Ritual
Ritual
Tradisi adat istiadat Jawa Tengah Desa Lajer, Ambal, Kebumen
Sedekah Bumi Desa Lajer : Penyembelihan Delapan ekor Kerbau sampai Pertunjukan Wayang Kulit

Sedekah Bumi Desa Lajer : Penyembelihan Delapan ekor Kerbau sampai Pertunjukan Wayang Kulit Semalaman

Pada Bulan Suro, tepatnya hari Jumat Kliwon, di Desa saya sendiri, Desa Lajer, Ambal, Kebumen, Jawa Tengah, selalu diadakan sebuah tradisi yaitu Sedekah Bumi. Sebuah tradisi yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun dan masih lestari sampai saat ini menyesuaikan perkembangan zaman. Tradisi ini berupa rangkaian prosesi yang dimulai dengan penyembelihan seekor kerbau di setiap dusun, di desa saya terdapat delapan dusun, jadi total kami menyembelih delapan ekor kerbau. Kemudian diikuti tradisi Kenduren (Kenduri) di setiap rumah pokok di dusun, setelah itu diadakan pertunjukan hiburan berupa wayang kulit pada malam minggunya. Sejatinya, hiburan wayang kulit awalnya dilaksanakan malam setelah penyembelihan kerbau, namun diganti malam minggu agar semua orang  yang bekerja dan anak sekolah dapat menonton karena esoknya hari libur.

Mulanya sedekah bumi adalah sarana untuk mempererat kekeluargaan dan gotong royong di bidang persawahan antara pemilik tanah dengan kuli tani, mayoritas penduduk desa kami bermata pencaharian sebagai petani. Dipilihnya kerbau sebagai hewan yang disembelih bukan tanpa alasan, bisa saja kami menggunakan sapi yang lebih murah dan mudah didapat sebagai hewan yang disembelih, namun leluhur kami memilih kerbau untuk menghormati masyarakat yang beragama Hindu dahulu kala, mengingat sapi adalah hewan yang disucikan dalam Agama Hindu, hal ini membuktikan tradisi ini dan juga rasa toleransi sudah berlangsung sejak zaman kerajaan, tepatnya Kerajaan Mataaram Islam, dimana masih banyak cukup penganut agama Hindu pada masa ini. Jika melihat sejarah berdirinya Kerajaan Mataram Islam, berarti tradisi ini sudah dimulai sekitar tahun  1590an.

Sehari sebelum sedekah bumi dilaksanakan, seekor kerbau sudah terikat di depan rumah pokok setiap dusun dan menjadi tontonan bagi anak-anak di desa kami. Pada hari sedekah bumi dilaksanakan, semua orang berkumpul di rumah pokok setiap dusun, mereka mempersiapkan bleketepe (anyaman dari daun kelapa) untuk alas tempat daging ditaruh, sedangkan para ibu di rumah pokok membuat minuman untuk orang-orang yang menguliti daging kerbau. Kegiatan penyembelihan kerbau di setiap dusun dipimpin oleh seorang Bayan (Kepala Dusun). Sekitar sepuluh orang yang terdiri dari para pemuda, bapak-bapak dan tukang jagal bergotong royong menjagal kerbau, kemudian kerbau disembelih oleh Kaum (Kaur Umum) setiap dusun, setelah itu warga dusun lekas menguliti memotong dan memilah daging kerbau.

Setelah dipotong, daging dibagikan merata kepada setiap warga dusun, setiap warga dusun mendapat sekitar satu kilo daging kerbau campur. Orang-orang yang ikut menguliti daging kerbau juga mendapat satu kilo daging campur. Sebagai tanda penghormatan kepada pemimpin desa, seorang Lurah (Kepala Desa) mendapat bagian lulur dari setiap dusun, lulur adalah daging terbaik dari kerbau, paling lezat dan paling banyak kandungan gizinya, letaknya ada di sepanjang punggung kerbau, panjang sekitar tujuh puluh sentimeter dan beratnya sekitar dua kilogram. Untuk Carik (Wakil Kepala Desa) mendapat setengah lulur dari setiap dusun. Untuk para Perangkat Desa mendapat satu kilogram daging kerbau. Sedangkan untuk tukang jagal mendapat daging leher selebar sepuluh sentimeter dari panjang leher. Kemudian para warga terutama ibu-ibu mempersiapkan bumbu dan rempah mereka lalu mengolah daging kerbau menjadi aneka makanan, ada yang dibuat rendang, sup, sate, dan serundeng (sejenis abon).

Dana yang digunakan untuk tradisi ini berasal dari dana lelang sawah yang berlangsung di bulan sebelumnya, sisa dana dari pemyembelihan kerbau digunakan untuk menyelenggarakan pertunjukan wayang kulit yang diadakan di rumah kepala desa pada malam minggu. Pertunjukan wayang kulit berlangsung setelah waktu ashar sampai subuh. Para warga dari anak-anak sampai dewasa dan pedagang mulai dari pedagang kacang rebus, sate ambal (makanan khas daerah ambal), sampai mainan anak-anak berjualan memadati area sekitar pertunjukan wayang kulit. Sebelum diadakan pertunjukan wayang kulit, setiap dusun mengadakan Kenduren di setiap rumah pokok setelah waktu maghrib. Kami sangat menikmati pertunjukan wayang yang diadakan setahun sekali ini. Jika dana lelang yang digunakan untuk prosesi penyembelihan kerbau dan pertunjukan wayang kulit masih bersisa akan digunakan untuk pembangunan desa.

Tradisi Sedekah Bumi ini mempunyai banyak nilai. Yang pertama adalah nilai gotong royong dan kebersamaan, dimana setiap warga dusun saling berbaur, bantu membantu sesuai kapasitasnya masing-masing pada prosesi penyembelihan kerbau. Kemudian nilai sosial, tradisi Sedekah Bumi dapat dijadikan sarana saling berbagi dan juga perbaikan gizi bagi warga yang kurang mampu dengan adanya pembagian daging kerbau secara merata. Ketiga adalah toleransi beragama yang sudah diajarkan oleh nenek moyang kami dengan dipilihnya kerbau, bukan sapi sebagai hewan yang disembelih, karena sapi dimuliakan dalam agama Hindu. Keempat adalah nilai religius, tradisi Sedekah Bumi dapat digunakan sebagai sarana untuk bersyukur kepada Allah, Tuhan YME atas segala nikmat yang diberikan, utamanya kemakmuran dan hasil bumi yang melimpah, diwujudkan oleh prosesi Kenduren dengan berkumpul dan berdoa Bersama agar senantiasa diberi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan. Kelima nilai Susila, dengan dibagikan daging sesuai bagiannya kepada para pemimpin desa menunjukan sebuah kehormatan kepada pemimpin kita agar dapat membawa desa menjadi lebih maju dan makmur. Yang terakhir adalah nilai budaya, dimana dalam prosesi terakhir yaitu pertunjukan wayang kulit, kami ikut senantiasa melestarikan budaya Jawa yaitu wayang kulit, dan memperkenalkan budaya kita kepada generasi yang lebih muda.

#OSKMITB2018

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Resep Ayam Ungkep Bumbu Kuning Cepat, Praktis untuk Masakan Harian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...

avatar
Apitsupriatna