Wanita
105 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tradisi Uang Panai Untuk Meminang si Gadis Bugis
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Di Makassar terdapat salah satu tradisi adat dalam pernikahan yang mensyaratkan uang panai yang harus dibayar oleh pihak laki-laki untuk meminang calon mempelai wanita. Meski digunakan untuk meminang, uang panai ternyata tidak termasuk dalam uang mahar. Uang panai dikatakan sebagai uang belanja, sedangkan mahar merupakan mas kawin saat menikah. Jumlah uang panai yang harus dibayar oleh lelaki Bugis tidak bisa dibilang sedikit, tergantung dari latar belakang sang perempuan yang ingin dinikahi, baik dari faktor pendidikan ataupun faktor keturunan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seorang wanita yang ingin dipinang, semakin besar pula uang panai yang harus dibayar. Atau jika sang perempuan berasal dari keluarga bangsawan, meski tingkat pendidikannya rendah, tetap bisa mendapatkan uang panai yang besar. Besarnya uang panai juga dapat dikondisikan sesuai kesepakatan dari kedua belah pihak. Budaya uang panai ini kerap dikaitkan dengan kebiasaan lelaki Bugis yang suka merantau kel...

avatar
Rizki Azizah
Gambar Entri
SI PENAKLUK RAJAWALI
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Si Penakluk rajawali adalah seorang pemuda yang tinggal di sebuah daerah di Sulawesi Selatan, Indonesia. Pemuda tersebut dinikahkan dengan putri raja, karena berhasil memenangkan sayembara menaklukkan seekor rajawali raksasa.   Konon, pada zaman dahulu kala ada sebuah negeri di daerah Sulawesi Selatan yang diperintah oleh seorang raja. Raja tersebut mempunyai tujuh orang putri. Menurut adat di kerajaan itu, jika raja memiliki putri sampai tujuh orang, maka salah seorang di antaranya harus dipersembahkan kepada seekor rajawali raksasa agar keluarga istana terhindar dari malapetaka. Hal tersebut membuat sang Raja sedih dan gelisah, karena ia tidak mau kehilangan salah seorang putrinya. Ia pun berpikir keras mencari jalan keluar bagaimana caranya agar ketujuh putrinya tersebut dapat  hidup semua.    Sudah berhari-hari sang Raja tidak enak makan dan tidak nyenyak tidur memikirkan hal itu. Hingga pada suatu hari, tiba-tiba sesuatu terlintas dalam...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Tappi’ (keris)
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Tappi’, adalah senjata tajam berupa keris yang terbuat dari besi. Senjata ini disebut pula "gajang”. Bentuk semakin ke ujung semakin kecil dan akhirnya meruncing (lihat gambar 4). Dari hasil studi kepustakaan dapat diketahui bahwa bentuk senjata tajam seperti ini terdapat hampir di seluruh kawasan kepu lauan Indonesia, meskipun motif/ragam hiasnya berbeda satu dan lainnya. Penggunaan tappi yang disebut keris ialah untuk menusuk lawan. Jelaslah, bahwa senjata tradisional jenis keris tersebut merupakan salah satu alat untuk membunuh lawan, baik dalam arena pertarungan perorangan maupun di dalam perang massal. Pada zaman dahulu hampir setiap orang di daerah Bone memiliki, menyimpan dan menggunakan keris sebagai senjata. Tappi’, mempunyai fungsi kekerabatan yang lebih spesifik jika dibandingkan dengan jenis-jenis senjata tradisional lainnya. Keunikannya, karena tappi dapat berfungsi sebagai pengganti diri bagi pemiliknya. Hal ini, tercermin antara lain dala...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Permainan A'Tojeng
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sulawesi Selatan

Permainan A'Tojeng adalah salah satu kebudayaan unik dari Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Sesuai dengan namanya yang berarti 'Ayun' permainan ini menggunakan alat berupa ayunan raksasa yang tingginya dapat mencapai 9 meter, diayun dengan sekuat tenaga. BAhan pembuatan ayunan untuk permainan budaya inipun berbeda dengan ayunan pada umumnya, rantai atau tali pada ayunan biasa diganti dengan bambu berukuran panjang. Bahan - bahan lainnya adalah kayu dan akar atau tumbuhan merambat untuk mengikat atau menyambungkan setiap bahan. Cara memainkan A'Tojeng adalah ayunan dimainkan biasanya oleh 2 orang wanita, dan 2 orang dewasa yang bertugas mengayunkan dengan menggunakan seutas tali yang didorongkan ke penampil yang berada di atas ayunan agar ayunan berayun maju dan mundur. Dahulu, A'tojeng hanya untuk raja dan keturunannya, namun saat ini A'tojeng kerap pula ditampilkan pada kegiatan seremoni pemerintahan dan acara adat seperti pada ritual A'dinging - dinging. Para penampil memai...

avatar
Oskm18_16118018_rakha Susanto
Gambar Entri
Malam Mappacci
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Adat pra-pernikahan maupun disaat pernikahan di Makassar, Sulawesi Selatan sangatlah berbagai macam bentuknya. Selain itu, adat Makassar pun sering juga mirip dengan adat Bugis yang mana berletakan sama di Sulawesi Selatan. Pada kali ini saya akan menjelaskan acara bernama " Malam Mappacci ". Malam Mappacci ialah Adat pra-pernikahan dari Makassar dan Bugis. Biasanya Malam Mappacci dilakukan minimal 3 hari sebelum Hari Pernikahan sampai 1 hari sebelum pernikahan. Adat ini bisa dikatakan Wajib untuk calon mempelai Wanita maupun Pria yang berasal dari Suku Makassar maupun Bugis. Namun perbedaan antara pelaksanaannya terhadap Wanita maupun Pria sangatlah berbeda. Acara Mappacci ini dulu biasa dilakukan oleh Bangsawan, namun sekarang dilakukan oleh semua yang bersuku Makassar maupun Bugis. Untuk Calon Mempelai Perempuan, ia didandani seperti dandanan disaat mau Akad Nikah dan dipakaikan baju bodo. Ia didandani secantik mungkin seperti layaknya ingin menikah. Selain itu, dised...

avatar
OSKM18_16518073_Achmad Fawaz Ferdiansyah
Gambar Entri
Mapacci (Meletakkan Inai di Telapak Tangan Calon Mempelai)
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Mapacci merupakan salah satu upacara adat yang berasal dari Sulawesi Selatan yang termasuk prosesi pernikahan adat Bugis Palopo. Mapacci berasal dari kata pacci , yaitu daun pacar yang dihaluskan sebagai penghias kuku dan tangan. Namun, menurut orang Bugis, mapacci berasal dari kata pacing , yang berarti bersih dan suci. Mapacci bertujuan untuk membersihkan diri, malam suci atau malam terakhir bagi seorang gadis atau jejaka yang esok harinya akan memasuki bahtera rumah tangganya. Mapacci biasanya dilakukan sehari sebelum pernikahan yaitu pada malam hari. Mapacci dilakukan oleh calon pengantin pria dan calon pengantin wanita di kediamannya masing - masing. Bahan mapacci terdiri dari daun pacar, minyak kelapa, beras yang dicampur kunyit bubuk, daun nangka atau daun panasah, dan daun pisang muda. Sedangkan, untuk perlengkapannya terdapat sarung, bantal, dan lilin. Semua bahan tersebut masing - masing mempunyai makna. Dibawah telapak tangan calon mempelai terdapat daun...

avatar
OSKM18_16518232_husnul Azizah N.
Gambar Entri
On the Origin of Pakarena, A Brief Exposition of Tumanurung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Tarian Pakarena merupakan tarian tradisional dari Sulawesi Selatan yang sangat populer. Tarian ini dipentaskan oleh 4 orang penari wanita dengan kostum berupa baju khas Sulawesi, baju bodo, sarung khas Makassar, Mahkota , dan gelang di lengan. Tarian ini pun disertai dengan property utama berupa kipas, dan dipentaskan dalam jangka waktu yang cukup lama (sekitar 2 jam). Setiap tarian memiliki makna masing masing, begitu pula tarian Pakarena. Masyarakat daerah Sulawesi Selatan pun juga mengerti makna filosofis dibalik gerakan tersebut. Tarian Pakarena terdiri dari berbagai macam jenis (sekitar 12 macam dan tidak akan dipaparkan disini karena bukan focus dari artikel ini), dan setiap jenis memiliki makna tersendiri yang unik.                 Gerakan dari tarian pakarena sangat artistik dan sarat makna, halus bahkan sangat sulit dibedakan satu dengan yang lainnya. Posisi duduk, menjadi pertanda awal dan akhir...

avatar
OSKM18_16018295_Aumedi
Gambar Entri
Upacara Mapalili
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Menurut etimology, Mappalili (Bugis) / Appalili (Makassar) berasal dari kata palili yang memiliki makna untuk menjaga tanaman padi dari sesuatu yang akan mengganggu atau menghancurkannya. Mappalili atau Appalili adalah ritual turun-temurun yang dipegang oleh masyarakat Sulawesi Selatan, masyarakat dari Kabupaten Pangkep terutama Mappalili adalah. bagian dari budaya yang sudah diselenggarakan sejak beberapa tahun lalu. Mappalili adalah tanda untuk mulai menanam padi. Tujuannya adalah untuk daerah kosong yang akan ditanam, disalipuri (Bugis) / dilebbu (Makassar) atau disimpan dari gangguan yang biasanya mengurangi produksi. Mappalili memiliki sesuatu yang menggambarkan karakteristik dari masyarakat Pangkep sepenuhnya. Pada pelaksanaan pembangunan upacara Mappalili di setiap kecamatan masih menggunakan beberapa peralatan yang digunakan sejak beberapa tahun lalu. Penggunaan peralatan harus melalui ritual adat yang melibatkan leade kustom, sosialita, dan beberapa pemerintah. Oleh karen...

avatar
OSKM18_16018140_Jonathan Irianto
Gambar Entri
Kandaure, Aksesoris Khas Toraja
Ornamen Ornamen
Sulawesi Selatan

Kandaure adalah hiasan dari manik-manik yang berasal dari Tana Toraja. Hiasan ini sangatlah unik karena diuntai satu persatu dari manik-manik dengan daya cipta tertentu sehingga menyerupai corong yang disertai gambar ukiran-ukiran. Pinggirnya berumbai panjang dengan aneka ragam manik-manik yang teruntai rapi pada tali dan ujungnya tersimpul dengan rumbaian benang. Kandaure biasanya digunakan dengan baju pokko (pakaian adat Toraja untuk wanita) menghiasi dada, gelang, ikat kepala, dan ikat pinggang. Hiasan yang mahal dan berat ini digunakan pada saat upacara adat pemakaman dan pernikahan serta dalam Tarian Pa’Gellu dan Tarian Ma’Gellu. Beberapa Kandaure tertentu tidak hanya sebagai hiasan tapi memiliki kekuatan untuk melakukan sesuatu, seperti mendatangkan hujan. Benda ini juga dipercaya mendatangkan berkat bagi pemiliknya tapi dapat juga mendatangkan malapetaka. Pada masa lalu, pemakaian Kandaure pada upacara adat di Toraja khusus dipakai oleh keluarga bangsawan...

avatar
OSKM18_16518035_Adeline Kartika