Bahan: 400 gr daging kambing, potong dadu 125 cc kecap manis 3 buah jeruk limau, ambil air Bawang goreng secukupnya Tusuk satai secukupnya Bumbu Kacang: Yang dihaluskan: 200 gr kacang tanah, goreng 3 siung bawang putih 4 butir bawang merah 1 buah cabai merah Bumbu yang dihaluskan di tambah air 300 cc dan juga Kecap secukupnya lalu campur dengan bumbu yang dihaluskan jadi satu Cara Membuat Resep Masakan Satai Kambing Pamekasan: 1. Tusuk daging kambing dengan tusuk satai. Lumuri dengan kecap manis, beri sedikit bumbu kacang aduk rata 2. Bakar satai hingga matang sambil dibolak-balik. 3. Hidangkan satai dengan bumbu kacang, jeruk lmau, bawang goreng. RM/Toko yang Menyediakan: Sate Kambing/Ayam Pak Yoto Deli Alamat: Kawasan Sae Salera, Jl. Niaga, Barurambat Kota, Kec. Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur 69317
Bahan: kangkung rebus bangkuang iris/potong ketimun iris/potong 1 buah tahu cina, potong, garami, goreng matang Bahan Sambal (dihaluskan): 2 buah cabai merah 3 buah cabai rawit 100 gr kacang tanah goreng 4 sdm petis udang 1 buah pisang batu yang muda 1 sdt garam 1 sdm gula merah 1 sdm air asam ±50 cc air matang Cara Membuat: Semua bahan di campur dan diaduk dengan sambal atau dihidangkan terpisah RM/Toko yang Menyediakan : Tahu Petis Liem Indonesian Restaurant Address: Jl. Raya Lontar, Lontar, surabaya, Kota SBY, Jawa Timur 60216 Phone: 0856-4888-7628
Di sebuah desa hiduplah seorang Ksatria bernama Ande-Ande Lumut. Ia sedang mencari pasangan hidup. Ia seorang yang tampan, terkenal baik budi dan bahasanya. Oleh sebab itu, banyak gadis desa yang mengadu nasib untuk menjadi istri Ande-Ande Lumut. Mereka melamar Ande-Ande Lumut sebagai suaminya. Namun, belum ada juga yang pantas untuk dijadikan istri. Tersebutlah ada kakak beradik yang juga ingin melamar Ande-Ande Lumut. mereka adalah Klenting Merah, Klenting Ungu, dan Klenting Kuning. Yang pertama berusaha adalah Klenting Merah. Ia berjalan menuju tempat tinggal Ksatria itu. Ketika tiba disungai yang lebar, dalam, dan arus airnya besar, Klenting Merah ditawari oleh tukang rakit yang bernama Yuyu Kangkang untuk membantunya menyeberang. Upah yang dimintanya adalah Klenting Merah harus mau digigit dan dihisap darahnya. Tak pikir panjang, Klenting Merah menyetujuinya. Ketika sampai di rumah Ksatria itu, Ande-ande Lumut menolak lamaran klenting Merah. Ternyata Ande-ande Lum...
Ketika tradisi ini masih dilakukan, Harimau Jawa masih sering di jumpai di hutan-hutan pinggir desa. Dan harimau-harimau itu sering mengganggu masyarakat, mereka sering memangsa hewan ternak milik para penduduk bahkan terkadang mereka memangsa manusia. Oleh sebab itu pemerintah menyuruh para petani untuk menangkap harimau-harimau tersebut kalau perlu di bunuh. Dan setiap harimau yang berhasil ditangkap, maka yang menangkapnya akan di beri imbalan 10 sampai 50 gulden, tergantung ukuran harimaunya. Para penduduk mulai menangkapi harimau-harimau untuk tradisi ini sejak Bulan Ruwah atau Bulan Puasa. Para penduduk memasang perangkap dihutan dengan umpan berupa kambing atau anjing. Kemudian harimau-harimau yang berhasil tertangkap dikurung dalam kandang dan menunggu untuk digunakan. Namun kemudian tradisi ini juga disinyalir sebagai salah satu penyebab punah-nya spesies Harimau Jawa, oleh sebab itu tradisi ini kemudian dilarang oleh Pemerintah Hind...
Nama permainan ini adalah Godong-godongan, dari asal kata dedaunan. Permainan ini menggunakan daun dari aneka tumbuhan sebagai sarana permainannya. Sepertinya permainan ini dulu tercipta untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan perkebunan yang memang ditumbuhi dengan subur aneka jenis tumbuhan. Permainan ini dilakukan pada siang atau sore hari dan harus beramai-ramai lebih dari 10 orang. Kalau jumlah pemainnya kurang dari 10 orang akan terasa kurang seru. Misalnya 10 orang, dari 10 orang ini 1 orang harus menjadi “pesakitan” atau “terdakwa” yang harus mengejar 9 orang lainnya. Biasanya memainkan di halaman sekolah atau di rumah-rumah penduduk yang mempunyai halaman cukup luas, dengan menggunakan cagak atau tiang rumah atau tiang bendera di halaman sekolah untuk dijadikan basisnya (pegangan utama). Untuk mengawali permainan harus ditentukan dulu siapa yang dadi atau menjadi “terdakwa”-nya atau menjadi kucingnya terlebih dahulu. Biasanya kam...
Arca Wisnu menunggang Garuda, perwujudan Raja Airlangga . Arca disimpan di Museum Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Foto dari Instagram Ibu Ani Yudhoyono, 4 Januari 2014.
Tempayan peninggalan kerajaan Majapahit. Saat ini disimpan di Museum Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Koleksi foto dari Instagram ibu Ani Yudhoyono, 4 Januari 2014.
Prasasti Dinoyo bertarikh 682 Saka atau 760 Masehi, ditulis dengan aksara Jawa Kuno (Kawi) dan menggunakan bahasa Sansekerta, dengan candrasengkala “ Nayana Vasu Rasa ”. Prasasti ini ditemukan di dekat pasar Dinoyo lama (sekarang menjadi pertokoan), dan sekarang menjadi koleksi Museun Nasional Jakarta dengan nomor inventaris D.113. Meski sudah lama dijumpai penduduk sekitar, tetapi baru tahun 1916 dipublikasikan oleh Dr. F.D.K. Bosch dengan judul “ De Sanskrit-Inscriptie op den Steen van Dinaya ”. Prasasti Dinoyo ini terpahatkan pada batu andesit dengan tinggi 1,10 meter, yang pada waktu ditemukan dalam keadaan pecah menjadi tiga bagian. Bagian terbesar berada di Dinoyo, sedangkan dua pecahan kecil lainnya ditemukan di Merjosari. Prasasti ini ditulis oleh salah seorang cucu Raja Gajayana yang bernama Anana, dan isinya menurut Poerbatjaraka adalah sebagai berikut: 1. âsîn narap...
Potu nyilem merupakan penganan tradisional yang berasal dari daerah Madura yang diwariskan secar turun temurun. Potu Nyilem adalah makanan pendamping untuk semua lapisan masyarakat Madura dan sudah banyak dijajakan dipasar-pasar tradisional khususnya di bulan puasa. Masyarakat Madura sangat kental dengan agama Islam, pada saat berbuka puasa disunahkan berbuka dengan makanan yang manis-manis. Untuk membuat makanan yang manis salah satunya adalah Potu Nyilem, disebut demikian karena pada proses pembuatannya yaitu adonan ketan dibuat bulat-bulat seperti bola dan dimasukan kedalam air mendidih maka adonan yang berbentuk bola tersebut mengalami proses tenggelam dan tidak waktu lama akan timbul atau mengapung jika adonan tersebut matang. Tenggelam dalam bahasa Madura disebut nyilem, sehingga kue ini disebut kue Potu Nyilem. Bahan -2 1/2 gelas/500gr tepung ketan baru -2 lembar daun pandan, tumbuk beri sedikit air, peras 1 1/2 gelas/375 cc air -1/...