baik semua buaya darat dibuang ke sungai CIliwung saja ya hehehe). Begitu banyaknya buaya yang hidup di sungai CIliwung sejak jaman dahulu, sehingga akhirnya Masyarakat Betawi menaruh rasa hormat pada binatang melata tersebut. Mereka selalu berharap bahwa tidak ada keturunan mereka yang suatu hari nanti akan mati diterkam buaya. Tapi mereka juga berharap agar keturunan mereka bisa hidup penuh wibawa, kekuatan dan kharisma seperti halnya buaya. Akhirnya, dibuatlah roti berbentuk buaya dan roti ini menjadi syarat yang harus ada dalam sebuah hantaran di upacara pernikahan adat Betawi. Dalam perkembangannya, jika dulu roti buaya hanya roti manis biasa, sekarang roti buaya ada pilihan rasa di da...
Jas Tutup Ujung Serong Sebutan untuk jas ujung serong karena kain yang ada di dalam jas keluar sedikit tidak terlalu panjang, ± 8 cm di bawah jas dan model tumpal/belah ketupat. Pada ujung kain dibuat serong lewat sedikit di atas lutut (dengkul). Bagian jas serong ± 13 cm lebih tinggi dari dasarnya dan dipakai dari kiri ke kanan. Bahan jas dan celana polos, sedangkan warnanya bisa dipakai macam-macam seperti yang digunakan oleh Jas Abang Jakarta. Beda antara pakai Jas Abang dengan Ujung Serong dapat dilihat dari panjang jas. Ujung Serong lebih pendek dari Jas Abang tetapi lebih panjang dari jas biasa, tidak memakai lokcan ataupun liskol tetapi memakai kopiah hitam. Disarankan bila bentuk tubuh tidak terlalu tinggi agar pakailah jas jangan terlalu panjang tetapi ± 5 cm lebih panjang dari jas biasa. Selain memakai kuku macan, kadang-kadang juga memakai jam rante yang dimasukkan ke dalam kantong. Tentunya salah satu saja yang dipakai...
Kue Wajik Ketan Betawi ini merupakan salah satu masakan khas indonesia, yang memiliki warna hitam, hijau, serta cokelat. Kue wajik ketan betawi ini juga mempunyai cita rasa yang sangat manis. Kue wajik ketan ini mempunyai beberapa jenis kue, misalnya wajik ketan pandan, wajik ketan nangka, wajik ketan hitam, serta wajik ketan yang lainnya. Wajik, karena sudah diakui sebagai bagian dari budaya Betawi maka di setiap acara penting seperti perayaan hari Raya, seserahan di acara lamaran Pernikahan adat Betawi, merupakan jenis makanan yang harus tersedia di dalamnya. Bahan-bahan untuk membuat kue wajik ketan betawi: - Siapkan ketan putih sebanyak 1 kg, dicuci sampai bersih, kemudian direndam semalam - Siapkan air panas yang sudah mendidih sebanyak 300 ml - Siapkan gula merah sebanyak 1 kg, lalu diiris hingga halus - Siapkan kelapa yang sudah diparut sebanyak 500 gr, kemudian dikukus - Siapkan daun pandan sebanyak 2 lembar, disobek, kemudian disampulkan - Siapkan garam halus sebanyak 1/2 s...
Tape Uli merupakan satu dari sekian banyak panganan khas Betawi yang masih eksis. Pembuatan tape uli memiliki makna mendalam dalam budaya masyarakat Betawi, yaitu sebagai simbol kekeluargaan atau silaturahim yang terjalin antar keluarga. Mungkin tak banyak yang tahu, ternyata pembuatan tape uli mengandung sebuah arti. "Biasanya kaum pria yang menumbuk ketan, sedangkan para wanita kebagian tugas memasak atau membuat tape ulinya. Pembagian tugas itu ada maknanya, termasuk sebagai simbol kebersamaan bagi masyarakat Betawi". Bahan untuk membuat tape ketan khas Betawi: . 500gr beras jenis ketan bisa yg warna putih maupun warna hitam. . 10 gr ragi halus,jkgn lupa alat maupun tangan yg untuk mengahaluskan harus bersih dari garam dan kering. . Tempat yg kedap uadara untuk proses permentasi. . gula secukupnya . daun pisang untuk membungkus . tusuk gigi Proses pembuatan tape ketan khas Betawi: . Pertama cuci ketan hingga bersih lalu rendam hingga kurleb 2jam ,lalu angkat dan tiriskan. . kemud...
Biji Ketapang merupakan kue khas Betawi, biasanya kue ini sering kita jumpai pada saat hari raya Idul Fitri, bentuknya yang pipih dan rasanya yang manis, renyah dan gurih. Bahan-Bahan: 1. 500 gram tepung terigu 2. 200 gram gula pasir 3. 150 gram kelapa parut,sangrai 4. 2 butir telur 5. 200 ml santan ( kara 65 ml dicampur air sampai 200 ml ) 6. 100 gram margarin 7. Vanili secukupnya 8. Garam secukupnya Cara Membuat: Di mangkuk besar campur tepung terigu, tepung maizena, tepung sagu, gula, kelapa sangrai, garam dan vanili lalu aduk hingga rata. Panaskan santan, aduk hingga mendidih, kemudian masukkan mentega lalu aduk terus hingga mentega cair. Sisihkan. Buat lubang ditengah-tengan campuran tepung, masukkan telur, aduk rata dengan menggunakan spatula atau sendok kayu, lalu masukkan santan dan mentega panas. Aduk hingga adonan menjadi kalis. Bagi adonan menjadi beberapa bagian, gilas adonan hingga agak pipih ketebalan sekitar 1 cm. Kemudian potong memanjang dengan lebar 1 1/2 cm, gunti...
Bir Pletok atau juga biasa dikenal dengan sebutan "Bandrek" merupakan minuman khas dari Jakarta. Minuman ini merupakan hasil imitasi atau tiruan dari "wine" buatan masyarakat Barat. Menurut peneliti budaya Betawi, pada mula terbuatnya Bir Pletok yaitu banyak masyarakat Betawi yang sering menyaksikan pesta yang diselenggarakan oleh orang Belanda dan wine sebagai suguhan di pesta tersebut. Masyarakat Betawi merasa iri karena belum pernah mencoba wine, dikarenakan wine dilarang sebab dapat memabukkan dan ada larangan dalam ajaran Islam. Lalu masyarakat Betawi membuat Bir Pletok sebagai tandingan dari wine buatan Barat. Namun, Bir Pletok memiliki rasa berbeda dengan wine. Rasa manis, pedas jahe sebagai penghangat tubuh dan tidak ada kandungan alkohol yang memabukkan. Wine dan Bir Pletok serupa soal warna, sama-sama memiliki warna merah kecoklatan. Sebutan "Pletok" tersebut juga memiliki filosofi menurut masyarakat Betawi yaitu suara yang terdengar ketika membuka tutup botol bir. Oh iya...