Jajanan asli khas dari negara Indonesia yaitu pastel tentunya sudah sangat disukai oleh hampir sebagian besar masyarakatnya. Kue pastel biasanya menggunakan bahan isian berupa irisan wortel. Namun untuk kue pastel yang satu ini agak sedikit berbeda. Hal ini dikarenakan untuk membuat pastel, bahan isian yang digunakan adalah bumbu kari. Cita rasa dari pastel pastry bumbu kari ini sangat gurih dan enak banget. Kue pastel ini ternyata banyak variannya yang mampu membuat para konsumen tidak bosan dengan rasa pastel yang itu – itu saja. Pastel pastry bumbu kari ini bukanlah suatu jenis kue pastel baru, karena sudah banyak tersedia dan dijual oleh para pedagang kue – kue basah yang ada di pasar tradisional maupun outlet kue di pinggir jalan. Bahan – bahan yang digunakan : 500 gram Wortel (dipotong dadu kecil, rebus hingga matang) 500 gram Kentang (potong dadu kecil, rebus hingga empuk) 4 batang Daun bawang (iris halus)...
Nastar merupakan salah satu kue kering yang biasanya disajikan untuk acara – acara atau hari besar seperti hari Idul Fitri, Natal, Imlek, atau Tahun Baru. Nastar berasal dari bahasa belanda yaitu “Ananas” yang berarti buah nanas dan “Taart” yang berarti kue tart atau kue pie Eropa. Sehingga kue Nastar adalah Tart Nanas. Masyarakat Belanda sangatlah menyukai kue nastar dengan isian blueberry dan apel. Dahulu di Indonesia buah blueberry sangatlah sulit untuk ditemukan karena terbatasnya dan bahkan belum ada sarana dan prasarana yang mendukung di zaman penjajahan Belanda, sehingga warga Indonesia menggunakan buah nanas sebagai bahan pengganti isian untuk kue nastar. Nastar ini memiliki bentuk yang lebih kecil jika dibandingkan dengan kue pie Eropa pada umumnya. Di Indonesia pada umumnya kue nastar menggunakan selai nanas sebagai bahan isian, Kue nastar terbuat dari adonan tepung terigu, mentega, dan telur, kemudian diberikan isian selai. Biasanya ku...
Bahan-bahan: Untuk 5 porsi 1 bungkus kwetiau kering 200 gr daging sapi rebus, potong kotak kecil 1 bungkus taoge 1 ikat sawi (saya pakai baby bokchoy) 4 siung bawang putih cincang secukupnya kecap asin secukupnya air kaldu sapi Langkah: Rebus kwetiau kering hingga lembut. Tiriskan Tumis bawang putih cincang hingga harum. Masukkan kwetiauw, siram dengan kuah kaldu sapi dan potongan daging sapi. Tambahkan kecap asin. Aduk Masukkan sawi/bokchoy dan taoge. Matikan kompor. Kwetiau goreng siap dihidangkan. Sumber: https://cookpad.com/id/resep/1369452-kwetiau-goreng-sapi-pontianak Lokasi penjual: Kwetiaw Sapi Pontianak 88 Alamat: Mall of Indonesia, Lantai 2, Food Park, Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Telepon: (021) 29385394
Kwe Kia Theng isinya kwetiau bentuk persegi yang lebih tebal, berbagai potongan daging dan jeroan babi, dan juga 1 potong telur kecap, tapi tiap makan disini aku selalu pesan tambahan 1 telur kecap utuh. Kuahnya ini dimasak dari berbagai bumbu dan rempah yang kalau dimakan sangat menghangatkan badan, cocok deh kalau lagi nggak enak badan makan ini. Biasanya sih kebanyakan orang makan dengan cara dagingnya dicocol ke sambal, tapi kalau aku sih campur sambal ke dalam kuahnya. Wah, rasanya hangat, pedas, gurih, pokoknya bikin ketagihan. Biasanya, kita juga dikasih jeruk untuk diperas ke dalam kuah, tapi nggak pernah aku pakai, soalnya memang rasanya udah pas. Bahan Utama Resep Kwe Kia Theng Pontianak (Indonesia): 1 bungkus kulit pangsit, potong kotak 300 gr daging sapi 10 butir telor puyuh, rebus 2 siung bawang putih 2 cm kayu manis 5 buah cengkeh 2 bunga lawang 1 liter air...
Kebanyakan orang dayak Salako, bertani, berladang, berburu dan menoreh karet, kehidupannya sangat sederhana, tidak mempunyai identitas yang menonjol, seperti layaknya dayak pesisir. Dayak Salako memegang teguh hukum adat istiadat. Dayak Salako menjadi penengah antara suku yang bertikai. Fungsi hukum adat tidak hanya membuat jera, namun tetap mendamaikan kedua belah pihak yang bertikai. Desa Bagak Sahwa, Singkawang menyimpan banyak keragaman budaya Dayak Salako. Salah satunya adalah pakaian adat Dayak Salako yang telah dikreasikan oleh Kepala Suku Dayak Salako, FX. Adam. Pakaian adat antara lain, biusuk berupa gelang tangan dan gelang untuk kaki. Sedangkan kapuak merupakan penutup aurat laki Suku Dayak Salako dan celana untuk kaum perempuan. Kandit merupakan sebuah ikat pinggang, ikat kepala warna merah untuk kaum laki-laki dan kedung merah untuk kaum perempuan serta topi dengan paruh burung Enggang yang menjadi ciri khas Suku dayak Salako. Busana Dayak Salako ini dikreasikan sed...
Rumah ini menjadi tempat untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keagamaan dan upacara adat naik dango bila musim panen tiba. Inilah rumah bentang Samalantan, sejenis rumah panggung yang dibangun dengan kedalaman 120 kaki tertanam langsung ke tanah. Rumah bentang Samalantan terletak di antara jalur Provinsi Bengkayang-Singkawang. Letak bangunan berada sekitar 300 meter dari Jalan Provinsi tepatnya di Kecamatan Samalantan Kabupaten Bengkayang. Menuju ke rumah Bentang, Anda akan di sambut oleh patung burung Enggang yang dikeramatkan. Persis diseberang rumah bentang terdapat sebuah rumah sebagai balai pertemuan warga. Untuk bisa naik keatas, Anda harus melewati tangga utama, atau anak tangga yang ada di sisi kiri dan kanan rumah. Rumah bentang Samalantan mempunyai empat ruangan, 2 ruangan disisi kiri dan 2 ruangan disisi kanan. Di bagian tengah rumah terdapat sebuah ruangan keluarga yang memisahkan 4 ruang tersebut. Di dalam ruangan rumah, banyak hiasan-hiasan bermotif d...
Tumpi and Lemang for Naik Dango (Dayaknese Thanksgiving) Every 20th of May, Dayaknese in West Borneo, Indonesia celebrates Naik Dango/Gawai Dayak to give thanks for the blessing of the harvest to Jubata (God). It is an annual massive celebration since 1986. All of Dayaknese in town will gather near the traditional Dayak house (Rumah Betang) to pray towards Jubata. They will also bring their own cooked harvest crops (mainly rice-based product) to eat it together as a Dayaknese society. In these modern days, instead of a plain gathering, Dayaknese also celebrates Naik Dango with traditional performances such as singing, dancing, and playing traditional music instruments. As an Indonesian staple food, rice is highly appreciated by Dayaknese. The high appreciation are show through their food offering ritual to Jubata. The food offering consists of 3 different types of food such as Bontokng (seasoned rice wrapped with vegetable leaves), Lemang (glutinous rice cooked inside...
1. Asal Usul Permainan Jajak Sisir adalah nama salah satu permainan rakyat dari suku Melayu di Kabupaten Sintang. Jajak Sisir merupakan bahasa Melayu Sintang, yang dalam bahasa Indonesia mempunyai arti menjual atau menjajakan sisir. Permainan ini tidak ada kaitannya dengan peristiwa-peristiwa sosial tertentu. Jajak Sisir dapat dilakukan pada setiap waktu oleh anak-anak dan hanya sebagai pengisi waktu dikala senggang. Permainan ini dapat dilakukan oleh semua kelompok social dalam masyarakat. Dalam penerapannya seringkali anak-anak mempergunakan istilah sendiri atau bahasa Indonesia, namun arti dan maknanya tetap sama. Permainan ini bersifat ketangkasan yang berguna bagi kesehatan dan sebagai sarana pendidikan bagi anak-anak mengenai dunia perdagangan, maka permainan ini sejak dahulu sampai sekarang peranannya sebagai adu ketangkasan di samping sebagai latihan keterampilan dalam dunia perdagangan. Masyarakat menerima permainan ini untuk anak-anak dengan senang hati dan mengha...
1. Asal Usul Permainan Main Galah adalah nama yang diberikan oleh penduduk suku Daya Mualang di Daerah Kabupaten Sanggau. Kata “Galah” dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan Kayu. Biasanya kayu yang disebut Galah ini dipergunakan untuk menyolok buah-buahan. Menurut bahasa suku Daya Mualang, kata Galah ini yaitu Bambu panjang. Galah yang dipergunakan di sini sebenarnya hanya berfungsi sebagai alat untuk membatasi saja antara manusia dan hantu. Karena dalam permainan ini ada yang berperan sebagai Manusia dan satu orang berperan sebagai hantu. Dimana Hantu ini berusaha mencari atau mengambil salah seorang Manusia. Sedangkan Manusia berusaha menghindari pengambilan Hantu tadi. Sang Hantu pada saat mengambil anggota Manusia, tidak boleh melewati batas tadi yang berupa Galah. Sehingga permainan ini oleh penduduk suku Daya Mualang dinamakan Main Galah. Pelaksanaan permainan Galah dapat dilakukan kapan saja. Permainan ini dimainkan oleh peserta pemain pada waktu...