Budaya Indonesia
1.364 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Makna Filosofi dalam Upacara Tedhak Siti
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tedhak Siti atau yang biasa dikenal Tedhak Siten atau juga Mudun Lemah terdiri atas kata Thedak dan Siti. Tedhak artinya turun dan Siti artinya tanah. Tedhak Siti berarti turun tanah. Ritual ini merupakan ritual budaya Jawa dimana bayi berusia 7-8 bulan sebelum bisa berjalan bayi tersebut diperkenalkan dengan tanah dan masyarakat Jawa membuat acara tersebut dengan acara syukuran. Dalam syukuran ini sang bayi didampingi oleh orang tuanya. Menurut budayawan Jawa, Ki Suryo, syukuran ini berisi semua harapan dan arahan dalam hidup. Upacara syukuran diawali dengan sang bayi dipanjatkan tangga yang terbuat dari tebu. Tebu ini dalam kepercayaan adat Jawa memiliki akronim anteping kalbu atau ketetapan hati dalam menjalani kehidupan. Setelah dipanjatkan, bayi melalui proses napaki jadah atau berjalan di atas jenang yang terbuat dari ketan. Jadah ini terdiri dari berbagai warna. Ada tujuh warna jadah yang dipakai, yaitu warna hitam, ungu, biru, hijau, merah, kuning, dan putih. Jadah yang...

avatar
OSKM18_19718243_Sharfina Adaningtyas
Gambar Entri
Lebaran Ketupat Khas Pekalongan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tepat seminggu setelah memasuki bulan Syawal, umat muslim di beberapa daerah di Indonesia, seperti Madura, Lombok, dan Kudus, melaksanakan suatu tradisi yang dinamakan ‘Lebaran Ketupat’. Tak lain halnya dengan salah satu desa di Kota Pekalongan. Jika Kudus merayakan lebaran ketupat ini dengan prosesi kirab gunungan seribu ketupat dan Lombok melaksanakan tradisi nyangkar , Desa Krapyak yang terletak di sebelah utara Pekalongan ini meramaikan tradisi lebaran ketupat dengan kue lopis. Setelah umat muslim melaksanakan puasa sunah enam hari di awal bulan Syawal, di hari kedelapan mereka berbondong-bondong mengarak kue lopis raksasa yang nantinya akan dipotong-potong dan dibagikan kepada masyarakat. Tak hanya kue lopis raksasa, nampaknya masing-masing rumah pun membuat kue lopis yang tentunya jauh lebih kecil untuk diri mereka sendiri. Jika berjalan menyusuri desa Krapyak saat mendekati atau beberapa hari setelah tanggal 8 Syawal, kita akan menemukan puluhan warga yang ju...

avatar
OSKM18_16118059_Alifa Salsabila
Gambar Entri
Bedug Pendowo Purworejo
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Beduk termasuk alat komunikasi tradisional yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Di Indonesia, beduk biasa digunakan sebagai alat pemberitahuan waktu shalat atau sembahyang. Beduk Pendowo Purworejo merupakan suatu bukti peninggalan sejarah perkembangan islam di Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Beduk ini terletak di suatu daerah kecil di provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Purworejo. Beduk ini dikenal dengan beduk islam terbesar di dunia yang masih berdiri kokoh di dalam Masjid Darul Muttaqien yang berada di dekat alun-alun Purworejo. Tokoh yang berpengaruh dalam masuknya islam ke wilayah purworejo dan sekitar yaitu Sunan Geseng yang merupakan mubalig besar yang terkenal hingga Magelang dan Yogyakarta. Beduk Pendowo dan Masjid Darul Muttaqien merupakan sejarah islam peninggalan Cokronagoro I. Beliau merupakan bupati pertama Purworejo yang lebih dikenal dengan nama Adipati Cokronagoro I yang pada masa mudanya mengabdi pada kepatihan surakarta. Bedug ini dipersembahk...

avatar
OSKM18_16918289_Zuan Kautsaro Driansyah
Gambar Entri
Aruh-Aruh; Sederhana Namun Terlupakan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Aruh-aruh , bila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia adalah menyapa atau memberi sapaan. Aruh-aruh merupakan kebiasaan peninggalan nenek moyang orang jawa yang sangat sederhana tetapi dapat membuktikan keramahan orang jawa dengan sesamanya. Aruh-aruh dilakukan ketika kita bertemu teman, tetangga, dan masyarakat sekitar dengan cara memberi salam, sekedar "hai", atau hanya basa basi semata. Pada era modern ini, aruh-aruh jarang sekali dilakukan di perkotaan tetapi apabila kita berkunjung ke pedesaan di Jawa Tengah maupun Timur, aruh-aruh merupakan suatu keharusan sebagai tanda sopan santun kepada sesama. Aruh-aruh tidak perlu membicarakan hal-hal berat ataupun yang bersifat pribadi, kita hanya perlu menunjukan kepedulian kita terhadap sesama dengan sedikit sapaan. Secara budaya dan kebiasaan, aruh-aruh adalah tanda sopan santun. Namun, apabila kita tinjau dari pandangan yang lebih modern, aruh-aruh memberikan manfaat bagi setiap individu. Aruh-aruh yang dilakukan dapat membua...

avatar
OSKM18_16318212_Dinda Farradila Jasmine
Gambar Entri
Sedekah Bumi Desa Lajer : Penyembelihan Delapan ekor Kerbau sampai Pertunjukan Wayang Kulit
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Sedekah Bumi Desa Lajer : Penyembelihan Delapan ekor Kerbau sampai Pertunjukan Wayang Kulit Semalaman Pada Bulan Suro, tepatnya hari Jumat Kliwon, di Desa saya sendiri, Desa Lajer, Ambal, Kebumen, Jawa Tengah, selalu diadakan sebuah tradisi yaitu Sedekah Bumi. Sebuah tradisi yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun dan masih lestari sampai saat ini menyesuaikan perkembangan zaman. Tradisi ini berupa rangkaian prosesi yang dimulai dengan penyembelihan seekor kerbau di setiap dusun, di desa saya terdapat delapan dusun, jadi total kami menyembelih delapan ekor kerbau. Kemudian diikuti tradisi Kenduren (Kenduri) di setiap rumah pokok di dusun, setelah itu diadakan pertunjukan hiburan berupa wayang kulit pada malam minggunya. Sejatinya, hiburan wayang kulit awalnya dilaksanakan malam setelah penyembelihan kerbau, namun diganti malam minggu agar semua orang  yang bekerja dan anak sekolah dapat menonton karena esoknya hari libur. Mulanya sedekah bumi adalah sarana untuk...

avatar
OSKM_16418128_Akmal Yahya HIdayat
Gambar Entri
Keberadaan Mendoan di Banyumas
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Indonesia adalah bangsa dengan keberagaman sosial budaya yang majemuk dan setiap unsur masyarakatnya memiliki latar belakang dan ciri khasnya masing-masing. Salah satu ke-khas-an dari suatu masyarakat adalah makanan daerahnya. Banyumas merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terkenal dengan makanan hasil olahan kedelai yaitu Mendoan. Tempe hasil olahan kedelai digoreng dengan tepung terigu. Mendoan termasuk makanan yang eksis di masyarakat Banyumas sejak dulu, baik kalangan ekonomi bawah-menengah maupun kalangan ekonomi atas. Keberadaan Mendoan sebagai makanan khas Banyumas masih terjaga sampai artikel ini saya buat. Selain proses pembuatannya yang tergolong mudah (bisa dilihat di artikel yang relevan), Mendoan juga mudah didapatkan di warung-warung pinggir jalan. Harganya pun sangat terjangkau kisaran Rp500,00- Rp5000,00. Bagaimana cara memakan Mendoan?. Ya, mendoan bisa langsung dimakan tanpa tambahan apapun, namun bisa menggunakan cabai, saus, kecap, sambal kacang...

avatar
OSKM18_16618191_Reza Ahsanul Furqon
Gambar Entri
Watu Prahu Gununggajah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Asal-Usul  Watu Prahu Gununggajah   Jika main ke daerah Gununggajah, ada tempat istimewa yang biasanya di kunjungi kalo kita berwisata ke daerah ini. Bayat memiliki Bukit Cinta yang sedang ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar maupun masyarakat dari luar klaten. Kali ini kita akan membahas legenda terjadinya Watu Prahu. Jika di lihat dengan teliti, batu besar yang jadi obyek wisata di Gununggajah ini bukanlah sembarang batu, karena batu itu mirip seperti kapal terbalik. Oleh sebab itu, kita akan coba membahas asal usul batu tersebut.   Pada zaman dahulu terdapat beberapa perkampungan di daerah yang saat ini bernama gununggajah. Di antara banyak perkampungan, ada perkampungan bernama Kampung Jetis & Kampung Wonorejo. Di Kampung Jetis itu hiduplah seorang gadis yang sangat cantik dengan tubuh semampai bernama Roro Denok. Dan di kampung Wonorejo ada seorang laki-laki yang sangat sakti mandraguna bernama Joko Tuo. Karena kesaktian dan ketenaran Jo...

avatar
OSKM18_16518347_Danu
Gambar Entri
Tari Dolalak Purworejo
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Dolalak merupakan warisan budaya bangsa yang berasal dari Purworejo Jawa Tengah.  Tidak ada yang tau kapan pastinya tarian ini mulai berkembang, berdasarkan beberapa sumber tarian ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Di mana setiap unsur geraknya diadopsi dari perilaku serdadu – serdadu atau yang orang awam seperti kita ini menyebutnya sebagai tentara Belanda. Pada masa itu serdadu Belanda sangat gemar sekali untuk menunjukkan euforianya, salah satunya adalah berpesta, berdansa, dan minum minum. Dolalak sendiri diambil dari kata “do” dan “la-la” yang dimaksud not balok dari do,re,mi,fa,sol,la,si,do, yang diambil dari pendengaran penduduk pribumi yang berubah menjadi lidah jawa dolalak. Dulu sekali, tarian ini dijadikan sebagai media untuk meluluhkan hati kolonial Belanda.  Jadi,dengan kata lain terselip unsur politik di dalamnya. Tarian ini bila dilihat secara sepintas hampir mirip dengan tarian Angguk dari Yogyakarta,...

avatar
OSKM_16218148 _Amillia_SF ITB_2018
Gambar Entri
LENGGER LANANG
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Pasti nama Lengger Lanang terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Tarian ini merupakan salah satu tarian asal Banyumas yang melegendaris pada zamannya.  Konon, tarian mistis ini mendapat pengaruh dari Hindu. Lengger Lanang dahulu digunakan untuk pemujaan Dewi di Tanah Jawa sebagai ucapan syukur sehabis panen. Hal yang unik dari Lengger Lanang adalah tarian ini ditarikan oleh laki-laki yang berpenampilan seperti perempuan, yang dikenal dengan sebutan travesti . Menurut sejarah, tarian ini ditarikan oleh kaum lelaki sebab pada zaman penjajahan, wanita belum boleh tampil dan muncul ke depan. Selain itu juga untuk menghindari adanya prostitusi. Lengger Lanang disebut-sebut menjembatani alam fisik dan spiritual. Para penari yang disebut Lengger konon mendapat indhang atau roh dari Lengger-Lengger terdahulu. Ada sederetan ritual yang selalu dilakukan sebelum seseorang menarikan Lengger Lanang  seperti bersemedi, memuja empat mata angin, dan melakukan pemandia...

avatar
OSKM2018_16218093_jessica