Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wayang adalah boneka tiruan orang yang terbuat dari pahatan kulit atau kayu, dsb. yang dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan drama tradisional. [1] Wayang dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan drama tradisional (Bali, Jawa, Sunda, dan sebagainya). Pertunjukan Wayang biasanya dimainkan oleh seseorang yang disebut dalang dengan diiringi oleh berbagai alat musik daerah. UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur ( Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity ). Namun ternyata, wayang tidak hanya dimiliki oleh bangsa Indonesia saja. Potehi berasal dari kata pou å¸ (kain), te è¢ (kantong) dan hi æ¯ (wayang). Wayang Potehi adalah waya...
Indonesia memang satu. Namun bukan berarti hanya ada satu budaya. Unik dan menarik mendedinisikan budaya di Indonesia. Ritual syukuran penyambutan manusia baru atau kelahiran di Indonesia memang banyak cara. Orang-orang di Jawa menyebutnya dengan "bancaan weton" yang telah ada sejak zaman nenek moyang kita. Syukuran ini dinamakan Bubur Merah Putih. Dalam ritual ini disisipkan doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhan meminta keselamatan dan keberkahan untuk sang bayi. Setelah didoakan, bubur merah putih dibagikan kepada tetangga dan kerabat. Tak lupa disisipkan juga nama sang bayi. Bubur merah putih memeliki 2 arti yang berhubungan. Bubur merah melambangkan "bibur merah" sang ibu dan bubur putih melambnagkan "darah putih" atau sperma ayah. Keduanya disatukan dalam wadah dalam terciptanya manusia baru. Cara membuatnya tidaknya sulit. Bahan-bahan yang digunakan juga sederhana, meliputi beras merah, beras putih, santan, gula merah, garam, pandan, dan air. Dimasak sampai menjad...
"Pethik Tirta" merupakan upacara selamatan desa (merti desa) yang dijadikan tradisi di Desa Jenar Lor, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Istilah "Pethik Tirta" berasal dari kata "Pethik" yang berarti "mengambil" dan "Tirta" yang berarti "air". Secara etimologis, Pethik Tirta berarti upacara mengambil air (yang dilakukan di Sumur Talang, suatu sumur beji / tua yang terletak di Dusun Talang Bagus Desa Jenar Lor Kecamatan Purwodadi) yang dipercaya membawa berkah. Asal-usul upacara ini berkaitan erat dengan keberadaan Bulak (kawasan pertanian yang sangat luas) yang meliputi wilayah Desa Jenar Lor, Jenar Kidul, Walikoro, Sruwoh, Singkil, Wingko, Pundensari, Jenar Wetan. Saat ini Bulak tersebut dikenal dengan sebutan Bulak Kethip. Upacara bersih desa sendiri diduga telah dilaksanakan masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan sejak zaman pra-Islam di Jawa. Penyelenggaraan upacara itu terkait dengan asumsi bahwa pada hakekatnya manusia memiliki sistem kepercayaan, yang merupakan sal...
. Maksud upacara tersebut agar desa dilimpahkan kesejahteraan oleh Sang Hyang Widi. Terlepas dari kepercayaan yang baik. Apabila lingkungan bersih, sungai-sungai bersih dari sampah dan limbah apapun, maka alirannya yang berfungsi mengairi persawahan akan lancar. Lingkungan sungai menjadi lebih bersih dan sehat sehingga menjadikan tanaman tanaman di sekitar kita menjadi subur menjadikan panen yang didapat lebih baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih maka kita sebagai masyarakat dapat juga terjaga kesehatannya sehingga masyarakat menjadi sehat dan terjamin kesehatannya. Ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Maha Kuasa. Dalam tradisi merti desa, lampiasan rasa syukur ini diujudkan dalam bentuk sedekah yang kemudian menjadi ciri dalam setiap ritualnya. Di pengujung acara, sedekah yang diujudkan dalam bentuk gunungan berikut sesajian dan beragam ubo rampe itu akan dibagikan kepada seluruh warga desa serta siapa pun yan...
Tradisi Merti Desa di Desa Pamriyan, Pituruh Purworejo Di masyarakat Jawa maih memiliki upacara adat yang disebut bersih desa (merti desa). Upacara ini dilakukan untuk menghormati Sang Hyang Widi serta para leluhur kita. Maksud upacara tersebut agar desa dilimpahkan kesejahteraan oleh Sang Hyang Widi. Terlepas dari kepercayaan tersebut, upacara yang dilakukan dengan cara membersihakn lingkungan disekitar desa tersebut serta membersihkan sungai yang mengalir di desa tersebut yang menghasilkan dampak lingkungan yang baik. Apabila lingkungan bersih, sungai-sungai bersih dari sampah dan limbah apapun, maka alirannya yang berfungsi mengairi persawahan akan lancar. Lingkungan sungai menjadi lebih bersih dan sehat sehingga menjadikan tanaman tanaman di sekitar kita menjadi subur menjadikan panen yang didapat lebih baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih maka kita sebagai masyarakat dapat juga terjaga kesehatannya sehingga masyarakat menjadi se...
Upacara Merti Desa Kelurahan Mojosongo adalah upacara yang bertajuk pesta rakyat di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Merti Desa diadakan sebagai bentuk perwujudan Kota Solo sebagai Kota Budaya. Acara ini diadakan untuk melestarikan kearifan lokal di Kelurahan Mojosongo. Acara yang diadakan setahun sekali ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, dari anak-anak, pemuda-pemudi, hingga orang tua. Berbagai lapisan masyarakat yang terlibat saling bergotong-royong, nguri-uri budaya serta kekayaan lokal yang dimiliki masing-masing wilayah. Merti Desa diadakan selama kurang lebih 5-7 hari. Sebagian besar acara dimulai di Lapangan Kelurahan Mojosongo. Ada berbagai macam kegiatan yang memeriahkan upacara adat bertajuk pesta rakyat ini. Berbagai penampilan kebudayaan yang dipertunjukkan berupa Seni Karawitan, Wayang Kulit, Seni Tari Tradisional, dan masih banyak lagi. Penampilan kebudayaan ini ditampilkan oleh wakil dari masing-masing RT atau RW di Kelurahan Mojos...
Pulau Jawa terkenal dengan jumlah penduduk yang paling banyak di Negara Indonesia. Dengan penduduk yang sangat banyak, nilai-nilai budaya pun juga pastinya akan menjadi sangat kaya, beragam dan unik. Salah satu budaya unik dari Jawa adalah tradisi Mitoni atau yang juga dipanggil Upacara Tingkeban. Upacara ini bertujuan untuk merayakan wanita yang sudah mencapai masa tujuh bulan dalam kehamilannya. Nama mitoni itu bisa diturunkan dari kata “pitu” yang artinya adalah tujuh. Banyak juga yang berpendapat bahwa mitoni juga diartikan sebagai kata pitulungan yang artinya adalah pertolongan. Pertolongan disini bermakna bantuan yang diberikan oleh Tuhan yang maha kuasa kepada calon ibunda dalam persalinan. Selain mohon doa akan kelancaran dalam bersalin, acara mitoni ini juga disertai doa agar kelak si anak menjadi pribadi yang baik dan berbakti. Dalam rangkaian acara Mitoni terdapat beberapa tahap-tahap, diantaranya adalah sebagai beriku t: ...
Bangilun merupakan seni tari tradisional yang bersifat religius. Tari asal daerah Temanggung ini pada mulanya diciptakan dengan tujuan untuk menyebarkan agama islam lewat budaya.Tari Bangilun tercipta kira-kira tahun 1900 pada saat Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Bentuk dari tari Bangilun sendiri menyerupai tari Dolalak dari Purworejo dan tari Angguk dari Kulon Progo. Penari Bangilun terdiri dari Laki - laki dan perempuan. Kostum yang dipakai dalam pertunjukan Bangilun adalah celana panji, baju rompi, topi pet, properti dan pengaman berupa sabuk, sampur dan slempang. Pada perkembangannya, terdapat beberapa kelompok yang mengreasikan kostum tari bangilun sehingga terlihat lebih modern. Kostum tari bangilun modern memakai kain warna - warni juga kaos kaki. Celana panji dan rompi yang digunakan berbahan dasar Bludru. Alat musik yang digunakan dalam pertunjukan bangilun yaitu bedug/jidor, terbang, saron, gong dan versi modernnya dapat ditambah dengan musik keybord. Bangilu...
Indonesia memiliki beragam kebudayaan dari berbagai daerah yang tersebar di seluruh wilayah nusantara, salah satunya adalah makanan tradisional. Setiap daerah di Indonesia memiliki makanan tradisional yang khas dan unik. Salah satu contoh makanan tradisional adalah wajik ketan. Wajik ketan adalah makanan khas daerah Jawa Tengah, tepatnya Magelang. Wajik ketan saat ini cukup banyak diminati karena rasanya yang enak dan khas, juga sehat bagi tubuh karena terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah didapat, yaitu : 1. Beras ketan 2. Santan 3. Gula merah, gula pasir 4. Garam 5. Daun pandan 6. Pewarna makanan (untuk wajik dengan varian warna lain) Cara membuatnya pun cukup mudah, yaitu : 1. Cuci beras ketan sampai bersih, setelah itu rendam dalam air selama 1 jam 2. Tiriskan kemudian kukus sampai hampir matang (tidak sampai lembek) 3. Angkat dan diamkan agar dingin 4. Masak santan hingga mengental 5. Masukkan gula merah, garam, dan...