Kang dan Nong (Kang untuk pria dan Nong untuk wanita) adalah pemilihan duta wisata daerah Kota Tangerang. Ajang pemilihan Kang dan Nong ini mirip dengan acara Abang dan None yang berasal dari Betawi dengan tujuan menanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah serta membentuk generasi muda yang berbudi luhur dan kreatif. Untuk pemilihan Kang dan Nong ini menggunakan beberapa tahapan seleksi. Untuk Finalis akan dipilih 20 besar yang terdiri dari 10 Kang dan 10 Nong. Para finalis akan diuji di Grand Final Kang dan Nong Kota Tangerang. Dari 20 orang ini akan dipilih satu Kang dan satu Nong. Ada beberapa poin penilaian dalam pemilihan Kang dan Nong ini, yaitu brain (kecerdasan), beautiful (kecantikan), dan behaviour (kepribadian). Pemilihan Kang dan Nong ini merupakan program rutin Pemkot Tangerang dalam rangka pengembangan budaya tradisional serta mencari sosok generasi muda yang dinilai mampu menjadi duta pariwisata Kota Tangerang. Karena Kota Tangerang merupakan gerbang Prop...
Kota Tangerang adalah wilayah administratif yang baru dibentuk pada tahun 1993 dan dulunya Tangerang adalah bagian dari Provinsi Jawa Barat sebelum terbentuknya Provinsi Banten. Kebudayaan di Banten dan khususnya Kota Tangerang memang tergolong baru bermunculan ciri khasnya pada tahun 2000 an karena sebelumnya banyak mengadaptasi budaya Betawi dan Sunda. Tari Sangego adalah salah satu tari yang berasal dari Kota Tangerang. Tarian ini adalah tari ciptaan tim guru kesenian Kota Tangerang. Tari Sangego diciptakan pada dasarnya agar Kota Tangerang bisa menunjukan karya daerahnya. Nama Sangego sendiri berasal dari sebuah nama jembatan di Kota Tangerang yang menghubungkan beragam kegiatan, budaya,etnis di Kota Tangerang. Filosofi jembatan ini diartikan karena kemajemukan masyarakat Kota Tangerang dipisahkan Sungai Cisadane. Jadi, Sangego lah yang menghubungkan kemajemukan itu. Ge...
Baduy dibagi menjadi dua, yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam. Keduanya sebenarnya mempunyai budaya yang sama, tetapi Baduy Luar sudah ada beberapa perubahan karena Baduy Luar yang lokasinyadekat dengan lingkungan luar Baduy dan mereka lebih terbuka dan menerima perubahan dibanding Baduy Dalam. Artikel ini saya buat berdasarkan cerita dari teman saya mengenai pengalamannya saat menginap di Baduy dalam. Ia lupa istilah-istilah nama yang dipakai oleh warga Baduy, maka mohon maaf sebelumnya saya tidak menyebutkan istilah-istilahnya, saya hanya menjelaskan berdasarkan cerita yang ia ingat. Ada beberapa persamaan dan perbedaan dari kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan warga Baduy luar dan dalam, yaitu: 1. Persamaan a. &n...
VIHARA AVALOKITESVARA Vihara Avalokitesvara adalah vihara tertua di Provinsi Banten, vihara ini terletak di sebelah utara Provisi Banten, tepatnya di Kecamatan Kasemen, Kabupaten Serang. Vihara Avalokitesvara memiliki luas mencapai 10 hektar dengan altar Dewi Kwan Im sebagai Altar utamanya. Di altar ini terdapat patung Dewi Kwan Im yang berusia hampir sama dengan bangunan vihara tersebut. Selain itu di sisi samping kanan dan kiri terdapat patung dewa-dewa yang berjumlah 16 dan tiang batu yang berukir naga. Pada 1883, saat Gunung Krakatau meletus dan meluapkan lahar hingga mengaliri daerah sekitarnya, mukjizat pun terjadi pada Vihara Avalokitesvara. Rumah peribadatan ini terhindar dari bencana alam akibat letusan. Malahan menjadi tempat berlindung para warga dari lava dan banjir yang terjadi akibat letusan tersebut. Kisah tersebut terbingkai dan dipajang pada sisi lorong Vihara, berdampingan dengan relief catatan sejarah yang menghiasi dinding lorong. Mesk...
Patingtung termasuk jenis kesenian tradisional yang paling banyak digemari oleh masyarakat tua ataupun muda. Hampir di tiap kelurahan se-kota Cilegon, kesenian ini tumbuh dan berkembang mencari identitasnya masing-masing. Pada saat ini yang masih aktif tercatat 34 komunitas patingtung se-kota Cilegon yang tergabung dalam Persatuan Pendekar Persilatan & Seni Budaya Banten Indonesia "PPPSBBI". Jumlah kesenian tiap grup ini cukup banyak, antara 20-30 orang, tukang kendang 2 orang, tukang terompet seorang, tukang goong 3 orang, tukang ketug seorang, tukang kecrek seorang pemain patingtung rata-rata mengasai silat beladiri.Busana yang dipakai pemain pada umumnya berwarna hitam atau gelap. Yaitu baju kampret celana pangsi dan ikat kepala. Jenis kesenian ini biasa dipentaskan siang atau pada malam hari dan juga bisa dipentaskan di panggung atau di tanah lapang. Biasanya setelah gembrungan atau dikenal oleh masyarakat masa kini chek sound, untuk menginstrumenkan nada serta suara yan...
Seni Tari Cokek merupakan salah satu budaya Banten yang kini makin terasa hilang akibat tergerus pesatnya perkembangan zaman. Seni Tari Cokek berasal dari wilayah Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, pada awal abad 19. Seni pertunjukkan ini berawal dari tiga orang yang hobby main musik, yaitu Tehiyan, Su Khong dan Khong Ahyan. Tiga alat musik yang mereka bawa kemudian dimainkan bersama-sama alat musik kampung oleh grup musik yang di miliki tuan tanah Tan Sio Kek. Dari perpaduan bunyi berbagai alat musik yang dimainkan itulah, terlahir musik dengan sebutan Gambang Kromong. Sedangkan para gadis yang menari dengan iringan irama musik itu, kemudian memakai kebaya yang disebut sebagai Cokek, yang kemudian dikenal sebagai Tari Cokek. Oleh karena itu, bukan hal yang aneh jika kebudayaan yang muncul dari hasil percampuran budaya Tionghoa dan Jawa ini lebih dikenal di kawasan Tangerang (baik kota maupun kabupate...
nyer Lor secara adminitrastif berada di Kampung Kapuh, Desa Lor, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang. Sekilas Anyer Lor nampak seperti tempat biasa pada umumnya, yang terlihat juga hanya rumah-rumah penduduk. Ternyata, lokasi tersebut pernah menjadi tempat kubur tempayan manusia prasejarah. Penemuan tempat kubur tempayan berawal dari peneilitian HR Van Heekeren dan Basuki pada 1955 silam. Pada penelitian tersebut ditemukan rangka manusia yang ditempatkan dengan posisi jongkok di dalam keramik lokal tipe tempayan. Oleh karena itu, sistem penguburan tersebut dikenal dengan penguburan tempayan. Tidak hanya sistem tempayan, penelitian arkeologi pada 1979 juga menemukan adanya sistem penguburan di luar tempayan. Rangka-rangka yang ditemukan dari sistem penguburan tersebut berupa rangka orang dewasa dan anak-anak. Dikutip dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, kedua sistem penguburan tersebut biasanya disertai dengan bekal kubur berupa periuk kecil (dulang), pedupaan, kendi, sedangk...
Kata magi memiliki sejarah yang sangat panjang, seperti berikut (Ibid, 40-43). "Persia Kuna sekitar 3000 tahun yang lalu melalui kuneiform Mesopotamia Kuna peradabannya secara histories dapat diungkap, di antaranya tentang kepercayaan Zoroastrianisme. Zarathrustra mengajarkan bahwa alam semesta dibagi antara gelap dan terang, antara kebaikan dan kejahatan, antara kebenaran dan kepalsuan, hidup dan mati. Alam semesta terbagi dalam kubu pertentangan sejak saat penciptaan, dunia terkunci dalam pertarungan dua kubu sampai akhir zaman. Manusia bebas memilih, berbuat pilihan moral luhur atau sebaliknya. Dewa yang mewujudkan prinsip kebaikan ada dua yakni Ahura dan Mazda "Tuhan Maha Bijaksana", dan Dewa yang berprinsip jahat yaitu Ahriman. Reprensentasi Ikon Ahura dan Mazda adalah api, mereka seolah-olah memuja api, namun sebenarnya mereka memuja Ahura dan Mazda untuk memperoleh surga. Seorang Rahib Zoroastrian disebut magus , bentuk jamak dari magi (orang majus). Menurut cerita Kristen tiga...
Sekilas Tentang MBH Museum Benteng Heritage merupakan hasil restorasi sebuah bangunan berasitektur tradisional Tionghoa yang menurut perkiraan dibangun pada pertengahan abad 17 dan merupakan salah satu bangunan tertua di Kota Tangerang. Bangunan ini terletak di Jalan Cilame No.20, Pasar Lama, Tangerang yang juga adalah Zero Point nya Kota Tangerang karena disinilah cikal bakal pusat Kota Tangerang, yang dulunya disebut kota Benteng terbentuk. Tindakan restorasi ini berbekal pada kesadaran akan pentingnya melestarikan peninggalan sejarah dari setiap budaya dan tradisi yang ada di Bumi Persada Nusantara. Untuk itulah kami tergerak untuk turut berpartisipasi aktif melakukan penyelamatan situs-situs budaya yang masih tercecer agar tidak punah sama sekali dan me-ngakibatkan kita menjadi bangsa yang miskin dengan peradaban sehingga mengalami “amnesia sejarah”. Di Museum ini Anda akan menemukan banyak hal-ha...