Ritual
Ritual
Ritual Banten Banten
Magi
- 26 Desember 2018

Kata magi memiliki sejarah yang sangat panjang, seperti berikut (Ibid, 40-43). "Persia Kuna sekitar 3000 tahun yang lalu melalui kuneiform Mesopotamia Kuna peradabannya secara histories dapat diungkap, di antaranya tentang kepercayaan Zoroastrianisme. Zarathrustra mengajarkan bahwa alam semesta dibagi antara gelap dan terang, antara kebaikan dan kejahatan, antara kebenaran dan kepalsuan, hidup dan mati. Alam semesta terbagi dalam kubu pertentangan sejak saat penciptaan, dunia terkunci dalam pertarungan dua kubu sampai akhir zaman. Manusia bebas memilih, berbuat pilihan moral luhur atau sebaliknya. Dewa yang mewujudkan prinsip kebaikan ada dua yakni Ahura dan Mazda "Tuhan Maha Bijaksana", dan Dewa yang berprinsip jahat yaitu Ahriman. Reprensentasi Ikon Ahura dan Mazda adalah api, mereka seolah-olah memuja api, namun sebenarnya mereka memuja Ahura dan Mazda untuk memperoleh surga. Seorang Rahib Zoroastrian disebut magus , bentuk jamak dari magi (orang majus). Menurut cerita Kristen tiga "orang bijak dari Timur" yakni rahib-rahib Zoroastian membawa mur dan kemenyan untuk bayi Yesus di kandang. Para rahib atau magus ini dianggap memiliki kekuatan gaib. Magician berasal dari kata magi." Dalam Oxford Advanced Learner's Dictionary terdapat keterangan sebagai berikut, Magi the Magi the three wise men from who brought gifts to the infant Jesus (1989: 749). Dongeng-dongeng dan budaya dari wilayah Timur Tengah banyak diserap oleh kesusastraan Sunda baik ditel-ditel maupun keseluruhan kisah, contoh Dongeng Seribu Satu Malam, Abunawas, hagiografi, dan tentang jin. Kata "majus" itu sendiri banyak ditemukan pada kisah-kisah dari wawacan dengan istilah Nagara Kapir Majusi untuk menyatakan 'negara orang-orang kapir yang belum masuk Islam'.

Lorens Bagus (2005: 557) menerangkan tentang magi (magis/gaib) sebagai berikut: "Inggris magic; Latin dari magia; Yunani mageia. Beberapa pengertian sebagai berikut:

Magi adalah salah satu bentuk agama primitive. Dalam magi, banyak gejala dihubungkan dengan kekuatan gaib. Magi dapat diartikan juga ritus yang bertujuan mempengaruhi orang, binatang-binatang, atau roh-roh, dan lainnya. Magi primitive dipelajari oleh Levy - Bruhl dan Soviet N. Mart (1864 - 1934). Dalam magi terkandung bentuk pemikiran spesifik yang belum bisa ditarik pembedaan kualitatif antara benda-benda, karena itu terjadi pemindahan ciri-ciri suatu gejala atau hal ke beberapa gejala dan hal lain. Manusia primitive menganggap pemindahan seperti itu sebagai realitas yang tidak berubah di mana tidak ada tempat bagi hal yang adikodrati (supernatural). Sumber : https://hystoryana.blogspot.com/2018/03/ritual-sunda-kuno-ngaradinkeun-ngayun.html?m=1

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker