Anak
467 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kupat Glabed
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

          Kupat Glabed adalah masakan khas ketupatnya orang Tegal, Jawa Tengah, Indonesia khususnya dari Desa Randugunting. Hampir sama dengan ketupat yang lain, cuma yang beda pada kuah yang kental (ngglabed) dan lauk sate ayam bumbu plus sate kerang dengan topping kerupuk kuning. Bahan: 5 buah kupat (ketupat) 250 gr tempe potong dadu, lalu goreng 1/2 matang 125 gr mie kuning direbus seduh dan tiriskan 5 kerupuk mie digoreng Bawang goreng Untuk taburan Minyak sayur untuk menumis tepung beras. Bumbu yang dihaluskan: 8 btr bawang merah 4 siung bawang putih 5 butir kemiri 1 ruas jahe 1 sdt ketumbar 1 sdt terasi garam secukupnya 1 ruas kunyit 1 buah kaldu blok instant 1 sdt gula pasir salam, sereh, laos dimemarkan 250 ml. santan kental 750 ml santan encer Cara Membuat: Tumis dengan miny...

avatar
Iklimah
Gambar Entri
Telur Asin
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

   Telur Asin merupakan makanan Khas Brebes, Jawa Tengah, Indonesia. Telur Asin adalah masakan yang berbahan dasar telur dengan cara diawetkan melalui cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak). Kebanyakan Telur yang diasinkan adalah telur itik, meski tidak menutup kemungkinan untuk telur-telur yang lain seperti Telur Bebek.    Di Indonesia, terutama di Pulau Jawa Telur Asin biasanya diproduksi dari Telur Bebek Pelari  dalam bahasa latinnya adalah Anas platyrhynchos domesticus yang memiliki ciri khas cangkang telur berwarna hijau-kebiruan. Telur Asin baik dikonsumsi dalam waktu satu bulan (30 hari).   Di Jawa Tengah, daerah Brebes dikenal sebagai penghasil utama Telur Asin yang paling enak. Industri Telur Asin di Brebes cukup luas hingga tersedia berbagai pilihan kualitas Telur Asin. Masing-masing produsen memiliki cap sendiri-sendiri yang biasanya dapat dilihat pada kulit telur.   ...

avatar
Iklimah
Gambar Entri
Soto Khas Kudus
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

                                                      Soto Kudus merupakan soto yang cukup unik dan mempunyai rasa sangat lezat. jika biasanya kita memakai daging sapi, jeroan sapi, babat, atau daging ayam sayur, specialnya disini kita akan menggunakan daging ayam kampung. menggunakan daging ayam kampung yang terkenal akan kegurihannya tentunya akan membuat soto kudus semakin lezat. apalagi kita kan memakai kaldu bekas rebusan ayam nya, tentunya akan menghasilkan kuah yang segar dan lezat sekali.            Untuk anda warga asli kudus jawa tengah dan sekitarnya tentunya anda sudah tidak asing lagi akan Soto Kudus ini bukan? rasanya yang enak dan lezat membuat soto kudus sang...

avatar
Iklimah
Gambar Entri
Suluk Malang Sumirang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Sunan Panggung atau Syeikh Malang Sumirang, yang memiliki nama asli Raden Watiswara, diperkirakan hidup antara tahun 1483-1573 m. Beliau putra dari Sunan Kalijaga hasil perkawinan dari Siti Zaenab Saudara Sunan Gunungjati. Menurut Babad Jalasutra sebelum di jatuhi hukuman bakar hidup-hidup, ia memiliki istri Wasi Bagena dari Jatinom Klaten yang masih cucu Brawijaya 8. Kepribadian Sunan Panggung sangatlah unik. Beliau memiliki lelewa (tingkah laku) mirip ayahnya yang menjadi wali nyentrik Sunan Kalijaga. Dan berguru kepada Syeikh Siti Jenar, Sunan Kalijaga, dan sangat menghormati ayahandanya dan gurunya yang terkenal wali nyentrik di tanah Jawa. Semula beliau dikirim Raden Patah ke pengging untuk menjadi mata-mata. Namun beliau justru tertarik dengan ajaran-ajaran Syeikh Siti Jenar dan menjadi pengikut setianya. Karena sikapnya itu ia mendapatkan peringatan keras dari dewan Wali Songo, kecuali ayahnya sendiri Sunan Kalijaga, yang tetap membiarkan anaknya mengikuti Syeikh Si...

avatar
Oase
Gambar Entri
Tekwinan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Bertandang ke daerah seputaran Adiwerna atau lebih tepatnya di Desa Pagiyanten ada tradisi unik ketika memasuki bulan Mulud atau bulan Rabiul Awal terutama pada malam bulan 8, yaitu adanya tradisi Tekwinan. Ada yang menyebutnya Tekwinan ,   Takwinan ,  Tekewinan  bahkan  Bada Layah . Nama yang sangat unik. Bahkan ada yang mengira ini semacam tradisi nikahan. Padahal tradisi tersebut adalah pembacaan kitab Al Barzanji di musholla atau di masjid-masjid. Tradisi tersebut diramaikan dengan adanya “ Layahan “, yaitu layah (cobek) yang berisi aneka macam jajanan untuk anak – anak. Layah disini menggunakan tanah liat seperti yang digunakan ketika kita berada di lesehan pecelan. Namun sejalannya waktu, Layah semakin jarang ditemukan. Untuk menghematnya, digantilah Layah dengan kertas plastik wadah lauk yang biasanya digunakan pada “berkat”. Apa saja isi Layah? biasanya isinya aneka jajanan anak kecil, buah, dan apabila beruntung...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Tiwul Khas Gunung Kidul
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

                            "Anak singkong" sebutan ini kerap dikaitkan dengan orang Gunungkidul sebab sudah dipastikan bahwa setiap orang yang tinggal di Gunungkidul pasti pernah mengkonsumsi singkong baik dalam bentuk aslinya maupun yang telah diolah menjadi aneka bentuk makanan. Salah satu Makanan Khas Gunungkidul yang berbahan singkong adalah Tiwul.   Nah Apa Itu Tiwul ? Sebelum membahas apa itu Tiwul mari kita bahas terlebih dahulu sejarah singkat tentang Tiwul. Gunungkidul merupakan daerah dengan batuan kapur, lahan untuk bercocok tanam kurang efektif jika ditanam padi sehingga hampir setiap orang menanam Ubi Kayu (Singkong) nah karena inilah masyarakat Gunungkidul mayoritas makanan pokoknya dulu adalah Tiwul, Tiwul merupakan hasil dari Singkong yang telah dikupas, dijemur kemudian dihancurkan menjadi tepung ka...

avatar
Iklimah
Gambar Entri
Batik Sido Drajat
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

BATIK SIDO DRAJAT Batik Sido Drajad atau Drajat dipakai oleh besan ketika upacara pernikahan. Cara pemakaian batiknya juga memiliki nilai pendidikan tersendiri. Bagi anak-anak, batik dipakai dengan cara sabuk wolo. Pemakaian jenis ini memungkinkan anak-anak untuk bergerak bebas. Secara filosofi, pemakaian sabuk wolo diartikan bebas moral, sesuai dengan jiwa anak-anak yang masih bebas, belum dewasa, dan belum memiliki tanggung jawab moral di dalam masyarakat. Ketika beranjak remaja, seseorang tidak lagi mengenakan batik dengan cara sabuk wolo melainkan dengan jarit. Panjang jarit yang dipakai memiliki arti tersendiri. Semakin panjang jarit, semakin tinggi derajat seseorang dalam masyarakat, dan semakin pendek jarit,  semakin rendah pula strata sosial orang tersebut dalam masyarakat. Bagi orang dewasa, pemakaian batik memiliki pakem yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Pada laki-laki, wiru diletakkan di sebelah kiri. Sedangkan pada perempuan, wiru diletakkan...

avatar
Alvipian
Gambar Entri
Begalan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Begalan adalah satu dari sekian banyak tradisi yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Begalan menjadi bagian dari adat yang dilakukan dalam rangkaian resepsi pernikahan. Begalan berasal dari kata begal dalam bahasa Banyumas yang memiliki arti rampok atau perampok. Tradisi Begalan biasanya dilaksanakan dalam rangkaian resepsi pernikahan, yaitu jika yang dinikahkan adalah anak pertama dengan anak pertama, anak terakhir dengan anak terakhir, anak pertama dengan anak terakhir, dan anak pertama yang perempuan.  Pagelaran Begalan pada resepsi pernikahan dipercaya dapat membawa kebaikan bagi pasangan pengantin ketika kelak mereka menjalani kehidupan rumah tangga. Tradisi begalan sampai sekarang masih bertahan, namun  dalam  beberapa  hal telah  mengalami  modifikasi,  seperti  bahasa yang digunakan, perangkat tetabuhan, asesoris, dan ritual penyelenggaraannya.  Pementasan Begal...

avatar
Daniteer
Gambar Entri
Serat Centhini
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Serat Centhini adalah buku kesusastraan Jawa yang aslinya ditulis dalam bahasa dan tulisan Jawa dalam bentuk tembang Macapat dan mulai ditulis pada tahun 1814 dan selesai pada tahun 1823. (Catatan : Tembang Macapat adalah sejumlah Tembang Jawa dengan irama tertentu, jumlah suku kata tertentu, akhir kata tertentu dalam satu bait tembang, sangat populer di masyarakat Jawa untuk refleksi peristiwa tertentu menggunakan tembang yang pas dengan suasana yang ingin ditimbulkan, sejumlah nama tembang Macapat: Maskumambang, Mijil, Sinom, Kinanti, Asmaradana, Gambuh, Dandanggula, Durma, Pangkur, Pocung, Megatruh, Jurumedung, Wirangrong, Balabak, Girisa). Buku aslinya berjudul Serat Suluk Tambangraras ditulis berkat prakasa KGPA Anom Amengkunagoro III putera Pakubuwono IV, raja Surakarta (1788 - 1820). Dia kemudian yang menggantikan kedudukan raja sebagai Pakubuwono V (1820 - 1823). Sedangkan penulisan dan penyusunan dilaksanakan oleh: Ki Ng. Ranggasutrasno, pujangga kerajaan. R. Ng....

avatar
Farrihnabhan