Setelah membuat produk olahan hasil laut. Jumat (5/8/2016), 15 perempuan Papua yang datang ke Surabaya diajarkan memasak menu cumi asam manis pedas. Ismudiyanto, coach Pelatihan Pahlawan Ekonomi, mengatakan latar belakang pemilihan menu tersebut tidak lain kondisi geografi Papua yang memiliki perairan yang kaya akan sumber daya lautan. “Banyak hasil alam, terutama hasil laut yang belum diolah secara maksimal oleh para ibu atau mama yang berasal dari Papua itu,” kata dia. Bahan: Untuk membuat menu ini, terang Ismudiyanto, dibutuhkan beberapa bahan dasar. Di antaranya cumi-cumi segar yang telah di iris dadu, serai, saus cabai, saus tomat, jahe, bawang putih, merica, buah nanas yang telah dibersihkan, lalu dipotong dadu. Cara Pembuatan: “Untuk membuat menu ini yang perlu diperhatikan adaalah ketika kita membersihkan cumi-cumi. Pastikan cumi-cumi bersih hingga berwarna putih bersih,” ungkap dia. Setelah itu, ia melanjutkan,...
History Moanemai adalah salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Papua Barat. Struktur tanah di Moanemani sangat subur. Para penduduk disana menyebut tanah mereka sebagai tanah hitam, karena memang tanah nya yang berwarna hitam, mengandung unsur hara yang sangat tinggi. Semua tumbuhan tumbuh subur di daerah Moanemani. Perkebunan kopi Moanemani terletak di 5000 meter diatas permukaan laut. Semakin tinggi kondisi lahan maka kopi yang di hasilkan akan semakin baik. Anda bisa bayangkan, dengan struktur tanah hitam dan ketinggian tanah tersebut, kualitas kopi seperti apa yang akan di hasilkan, tentunya adalah kualitas kopi arabika Papua terbaik. Sejarah Kopi Papua Moanemani Daerah Moanemani sebenarnya sudah sejak lama para penduduknya menanam kopi. Namun kebanyakan dari mereka dahulu tidak merawat perkebunan kopi tersebut, sehingga dibiarkan tumbuh secara liar tanpa dirawat. Kini permintaan kopi Papua semakin tinggi, dan Kopi Papua Moanemani kini sudah mula...
Eksistensi Upacara Bakar Batu Suku Dani 3.1 Langkah Langkah Upacara Bakar Batu Suku Dani adalah suku yang gemar berperang memang selalu melakukan tradisi Upacara Bakar Batu sesudahnya. Tradisi ini digunakan sebagai momen damai antara kedua suku yang berperang. Upacara Bakar Batu terkenal dengan prosesnya yang dilakukan sangat tradisional dan bisa dibilang sangat kuno karena merupakan tradisi turun-temurun dari nenek moyang. Upacara Bakar Batu yang dilakukan setelah terjadi peperangan memiliki langkah-langkah ritual yang tidak jauh berbeda dengan Upacara Bakar Batu yang diadakan pada momen peresmian gereja, penerimaan tamu kehormatan, kelahiran atau kematian. Upacara Bakar Batu dibagi dalam tiga tahap yaitu persiapan, bakar babi, dan puncaknya makan bersama. Pada bagian pertama yaitu pada tahap persiapan para wanita khususnya para ibu atau yang biasa di sapa mama melakukan tarian-tarian pembukaan, sedangkan para bapak mempersiapkan batu dan kayu, sus...
Suku Asmat adalah suku besar yang cukup ternama di Bumi Papua. Keberadaannya sebagai suku yang mendiami wilayah pesisir selatan Papua sangat diperhitungkan dalam sejarah penyebaran masyarakat Papua. Asmat menjadi begitu ternama karena memiliki harkat hidup yang luar biasa, selain itu budaya yang dimiliki suku ini pun sangat menarik dan unik. Salah satu yang menonjol ketika membicarakan suku ini adalah hasil seni ukiran mereka yang sudah terkenal luas hingga ke mancanegara. Seperti kehidupan pada umumnya, Suku Asmat juga membutuhkan media untuk menyatakan berbagai hal yang mereka alami dalam kehidupan. Kisah-kisah heroik, mistis, atau peraturan-peraturan adat biasanya mereka ungkapkan dalam bentuk media tertentu. Hal ini mereka lakukan dengan berbagai tujuan, antara lain sebagai sarana menjaga kelangsungan tradisi, sarana belajar bagi generasi selanjutnya, dan penghormatan spiritual bagi para roh leluhur. Oleh karena itulah, ukir-ukiran menjadi tidak terpisahkan dari kehidupan Su...
Masyarakat Papua memiliki budaya yang begitu kaya. Berbicara tentang budaya, tentu tidak lepas dari tradisi yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Salah satu tradisi yang masih melekat di masyarakat Papua hingga saat ini adalah tradisi mengunyah buah Pinang. Masyarakat Papua gemar mengunyah Pinang karena Pinang menguatkan gigi dan gusi. Tidak hanya itu, mereka menikmati buah Pinang karena sensasi tersendiri dari rasanya. Kombinasi manis keasaman seperti rasa pasta gigi inilah yang menjadi sensasi mengunyah pinang. Bahkan, beberapa masyarakat mengatakan bahwa tidak ada makanan atau bumbu lain yang rasanya menandingi buah Pinang. Mereka menganggap buah Pinang seperti candu, karena bila mereka tidak mengunyahnya, seperti ada yang kurang dalam hidup mereka. Walaupun demikian, Pinang sama sekali tidak mengandung zat adiktif yang berbahaya. Umumnya, buah Pinang dinikmati dengan menggunakan tepung kapur yang diolah dari cangkang kerang. Hal ini dilakukan untuk m...
Anyaman rambut khas Papua adalah sebuah tradisi unik yang diajarkan turun-temurun dalam masyarakat Papua. Umumnya yang melakukan ini adalah kaum wanita, namun tidak jarang pula kaum pria yang menganyam rambutnya untuk alasan trend atau sekedar bergaya saja. Anyaman rambut ini adalah sebuah kebanggaan bagi sebagian besar wanita Papua. Tidak hanya sebatas fesyen dan penampilan semata, anyaman rambut ini sudah menjadi penanda atas sebuah kecantikan yang dimiliki para wanita Papua. Untuk menganyam rambut ini memang tidak membutuhkan kursus atau pengajaran di waktu khusus, namun proses menganyamnya cukup rumit dan perlu ketrampilan tersendiri. Pertama rambut dipilah-pilah menggunakan sisir menjadi beberapa bagian. Kemudian, setiap bagian mulai dikepang dengan ukuran yang tidak terlalu besar mengikuti pilahan yang sudah dibuat sebelumnya. Perlu menjadi perhatian, saat mengepang, kondisi ikatan harus kuat dan rapih, bila tidak maka kepangan mudah terlepas dan anyaman rambut pun rusa...
Anyaman rambut khas Papua adalah sebuah tradisi unik yang diajarkan turun-temurun dalam masyarakat Papua. Umumnya yang melakukan ini adalah kaum wanita, namun tidak jarang pula kaum pria yang menganyam rambutnya untuk alasan trend atau sekedar bergaya saja. Anyaman rambut ini adalah sebuah kebanggaan bagi sebagian besar wanita Papua. Tidak hanya sebatas fesyen dan penampilan semata, anyaman rambut ini sudah menjadi penanda atas sebuah kecantikan yang dimiliki para wanita Papua. Untuk menganyam rambut ini memang tidak membutuhkan kursus atau pengajaran di waktu khusus, namun proses menganyamnya cukup rumit dan perlu ketrampilan tersendiri. Pertama rambut dipilah-pilah menggunakan sisir menjadi beberapa bagian. Kemudian, setiap bagian mulai dikepang dengan ukuran yang tidak terlalu besar mengikuti pilahan yang sudah dibuat sebelumnya. Perlu menjadi perhatian, saat mengepang, kondisi ikatan harus kuat dan rapih, bila tidak maka kepangan mudah terlepas dan anyaman rambut...
BATIK KAMORO PAPUA Ciri khas dari motif Kamoro ini adalah motifnya yang asimetris, berbeda dengan batik jawa walaupun pembatik dikirim berasal dari Jawa. Motif-motif patung di kain batik Kamoro ini terkadang memiliki perbedaan, mulai dari gaya, ekspresi patung, baju atau aksesoris. Selain itu, di dalam motif Kamoro biasanya didukung dengan motif tumbuhan-tumbuhan khas Papua atau budaya-budaya yang ada di Papua terutama dari suku Kamoro. Jika dilihat warnanya, batik dengan motif Kamoro ini memiliki warna-warna yang cenderung lebih berani dan cerah. Misal kombinasi biru dan hijau, hitam dan kuning, merah dan merah muda dan sebagainya. Sehingga lebih memanjakan mata dan unik untuk dipakai. Batik Kamoro sendiri masih terus mengalami pengembangan hingga sekarang. Banyak sekali model-model baru batik Kamoro yang dikombinasikan dengan penemuan-penemuan baru kebudayaan di Papua. Tentu tidak hanya kain, Batik kamoro ini banyak berupa kemeja, gaun bahkan bed cov...
Manarbew adalah seorang anak lelaki periang. Usianya sekitar delapan tahun. Ibunya bernama Insoraki, dan kakeknya seorang panglima bernama Rumbarak. Mereka hidup damai di sebuah perkampungan di Pulau Wundi. Beberapa bulan ini Manarbew gelisah. Ia bertanya-tanya tentang ayahnya, yang belum pernah ia lihat semenjak lahir. Manarbew kecewa pada ibunya, karena tidak bisa memberi jawaban pasti. Ia lalu memberanikan diri bicara kepada kakeknya. “Kakek, aku ingin tahu siapa ayahku. Maukah kakek membantuku mencari ayahku?” kata Manarbew. Panglima Rumbarak menatap cucunya dengan kasih sayang. “Baiklah, Manarbew. Kakek akan mengadakan pesta tari. Kau harus mengenali ayahmu sendiri. Sebab, kakek dan ibumu tidak pernah tahu siapa ayahmu.” “Kenapa begitu?” “Semua terjadi karena keajaiban. Ketika ibumu mandi di pantai, ia menyentuh buah mars yang mengapung-apung di dekatnya. Itu membuat ibumu mengandung.” “Apakah aku ket...