Adat Nusantara
104 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Khas Banten, Pasulaman.
Motif Kain Motif Kain
Banten

    Salah satu dari beberapa kekayaan yang Indonesia miliki ialah kain yang ditulis menggunakan malam diukir indah mengikuti corak khas yang digunakan masing-masing daerah tempat batik itu berasal. Banten merupakan satu dari 34 provinsi yang berhasil memikat hati para pecinta batik Nusantara tak hanya itu UNESCO pun turut menyerukan apresiasinya berupa hak paten pada tahun 2003 dan dianggap sebagai batik terbaik di dunia. Pasulaman, salah satu motif yang berasal dari selatan pulau Jawa ini kekhasan namanya ternyata diambil dari nama tempat dimana para Pengrajin sulaman di lingkungan Kesultanan Banten.      Motif dasar batik ini ialah belah ketupat melingkar yang berada dalam lingkaran segi empat, divariasikan dengan garis bergelombang dan ilumunisasi berupa sulur-sulur daun pada pigura segi empat yang motif dasar booh berupa ranting hijau. serta dasar berwarna merah yang diletakkan pada pigura abu-abu. Setiap motif batik Banten selalu dicirikan dengan pa...

avatar
OSKM18_19718271_Nabilah Zahrah Salsabila
Gambar Entri
KEPERCAYAAN SUKU BADUY
Ritual Ritual
Banten

Suku baduy terbagi menjadi 2, yaitu suku Baduy luar dan suku Baduy dalam. Suku Baduy memiliki keyakinan yang kuat akan hal mistis, terutama suku Baduy dalam. Karena memiliki keyakinan akan hal mistis yang sangat kuat, wilayah Baduy dalam tidak dapat disusupi oleh siapapun. Oleh karena itu, suku Baduy dalam dapat mengisolasi wilayahnya dari hal-hal yang merubah tatanan hidup orang zaman dulu atau perubahan zaman. Pintu masuk yang aman untuk dilewati hanya satu, yaitu melalui jembatan bambu dan jembatan tersebut dijaga ketat oleh suku Baduy luar dan mereka akan memberi tahu jika boleh atau tidak boleh dimasuki wilayah tersebut. Jika ada yang melanggar, maka nyawa taruhannya. Penagkal wilayah mereka sangat kuat, bahkan negara penjajah tidak bisa menembusnya.  Suku baduy menganut kepercayaan turun temurun yang disebut Wiwitan. Wiwitan merupakan kepercayaan yang berbentuk penghormatan kepada roh alam. Kepercayaan ini dimaksudkan atau ditujukan untuk melestarikan alam sekitar, sp...

avatar
OSKM18_19918131_Herlambang
Gambar Entri
Batik Cikadu, Sebuah Karya dari Kampung
Motif Kain Motif Kain
Banten

Mungkin belum banyak orang yang tahu seperti apa rupa Batik Cikadu. Cikadu sendiri merupakan nama sebuah kampung yang terletak di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Batik ini juga dikenal dengan nama Batik Tanjung Lesung. Dipelopori oleh Toto Rusmaya, sejumlah warga Cikadu mulai menciptakan motif batik khas daerahnya untuk menarik wisatawan sekaligus memberdayakan masyarakat daerah tersebut. Kekhasan motif kain batik ini dapat dilihat dari ikon atau simbol yang digunakan, seperti motif badak bercula satu, rumah adat, debus, juga lesung padi. Sampai saat ini, Batik Cikadu telah memiliki kurang lebih empat puluh motif batik. *Launching *Batik Cikadu sendiri diadakan dalam bentuk *fashion show *dengan duta pariwisata Pandeglang atau yang biasa disebut Kaka Teteh Pandeglang sebagai modelnya. Batik Cikadu diharapkan dapat menjadi daya tarik Pandeglang dan dapat dikenal luas oleh masyarakat, baik nasional maupun internasional. Narasumber: Sha...

avatar
OSKM18_16818103_Rahmi Hikmah Nur Karimah
Gambar Entri
Urang Kanekes, Si Penyendiri dari Banten
Ritual Ritual
Banten

Pernahkah kalian melihat suku Baduy secara langsung? Atau malah pernah berkunjung ke desa mereka? Urang Kanekes, atau yang biasa dikenal sebagai suku Baduy adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda yang tinggal di Desa Adat Baduy yang terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Populasi mereka sekitar sekitar 26.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar karena menurut kepercayaan yang dianut oleh sebagian besar suku Baduy, warga Kanekes mempunyai tugas bertapa atau asketik (mandita) untuk menjaga harmoni dunia. Perilaku unik suku Baduy seringkali mengundang rasa penasaran banyak orang. Saya sendiri pun merasa antusias untuk memperhatikan dan mengamati mereka ketika berkesempatan melihat Suku Baduy Luar yang sedang berjalan kaki hingga ke kota. Saya kagum dengan kekuatan dan ketahan fisik (terumata kaki) mereka karena mampu berjalan sangat jauh bahkan seringkali saya temui tanpa alas kaki....

avatar
OSKM18_FMIPA_Rahel Drupadi
Gambar Entri
Seni Debus Sorowan
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Banten

Seni debus memerlukan keyakinan yang kuat serta kepercayaan yang tinggi terhadap keagungan Tuhan Yang Maha Esa. Hal itu dapat ditempuh melalui latihan jasmani dan rohani, seni yang bernafaskan Islam ini tampak tumbuh dan berkembang sejak zaman Sultan Maulana Hasanuddin. Pada umumnya seni debus dimiliki dan di pelajari oleh para laskar tentara Kesultanan Banten, sehingga secara fisik tentara tersebut telah mahir menguasai ilmu debus. Dengan menguasai ilmu tersebut membuat para laskar tentara Banten menjadi berani dalam berjuang mempertahankan tanah airnya yaitu mengusir penjajah dari persada Nusantara. Pada tahun 1681 saat zaman Sultan Ageng Tirtayasa, kesenian debus digunakan untuk menghibur para raja di Istana Surosowan di Banten. Konon, kesenian yang disebut sebagai debus ada hubungannya dengan tarikat Rifaiah yang dibawa oleh Nurrudin Ar-Raniry ke Aceh pada abad ke-16. Para pengikut tarikat ini ketika sedang dalam kondisi epiphany (kegembiraan yang tak terhingga karena "berta...

avatar
OSKM_16718453_Marchiano Kaffa
Gambar Entri
Banten Kaya Akan Pakaian
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Banten

                 Banten merupakan salah satu dari sekian banyak propinsi yag berada di Indonesia yang memiliki banyak kebudayaan, salah satunya adalah pakaian adat tradisonal. Pakaian tradisional khas Banten salah satunya adalah pakaian Pengantin Banten Kebesaran, pakaian Adat suku Baduy, Banten Gaya Tangerang. Pakaian-pakaian tersebut biasa digunakan sebagai upacara pernikahan, upacara adat, saat ritual, dan lain - lain.                  Sesuai dengan namanya, pakaian Pengantin Banten Kebesaran digunakan saat upacara pernikahan. Kedua mempelai menggunakan kain beludru yang dibalut dengan warna hijau dan hitam. Untuk hiasannya, mempelai pria mengenakan penutup kepala yang disebut dengan makutaraja. Sedangkan mempelai wanita memakai penutup kepala bernama makuta. Tambahan hiasan lainnya yaitu selop dan tombak pendek senagai hiasan untuk mempelai pria. Dan mempelai wanita menggunakan kalung,...

avatar
OSKM18_19918232_Muhammad Fakhri
Gambar Entri
'Nyawer' Tradisi Unik saat Nikahan Masyarakat Sunda
Ritual Ritual
Banten

'Saweran! saweran!" ucap sang pembawa acara,kemudian para tamu undangan berlomba-lomba maju kedepan untuk ikut serta dalam ritual unik yang satu ini. Yak namanya 'Nyawer' atau 'Saweran'. Saweran adalah salah satu rangkaian acara pada pernikahan ketika kedua mempelai melemparkan uang koin dan campuran lain kepada para tamu undangan untuk diambil dengan cara 'berebut'. Didaerah asal Ibuku,ritual ini telah ada sejak jaman dahulu dan telah menjadi sebuah hal yang 'wajib' ada di acara seperti pernikahan,ulang tahun,40 harian,dan masih banyak lagi. Saweran ini bermaksud agar kedua mempelai bisa memiliki banyak rezeki di masa mendatang dan senantiasa berbagi kepada masyarakat sekitar.  Isi dari saweran sangat beragam mulai dari uang koin,beras,beras kuning,sirih,kunyit,pemen,bunga. Masing-masing dari bahan-bahan tersebut memiliki makna tersendiri seperti berikut : 1.  Beras ;  menyimbolkan kesejahteraan dan kebahagiaan kepada kedua...

avatar
Oskm18_16718015_jihan JIhan Fauziyah
Gambar Entri
Pangeran Jaga Lautan Pulau Cangkir
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

Sekilas Sejarah Maulana Hasanuddin Banten Beliau dilahirkan di Cirebon pada tahun 1479 M. Beliau adalah anak kedua perkawinan antara Syarief Hidayatullah dengan Nyi Kawung Putri Ki Gendheng Anten. Kemudian pada tahun 1526 M, pangeran Hasanuddin menikah dengan putri mahkota Sultan Trenggana (Nyi Ratu Ayu Kiran), setelah menikah beliau dinobatkan menjadi Sultan Banten pertama oleh Sultan Trenggana (Demak III) Pada tahun 1552 M setelah beliau berusia 73 tahun. Pada tahun 1570 beliau wafat di Banten dan jenazahnya dimakamkan disamping masjid Banten dalam usia 91 tahun (1479-1570). Silsilah Waliyullah Pangeran Jaga Lautan Pulau Cangkir : Maulana Hasanuddin menikah dengan Nyi Ayu Kirana mempunyai 3 orang anak yaitu : Ratu Fatima  Pangeran Yusuf Pangeran Arya Jepara Maulana Hasanuddin dengan Ratu Indra Pura, mempunyai 1 orang anak yaitu : Pangeran Sabrang Wetan Maulana Hasanuddin dengan Putri Demak, mempunyai 4...

avatar
Oskm18_16218047_widhi
Gambar Entri
Seni Patingtung
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Banten

     Seni Patingtung merupakan salah satu kesenian daerah di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Istilah "Patingtung" belum diketahui secara pasti oleh masyarakat sekitar. Namun berdasarkan pemahaman masyarakat, kata patingtung terbentuk dari tiga suku kata, yaitu "Pa", "Ting", dan "Tung". Kata Pa  berasal dari  Pak yang maskudnya adalah suara gendang kulanter (kendang kecil berdiri) ; ting  suara gendang talipung (kendang kecil yang dibaringkan), dan  tung suara kendang atau bedug besar.      Seni patingtung merupakan seni pertunjukan yang memadukan pencak silat dengan tarian atau atraksi seperti tari piring dan debus. Keberadaan tarian di dalam seni Patingtung adalah sebagai selingan. Adapun gerak dasar tarian dalam Seni Patingtung sangat didominasi oleh gerakan pencak silat sehingga seni ini dapat dikatakan identik dengan pencak silat. Jurus silat yang dijadikan dasar pun sama seperti jurus-jurus silat pada umumnya. Seni Pa...

avatar
OSKM_16718427_Novin Isra Herdian