REPUBLIKA.CO.ID, SIBERUT SELATAN - Aktivitas berburu hewan di hutan dengan cara memanah ternyata memiliki makna mendalam bagi masyarajat Suku Mentawai di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Tujuan utama berburu memang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama makanan. Namun, ada pula tradisi berburu dan memanah yang dilakukan untuk menjadi ajang pembuktian kecintaan terhadap suku atau sebagai prasyarat dalam adat. Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake menjelaskan, panah yang digunakan untuk berburu pun sangat lekat hubungannya dengan kebudayaan Mentawai. Menurutnya, panah bukan sekadar menjadi alat untuk berburu namun juga untuk membela diri. "Berburu di Mentawai tak sekadar berburu. Ada makna lain. Kalau ada anak lahir misalnya, apalagi kalau anak laki-laki yang lahir, maka harus dapat (hewan) buruan (untuk merayakan)," ujar Kortanius saat membuka Festival Panah Tradisional Mentawai, Selasa (25/7) malam. Kortanius juga membagi pengetahuannya soal tradisi memanah...
Maanta Pabukoan adalah tradisi pemberian makanan khas Minang oleh seorang menantu ke rumah mintuo/mertua pada bulan puasa. Pemberian tidak mempunyai aturan khusus untuk siapa memberi ke mertuanya istri/suami. Namun, biasanya sang istri yang mengantarkan makanan ke mertua/orang tua dari suami. Makanan yang biasanya diberikan di antaranya adalah lapek bugih, lapek kampuang aro, katupek tapai katan, mangkuak badeta, ondeh-ondeh, gulai ayam, goreng ikan balado, gulai kambiang, pangek dagiang, dan lain-lain. Makanan yang diberikan semuanya dikemas dalam bentuk bungkusan, rantang, atau jamba. Pada dasarnya, tradisi Maanta Pabukoan hanyalah sekedar pemberian makanan. Namun, jika diteliti lebih lanjut, tradisi ini mempunyai makna yang sangat berarti, yaitu mengembangkan tali silaturahmi antara menantu dan mertua. Tradisi Maanta Pabukoan juga berfungsi sebagai tanda cinta dari menantu kepada mertuanya. Sumber: https://www.kompasiana.com/wempi/54f6d5c7a3331135588b4...
Manjalang mintuo adalah tradisi budaya adat minangkabau di Nagari Atar, Kecamatan Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Tradisi manjalang mintuo ini juga terdapat di daerah lain di Sumatera Barat. Tradisi ini sendiri rutin dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Manjalang mintuo ini sendiri berupa kegiatan yang dilakukan oleh seorang istri mendatangi kediaman mertuanya dengan membawa makanan berupa lauk pauk seperti contohnya rendang, dan lain-lain. Lauk pauk yang disediakan biasanya berjumlah minimal 10 jenis lauk pauk. Lauk pauk ini biasanya dibawa dengan menggunakan Dulang (piring yang disusun di dalam talam). Pada bulan suci Ramadhan, selain membawa makanan lauk pauk, biasanya juga disiapkan oleh sang istri berupa makanan untuk perbukaan puasa. Pada bulan Ramadhan, tradisi ini diisi dengan kegiatan seperti buka bersama, tarawih bersama dan mendo'a (berdoa bersama). Sedangkan untuk pelaksanaan di hari raya Idul F...
Indonesia memiliki beragam tradisi dan sistem perkawinan. Mulai dari adat Jawa, adat Batak, sistem patrilineal, dan lain sebagainya. Tradisi dan sistem perkawinan ini beragam sesuai dengan adat dan budaya suku-suku yang ada. Berbeda suku, maka berbeda pula budaya, tradisi, dan sistem perkawinannya. Bagaimana dengan suku Mentawai? Dalam masyarakat Suku Mentawai, berlaku 2 sistem perkawinan, yaitu: 1. Perkawinan rusuk, yaitu perkawinan yang dilakukan oleh pasangan ketika dalam usia muda dalam rumah rusuk. Perkawinan ini dilakukan tanpa disertai dengan upacara kebesaran. Mereka menempati suatu rumah rusuk tanpa benda-benda suci atau keramat. Bila anak-anak mereka lahir, sering kali anaknya dititipkan kepada orang tuanya dalam suatu uma. 2. Perkawinan sakral, yaitu perkawinan secara resmi. Perkawinan ini disertai dengan upacara kebesaran dalam uma setelah pasangan suami-istri hidup berpasangan dan punya beberapa anak yang sudah dewasa dalam suatu rumah rusuk. Biasanya, p...
Menurut Suku Mentawai, kelahiran merupakan momen yang tidaklah sakral, sehingga tidak banyak upacara adat yang dilakukan untuk memperingatinya. Selain itu, kelahiran bersifat amat duniawi bagi mereka. Oleh karena itu, Suku Mentawai mengadakan momen kelahiran di tempat yang bersifat duniawi pula. Tempat yang dimaksud adalah ladang. Ladang dianggap bersifat duniawi karena manusia mencari nafkah serta bercocok tanam di ladang. Wanita yang tengah hamil biasanya dibawa oleh suami dan ibunya menuju ladang seminggu sebelum melahirkan supaya tinggal di sana hingga saatnya melahirkan. Sumber : https://eksotikamentawai2017.wordpress.com/2017/07/09/kelahiran-dan-kematian-di-suku-mentawai/
Dalam adat suku Mentawai, kematian dikategorikan menjadi dua. Yang pertama ialah kematian simaeru , yaitu kematian yang disebabkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Sementara yang kedua adalah kematian sikatai , yaitu kematian yang disebabkan oleh hal yang tidak terduga, misalnya tenggelam di laut, tertimpa kayu, dan dibunuh Ketika ada orang yang meninggal, maka berita duka disampaikan dengan bunyi tuddukat dengan irama loiba . Tuddukat merupakan alat komunikasi tradisional suku Mentawai. Irama loiba yang digunakan akan menginformasikan tentang usia dan jenis kelamin orang yang meninggal. Pada saat melayat, tidak semua orang dibolehkan pergi melayat. Wanita hamil atau yang memiliki bayi beserta suaminya tidak diperbolehkan pergi melayat, karena diyakini bisa diganggu oleh roh orang yang meninggal ( ketcat ). Saat meratapi si mati, orang-orang suku Mentawai membungkus kepala mereka dengan kain warna-warni dan melepas seluruh perhiasan yan...
AKA TANGAH DUO GAGANG Sipasan baranak jantan Anaknyo baranak pulo Anak jadih induakpun jadih Anak manjadi induak pulo Alam bakalebaran Manusia bakakambangan Lukisan alam Minangkabau Ada barasa di Parianagn Nan samo naiak jo galombang Samo turun jo kapocoang ukia gambaran alam bakalebaran Diukia di kasau gadang Baitu cancang tarahnyo SINGO MANDONGKAK JO TAKUAK KACANG GOREANG Singo mandongkak namonyo ukia Ukia di papan nan sakapiang Dirumah gadang sulangko gadiang Di dalam lumbuang nan bapereng Asa di Agam Balai Gurah Kiasan jago pado adaik Ingek-ingek sabalun kanai Sadio payuang sabalun hujan Ingek-ingek nan di ataeh Nan di bawah kok mahimpok Baitu kieh ibaraitnyo CARANO KANSO Carano kanso namonyo ukia Siriah gadang lingka-balingka Balingka jo arai pinang...
VIVA.co.id – Ratusan nelayan di kawasan Pantai Muaro Lasak Kota Padang, Sumatera Barat, di akhir pekan kemarin menggelar prosesi ritual Malapeh Biduak ka Lauik (melepas biduk atau kapal tangkap ke laut). Ritual ini sebagai rasa syukur dan bentuk permohonan agar biduk yang baru saja dibuat mampu membawa berkah. Selain itu agar nelayan yang pergi selalu diberikan perlindungan, kesehatan, serta limpahan rezeki yang banyak. Ritual Malapeh Biduak biasanya dilakukan warga setempat setelah biduak baru saja selesai dibuat atau direnovasi. Prosesi dimulai dengan 'mandarah', menggunakan darah ayam hitam serta penyiraman air campuran bunga tujuh rupa dengan jeruk nipis di sekeliling biduak. Setelah itu, prosesi dilanjutkan dengan berdoa dan makan bersama. Setelah prosesi selesai, biduak tersebut akan didorong dari tepi pantai menuju ke laut oleh ratusan nelayan dan warga. Untuk selanjutnya siap mengarungi lautan dan digunakan sebagai kapa...
Padang - Begitu Lebaran tiba, banyak anak kecil di Sumatera Barat kegirangan. Ketika itu mereka akan mendapat uang dari orang dewasa lewat tradisi Manambang. Ini tradisi yang bisa Anda nikmati kalau berlebaran di Ranah Minang. Lebaran merupakan momen istimewa bagi seluruh umat Muslim. Mulai dari tua muda ikut memeriahkan Hari Kemenangan ini. Ketika itu, ada banyak daerah yang menggelar tradisi seru setiap Lebaran. Salah satu tradisi yang bisa Anda lihat ketika datang ke Sumatera Barat. Daerah asal Siti Nurbaya ini punya tradisi khas yang diikuti anak-anak kecil, Manambang namanya. Bisa dibilang, inilah waktu yang paling dinantikan banyak anak Minang. Betapa tidak, ketika itu, mereka bisa mendapat banyak uang dari kerabat. Sebenarnya, manambang tidak hanya bisa Anda jumpai di Sumatera Barat, tetapi juga di daerah lain. Hanya saja, penamaaan tradisi di tiap daerah berbeda-beda. "Manambang itu sama seperti di Jakarta, kalau di Jakarta disebutn...