Tari Empar Samawa adalah salah satu tari tradisional Indonesia yang khas dan unik. Empar berarti tameng sedangkan Samawa atau Tau Samawa adalah suku di Sumbawa. Tarian ini lahir dan berkembang pada masyarakat Sumbawa di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam gerak seni tari tradisional dari Sumbawa dikenal ciri khusus yaitu: linting sere, lunte, ngumang, tabe, geo polak, tanak eneng ujan dan tanak juran. Tari empar samawa memvisualisasikan gerak dinamik mengikuti alur kehidupan serasi, harmonis dan berazaskan kekeluargaan, yang mengacu pada motto daerah Kabupaten Sumbawa, Sabalong Samalewa. Tari Empar Samawa merupakan penggambaran masyarakat Sumbawa yang melindungi pandangan hidup dan nilai-nilai masyarakatnya. Pada mulanya tarian ini diiringi oleh perangkat musik Gong Genang yaitu alat musik yang terdiri dari gong, genang (kendang) dan serunai, yang kemudian dalam perkembangannya ditambahkan alat musik rebana rea (rebana besar), rebana ode (rebana kecil), palompong, santong srek,...
Ansambel Ketong Kasalung merupakan ansambel asal Sumbawa yang seluruh instrumennya terbuat dari Bambu. Ansambel ini digunakan untuk mengiringi tembang yang dibuat secara khusus. Ansambel ini merupakan hasil eksperimantasi dari seniman Sumbawa yang berasal dari Kecamatan Lunyuk. Terdapat delapan jenis alat musik dalam ansambel ini, yaitu: 1. Ketong Salung Ketong Salung terdiri dari tujuh buah ketong, yaitu bambu yang besar dan tebal, dengan ukuran yang berbeda-beda. Cara memainkannya adalah dengan memukul bagian bawah ketong ke lantai sehingga menghasilkan suara yang berbeda-beda sesuai dengan ukurannya. Ketong kecil akan menghasilkan suara nyaring sementara ketong besar akan menghasilkan suara yang "ngebas". 2. Ketong Ngentong Ketong Ngentong adalah ketong yang digantung dan memiliki fungsi sebagai pembawa melodi. 3. Ketong Kosok Ketong Kosok adalah sebuah alat musik yang dimainkan seperti marakas. Alat musik ini terbuat dari...
Tiba Raki berasal dari dua suku kata, Tiba dan Raki. Tiba berarti membuang dan Raki berarti sesajen. Dalam konteks ini Tiba Raki dimaknai sebagai ritual pemberian sesajen dengan mengharapkan kesembuhan terhadap penyakit yang dilandasi dengan keyakinan kepada Allah SWT bahwa hanya karena Allah SWT penyakit tersebut dapat disembuhkan. Ketua Adat Desa Pulau Bungin, Marsono, mengemukakan, bahwa selama prosesi Tiba Raki berlangsung, Sandro menggunakan mantra atau doa yang selalu diawali dengan kalimat Basmalah (Bismillahirrahmanirrahim) yang menandakan bahwa semua rangkaian ritual Tiba Raki tidak menggunakan kata-kata atau mantra di luar ketentuan ajaran agama Islam. Para tokoh agama dalam hal ini Imam Masjid di Pulau Bungin selalu menjadi figur untuk berkonsultasi terkait ritual adat suku Bajo di Pulau Bungin. Jika ritual adat bertentangan di ajaran Islam, maka para tokoh agama akan menentang dan melarang praktiknya. Adapun Raki dalam prosesi ini merupakan sebuah penghormatan bagi ala...
Barodak Rapancar adalah tradisi luluran dan mewarnai tangan. Kedua kata tersebut berasal Dari bahasa asli Sumbawa. Kata Barodak diambil Dari kata 'Odak' yang berarti Lulur sedangkan Rapancar berasal dari kata Pancar yang berarti memerahkah kuku tangan dengan daun pacar. Ritual Barodak/ Rapancar ini biasanya dilakukan setelah didahului berbagai prosesi perkawinan lainnya seperti Bajajak (menjajaki), Bakatoan (Melamar), Basaputis (Menetapkan hari baik), Bada (pemberitahuan), dan Nyorong (Antaran) . Kemudian setelah Barodak Rapancar, dilanjutkan dengan acara Nikah (menikah), Rame Mesa (Meramaikan ditempat acara) dan Tokal Basai (resepsi). Rangkaian tahapan ini, hampir utuh dijalani oleh masyarakat Kabupaten Sumbawa sejak berpuluh tahun lamanya. Di dalamnya juga termasuk ritual Maning Pengantan yang dilakukan oleh ‘Ina Odak’ (Juru Lulur) untuk mengawali seluruh prosesi barodak. Kegiatan ritual barodak ini, bagi masyarakat Sumbawa memiliki makna filosofis...
Dalam pagelaran adu domba di Garut, Lo mungkin masih bisa tahan dengan bunyi mengerikan hasil benturan dua kepala binatang tangguh tersebut. Tapi bagaimana kalau yang diadu di sini merupakan dua kepala manusia dewasa? Yup, pemandangan mengerikan inilah yang akan Lo hadapi saat menyaksikan ajang adu kepala manusia di Bima, Nusa Tenggara Barat, yang disebut juga dengan mpaa ntumbu atau bisa disebut ntumbu. Dalam ajang ini, dua kepala laki-laki dewasa akan diadu seperti layaknya adu domba. Tak pelak, pemandangan ini akan menghasilkan bunyi-bunyian yang sangat mengerikan. Jangan khawatir, para pelaku mpaa ntumbu biasanya merupakan dua orang profesional yang sudah biasa melakukan ritual ini. Mpaa ntumbu merupakan ritual asli masyarakat Bima di Desa Maria, Kecamatan Wawo, dimana ritual ini biasanya dilaksanakan di halaman mumbung khas masyarakat Bima. Untuk mencapai wilayah ini, Lo wajib melakukan perjalanan selama 1 jam dari pusat Kota Bima menuju ke arah timur. Pengaruh mantra...
Gendang Beleq merupakan alat musik tradisional NTB yang diyakini berasal dari Suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Asal kata Gendang tentunya karena suara yang dihasilkan itu berbunyi deng .. dang .. dung .. dan kata Beleq adalah bahasa Sasak yang artinyal Besar jadi Gendang Beleq artinya Gendang Besar. Dulunya Gendang Beleq digunakan masyarakat Lombok sebagai penyemangat prajurit yang ingin pergi berperang atau sepulangnya dari peperangan sehingga alat musik tradisional ini memang dimainkan untuk memacu adrenalin dan menghibur orang. Seiring berjalannya waktu, Gendang Beleq akhirnya dijadikan musik pengiring dalam upacara adat seperti nikahan, khitanan, aqiqah dan upacara lainnya. Terlepas dari masa lalunya, Gendang Beleq juga bisa dimainkan secara berkelompok, seperti semacam kelompok gendan yang membuat orkestra. Orkestra Gendang ini terdiri dari 2 jenis gendang yakni Gendang Beleq Mama dan ...
Pada umumnya genggong hanya mengiringi lagu-lagu yang memiliki laras Slendro. Untuk memainkann, alat musik tradisional ini dipegang dengan tangan kiri dan tangan kanan memetik sementara genggongnya ditempelkan ke bibir pemain lalu dengan menarik tali benang yang diikatkan pada genggong nantinya akan menghasilkan suara dari alat musik tradisional tersebut. Cara merubah nada pada permainan genggong dilakukan dengan mengubah posisi / rongga mulut yang berfungsi sebagai resonator. Di daerah Nusa Tenggara Barat, Genggong dibagi menjadi 2 macam yakni genggong lanang dan genggong wadah. Genggong pada umumnya hanya memainkan lagu-lagu yang berlaras Slendro. Untuk membunyikannya, genggong dipegang dengan tangan kiri dan menempelkannya ke bibir. Tangan kanan memetik “lidah”nya dengan jalan menarik tali benang yang diikatkan pada ujungnya. Perubahan nada dalam melodi genggong dilakukan dengan mengolah posisi atau merubah rongga mulut yang berfung...
Alat musik tradisional NTB Cungklik terbuat dari kayu dan logam. Cungklik juga termasuk jenis alat musik silofan yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan 2 buah pemukul (tangan kanan dan kiri). Pemain Cungklik mengambil posisi duduk dengan dua kaki posisi lurus kedepan, sementara Cungklik diletakkan diatas paha dan rongga udara yang terdapat antara paha dan bilah-bilah Cungklik sebagai resonatornya. Dulunya alat musik tradisional NTB Cungklik ini dimainkan secara solo / tunggal dan dimainkan oleh hanya laki-laki pada saat merasa bosan disawah untuk menghibur dan mengusir sepi. Seiring berkembangnya zaman, kini Palompang / Cungklik digunakan juga oleh kaum wanita sebagai bagian dari orkestra musik (berperan sebagai alat musik ritmik) pengiring tari-tarian dengan irama yang cukup cepat. https://alatmusikindonesia.com/alat-musik-tradisional-ntb/#top
Tari Oncer adalah tarian khas suku sasak yang ada di daerah Lombok Nusa Tenggara Barat. Tarian Oncer diciptakan oleh Muhammad Tahir di desa Puyung, Lombok Tengah pada tahun 1960. Tari Oncer merupakan tarian bersama yang dimainkan oleh 3 kelompok. Masing - masing adalah kelompok penari kenceng yang terdiri dari 6 - 8 orang penari yang membaca kenceng, 2 orang pembawa gendang disebut penari gendang, dan 1 orang pembawa petuk yang disebut penari petuk. Tarian Oncer tidaklah berdiri sendiri karena diakhir bagian ada gamelan Gendang Beleq dipukul sambil menari. Tarian Oncer terdiri atas tiga bagian yakni bagian pertama menggambarkan peperangan. Semua penari menari bersama-sama dengan gerakan-gerak tari tertentu. Yang pertama adalah gerak tinduk yakni gerak melangkah yang menggambarkan keberangkan ke medan perang, dalam gerakan ini gerak mengangkat kaki yang ditonjolkan. Kedua adalah gerak bukaq jebak, artinya membuka pintu. Gerakan ketiga adalah kadal...