Makanan khas dari daerah NAD lainnya adalah pulot makanan khas Aceh yang berasal dari beras ketan yang sudah di masak terlebih dahulu, lalu dibungkus menggunakan daun pisang dan dibakar, rasanya sangat lezat. Tidak hanya timphan, pulot juga sering disajikan pada acara-acara keagamaan, idul adha, idul fitri, maupun acara-acara lainnya. Pulot sangat mudah di buat karna hanya berasal dari campuran beras ketan, santan, dan gula. Karna rasanya yang tidak begitu manis pulot biasanya dimakan menggunakan sop durian, kuah nangka, atau makanan berkuah lainnya, atau dapat juga dimakan langsung. Sekarang ini pulot banyak dijual di rumah makan aceh di jakarta dan sekitarnya. Timphan yang di panggang ini bernama pulot, dan banyak yang menyebutnya timphan pulot. Timphan pulot adalah kue khas tradisional Aceh yang bisa di jumpai di warung-warung kopi. Selain di warung kopi, di hari-hari besar keagamaan, dan di acara adat tertentu juga ada. Kue yang terbuat da...
Kue Nyap atau Kembang Goyang, ini merupakan makanan khas aceh yang berasal dari tepung beras, gula, santan, telur dan garam. Cara membuatnya pun gampang-gampang susah karna teknik pembuatannya di goreng, kita harus ahli dalam mengatur panasnya minyak karna apabila terlalu panas akan gosong dan warna yang dihasilkan tidak cantik. Kue ini juga merupakan kue yang sering disajikan untuk perayaan adat, keagamaan dan acara-acara lainnya. Kue ini juga jarang ditemui di pasaran karna tidak dapat bertahan untuk waktu yang lama. Namun rasanya yang renyah akan mengugah selera anda dan rasanya juga tidak terlalu manis. https://www.google.co.id/imgres?imgurl=https://forum.maxmanroe.com/attachments/kue-nyap-jpg.507/&imgrefurl=https://forum.maxmanroe.com/threads/apa-saja-kue-kue-tradisional-aceh-yang-biasa-disajikan-di-hari-lebaran.403/&h=398&w=336&tbnid=D9QDCPhxZnST2M:&docid=K9OzZ0yxh0lSTM&ei=vE-GVpPnLMP-ugS4s6KAAw&tbm=isch&ved=0ahU...
Pada ujung utara rangkaian Bukit Barisan di Pulau Sumatera, terletak dataran tinggi Gayo yang merupakan tempat orang Gayo bermukim. Selain sebagai nama sebuah etnis, Gayo juga merupakan nama ibukota Kabupetan Aceh Tengah. Di tempat ini orang Gayo terbagi dalam beberapa kelompok yaitu: Gayo Lut, Gayo Deret, dan Gayo Lues. Di kalangan mereka ada sebuah kesenian rakyat yang dikenal dengan nama Didong, yaitu suatu kesenian yang memadukan unsur tari, vokal, dan sastra. Kapan kesenian ini bermula, hingga kini belum diketahui secara pasti. Demikian pula arti kata didong yang sesungguhnya 1 . Pada awalnya didong digunakan sebagai sarana bagi penyebaran agama Islam melalui media syair. Para ceh didong (seniman didong) tidak semata-mata menyampaikan tutur kepada penonton yang dibalut dengan nilai-nilai estetika, melainkan di dalamnya bertujuan agar masyarakat pendengarnya dapat memaknai hidup sesuai dengan realitas akan kehidupan para Nabi dan tokoh yang sesuai dengan Islam. Dalam...
Mie Aceh adalah masakan mie pedas khas Aceh di Indonesia. Mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut (udang dan cumi) disajikan dalam sup sejenis kari yang gurih dan pedas. Mie Aceh tersedia dalam dua jenis, Mie Aceh Goreng (digoreng dan kering) dan Mie Aceh Kuah (sup). Biasanya ditaburi bawang goreng dan disajikan bersama emping, potongan bawang merah, mentimun, dan jeruk nipis. saya sudah pernah makan nih, rasanya enak, banyak bumbunya. TEMPAT RUMAH MAKAN: Mie Aceh Jaly-Jaly, Jl. Prof. Dr. Soepomo No. 48, Tebet, Jakarta, 0812 98738870/0852 14766668 Mie Aceh Seulawah, Jl. Bendungan Hilir Raya No. 8, Bendungan Hilir, Jakarta, 0823 10111188/021 5708660 Puhaba Coffee, Jl. Tebet Raya No. 34B, Tebet, Jakarta, 0811 1941809/0811 1932927
Bada Reuteuk merupakan kue tradisional yang berasal dari Aceh. Bahan utamanya terbuat dari tepung beras dan kacang hijau. Namun ada beberapa daerah bahan utamanya berbeda, ada yang menggunakan tepung terigu dan kelapa. Bada Reuteuek merupakan makanan kecil yang biasa di santap dengan secangkir kopi atau teh untuk mengisi waktu senja. Bada-bahan : 1 kg kacang hijau, digongseng lalu ditumbuk halus 1 Kg tepung beras 1 kg manisan tebu 1 Butir telur ayam Minyak untuk menggoreng Garam secukupnya Air secukupnya Cara Membuat: Tepung beras, telur, garam dan air diaduk hingga mengental Panaskan manisan tebu lalu masukkan kacang hijau (yang sudah tumbuk), aduk rata. Setelah adonan rata, giling tipis ½ cm - 1 cm, potong seperti irisan wajik. Masukan irisan ke dalam adonan tepung lalu digoreng hingga berwarna kekuningan.
Aceh punya beragam keunikan. Tak hanya dari segi adat dan kebudayaan, sederet makanan khas juga dimiliki oleh provinsi yang berada di ujung Sumatera ini. Sebut saja Mie Aceh. Dan rasanya memang tak lengkap jika bertandang ke wilayah ini tanpa mencicipi Mie Aceh. Di bumi Serambi Mekkah ini, Mie Aceh mudah didapatkan. Dalam satu porsi, Mie Aceh memiliki beragam rasa, seperti manis, asam, dan asin. Bumbu-bumbunya diracik dengan dengan berbahan cabai merah, bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar merica, jahe, dan rempah-rempah lainnya yang kemudian digiling halus sehingga berwarna merah. Mie Aceh memang tersohor. Tapi, tak ada yang tahu persis bagaimana asal-usulnya. Dalam buku-buku sejarah Aceh, tak ditemukan ihwal mulanya Mie Aceh. Meski demikian, konon, Mie Aceh berasal dari Cina. Aceh dan Cina memiliki hubungan sejarah abad 13 M. Mie yang berasal dari Cina lalu diolah dengan citarasa Aceh. Dan jadilah ia disebut Mie Aceh. Berikut ini bahan dan cara membuat Mie Aceh....
Bagi penikmat kuliner, nama Ayam Tangkap tentulah tak asing lagi. Nama yang unik dan citarasa yang biasa menggoyang lidah membuat makanan Aceh ini dikenal luas. Karena itu, taklah lengkap jika bertandang ke ujung Pulau Sumatera ini tanpa mencicipi makanan khasnya. Ayam Tangkap kadang juga disebut ayam sampah atau ayam semak. Tapi jangan salah, nama "Sampah" ditabalkan karena ayam goreng ini bercampur dengan dedaunan yang dipakai tak hanya sebatas penambah aroma, tapi juga enak dimakan. Rasanya garing seperti kerupuk. Ayam Tangkap sudah ada sejak 1996. Bermula di Rumah Makan Cut Dek, saat itu orang menyebut Ayam Goreng. Adapun Ayam Tangkap ini berawal dari eksperimen. Koki rumah makan ini coba memadukan ayam dengan daging dan dedaunan, seperti daun tumurui dan pandan. Baru sekitar 2005, ayam goreng ini berganti nama dengan Ayam Tangkap. Entah siapa yang memulai menyebutnya demikian, yang jelas ayam goreng ini kemudian terkenal dengan nama "Ayam Tangkap". Bahan-bahan yang dip...
Di sebuah pekarangan rumah di Aceh terdapat ikan tongkol yang sudah tercincang dan sudah mengering dibakar sinar mentari. Ikan yang sudah dijemur ini disebut Ikan Kayu. Ikan Kayu, dalam bahasa Aceh disebut eungkot keumamah, yang berarti ikan tongkol yang diiris kecil-kecil seukuran dua jari sebelum dijemur. Pengeringan secara alami ini bisa dilakukan selama seminggu atau lebih agar ikan menjadi kaku dan kenyal. Agar lebih tahan lama, keumamah dilumuri tepung tapioka atau digoreng, yang kemudian dijadikan lauk nasi. Sejarah makanan ini juga terkait dengan daya tahan yang dimiliki keumamah. Karena mampu bertahan lama, kuliner ini menjadi logistik khusus pasukan Aceh saat berperang melawan Belanda enam abad silam. Keumamah menjadi pengganjal perut pejuang yang bergerilya dari stau lokasi ke lokasi lain.. Bahan : 500 gram ikan tongkol kering ( ikan kayu, eungkot kayee ) 100 gram kentang Bumbu : 50 gram asam sunti 25 gram cabai merah...
Kuah Pliek U adalah makanan khas Aceh. Pliek U kadang disebut patarana . Ia terbuat dari dari kelapa yang sudah diperam hingga membusuk dan kemudian diperas hingga mengeluarkan minyak kelapa. Ampasnya kemudian dijemur hingga kering dan berwarna merah kecoklatan. Di Aceh, Pliek U kerap digunakan untuk sejumlah upacara. Sebutlah ketika orang menggelar kenduri untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, pesta perkawinan, hajatan orang meninggal, kenduri thon (kenduri tahunan untuk orang meninggal) atau kenduri blang (kenduri saat hendak turun ke sawah atau sesudah panen). Tradisi lain adalah memasak Pliek U secara bersama-sama untuk kemudian membagikannya kepada tetangga terdekat; selain untuk dimakan sendiri. Meski posisi kuah Pliek U cukup kuat di Aceh, hanya saja kuah Pliek U disebut-sebut berasal dari Gujarat india. Orang Gujarat sudah ada di Aceh sejak jaman dulu, bahkan ada yang menyebutnya sebagai nenek moyang orang Aceh. Konon, rempah-rempah...