fc points playstation 4 Besuche die Website Buyfc26coins.com. Fairer Deal..UD9i
2.933 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Dolalak
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Asal mula kesenian dolalak adalah akulturasi budaya barat (Belanda) dengan timur (Jawa). Pada jaman Hindia Belanda Purworejo terkenal sebagai daerah / tempat melatih serdadu / tentara. Sebagaimana tentara pada jamannya, mereka berasal dari berbagai daerah, tidak hanya Purworejo saja dan dilatih oleh tentara/militer Belanda. Mereka hidup di tangsi / barak tentara. Ketika mereka hidup di tangsi tersebut, maka untuk membuang kebosanan mereka menari dan menyanyi saat malam hari, ada pula yang melakukan pencak silat dan dansa. Gerakan dan lagu yang menarik kemudian menjadi inspirasi pengembangan kesenian yang sudah ada yaitu rebana (kemprang) dari tiga orang pemuda dari dukuh Sejiwan desa Trirejo Kecamatan Loano yaitu : 1. Rejo Taruno 2. Duliyat 3. Ronodimejo Ketiga orang tersebut bersama dengan warga masyarakat yang pernah menjadi serdadu Belanda membentuk grup kesenian. Awalnya pertunjukan kesenian tersebut tidak diiringi instrumen, namun dengan lagu-lagu vokal yang dinyanyik...

avatar
agung pranoto
Gambar Entri
Jolenan
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Konon kabarnya pada jaman Majapahit, terjadi suatu peperangan antara Kerajaan Majapahit dengan Kerajaan Pajajaran yang terkenal dengan nama perang Bubat. Pada saat itu, diantara prajurit kerajaan Majapahit ada yang berjalan melalui daerah yang sekarang dinamakan Desa somongari. Barisan prajurit tersebut dipimpin oleh Adipati Singanegara, Pangeran Lokajaya dan seorang lagi Pangeran Purwokusumo. Rombongan tersebut beristirahat di daerah itu sampai beberapa saat lamanya. Karena dirasa enak beristirahat di tempat tersebut, maka Adipati Singanagara dan para prajurit diperintahkan untuk terus bermukim di situ. Dan pula diperintahkan untuk menebang hutan-hutan sedikit demi sedikit untuk tempat tinggal. Ternyata diantara prajurit yang menebang kayu banyak yang mati atau hilang karena perbuatan makluk-makluk halus. Setelah diketahui oleh Adipati Singanegara beberapa kali tentang kejadian tersebut, maka bersemedilah Adipati Singanegara. Beliau bersemedi dalam bulan Sura sampai dengan bula...

avatar
agung pranoto
Gambar Entri
Tekongan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Tekongan adalah permainan sangat sederhana namun menarik dan tentu saja tidak membutuhkan dana. Hanya berbekal beberapa plastik bekas yang dibentuk bola atau beberapa tongkat kayu, permainan ini sudah bisa dimainkan. Selain itu permainan ini lebih asik dimainkan di tempat yang agak lapang misalnya halaman rumah yang cukup luas, bahkan jalanan kampung pun bisa. Laki-laki maupun perempuan bisa bergabung di permainan ini. Minimal membutuhkan 3 orang untuk bermain tekongan, semakin banyak pesertanya semakin seru permainannya. Tekongan dimainkan dengan memakai pecahan genting, ranting atau dahan kayu yang dipotong kurang lebih 25-30 cm sebanyak 4-5 batang. Itupun bisa disesuaikan, tidak harus sama panjang dan sejumlah itu. Ranting kayu itu akan disatukan salah satu ujung dengan ujung yang lainnya sehingga membentuk piramida. Apabila memakai pecahan genting, membutuhkan sekitar 10-15 pecahan yang nantinya disusun. Selanjutnya, semua peserta akan melemparkan tongkat kayu atau bola dari...

avatar
Edasia Initiative Movement
Gambar Entri
Prasasti Canggal
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Canggal ditemukan di kompleks Candi Gunung Wukir, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Berita mengenai penemuan ini pertama kali di publikasikan pada tanggal 10 Maret 1884, dalam sebuah sesi pertemuan anggota kelompok ilmiah Royal Academy di Amsterdam, Belanda. Prasasti ini adalah merupakan salah satu peninggalan terpenting dari kerajaan Mataram Kuno di wilayah Jawa Tengah. Pada prasasti ini ditemukan angka tahun pembuatan yang telah memungkinkan para arkeolog untuk dapat memperkirakan periodisasi berdirinya kerajaan tersebut di Pulau Jawa. Angka tahun pendirian pada prasasti tersebut termuat dalam sebuah Candrasengkala yang berbunyi “Sruti Indriya Rasa” (Sruti = 4, Indriya = 5, Rasa = 6) yang menyatakan tahun 654 Saka atau 732 Masehi. Prasasti ini dianggap sebagai prasasti “berangka tahun” yang tertua di Pulau Jawa. Prasasti ini ditulis menggunakan aksara Pallava dan dalam Bahasa Sanskrit dialek awal yang menur...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Es Dawet Jepara
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

  Bahan: 150 gr tepung sagu aren 50 gr tepung beras 500 ml air 150 ml air daun suji (30 lembar daun suji blender bersama 150 ml air, saring 3 tetes pewarna hijau   Kuah gula merah: 250 gr gula merah, iris tipis 300 ml air 5 lembar daun pandan   Kuah santan: 750 ml santan dari 1 butir kelapa 1/2 sdt garam 6 lembar daun pandan   Cara membuat: 1. Dawet: aduk rata bahan dawet, masak sambil diaduk hingga meletup-letup. Angkat, panas-panas, tuang ke cetakan cendol, tekan cetakan cendol, tampung cendol yang keluar ke dalam baskom berisi air dingin. 2. Kuah gula merah: rebus kuah gula merah sambil diaduk hingga mendidih, saraing, dinginkan. 3. Kuah santan: rebus kuah santan sambil diaduk hingga mendidih, dinginkan. 4. Cara penyajian: Sendokkan cendol ke dalam gelas, tambahkan kuah gula merah dan santan, sajikan dengan es batu.       Sumber: http://f...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Lesah Magelang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Bahan-Bahan Daging Tetelan500 gram Soun, Rebus1 bungkus Wortel, Iris tipis2 buah Kol Putih (Kubis Bunga Putih), Iris tipis100 gram Daun Bawang, Iris tipis3 batang Tauge100 gram Bawang Merah, Haluskan4 siung Bawang Putih, Haluskan3 siung Kunyit, Haluskan1 ruas Kemiri, Haluskan3 siung Daun Salam3 lembar Lengkuas (Laos), iris 1cm2 ruas Lada (Merica), Haluskan1/2 sendok teh Ketumbar, Haluskan1/4 sendok teh Santan, Haluskan1 liter Garam, Haluskansecukupnya Gula Pasir, Haluskan secukupnya   Langkah Masak   Langkah 1 Rebus tetelan bersama bumbu halus, lengkuas, dan daun salam tanpa ditumis sampai empuk. Langkah 2 Masukkan santan, garam dan gula pasir. Aduk agar santan tidak pecah. Setelah mendidih masukkan sayuran, dahulukan yang keras, dan soun. Langkah 3 Cocok disajikan dengan sambal tomat goreng dan tahu tempe bacem.     RM/Toko yang Menyediakan...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Tari Klasik Gaya Surakarta
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari klasik gaya Surakarta memiliki karakter yang khas, tari klasik semula meniru gerak alam semesta dan pertanda seperti mbanyu mili (sesuai dengan letak arah mengalirnya), posisi gerak tari seperti tanjak ndoran tinangi, angranakung, singkal, mager timun. Pada susunan kembangan sekaran) tari terdapat nama ngranggeh lung, merak kesimpir, gajah ngoling, menthokan, mucang kanginan, banteng nggambul. ombak banyu, ngalap sari. Berbagai gerak alam di stilir menjadi ragam gerak tari yang dilakukan oleh tubuh. Dasar gerak tari klasik gaya Surakarta berpegang pada dua aspek yaitu adeg dan solah. Untuk mencapai tingkat gerak yang berkualitas (estetik) diperlukan suatu metode latihan tari yang efektif, di dalam istilah tari gaya Surakarta disebut Rantaya yang meliputi pola dasar adeg, pola dasar lumaksana, susunan kembangan atau sekaran. Filosofi tari klasik gaya Surakarta adalan menggunakan konsep Dewa Raja Jejer, sedang mitosnya adalah kiblat papat lima pancer. Tari Klasik gaya Surakar...

avatar
Alif Ihsanuddin Perdana
Gambar Entri
Ruwatan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Ruwatan merupakan Ritual adat jawa sebagai sarana untuk membebaskan atau mensucikan atas dosa dan kesalahan yang diperkirakan bisa berampak kesialan terhadap dirinya dalam menjalankan kehidupannya. Dalam cerita " wayang " dengan lakon Murwakala pada tradisi ruwatan di jawa ( jawa tengah) awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita jawa kuno, yang isi pokoknya memuat masalah pensucian , yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda, agar menjadi suci kembali, atau meruwat berarti: mengatasi atau menghindar i sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema/cerita Murwakala.  Dalam tradisi jawa orang yang keberadaannya mengalami nandang sukerto/berada dalam dosa , maka untuk mensucikan kembali, perlu mengadakan ritual tersebut. Menurut ceriteranya, orang yang manandang sukerto ini, diyakini akan menjadi mangsanya Batara Kala . Tokoh ini adalah anak Batara Guru (dalam cerita wayang) yang lahir ka...

avatar
Alif Ihsanuddin Perdana
Gambar Entri
LEGENDA GUA SEMAR
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

  Gua semar memiliki ruang seluas kurang lebih 4 meter persegi yang sering digunakan untuk bertapa. Gua ini konon dijaga oleh Eyang Semar sehingga dinamakan Gua Semar. Gua ini pernah menjadi tempat bertapa para raja Jawa dan pemimpin Negara kita. Pada tahun 1974, Soeharto (mantan Presiden RI ke-2) juga bertapa di gua ini.   Sumber : KEMENTERIAN KEHUTANAN – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah  

avatar
Ahadin Fahmi