Pada umumnya olahan rendang terbuat dari daging yang dimasak dan dilumuri bumbu rendang khas Minangkabau. Tahukah kamu kalau ada juga yang namanya rendang telur ? Uniknya rendang telur ini bukan lagi berbentuk telur, karena sudah diolah telurnya menjadi berbentuk seperti keripik. Loh kenapa bentuknya dibuat jadi seperti keripik ? Memasak rendang memerlukan waktu yang sangat lama. Telur akan hancur berantakan apabila dimasak dalam waktu yang lama dengan suhu yang tinggi, oleh karena itu direkayasa lah telur itu menjadi seperti keripik. Banyak keuntungan yang didapat dengan mengolah telur menjadi bentuk keripik, seperti lebih mudah untuk dimakan, lebih mudah dikemas, dan cocok untuk dijadikan cemilan atau hidangan sampingan saat menyantap makanan menemani lauk utama. Olahan rendang juga termasuk makanan yang awet, dengan penyimpanan yang baik dan benar olahan rendang dapat tahan satu bulan lebih sebelum menjadi basi. (sumber : www.omiyago.com/padang/43-renda...
Budaya Pacu Jawi Pacu Jawi atau dikenala juga sebagai karapan sapi adalah budaya Minangkabau yang dilakukan oleh para petani Minang di musim panen untuk mengisi waktu luang dan juga menjadi hiburan masyarakat sekitar. Pacu Jawi adalah sebuah olahraga hiburan dimana seorang joki mengandarai dua ekor sapi, atau jawi dalam bahasa minangnya di lintasan lumpur sawah menggunakan sebuah alat pembajak sawah untuk menahan sepasang sapi tersebut agar tidak berpisah. Alat tersebut akan diikatkan tali yang dipegang oleh jokinya, dan jokinya akan berpijak disebuah alat bajak pacu yang bertindak seperti ski. Saat joki ingin memulai kedua sapi tersebut untuk berlari, ia menggigit kedua ekor sapi tersbut. Sapi yang kaget akan mencoba untuk berlari mejauhi si joki tersebut, tetapi hal inilah yang menarik si joki tersebut sepanjang lumpur sawah. Rumornya adalah lebih kuat gigitan sang joki, lebih cepat larinya p...
Kaba adalah salah satu jenis sastra tulis tradisional minangkabau. Ditinjau dari sisi isi cerita kaba mirip dengan hikayat atau cerita dalam Sastra Melayu. Beberapa kaba seperti Kaba Sutan Manangkerang dan Kaba Manjau Ari pernah diterbitkan sebagai hikayat. Sebaliknya, Hikayat Hang Tuah juga pernah disadur ke dalam bentuk kaba. Yang membedakan kaba dengan hikayat adalah pada komposisi di dalamnya. Di dalam hikayat secara keseluruhan berbentuk kalimat dan paragraf. Sedangkan kaba dapat disusun atau diceritakan dalam bentuk sajak seperti pantun atau nyanyian. Kaba ini juga dapat dikisahkan dalam bentuk randai-salah satu kebudayaan minang sejenis teater. Kaba dapat dibagi menjadi dua dengan ciri-ciri sebagai berikut: Kaba lama mempunyai ciri: Biasanya berisi tentang perebutan kekuasaan antara orang dalam dan orang luar Kisah dianggap berlaku pada masa lampau tentang anak raja yang mempunyai kekuatan supranatural. Kaba lama...
Badoncek merupakan suatu tradisi dalam masyarakat Minang, khususnya pada masyarakat Pariaman, yaitu membantu dalam bentuk sumbangan secara material kepada orang lain yang sedang mengadakan suatu kegiatan yang memerlukan biaya. Dalam pengertian yang lainnya. Badoncek merupakan tradisi Minangkabau, yaitu memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai wujud kebersamaan dan kegotongroyongan yang berlandaskan ajaran adat barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang . Biasanya, tradisi badoncek ini dilakukan pada malam hari sebelum mengadakan pernikahan, sebelum pembangunan infrastruktur untuk sosial dalam suatu masyarakat, dan untuk membantu orang lain yang tertimpa musibah. Pada era rezim Soeharto, budaya badoncek tidak terdengar atau terlaksana lagi secara utuh karena kebijakan sentralistik menggalangkan p...
Manjapuik Marapulai : Prosesi Menjemput Mempelai Pria Minangkabau Ilustrasi - Dok. Majalah Mahligai. “Manjapuik Marapulai” merupakan acara adat paling penting dalam seluruh rangkaian acara perkawinan menurut adat Minangkabau. Dalam prosesi ini, calon pengantin pria dijemput dan dibawa ke rumah calon pengantin wanita untuk melangsungkan akad nikah. Prosesi ini juga dibarengi pemberian gelar pusaka kepada calon mempelai pria sebagai tanda sudah dewasa dan akan menjadi pimpinan keluarga. Setelah selesai, pengantin pria beserta rombongan diarak menuju kediaman mempelai wanita untuk bersanding di pelaminan. Perlengkapan yang Perlu Dibawa Secara umum menurut ketentuan adat, dalam menjemput calon pengantin pria ini pihak calon pengantin pria harus membawa tiga bawaaan wajib, yaitu; Pertama : Sirih lengkap dalam carano (kotak tempat sirih) yang menandakan datangnya secara beradat. Kedua : Pak...
Tambo Minangkabau adalah karya sastra sejarah berisi legenda-legenda yang berkaitan dengan asal usul suku bangsa, negeri, tradisi dan alam Minangkabau . Tambo Minangkabau ditulis dalam bahasa Melayu yang berbentuk prosa . Tambo berasal dari bahasa Sanskerta , tambay, yang artinya bermula. Dalam tradisi masyarakat Minangkabau, tambo merupakan suatu warisan turun-temurun yang disampaikan secara lisan. Kata tambo atau tarambo dapat juga bermaksud sejarah, hikayat atau riwayat. Maknanya sama dengan kata babad dalam bahasa Jawa atau bahasa Sunda . Penulisan tambo Minangkabau pertama kali dijumpai dalam bentuk aksara Arab dan berbahasa Melayu. Sedangkan penulisan dalam bentuk latin baru dikenal pada awal abad ke-20 yang isinya sudah dibandingkan dengan beberapa bukti sejarah yang berkaitan. Naskah tambo Minangkabau sebagian besar ditulis dengan huruf Arab-Melayu ( huruf...
Talempong Unggan Talempong Unggan sangat unik. Terdiri dari talempong yang terbuat dari kuningan yang di taruh diatas wadah kayu, dengan alat musik pengiring lain seperti 2 Gendang dan 1 Gong. Biasanya dimainkan oleh 4 orang, yaitu 1 pemain talemppong, 2 pemain Gendang dan 1 lainnya pemain gong. Uniknya lagi, pemain Talempong Unggan tidaklah sembarang orang, pemainnya harus diajari semenjak Balita oleh Ketua, dan merupakan anak perempuan yang sangat ingin menjadi pemain talempong unggan. Seniman Talempong Unggan juga mampu memainkan berbagai lagu yang berkembang di masyarakat. Konon, dulunya Talempong Unggan meiliki kekuatan gaib yang oleh masyarakat setempat disebut "Pitunang". Setiap orang yang mendengarnya akan tersentuh dan jatuh hati Link Foto : https://drive.google.com/file/d/12qRcWajC622cOZJ8rUqqkt0HBPKWBoYf/view sumber : wawancara #OSKMITB2018
RESEP KUE SANGKO Kue sangko adalah kue khas dari sumatra barat. Bahan dasarnya terbuat dari beras dan alat pembuatnya pun mudah. Kue ini dapat tahan lama dan enak untuk dimakan karena terbuat dari beras ketan. Cara membuatnya mudah dan tidak memakai alat yang susah, bahan pencampurnya juga banyak terdapat di daerah pedesaan dan harganyapun tak mahal. Kue ini dapat kita kirim sebagai oleh-oleh untuk teman atau kerabat kita yang tinggal jauh sekalipun. A. Bahan-bahannya adalah sebagai berikut: Beras ketan 1 liter Gula merah halus (diiris) 1 gelas Garam halus secukupnya B. Alat-alat yang dipakai yaitu: Waskom Wajan Sendok penggorengan Alat pembakaran atau kompor Alu dan lesung Kukusan atau langseng Kain kasar secukupnya Papan cetakan Penggaris tebal dari kayu Dan lain-lain yang dianggap perlu C. Cara membuatnya: Beras ketan...
Talempong adalah sebuah alat musik pukul tradisional khas suku Minangkabau. Bentuknya hampir sama dengan instrumen bonang dalam perangkat gamelan. Talempong dapat terbuat dari kuningan, namun ada pula yang terbuat dari kayu dan batu. Talempong Unggan berasal dari Nagari Unggan, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Terbuat dari kuningan yang ditaruh di atas wadah yang terbuat dari kayu dengan alat musik pengiring yang lain berupa dua gendang dan satu gong. Talempong Unggan dimainkan empat orang, yakni satu pemukul talempong, dua pemain gendang, dan satu pemukul gong. Talempong Unggan berbda dengan jenis talempong yang berasal dari daerah lain di Indonesia. Jumlah nadanya hanya terdiri atas lima nada atau disebut pentatonis. Lagu-lagu Talempong Unggan juga khas, tidak ada di tempat lain. Penamaan lagu berasal dari alam misalnya, Ramo-Ramo Tabang Tinggi, Pararakan Kunto dll. Seniman yang ahli memainkan Talempong Unggan ini, juga mampu...